"Mereka akan tumbuh menjadi orang-orang dewasa yang hanya memikirkan diri sendiri, seperti mereka yang menutup jendela ketika melihat tindakan kekerasan..."
Ada satu hal yang terlintas dalam benakku ketika membaca kisah Eun-jae dan Wu-yeong: kok bisa ya orangtua tega melakukan hal buruk kepada anaknya sendiri? Saya sedih sekali membaca kisah Eun-jae dan Wu-yeong. Ibu Wu-yeong terobsesi dengan hidup anaknya, semacam orangtua yang controlling, daftarin anaknya les ini les itu, nilai di sekolah adalah segalanya, gak bisa mentolerir kegagalan. Sedangkan ayah Eun-jae "gemar" menyiksa anaknya, ibunya pun kabur.
Sebagai orangtua, saya sangat mengerti perasaan Eun-jae dan Wu-yeong. Rasanya ingin memeluk mereka dan bilang bahwa kalau saya jadi ortu mereka, saya gak akan kayak gitu. Sedih banget pokoknya. Di dunia ini pasti ada Eun-jae dan Wu-yeong lainnya yang butuh diselamatkan. Anak-anak itu rapuh, sudah selayaknya orangtua melindungi mereka. Anak titipan Allah. Namanya titipan ya harus dijaga agar tidak rusak karena mereka bukan milik kita.