Who is the uninvited guest wearing a creepy costume at Prince Prospero's ball? Can a man be driven mad by the "sounds" of the crime he has committed? These spine-tingling stories and others by Edgar Allan Poe are adapted for a first chapter book reader.
Les Martin has written dozens of books for young readers, including the RAIDERS OF THE LOST ARK and INDIANA JONES AND THE TEMPLE OF DOOM movie storybooks, and many Young Indiana Jones middle-grade novels. He has also adapted many classic works of fiction for young readers, including THE LAST OF THE MOHICANS, EDGAR ALLAN POE'S TALES OF TERROR, and THE VAMPIRE. Mr. Martin is a resident of New York City.
Sudah bulan Oktober... bulannya horor dan teror.... saatnya baca lagi karya Edgar Allan Poe!
Buku yang memuat tiga cerpen horor ini menjadi perkenalan saya kepada EAP. Perkenalan yang mungkin kurang 'murni', karena cerita-cerita ini sebenarnya diceritakan ulang/disadur oleh Les Martin untuk pembaca anak-anak (umur 10-an di Amrik). Hurufnya besar-besar dan penceritaannya lebih gamblang, walau temanya yang tentang kematian, pembalasan dendam, dan penyiksaan tidak disensor.
Pengakuan agak memalukan: saya tidak keberatan baca versi saduran dari karya sastra klasik, malah seringkali lebih memilih yang sudah dipermudah. Saya pun menikmati ketiga cerita EAP di sini, yang sudah dipadatkan tetapi sama sekali tidak kehilangan esensi horornya. Alih bahasanya sempurna dijalankan penerjemah legendaris Hendarto Setiadi, sedangkan ilustrasi menawan disuguhkan oleh Karen Chandler.
Topeng Maut Merah
Kisah tentang pangeran yang berlindung bersama orang-orang pilihannya dari momok penyakit ini disampaikan secara murni deskriptif, tapi dengan teknik repetisi yang efektif dan klimaks yang membuat bulu kuduk meremang.
Gentong Anggur Amontillado
Tekniknya berbeda dengan cerita pertama yang terasa bak dongeng; cerita yang ini disampaikan melalui monolog dan dialog. Namun, efek ngerinya setara. Salah satu kisah balas dendam terbaik yang pernah saya baca.
Lubang Sumur dan Bandul
Berlatar masa Inkuisisi Spanyol, tokoh utama kita yang berprofesi mata-mata harus menjalani berbagai siksaan di ruang sel yang sudah dirancang khusus. Rasa putus asa si protagonis dan eskalasi kengeriannya benar-benar terasa, sebelum cerita diakhiri
Bukan hanya untuk anak-anak, buku ini rasanya layak dibaca juga oleh orang dewasa yang ingin berkenalan dengan karya EAP. Walau jumlah kata-katanya tidak sekaya versi aslinya, efeknya tetap tajam menusuk dan inti cerita lebih cepat tersampaikan. Ketiga cerita yang dipilih pun rasanya pas sekali; masing-masing memiliki cita rasa horor yang berbeda, tetapi dengan persamaan bahwa ketiganya adalah jenis cerita yang setelah sekali dibaca, akan susah terlupakan.["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>["br"]>
Buku ini berisi 3 cerpen karya Edgar Allan Poe yang telah diadaptasi oleh Les Martin. Cerpen pertama tentang pangeran dan pengikutnya yang tinggal di puri megah untuk menghindari Wabah Maut Merah yang mematikan. Dalam puri itu mereka berpesta, menonton pertunjukkan badut, berdansa, dan makan sepuasnya. Tapi apa mereka berhasil selamat dari Wabah Maut Merah?
Cerpen kedua sekaligus yang paling ku suka berjudul Gentong Anggur Amontillado. Tentang seseorang yang berusaha membalas dendamnya dengan cara yang licik. Namun akankah dendam itu terbalas? Dan apa hatinya merasa lega setelahnya??
Lubang Sumur dan Bandul adalah cerpen terakhir dalam buku ini. Tentang mata-mata Prancis yang ditawan Spanyol. Pengadilan Spanyol telah memutuskan hukuman m*ti untuknya. Dan sejak saat itu perasaannya selalu cemas...
⛓️🥂⛓️ baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia
Jujur saja meski buku ini hanya setebal 96 halaman tapi aku butuh 2 hari untuk menyelesaikannya! Kenapa? Karena setiap selesai membaca 1 cerpen, kepala atau lebih tepatnya otakku terasa berat 😂 Jalan ceritanya benar-benar di luar ekspektasi, plus endingnya memuaskan walaupun bikin kepikiran 💥 Terjemahannya lumayan ngalir juga.
Insight yang ku dapatkan dari buku ini, di antaranya: • Tak seorangpun bisa menghindari kematian yang telah ditakdirkan untuknya. • Bahkan harta dan tahta tak bisa menang melawan takdir. • Begitu pula sebaliknya, jika takdir menghendaki kehidupan, maka kamu akan tetap hidup... • Lantas adakah kemenangan tunggal? Saat kamu merasa menang, bisa jadi sebaliknya: itu hanya sesaat menuju kehancuran. • Rasa jemu, hampa bahkan bisa hadir saat seseorang berkelimpahan harta dan bisa mendapatkan segalanya.
The illustrations of The Raven are terrible. Unpleasant to see. Which is odd because the cover artwork for the same story is awesome! “Never Bet the Devil Your Head” is also awfully illustrated. Blech. And the text font for that story is virtually unreadable! It was super frustrating.
Of course, the stories are all top notch, the legible stories! It's Poe from crimeny's sake! But when the artwork is bad, it's super distracting and takes away from the genius of the author! Good to read at Halloween, if you can get through the muddle and mess.
Firmly in the tradition of Classics Illustrated (and the various iterations of that moniker) the Tales of Terror book gives us some classic stories by Poe and illustrations by some of the best artists in the business. There are contributions from the likes of Rick Geary, Gahan Wilson and even Clive Barker. Those familiar with the stories will enjoy them again while appreciating the illustrations. For the uninitiated, this is an excellent introduction to Edgar A. Poe. Many readers will be tickled to discover that Poe was one of the originators of many tropes so common in contemporary literature. C. Auguste Dupin is a detective to rival ole Sherlock himself. Of course, he also was one of the first to delve into horror fiction.
Here is a very short chapter book that includes abridged versions of a few of Edgar Allen Poe's short stories. They are going to be read with ease by the average 5th or 6th grader. They are really not all that much different from the original works, just tightly edited and have had some of the flowery excess removed. The stores included are The Masque of the Red Death, The Cask Of Amontillado, The Tell-Tale Heart and the Pit and the Pendulum. I figure I can bring this back out next Halloween (2011) and my little beginner reader will be able to read one of my favorite scary story writers right along with me.
Berisi berbagai cerpen, bukunya tipis jadi baca sehari selesai, cerpen pertama mirip kaya Sampar gitu sih, bagus banget pokoknya, banyak cara pembunuhan yang buat kita berpikir, kok bisa?
This entire review has been hidden because of spoilers.