Kamu ingin selalu menyenangkan hati pasangan? Atau, lebih sering mengkhawatirkan perasaannya ketimbang perasaanmu sendiri? Sungkan mengungkapkan sesuatu yang patut kamu dapatkan dan bergantung padanya? Terakhir, apa kamu lebih menuruti keinginan pasanganmu demi menghindari konflik?
Semua ciri di atas tidak selalu menunjukkan bahwa kamu menghormati pasangan, apalagi murni karena cinta. Mungkin saja kamu mengidap Nice Girl Syndrome.
Sedari kecil budaya dan pola asuh membentuk perempuan sebagai sosok tidak berdaya. Bersikap manis, penurut, patuh, pasrah, pendiam, mampu menyenangkan orang lain. Kita lalu beranggapan bahwa perempuan baik seharusnya bersikap demikian. Perilaku ini lalu terbawa sampai dewasa, menjadikannya mudah patah.
Dalam lingkungan yang tidak sehat, ia rawan jadi korban kekerasan. Ada yang salah dengan ideal “gadis baik” di masyarakat kita, sebab ia menjebak perempuan dalam hubungan-hubungan toksik yang berbahaya.
Buku ini menjelaskan bagaimana “sindrom gadis baik” menjebak perempuan dalam hubungan tidak baik, ciri hubungan toksik, ciri pasangan manipulatif, dan apa yang perlu dilakukan jika kamu tengah terjebak di sana. Selalu ingat ini, kamu berhak mendapat cinta yang sehat.
Salah seorang mantan pacarku pernah bertanya, "Apakah ada guide book dalam pacaran?" Awalnya, aku kira sebatas bagaimana sih seharusnya laki-laki memperlakukan perempuan dan sebaliknya. Tetapi ketika membaca Toxic Relationsh*t ini, akhirnya aku paham. Buku pegangan dalam berelasi (terutama yang sifatnya romantis) seharusnya menjelaskan dulu bahwa perempuan dan laki-laki punya posisi yang setara.
Toxic Relationsh*t menjelaskan hal-hal mendasar tentang sebuah hubungan yang sebaiknya tidak timpang secara power and control. Sayangnya kesadaran ini masih belum dipahami oleh sebagian besar orang. Masih banyaknya perilaku meromantisasi kecemburuan dan testing ini itu malah membuat relasi tidak setara. Seakan-akan, kalau tidak cemburu atau tidak posesif adalah tidak sayang.
Yori--begitulah panggilan penulisnya--mencoba membantu para pembaca yang masih asing dengan hubungan toksik untuk memetakan dan menganalisa secara sederhana sesehat apakah hubungan mereka. Apakah ketergantungan, apakah sudah mengatur yang aneh-aneh, atau bagaimana.
Bagiku, buku ini bisa dijadikan bacaan awal untuk menelusur lebih jauh tentang hubungan toksik. Membaca buku ini lebih aman daripada langsung terjun ke internet. Banyaknya artikel di internet sering membuat kita bingung dan malah berbahaya. Maka dari itu, Toxic Relationsh*t bisa dijadikan titik mula.
Yori juga memberikan referensi bacaan lanjut apabila pembaca ingin mengetahui lebih jauh.
Meski awalnya agak skeptis dengan buku yang mengangkat tema agak mainstream gini, tapi setelah membaca halaman-halaman awalnya menurutku buku ini cukup bagus dan lengkap. Gaya penceritaannya juga runut. Setidaknya, ini bisa menjadi salah satu bahan yang dibaca oleh orang yang merasa sedang terjebak dalam hubungan toxic.
Ternyata, kekerasan tak hanya fisik dan mental, tetapi juga ada kekerasan seksual dan ekonomi. Secara umum, kekerasan seksual tidak hanya sesuatu yang sudah menyentuh ke praktik persetubuhan. Bahkan permintaan pengiriman foto porno dan ancaman untuk menyebarkannya, termasuk kekerasan seksual. Sedangkan kekerasan ekonomi adalah sebuah tindakan yang cenderung membuat orang lain bergantung secara finansial. Ini serem banget sih, mungkin kelamaan bisa menjadi semacam utang budi.
Selain itu salah satu yang dibahas dalam buku ini adalah nice girl syndrome yang merupakan sindrom di mana seseorang cenderung patuh dan menjadi gadis baik alih-alih memberontak karena ingin menjauhi masalah. Tetapi, kepatuhan ini kelamaan bisa menyebabkan ia mendapatkan berbagai macam kekerasan seperti yang sudah disebutkan di atas.
Dengan adanya buku ini, aku berharap banyak anak muda di luar sana yang bisa lebih aware pada hubungan percintaan dan relasi mereka sehari-hari. Banyak hal yang kita kira sebagai hal kecil ternyata membawa dampak yang cukup besar ke dalam hidup selama bertahun-tahun. Selain itu, buku ini juga menyediakan banyak tes-tes kecil untuk menilai kondisi hubungan kita dengan pasangan. Contoh-contoh kasus yang digunakan juga menurutku menarik, seperti film Story of Kale atau serial You di Netflix. Semuanya dekat dengan keseharian, menjadikannya lebih seru untuk dipelajari.
Buku ini untuk menyelesaikan Tsundoku Books Challenge 2022
3,2 dari 5 bintang!
Buku yang menarik memberikan pengantar mengenai nice girl syndrome yang secara tidak langsung membuat terjebak didalam hubungan yang toxic dengan pasangan dimiliki. Hal yang aku sukai buku ini juga memuat checklist beberapa pertanyaan untuk mengetahui apakah kita termasuk kategori nice girl syndrome atau apakah kita terjebak di dalam hubungan yang toxic. Bahasanya ringan dan mudah untuk dipahami untuk siapapun yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai masalah ini
Sebuah karya apik yang memberikan ruang pembacanya untuk merefleksikan kembali hubungan yang pernah/sedang dijalin. Saya sangat suka diksi yang digunakan oleh author, tidak terkesan menggurui padahal isinya sarat akan bahasa-bahasa yang digunakan psikolog. Dua kalimat penutup ini sukses membuat hati saya terasa hangat:
"Kita wajib memperjuangkan kebahagiaan diri sendiri dengan meningkatkan kesadaran bahwa dalam proses menjadi bahagia perlu ada luka yang dibasuh dan diobati."
"Kalaupun ada kondisi yang memang tidak bisa dipaksakan, maka penting untuk belajar saling merelakan dan melepaskan. Sebab tak semua cinta harus digenggam erat-erat, jika pada akhirnya ada pihak yang terluka."
Terima kasih author
- Dari saya yg baru sadar memiliki karakter Nice Girl Syndrom 🙂 -
Buku kali ini saking menariknya buat kami sampai-sampai penulisnya sempat berpikir: “Ini bapak-bapak ngapain sih bahas buku untuk perempuan?” Tapi nyatanya buku ini penting untuk siapapun dan karena itu kami bertiga sekalian mengundang penulisnya untuk bicara di Kepo Buku. Judul bukunya adalah Toxic Relationsh*t: Bagaimana SIndrom Gadis Baik Menjebakmu dalam Hubungan Tidak Baik, dan penulisnya adalah teman baik kami, Diana @mayorita92 yang lebih dikenal dengan podcastnya di @celoteh.yori.
Pemahaman Toxic Relationship hari ini masih acak karena kebanyakan dibahas di media sosial saja. Kehadiran buku ini jadi membantu agar kita bisa memahaminya secara utuh.
Di buku ini, dijelaskan beberapa hubungan yang toksik beserta akar masalah dan cara mengatasinya. Ada banyak istilah yang baru kutahu di sini, dan buku ini membantuku mengenali diriku sendiri.
Hanya saja, aku ingin pembahasan yang lebih utuh dan mendalam lagi! Kalau gitu ditunggu buku selanjutnya Mbak Yori xixixi.
Tidak hanya menunjukkan bagaimana eindrom gadis baik tapi juga membuat saya mengaca, sebenarnya saya termasuk ke dalam karakter yang mana? Hubungan seperti apa yang sedang saya jalani? Sikap mana yang seharusnya saya lakukan. Saya banyak menerima materi mengenai bahwa diri ini begitu berharga dan layak dicintai. Walau bahasannya hanya dalam tingkat permukaan, mwnurut saya buku ini cukup untuk menyadarkan juga menambah pengetahuan kita dalam menjalani hubungan.
Awalnya tertarik dengan buku ini karena ada ketakutan tersendiri jika nantinya terlibat toxic relationship. Dengan penyampaian yang cukup sederhana, jadi bisa mengerti lebih banyak seputar toxic relationship. Pertanyaannya ke diri sendiri, apakah jika nanti masuk di toxic relationship (amit-amit) bisa keluar atau gak 🙃 walaupun udah paham pas baca buku gini.
Buku ini membahas secara rinci tentang hubungan toxic relationship dan membahas dampak dari pola asuh yang diberikan orang tua untuk kehidupan anak pada masa dewasanya. Buku ini bagus sekali untuk mengenali hubungan yang toxic dan keluar dari hubungan toxic
Membahas tentang hubungan yang tidak sehat, mengenalinya, mengidentifikasi, dan diberikan beberapa tips untuk keluar dari hubungan tidak sehat.
Aku kira tidak akan menyukainya, ternyata aku salah. Buku ini bisa dibaca semua kalangan, mau dia punya pasangan tapi bahagia, atau masih tahap mencari pasangan, atau dia belum punya pasangan. Buku ini menjelaskan apa saja hubungan yang tidak sehat baik untuk fisik maupun psikologis. Bagaimana hubungan itu bisa terjadi dan bagaimana seseorang bisa terjebak dalam hubungan yang tidak baik.