Jump to ratings and reviews
Rate this book

Membasuh Luka Pengasuhan

Rate this book
Sudah seberapa sering kita belajar tentang bagaimana semestinya bersikap yang terbaik pada kedua orangtua?

Bahkan dalam Islam... bakti pada kedua orangtua memiliki keutamaan setelah ketaatan pada Allah & Rasulullah. Bukankah kita tau benar keutamaan ini?

Tapi tak bisa dipungkiri, beberapa dari kita bisa jadi menunaikan bakti dengan tidak leluasa, canggung, setengah hati, namun juga tak mengerti kenapa bisa begitu. Padahal diri sudah belajar, sudah tahu, dan sebetulnya sudah mau.

Itulah bahasa hati.
Ia tak bisa berbohong.

Tidak dibiasakannya kebanyakan kita untuk mengakui & mengalirkan emosi secara tuntas & baik di rentang usia 0-7 tahun memang membuat kita tumbuh menjadi manusia dewasa yg khawatir mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya, dan lebih jauhnya lagi... buta rasa.

Padahal tidak teralirkannya rasa membuat setiap rasa itu jadi terjebak di dalam diri, bertumpuk, dan lama kelamaan membuat kita bingung akan perasaan apa yang sebetulnya berkecamuk di dalam ini, saking begitu beragamnya.

Terbayang jika rasa yang terjebak itu adalah kumpulan rasa bermuatan emosi negatif seperti: sedih, kecewa, marah, murka, kesal, merasa bersalah, jijik, dll, ini akan membuat diri tersiksa batin tanpa mengerti kenapa.

Maka mengakui luka bukanlah akhir. Ia adalah awal yang perlu diiringi oleh langkah demi langkah berikutnya sebagai ikhtiar melepaskan emosi negatif, agar diri sepenuhnya merdeka dari perbudakan hawa nafsu yang berakar dari emosi negatif ini.

Tenang.. mengakui adanya luka di masa pengasuhan bukan berarti durhaka. Mengakui adanya luka justru akan jadi langkah pertama untuk kelak total berbakti, dengan setenteram-tenteramnya hati. Agar kelak kita bisa berbuat yang terbaik sebab cinta, bukan sebab dorongan memang begini seharusnya padahal hampa rasa.

Tidakkah kita rindu pada fitrah yang sudah memanggil untuk menjadi seutuhnya manusia yang hidup di hari ini demi total mengabdi tanpa terikat luka masa lalu?

Pertanyaannya... jika luka tersebut adalah luka batin, luka dalam jiwa, yang jelas tak terlihat dengan mata, bagaimana kita bisa membasuhnya?

InsyaAllah... Buku #MembasuhLukaPengasuhan ini memuat pembahasan & langkah-langkahnya, menggunakan 2 sudut pandang: Qurani & Emosi.

210 pages, Paperback

Published January 1, 2020

20 people are currently reading
144 people want to read

About the author

Ulum A. Saif

2 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
41 (62%)
4 stars
20 (30%)
3 stars
4 (6%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Lelita P..
634 reviews58 followers
July 20, 2020
Tentang "luka pengasuhan", selama beberapa bulan ke belakang saya cukup akrab dengan frasa itu karena saya dan teman sering membicarakannya. Tapi hanya sekadar berbicara berdasarkan pemaknaan literal dari frasa, bukan mengetahui secara mendalam apa itu "luka pengasuhan".

Buku ini menjelaskan tentang luka pengasuhan tersebut secara detail dari dua aspek: sudut pandang emosi (ilmu psikologi) dan sudut pandang Qurani. Selain itu, dibahas juga--sebagaimana judulnya--cara membasuh luka pengasuhan dengan terapi DEPTH (mewakili sudut pandang emosi/ilmu psikologi) dan dengan tazkiyatun nafs (mewakili sudut pandang Qurani).

Alasan utama saya mencari buku ini adalah karena saya mengakui bahwa saya memiliki luka pengasuhan, jadi saya ingin mempelajari cara menanganinya agar nanti tidak mengulangi kesalahan yang sama di rumah tangga. Saya lumayan bisa relate dengan isi buku yang banyak membahas hubungan dengan ortu (selaku pemberi luka pengasuhan). Ada kedukaan mendalam selama membaca uraian-uraian tentang itu, berhubung saya sudah tidak bisa melakukan perbaikan lagi dengan ortu saya sendiri. Sedih rasanya karena baru mengenal soal luka pengasuhan dan membaca buku ini ketika segalanya sudah terjadi, ketika saya sudah mengubur dalam-dalam luka lama itu dan tidak mau membukanya lagi. Namun, niat awal saya membaca ini adalah untuk belajar, jadi tidak boleh ada yang disesali. Justru pengalaman pribadi itulah yang membuat saya bisa berkaca dan berefleksi maksimal dengan isi buku ini.

Saya sungguh senang membacanya. Kalimat-kalimat buku ini enak dibaca, tampilan bukunya juga meriah dengan kertas tebal yang bagus, warna merah bata-hitam-putih yang enak di mata, dan spasi jarang-jarang yang bikin nggak bosan melihat halaman-halamannya. Banyak sekali pengetahuan tentang luka pengasuhan yang saya dapatkan dari buku ini. Penjelasan dari sudut pandang emosinya menarik, tapi sejujurnya saya jauh lebih terpukau saat membaca penjelasan dari sudut pandang Qurani, berhubung saya mempunyai keinginan terpendam untuk belajar tafsir secara mendalam. Buku ini mengungkapkan beberapa hal menakjubkan dari Al-Quran sebagai penyembuh. Ayat-ayat yang sering dibaca ternyata menyimpan "rahasia" ajaib di baliknya, yang maknanya sangat mendalam. Buku ini mengupasnya dengan baik dan mudah dipahami sehingga mengena sekali di hati.

Dengan judul "Membasuh Luka Pengasuhan", awalnya saya berekspektasi agar buku ini memberikan langkah-langkah yang aplikatif untuk melakukannya. Metode terapi DEPTH yang digunakan di sini lumayan menarik, tapi sebagaimana yang tertulis, rasanya harus pergi mengikuti kelas terapinya dulu agar bisa terbayang metodenya dan mampu melakukannya dengan benar. Kalau untuk pengaplikasian ke diri sendiri saat masih blank soal itu, rasanya agak sulit.

Sebaliknya, metode tazkiyatun nafs ala Qurani yang dijelaskan di sini bisa diterima dan diaplikasikan sendiri, malah bikin introspeksi maksimal. Saya bersyukur membaca bagian itu ketika perasaan sedang kacau gegara berbagai hal sehingga anjurannya bisa langsung saya praktikkan dan membuat hati lebih tenang seketika. :')

Setelah menyelesaikan buku ini, yang paling saya dapatkan adalah perasaan lebih mencintai Allah dan Al-Quran. Namun di buku ini juga banyak ilmu terkait rumah tangga dan parenting, yang mana bagus sekali karena memang lagi persiapan ke arah sana.

Profile Image for Rabiana Nur Awalia.
32 reviews
May 28, 2023
Penjelasannya komprehensif, dan aku suka approachnya lagi-lagi dibalikin ke Quran, pedoman kita sebagai muslim. Siapapun yg juga sedang punya luka pengasuhan dan ingin menuntaskannya dari perspektif teori dan Islaminya, buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca. You're not alone, you can be healed.
Profile Image for Annissa Larasati.
91 reviews5 followers
October 2, 2020
Tertarik dengan buku ini karena merasa masih banyak pertanyaan yang menggantung selama ini. Alhamdulillah, terjawab lewat buku ini. Banyak sekali insight yang saya dapatkan. Tentang jiwa, hati, qalbu, dan nafs.

"Masa lalu adalah warisan terbaik bagi diri kita. Baik buruknya masa lalu, itulah yang telah membentuk kita hari ini. Perjalanan berdamai dengan luka masa lalu apapun itu, jelas tidak akan mudah, pasti butuh waktu, tenaga, air mata, juga rasa sakit dan perih. Tapi yakinlah, pasti ada maksud baik Allah atas semua ini. Hadapilah, berproseslah, beranilah, dengan terus menjaga prasangka baik kepadanya." (h. 197)

Diawali dengan alasan kuat mengapa kita perlu membasuh luka pengasuhan di masa lalu, kemudian dijabarkan mengenai apa itu luka pengasuhan, dan panduan untuk memulainya.

Menariknya, hal-hal tersebut dibahas dalam 2 sudut pandang, dari sudut pandang emosi (psikologi) dan dari sudut pandang qurani. Karena memang, metode yang dibahas dalam pembasuhan luka dalam buku ini menggunakan 2 pendekatan: dengan pendekatan DEPTH (dari sisi psikologi) dan pendekatan Tazkiyatun Nafs (dari sisi qurani).

"Temukanlah maksud Allah, itulah pintu pertama tersingkapnya hikmah. Dan hikmah adalah barang hilang milik orang beriman. Hikmah hadir bersama Al-Quran." (h.174)

Pendekatan yang paling menarik bagi saya sendiri adalah #tazkiyatunnafs . Disini Kang @ulum.asaif dan Teh @febriantialmeera merumuskan 7 langkah utama:
1. Membersihkan badan
2. Sikap yang terhormat
3. Pendidikan
4. Zakat
5. Dzikir
6. Gantungkan harapan kepada Allah
7. Tobat

Menarik bagaimana zakat dan tobat menjadi salah satu jalan yang disebutkan.

"Kebersihan jiwa berbanding lurus dengan kebersihan harta."
(hal. 175)

"Sudah menjadi sifat dari dosa itu adalah melemahkan jiwa dan memadamkan cahaya hati."
(hal. 181)

Menarik juga ketika pada akhirnya semua kembali ke Al-Quran, sang penyembuh sejati. "Ia bukan disebut sebagai obat, sebab obat tidak selalu menyembuhkan. Tapi, Al-Quran adalah penyembuh, karena penyembuh sudah pasti menyembuhkan."
(hal. 199)
Profile Image for Ade Aprilia.
Author 1 book
June 19, 2025
Baca dari 21 Feb 2025 selesai halaman terakhir 13 Juni 2025
hehehe
Beberapa kali mulai ulang dari kata pengantar, karena baca judulnya aja uda kayak obat buatku.
Mulainya dari temen nawarin baca buku miliknya ini, karena katanya pernah tersentuh sama story aku yang highlight tentang trauma, luka anak kecil dalam diri sendiri, dll, ya sekitar itu.

Kenapa bisa baca buku ini selama itu, karena ya aku merasa aku ga siap-siap, tapi harus baca, haha, karena aku merasa ada pikiran yang harus aku selesaikan di hati dan otakku, berbarengan dengan membaca buku ini. Biar cepet tuntas gitu masalahnya.

Saking berharganya buku ini, yang karena menariknya adalah

Buku ini membahas luka anak yang 'dianggapnya' ia dapat dari orang tuanya, dan karenanya, buku ini mengajak kita untuk membasuh luka itu, dan mulai berbakti lagi kepada orang tua dengan tulus, dan yang paling unik adalah buku ini membahas pembasuhan luka lewat kacamata Qur'ani


Jadi ada masanya aku mencatat isi bukunya, sebagai note buatku, apa yang harusnya ku basuh, apa yang harusnya ku relakan.

Bukunya juga mencantumkan metode DEPTH dengan membasuh luka lewat mengakui dan tapping titik tertentu.

Anehnya juga metode ini masih dalam satu lingkup, dan juga turunan dari metode EFT dan SEFT, yang setahun-dua tahun belakangan sering disebut mentor sekaligus bosku, dimana menurut beliau SEFT ini menarik sekali untuk dipelajari.

Lalu entah bagaimana, buku yang membahas metode turunannya ini justru datang ke tanganku :') emang dijodohin untuk belajar ini kali ya

Di buku ini juga ada pembahasan Tazqiyatun Nafs (pembersihan jiwa), Nafs yaitu ketika ruh bertemu jasad baru dikatakan Nafs. Sumber segala rasa ini mendorong kita berperilaku :(


Alasan buku ini mendapat rating 4 adalah karena niatnya yang mulia :( membantu kita semua yang merasa punya luka dari didikan orang tua untuk membasuh dan memurnikan keinginan kita berbakti kepada orang tua secara tulus, tanpa pemikiran kita sebagai anak yang paling baik lah, dll.

Alasan kedua adalah karena buku ini hadir untuk mereka yang amat beriman kepada Quran, tapi masih kesulitan membasuh luka kehidupannya, jika dilakukan dengan mengkaji Quran sendirian. Buku ini hadir sebagai teman bagi para pembaca Quran, yang ingin membasuh lukanya lewat ayat-ayat tercinta bersumber dari Quran yang memang adalah panutan terbaik.

Juga alasan kenapa buku ini tidak mendapat rating 5 dariku adalah buku ini ada beberapa titiknya yang kurang runut, secara pembahasan cukup lengkap mencantumkan sumber Qurani, tapi sekaligus kurang tuntas membahasnya.

Seperti ketika penjelasan mengenai level kemarahan yang ada 4 yaitu Kurhun , Sukthun , Ghaizun dan Ghadhabun , dan La'natun. Pembahasan terkait level ketiga dan keempat ini hanya untuk pembaca, belum dibahas terkait bagaimana jika yang mengalami amarah itu sekaligus yang memiliki luka pengasuhan itu adalah orang tua kita, bagaimana cara anak membasuh luka orang tua?

Di bab Kisah Para Pembasuh Luka, tercantum kisah dari Arimdayu, yang membahas tentang lukanya yang ia dapat sehingga sulit berkomunikasi dengan orang tua, tapi contoh itu adalah contoh keluarga yang mau saling mendengarkan.

Bagaimana jika orang tua kita justru sulit mengerti omongan anak, dan tak paham bahwa luka pengasuhannya juga perlu dibasuh agar komunikasi dengan anak bisa jadi momen yang saling melengkapi?
Bagaimana cara anak membantu orang tua membasuh lukanya? Karena banyak tipe keluarga, dan ada saja keluarga yang tidak bisa saling mendengarkan.

Kalau Ulum A. Saif dan Febrianti Almeera akan membuat edisi kedua buku ini, ku harap mereka mencantumkan poin-poin ini ^^


"Apa yang dicari dari orang yang ingin membasuh luka pengasuhan?"


"Ia ingin tulus dicintai dan tulus mencintai. Itu saja."


"Caranya, kita dekati Dzat Pemilik Cinta itu dengan menempuh jalan cinta para ahli tobat"


"Stabilnya emosi dan jiwa itu didapat kala rutin mendapatkan pembinaan Al-Quran."


"Fokuslah berbuat baik sekecil apa pun yang bisa kita lakukan untuk berbuat baik. Itu akan berdampak posirif kepada jiwa. Dan muatan-muatan negatif dalam diri akan tersingkirkan."


"Pembinaan Al-Quran sebagai penyembuh sejati adalah kita butuh seorang guru yang rutin membina kejiwaan secara Qurani. Bibit terbaik itu butuh perawat terbaik untuk bisa tumbuh dan berkembang."


Terima kasih perjalanan pembasuhannya. Aku merasa aku sudah terbasuh, tapi sayangnya, dari akupun yang merasa sudah bicara baik-baik pun, bagi orang tua, omongan kita ada saja salahnya dan bisa menyulut luka masa kecil orang tua kita.

Semoga kita semua dimudahkan dalam berbakti menjadi anak dan orang tua :) Aamiin YRA
Profile Image for Niar.
61 reviews
July 5, 2022
tertarik banget baca buku ini setelah mengikuti baba (kang ulum) dan bubu (teh pepew) di instagram. ketika baca judulnya "membasuh luka pengasuhan" aku langsung buru2 ingin membacanya. menurutku isi bukunya bagus dan aku mendapatkan banyak insight baru terkait luka pengasuhan. selama ini aku beberapa kali membaca buku dengan tema self-help, tapi baru kali ini aku membaca buku yg mengaitkan Al- Quran dengan kesehatan mental. adem banget bacanya.

dari buku ini aku belajar bahwa kita tidak boleh terus menerus menyalahkan orangtua atas luka pengasuhan yg mereka tanpa sengaja beri. selalu ada alasan dan hikmah yg bisa diambil ketika kita berhadapan dengan orangtua yg memberikan luka, asalkan kita selalu mengingat Allah apapun kondisinya. dan memang hal itu aku rasakan sendiri. ketika dulu aku merasa begitu jauh dari Allah, aku sangat kesulitan merasakan ketenangan tiap kali berhadapan dg orangtua yg seringkali berbeda pemikiran yg berujung perselisihan karena tidak terjalin komunikasi yg baik diantara keduanya. ketika aku pasrahkan diriku pada Allah semata dan berharap pertolongannya, perasaanku lebih ringan sekarang ketika menghadapi kesulitan berkomunikasi dg orangtua.

aku juga menemukan ke-hati2an dalam buku ini ketika memberikan saran yg mengarahkan untuk segera berdamai dengan diri sendiri, keadaan dan segera mendekatkan diri kepada Sang Pencipta Allah SWT. misal perihal tobat yg terdapat di 7 metode untuk membasuh luka. tahap tobat ditaruh paling akhir ketika seseorang mengalami luka yg begitu dalam.

tapi, hal yg membuatku memberikan rating bintang 3 ( nilainya 7/10) karena sayang banget bukunya banyak typo. format penulisan dari spasi, jumlah baris pada tiap paragraf, penggunaan bahasa sehari- hari yg tidak disertai catatan kaki, rasanya seperti membaca draft tulisan yg belum banyak dilakukan penyuntingan. lalu, beberapa kalimat terbaca seperti banyak adanya pengulangan. semoga ada perbaikan apabila terbit edisi baru dari buku ini 🙏🏻

aku belum baca buku yg satunya, tapi aku sedikit kecewa ketika selesai membaca bukunya, latar belakang kisah bubu yg menyebabkan beliau mengalami luka pengasuhan hanya dibahas diawal buku saja. padahal aku berharap banget bisa tahu kisahnya, seperti yg terdapat pada bab 3 "kisah para pembasuh luka".

secara keseluruhan isi buku ini penuh manfaat, sampai pada bab 5 "membasuh luka orang tersayang", terutama pada sub-bab "menjadi orang tua yg membasuh luka anak", membuat mataku berkaca2, seandainya setiap orang tua memiliki kesadaran dan membaca buku semacam ini. dunia akan menjadi tempat yg lebih aman untuk seluruh anak di dunia:")
Profile Image for Wardah.
960 reviews174 followers
November 15, 2023
WAJIB BACA BUKU INI KALAU KAMU PUNYA INNER CHILD 🔥🔥🔥

Jujur, baca buku ini butuh waktu lama buatku. :")

Keluargaku bukan yg broken home. Keluargaku ya kayak keluarga lain aja. Cuma pas kuliah aku mulai merasa kok ada sesuatu yg terpendam ya di hatiku. Gak yg bikin aku benci dg ortu atau keluarga. Cuma karena posisinya jauh, aku sadar emg selama ini ada perasaan yg aku tekan.

Aku baru sadar itu bisa jadi luka pengasuhan. Aku punya inner child. Dan pas baca buku ini, aku sepenuhnya tersadar kalau aku bisa lho lebih ikhlas sama masa lalu dan menyembuhkan diriku. Karena ya orang tua kan bukan sosok sempurna juga. Mereka manusia, sama kayak aku.

"Ada perjalanan dari orang tua yang kita enggak tahu. Mungkin, dulu mereka juga enggak tahu apa maunya, Dayu." (hlm. 116)


📌 POIN PENTING BUKU INI
• Luka pengasuhan dijelaskan secara ilmu psikologi dan menurut Qur'an. Kedua penjelasannya mudah dipahami banget dan sangat membantu buatku yg buta👍
• Dilengkapi cerita berdasarkan pengalaman, jadi bisa lebih mudah relate. Meski di sisi lain bisa jadi trigger :"
• Bukan cuma penjelasan, buku ini juga menawarkan metode utk membasuh luka tsb, sesuai dari judulnya.
• Metode DEPTH diperkenalkan psikolog Yuli Suliswidiawati dan penjelasan di buku ini tergolong cukup. Namun menurutku ada beberapa step yg kurang detail dan bikin sedikit bingung buat diaplikasikan. Ada baiknya ikut kelas/cari profesional.
• Untuk metode Tazkiyatun Nafs ini berlandas Qur'an dan jujur bikin merenung lamaaa 🥹 Iya part ini lebih aplikatif gitu dan penjelasannya mudah dipahami.

📌 HAL YG KURANG AKU SUKA
• Beberapa penjelasan topik agak redundant dan muter jadi butuh aku baca 2x
• Jujur warna merahnya di beberapa halaman ada yg bikin kurang nyaman di mataku
• Not a fan of flap cover 😣

Overall, ini buku yg bahas luka pengasuhan dg baik. Cocok banget dibaca buat muslim. Terus buat kamu yg seorang anak, orang tua, calon ortu, guru, semuanya deh. Biar kita lebih mengerti diri sendiri dan menerima serta mencintai diri kita 🥹

Senang banget dapat kesempatan baca buku ini. Meski butuh waktu lama, tapi ilmunya sangat bermanfaat :")
Profile Image for Shinta A.
37 reviews
July 24, 2022
kamu merasa nggak sih semakin dewasa rasa-rasanya semakin terbentang jarak antara diri dengan orang tua?

kalau kamu memiliki rasa yang sama, berarti kita berada di medan juang serupa.

jarak yang terbentuk terjadi karena sulitnya komunikasi dua arah. alasannya bukan karena tiadanya usaha untuk berbicara. namun, lebih kepada kurang terbukanya orang tua untuk mengetahui pikiran dan perasaan anak. lalu, kurang jujurnya orang tua terhadap pikiran dan perasaannya sendiri.

inginku sebetulnya sederhana yakni, introspeksi diri bersama-sama. saling jujur dengan pikiran dan perasaan masing-masing. lalu, mencari solusi yang terbaik untuk seluruh anggota keluarga.

aku menyadari, orang tua dan aku hanya manusia biasa yang bisa saling terluka dan membuat luka. itulah mengapa seharusnya keduanya saling melihat ke dalam diri untuk saling memperbaiki.

aku tahu manusia hidup tidak mudah. setiap generasi memiliki tantangan tersendiri dalam perjalanannya. tapi, rupanya tidak semua orang memilih untuk berdamai dengan segalanya. begitu pula dengan orang tua.

perihal luka pengasuhan bagiku adalah hal penting yang perlu diperhatikan. sebab, luka yang belum sembuh akan memunculkan emosi-emosi negatif dalam diri seseorang. dampak buruknya adalah mengganggu peran-peran yang sedang dijalani.

aku mendapatkan banyak pencerahan dari buku ini. Alhamdulillah. teh febri dan kang ulum benar-benar menjadi sahabat sekaligus guru yang baik 🙏

mereka tahu, tak ada yang lebih diinginkan anak selain satu hal ini yaitu, dapat berbakti dengan hati yang tulus. dan satu hal itu tidak akan terjadi bila kita belum menyembuhkan satu persatu luka pengasuhan yang ada pada diri.

terima kasih Allah untuk segala pelajaran yang diberi melalui buku ini. terima kasih teh febri dan kang ulum sudah menulis buku ini. semoga Allah selalu memudahkan dan memberkahi keluarga kalian 🤍

[aku beri rating 4 karena ada penulisan yang perlu diperbaiki seperti: typo, penggunaan kata yang belum umum. contohnya kata, "ajeg". barangkali untuk cetakannya selanjutnya hal-hal ini perlu diedit kembali, teh kang 😊🙏]
Profile Image for Rainilamsari.
181 reviews20 followers
November 20, 2020
karena buku ini membahas hati, alangkah baiknya siapkan hati terlebih dahulu sebelum melahapnya. gunakan sebaik-baik adab menuntut ilmu, bukan sekadar membaca biasa, mengejar target baca, atau menuntaskan penasaran saja. karena sayang sekali jika tidak demikian, ilmu yang bersih jadi sulit masuk dan meresap ke sanubari, apalagi jika kita merasa sudah akrab dengan apa yang disampaikan. entah karena sudah pernah baca, sudah pernah dengar sebelumnya, atau sudah tahu dan sudah khatam. baiknya jauh-jauh dari perasaan tersebut.

walaupun bukan ahli atau pakar di bidangnya, Teh Pepew dan Kang Ulum tetap maju menyampaikan, berbagi pengalaman serta ilmu yang pernah didapatkan. buku ini, bukan berangkat dari bidang keahlian pribadi, melainkan meneruskan ilmu Alquran. maasya Allah. begitulah seharusnya setiap muslim ya. terus berbagi, maka mental kaya akan melekat di hati..

di samping itu, karena berangkat dari pengalaman pribadi, buku ini jadi lebih bernyawa. tidak menggurui, karena diniatkan sharing, supaya tidak ada lagi pasangan-pasangan atau singlelillah yang kelak menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan tersebab sisa-sisa luka pengasuhan ini.

bukunya menarik, bahasanya mengalir, visualnya enak sekali dipandang dan dibaca berlama-lama. insyaa Allah nyaman membacanya. hanya saja kita perlu lebih bersabar jika konteks di dalamnya barangkali ada beberapa yang kurang relate dengan kehidupan dan/atau masalah kita :) toh, kita tetap bisa belajar darinya, kan?

semoga Allah berkahi semuanya, ya. semoga Allah anugerahkan ilham bagi yang mencarinya, bagi yang tersesat, baik secara sadar maupun tidak. Allahumma aamiin..

wallahu a'lam bishshowab ~
Profile Image for Meta Morfillah.
684 reviews23 followers
August 27, 2023
Judul: Membasuh luka pengasuhan
Penulis: @ulum.asaif & @febriantialmeera
Penerbit: @pustaka.sukmasejati
Dimensi: 210 hlm, 14.8 x 21 cm, cetakan keempat November 2021
ISBN: 9786239751623

Tanpa sadar, mungkin kita memiliki #luka #pengasuhan di masa kecil akibat kurang ilmunya #orangtua kita, hingga kita tidak terbiasa meregulasi emosi. Dampaknya bisa terulang di kehidupan #pernikahan dan saat kita menjadi orangtua. Melalui buku ini, dengan pendekatan #Qurani dan emosi, pasangan penulis ingin membantu pembacanya untuk self therapy/membasuh luka pengasuhan. Agar lebih optimal dalam berbakti pada kedua orangtua, menjalani #peran pada pasangan dan juga tidak mengulang kesalahan pada anak.

Secara teori healing, yang dipakai adalah metode DEPTH dan tazkiyatun nafs. Diperkuat dengan fitrah based education. Alur kisahnya pun asyik. Ada kisah nyata sebagai contoh dari penulis dan juga teman-temannya.

Namun, secara fisik ada kekurangan pada cetakan, juga layoutnya (bagi saya agak kurang pas, beberapa jenis font juga agak mengganggu 😅).

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta morfillah

#1hari1tulisan #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #membasuhlukapengasuhan #parenting #emosi
Profile Image for Lucky Ayu Chandra Agustin.
14 reviews1 follower
October 26, 2021
Bersyukur sekali bisa baca buku ini disaat masih membersamai orang tua. :')

Salah satu buku rekomendasi tentang inner child. Di buku ini pakai 2 metode healing: Terapi DEPTH dan Tazkiyatun Nafs. Terapi DEPTH ini dikenalkan oleh ibu Yuli Suliswidiawati, seorang psikolog, untuk lebih lengkap tentang teori DEPTH ini mungkin bisa baca buku beliau.

Disini juga ada kisah orang lain, kisah para pembasuh luka, pada bagian ini berkali-kali berlinang air mata bacanya, ternyata banyak diluar sana yang masalah lukanya jauh lebih berat.

Jujur, banyaak bagian-bagian pada buku ini yang membuat saya nangis, terkadang tambah bikin saya speechless, kang Ulum dan Teh Febrianti selalu memakai dua sudut pandang, dan salah satunya adalah sudut pandang Qur'ani, MasyaAllah.

Saya suka pada bagian akhir buku ini, sesi cerita bagaimana Kang Ulum diasuh oleh keluarganya. Mungkin bisa nih buat buku selanjutnya, cerita khusus tentang pengasuhan dari keluarga Kang Ulum & Teh Febrianti, hihi.

Overall bukunya bagusssss banget. A must read if you are a parent, a child or parent to be!
Profile Image for Fertina NM.
103 reviews21 followers
May 18, 2024
Pernah sebelumnya saya tidak ingin membaca buku ini. Bukannya menganggap sebelah mata. Hanya saja saya takut, saya malah menjadi berjauhan dengan orangtua.

Karena seorang guru pernah berkata,“tidak lah usah menganggap ada hutang pengasuhan, karena saat itu ilmu belum sederas dan semudah sekarang. Malah nanti kita jadi tidak sopan dengan orangtua.“ ada benarnya jg pikir saya.

Hingga seorang teman meminjamkan buku ini. Lalu tanpa sadar saya terhanyut dalam buku ini. Hal yang saya dapatkan, salah satunya adalah bukan untuk mencari senjata untuk orangtua kita. Jika kita mencari luka inner child, akan tetapi untuk berdamai dan memaafkan yang berujung merawat dan menjaga hubungan dengan orangtua. Jadi bukan membuat kita sebagai korban.

Bukunya cukup ringan untuk dimengerti dan dapat bonus step step Tazkiyatun nafs dengan cara yang juga cukup simpel untuk orang yang baru mau mulai belajar.
Profile Image for Soraya Nur Aina.
168 reviews1 follower
May 9, 2025
Punya buku ini 3 tahun, tapi baru selesai baca hari ini. seberat itu bacanya .

Ditulis oleh pasutri pemilik Sekolah Rumah Tangga yang aku ikuti udah dari lama. Buku ini membahas apa itu luka pengasuhan, kisah-kisah orang yang berjuang mengobati setelah dewasa, Terapi DEPTH dan Tazkiyatun Nafs. Buku ini memang diperuntukkan untuk muslim karena banyak mengupas terapi melalui Al Qur’an.

Setelah baca ini jadi belajar adanya respons error dan emotional tapping di Terapi DEPTH. Bahwa luka pengasuhan tak melulu menyalahkan pelaku, tapi kita sebagai korban punyai pilihan untuk bangkit dengan kesadaran penuh. Hindari terus-menerus memiliki mental korban.

Plus, aku belajar mengenal dan belajar mengekspresikan emosi-emosi.
Profile Image for Agnesia Dwijaya.
2 reviews
August 16, 2022
Perjuangan untuk menjadi anak yang berbakti terkadang tidak mudah. Untuk sekedar ikhlas dengan segala memori pengasuhan yang menjadi sampah di hati, luar biasa tidak tergambar sulitnya. Bukan perkara memaafkan, sebab sejatinya anak akan kembali ke pangkuan orang tua segera setelah di lukai. Namun luka tak terlihat ini perlu ada yang mengobati. Mungkinpun yang membuat luka tak kan mengerti apa yang dilukai, tapi Allah kasih formula untuk obati hamba yang IA kasihi. Yuk baca buku keren ini, dan memulai perjalanan baru tanpa luka di hati, dan semoga kelak tak kan melukai si bocil yang semangat bertumbuh dan berkembang di bumi..
Profile Image for Lathifa Rohmani.
12 reviews
February 22, 2023
Membaca ini seperti menemukan oase di tengah gurun pasir. Bisa dibilang, ini adalah buku yang selama ini dicari dan dibutuhkan. Sesuai dengan judulnya, buku ini menjelaskan bagaimana cara untuk menyembuhkan luka pengasuhan dengan pendekatan emotional healing dan tazkiyatun nafs. Sebenarnya tak hanya menyembuhkan luka pengasuhan saja, pendekatan ini sangat bisa dipakai untuk menyembuhkan luka-luka lain yang didapat dari masa lalu.
2 reviews
May 14, 2021
Good introduce for DEPTH method & tazkiyatunnafs. We can learn and practice it over and over. Thanks
5 reviews
December 27, 2021
this is such a HUGE help for me n my sist, not just us it’s also triggering for some of my friends when i do review this book on ig. thankyou kak ulum n teh febri.
56 reviews2 followers
September 5, 2022
Mulai menyadari dan belajar membasuh luka yang ada.
Profile Image for Felian Auliya.
5 reviews
June 3, 2024
Untuk orang yang punya sisa luka pengasuhan, buku ini bisa membuat aku bereaksi ketika membacanya. Hehe...
10 reviews4 followers
February 11, 2021
Bagi siapa aja yang mau jadi hamba terbaik bagi Rabb nya, anak yang sempurna baktinya bagi kedua orang tuanya, partner yang asik bagi pasangannya, dan orang tua yang teladan bagi anaknya. Beautifully written
Profile Image for Zora Zolla.
188 reviews5 followers
February 8, 2024
MLP ini adalah buku non fiksi pertama di tahun 2021 yg selesai kubaca. Kenapa aku baca buku ini? Karena aku merasa ada ganjalan hati yg berhubungan dg orang tua di masa lalu, yg masih kubawa & kuhubungkan dg perjalanan hidupku hingga saat ini.⁣
•⁣
Dg membaca & memahami keseluruhan isi buku ini, aku paham bahwa Luka Pengasuhan bisa dibasuh & dibersihkan dg 2 metode, yaitu pendekatan 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗽𝗶 𝗗𝗘𝗣𝗧𝗛 & pendekatan 𝑇𝑎𝑧𝑘𝑖𝑦𝑎𝑡𝑢𝑛 𝑁𝑎𝑓𝑠. Dijelaskan sejarah 𝗗𝗘𝗣𝗧𝗛, Titik-titik Tapping, dan Tapping Mandiri. Kemudian pemaparan mengenai prasangka baik serta tujuh langkah utama pendekatan 𝑇𝑎𝑧𝑘𝑖𝑦𝑎𝑡𝑢𝑛 𝑁𝑎𝑓𝑠.⁣
•⁣
Buku ini jg membahas sebab adanya Luka Pengasuhan dr sudut pandang emosi & dr sudut pandang qurani, kisah-kisah para pembasuh luka, membasuh luka orang tersayang, dan dampak setelah selesainya pembasuhan luka.⁣
•⁣
📝: selesai membaca MLP ini, pemikiranku jadi terbuka. Kalo Luka Pengasuhan di masa lalu yg masih ada ini bisa disembuhkan dg 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗽𝗶 𝗗𝗘𝗣𝗧𝗛 dan 𝑇𝑎𝑧𝑘𝑖𝑦𝑎𝑡𝑢𝑛 𝑁𝑎𝑓𝑠. Tapi kalo diri sendiri tidak melepaskan semua hal yg mengganjal di masa lalu dg sabar & ikhlas, juga akan menyulitkan diri beserta pasangan kita. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah & di jalan Allah.Aamiin⁣
Profile Image for Datik Nacitra.
4 reviews
February 10, 2022
Buku dari perjalanan hidup teh Febri dan kang Ulum berdasarkan kisah nyata, bagaimana sepasang suami istri ini berkolaborasi untuk membasuh luka pengasuhan yang dialami teh Febri kala itu.

Sangat ringan dibaca seperti membaca novel dengan alur cerita, teh Febri dan kang Ulum menjelaskan step by step apa saja yang mereka lakukan pada saat itu, bukan fokus pada masalah tapi mencari jalan keluar dari masalah. buku healing aku ter keren ini ehehehe...

Pesan dari buku ini yang aku jadikan pegangan untuk menyemangati diriku adalah menjadi manusia yang semakin tegap (kuat dan kokoh) tetapi semakin menunduk (kehambaan kepada Allah)
Profile Image for Mariah Qibty.
4 reviews
May 11, 2024
Karena banyak refleksinya sama kehidupan kita, kalau ke triger dan lain hal, bisa dibaca pelan-pelan yaa! Membahas cara membasuh luka pengasuhan dengan dua metode; DEPTH dan tazkiyatun nafs, overall bukunya sangat-sangat berbobot. Teringat bahwa luka pengasuhan itu hutang, jadi ia harus dibayar.
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.