What do you think?
Rate this book


210 pages, Paperback
Published January 1, 2020
Buku ini membahas luka anak yang 'dianggapnya' ia dapat dari orang tuanya, dan karenanya, buku ini mengajak kita untuk membasuh luka itu, dan mulai berbakti lagi kepada orang tua dengan tulus, dan yang paling unik adalah buku ini membahas pembasuhan luka lewat kacamata Qur'ani
Di buku ini juga ada pembahasan Tazqiyatun Nafs (pembersihan jiwa), Nafs yaitu ketika ruh bertemu jasad baru dikatakan Nafs. Sumber segala rasa ini mendorong kita berperilaku :(
Kalau Ulum A. Saif dan Febrianti Almeera akan membuat edisi kedua buku ini, ku harap mereka mencantumkan poin-poin ini ^^
"Apa yang dicari dari orang yang ingin membasuh luka pengasuhan?"
"Ia ingin tulus dicintai dan tulus mencintai. Itu saja."
"Caranya, kita dekati Dzat Pemilik Cinta itu dengan menempuh jalan cinta para ahli tobat"
"Stabilnya emosi dan jiwa itu didapat kala rutin mendapatkan pembinaan Al-Quran."
"Fokuslah berbuat baik sekecil apa pun yang bisa kita lakukan untuk berbuat baik. Itu akan berdampak posirif kepada jiwa. Dan muatan-muatan negatif dalam diri akan tersingkirkan."
"Pembinaan Al-Quran sebagai penyembuh sejati adalah kita butuh seorang guru yang rutin membina kejiwaan secara Qurani. Bibit terbaik itu butuh perawat terbaik untuk bisa tumbuh dan berkembang."
"Ada perjalanan dari orang tua yang kita enggak tahu. Mungkin, dulu mereka juga enggak tahu apa maunya, Dayu." (hlm. 116)