Jump to ratings and reviews
Rate this book

KKN di Desa Penari

Rate this book
Saat motor melaju kencang menembus hutan, Widya mendengar tabuhan gamelan. Suaranya mendayu-dayu dan terasa semakin dekat. Tiba-tiba Widya melihat sesosok manusia tengah menelungkup seakan memasang pose menari. Ia berlenggak-lenggok mengikuti irama musik gamelan yang ditabuh cepat.

Siapa yang menari di malam gulita seperti ini?

Tiga puluh menit berlalu, dan atap rumah terlihat samar-samar dengan cahaya yang meski temaram bisa dilihat jelas oleh mata.
"Mbak... kita sudah sampai di desa."

Dari kisah yang menggemparkan dunia maya, KKN di Desa Penari kini diceritakan lewat lembar tulisan yang lebih rinci. Menuturkan kisah Widya, Nur, dan kawan-kawan, serta bagian bagian yang belum pernah dibagikan di mana pun sebelumnya.

256 pages, Paperback

First published September 1, 2019

50 people are currently reading
571 people want to read

About the author

SimpleMan

6 books66 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
97 (28%)
4 stars
79 (23%)
3 stars
98 (28%)
2 stars
58 (17%)
1 star
8 (2%)
Displaying 1 - 30 of 62 reviews
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
November 14, 2019
GUE MUAK, CUK!
⚠️ TERDAPAT KATA-KATA KASAR, FRONTAL DAN SARKAS YANG ENGGAK ENAK DILIHAT. TAPI BODOH AMAT! ⚠️

Gue jadi inget sama quotes yang ada di Webtoon Trickster:

"Di negara yang kurang Pendidikan ini ... membuat orang mempercayai kebohongan itu sangatlah mudah."


Dari awal KKN viral mungkin bisa di bilang gue satu-satunya orang yang bodoh amat dan enggak peduli sama begituan. Karena pada dasarnya toh itu cuma karangan bebas yang dibuat sedemikian mungkin supaya bisa membuat banyak orang percaya dan terkecoh.

Kenapa gue berani ngomong gini? Yah mungkin karena gue adalah tipe orang yang enggak percaya sama Mitos, gue tipe orang yang bodoh amat dan enggak percaya begituan, gue tipe orang yang enggak takut dan enggak antusias sama hal-hal berbau mistis walau enggak jarang gue nonton atau baca hal-hal berbau horor.

Setan kan emang ada. Tapi beda dimensi sama kita, dia enggak akan ngercokin kita, dia enggak akan ganggu kita (kecuali iblis/jin yang emang diciptain buat ganggu amal ibadah kita.) Well bahkan orang mati yang bergentayangan pun gue enggak percaya. Pada dasarnya orang mati di akhirat sana ngadepin malaikat yakali mau balik ke bumo buat nakut-nakutin orang. Itu adalah pemikiran paling bego.

Dan gue kesel aja saat orang menganggap hal ini adalah nyata. Ini nih orang di negara tercinta gue. Selalu menyukai sesuatu hal yang belum tentu benar dan mendewakannya, enggak peduli gimana modelnya, yang penting percaya aja sekalipun itu hoax atau bukan.

Oke, katakan gue frontal atau apapun itu. Pada kenyataannya disini gue kesel. Hal kayak gini tuh dianggap nyata sama orang indonesia bahkan merong-rong semua sutradara biar bisa dibikinin filmnya. Gue pernah denger ceramah kalo setan enggak bisa ambil nyawa manusia, yang ambil nyawa manusia tuh malaikat yang mana atas izin Tuhan coy, setan enggak punya wewenang sama hal itu.

Wuuuiiih sampek bawa-bawa Tuhan segala niiiih!!!

Bodoh amat lah! Gue udah muak disini. Kalo dari awal cerita ini cuma fiktif gue enggak akan muak, gue enggak akan kesel, karena toh fiktif buat hiburan. Tapi karena cerita ini digemborkan sebagai kisah nyata yang sama sekali enggak ada bukti falid-nya gue muak aja jadinya karena banyak yang mendewakan cerita ini seakan-akan emang benar kejadiannya.

Kalo emang betulan emang ada nih ... gue, adalah orang Jawa Timur. Tempat tinggal gue deket sama tempat yang digadang-gadang sebagai tempat KKN itu. Dan kalaupun kejadian ini nyata adanya. Otomatis, beritanya akan menyebar lebih dulu bahkan sebelum cerita ini viral.

Banyak hal enggak masuk akal dan enggak manusiawi kalaupun ini kisah nyata. Buku ini ceritanya udah kayak film Azab di Indosiar. Labelnya doang sok ditulis 'KISAH NYATA!' tapi isinya? Meh.👎🏻

Dan mungkin yang bikin viral karena ada cerita tengtang Bima dan Ayu yang Ngentot itu.

Dan apa gue salah kalo gue menganggap orang-orang tolol? Dan enggak berpikir dengan logis juga realistis? Enggak bisa kritis?

Gue bahkan udah enggak peduli lagi dah sama typo yang bertebaran yang bikin pala gue pening waktu baca, juga ketiadaan pembatas, juga pada diri gue sendiri yang masih aja dibaca bukunya padahal udah muak sekaleeee. Persetan sama itu! Gue lagi mau mengeritik cerita fiktif berlabel Kisah Nyata yang dipercaya banyak orang hingga Hype.

Fak This Shit!
Profile Image for Briliantina Hidayat.
203 reviews15 followers
September 21, 2019
Judul: KKN di Desa Penari
Pengarang: Simpleman
Penerbit: Bukune
Editor: Sein Arlo
Proofreader: M.B. Winata
Ilustrator: Ajon Anggara & Alivion
Desainer Sampul: Raden Monic
ISBN: 978-602-220-339-9
Cetakan 1: September 2019

Sinopsis:
Nur, Widya, Ayu, Bima, Anton, Wahyu, enam mahasiswa KKN di sebuah desa terpencil di ujung Pulau Jawa. Setelah segala rintangan yang harus dilalui hanya untuk lolos ikut program KKN, akhirnya mereka berhasil berangkat. Selanjutnya? Tau sendiri ya. Kan pasti sudah pada baca versi twit plus segala meme dan lelucon yang viral tentang buku ini.

Nah sekarang review. Aduh, ini sudah berapa taun aku gak review buku? Maafkan kealayanku. Bukan berapa tahun sih, tapi lebih tepat berapa abad. Gara2 Wina nih, aku jadi ikutan penasaran.

Versi viral, terus terang aku cuma baca skip-skip. Capek tau, kebanyakan dialog Jawa logat Jatim yang selalu diikuti terjemahan dikurung di bawahnya. Untungnya versi buku, dialog model gitu sudah berkurang buanyak banget.
Aku gak akan banyak bicara tentang alur cerita. Bagiku ceritanya sih benernya cukup sukses bikin aku merinding. Pembangunan ambience-nya cukup bagus sih.
Sayangnya character development-nya kedodoran. Aku gak bisa dapet kepribadian menonjol dari masing2 tokoh. Yang tampak beda justru cuma Wahyu. Mungkin karena aku pas kuliah cenderung kayak Wahyu kali hehehe.
Yang jelas, aku mengharap ada banyak peningkatan di penyuntingan, saat buku naik cetak. Ternyata harapanku tidak terpenuhi.
1. Pengarang sangat miskin diksi. Pilihan kata2 yg digunakan cenderung ngawur. Aku kaget lho ada kalimat:
"Aneh, dari jauh Widya melihat sesosok manusia MENELUNGKUP, seakan memasang pose sedang menari. Ia berlenggak-lenggok...."
Bisakah kalian membayangkan orang yg menelungkup mampu melakukan gerakan tari berlenggak-lenggok? Yang ada aku malah terbayang ketul (bayi penyu) yg terbirit2 masuk ke air. Plis deh, maksudnya mungkin 'memunggungi' kali?
Lalu di hal. 105 'jalan mendaki turun'. Mana ada? Mendaki ya 'naik'. Kalo mau turun ya mungkin yang harusnya digunakan adalah 'menurun tajam' atau 'curam' atau 'terjal'. Hhhhhh.
2. Begitu banyak kalimat yg redundant. Contoh: 'Suhu dingin yang kian menurun drastis (hal. 16) 🤷‍♀️
3. Begitu banyak repetisi kata dalam satu kalimat (contoh hal 106: ada "Ia merasa, bahwa dirinya merasa tidak sendiri,... '*Halooo. Aku merasa kalau aku sedang merasakan perasaan yang merasa. 🙄
4. Dan maaf-maaf saja, aku ini termasuk grammar police yang bakal cringe kalo lihat ada penggunaan aku-saya dalam satu kalimat atau satu alinea. Kedewasaan, emosi, dan logika berpikir seseorang bisa aku tebak di awal hanya dari seberapa sering ia menulis menggunakan 'aku-saya' , atau malah 'gue' di satu kalimat atau alinea. Tidak konsisten dan emosional. Dibaca juga tidak nyaman. (contoh ada di hal. 88)
5. Buanyak preposisi yang salah. (contoh: 'mengingatkan Widya DENGAN percakapannya tempo hari...' hal. 9). 'ingat akan', 'ingat oleh'.
6. Aku terganggu oleh sebegitu sering frasa 'posko tempat mereka menginap' muncul. Kenapa tidak pakai 'pondokan'? Atau 'penginapan', atau 'posko' yang lebih simpel? Capek tau, bacanya.
7. Ada bbrp istilah yang kurang tepat digunakan untuk setting 2009. Misalnya 'nge-gas'. Kata ngegas sebagai alternatif untuk 'nyolot', 'judes', dll baru muncul dua tahun belakangan ini kan?
Juga saat Wahyu memaki Widya 'anjing' pas ia menemukan Widya sedang menari tanpa sadar. Mosok mahasiswa tahun segitu mengumpat (karena kaget) ke teman ceweknya dengan sebutan 'anjing'? Di tahun segitu? Kayaknya TIDAK MUNGKIN.
Grammar error dan typo dan kengawuran diksi masih buanyak lho. Tapi aku males nulis semua. Biar untuk iseng kalian yg mau baca saja.

Overall, untuk penggemar horor lokal, novel ini lumayan lah. Penulis bisa membangun suasana dan bikin plot meskipun ya gitu deh, bolongnya terlalu banyak.
Aku justru menyayangkan dan mempertanyakan kerja editor dan proofreader. Mereka ngapain saja, sampai typo, grammar error, diksi yg tidak tepat, dll dll bisa buanyak gitu?
Belum lagi, desain kover. Kalau desain kover cuma memanfaatkan font yg persis dengan versi viral, aku curiga itu versi viral benernya dirilis sebagai teaser dan pencipta hype untuk versi cetak. Jadi benernya memang dari awal sudah direncanakan untuk terbit bukan dipinang penerbit setelah viral. Apalagi dengan fakta minimnya editing dan proofreading.
Oh iya, versi novel ini ada ilustrasinya ya. Meskipun ilustrasi gak nambah poin kebagusan novel sih.

Buat aku pribadi, ceritanya acceptable. Ga istimewa, tapi cukup menghibur jiwa penggemar hororku. Aku bakal ngasih tiga bintang kalau bukunya dikemas bagus. Sayang edit dan proofreadnya jeblok. Jadi, bintang dua deh.
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,401 followers
October 4, 2019
First of all, kalau ada yang nanya apakah ini bentuknya thread Twitter, jawabannya: TIDAK. Walaupun diangkat dari thread Twitter yang fenomenal dan viral, buku ini ditulis kembali secara laik dengan eksplorasi 2 sudut pandang; Widya & Nur.

Secara singkat buku ini menceritakan tentang sekelompok mahasiswa yang menjalani program kuliah kerja nyata di suatu desa terpencil yang ternyata berdampingan dengan 'desa ghaib'. Masing-masing anak mengalami hal-hal mistis sampai pada klimaks tertentu.

Jujur saya baca buku ini karena penasaran, it's really not my type of book dan saya orangnya penakut. Secara 'ide', cerita KKN di desa penari ini cukup megah dengan elemen-elemen mistis ala Jawa seperti sesajen atau barang-barang keramat lainnya. Namun untuk ukuran buku dengan 5 tokoh utama, penceritaan hanya bergulir dari satu hal mistis ke hal mistis lain. Tidak ada eksplorasi karakter atau deskripsi setting yang terlalu engaging. Kalau dibilang seram, tidak juga bikin saya terlalu takut.

So, it was okay dan cukup menghibur but set your expectation just right.
Profile Image for Sue Oshin.
Author 10 books56 followers
December 12, 2023
Saya jarang nak baca novel seram tapi cerita KKN ni saya boleh habiskan hanya sekali duduk saja. Puas hati jika baca novel berbanding menonton filem.

Di dalam novel, akan ada dua POV dari Widya dan Nur. Dari sini, pembaca akan nampak sisi yang berlainan. Mengapa perkara-perkara aneh berlaku dari POV Nur yang menjadi saksi atas kelakuan dua sahabatnya iaitu Bima dan Ayu.
POV Widya pula, pembaca akan tertanya-tanya mengapa Widya mengalami perkara-perkara pelik yang dia sendiri tidak tahu puncanya.

Sekumpulan pelajar tahun akhir universiti perlu menjalankan KKN (kalau kat Malaysia di panggil praktikal) di sebuah desa. Mereka perlu memajukan desa yang terpencil maka akan banya kertas pembentangan proker (program kerja) yang perlu dilaksanakan. Ketika berada di sana, mereka perlu menjaga adab dan menghormati adat dan budaya di sana agar tidak menimbulkan masalah. Malangnya, Wahyu dan Anton yang dianggap sebagai pelajar bermasalah lebih baik menjaga tatasusila mereka berbanding Ayu dan Bima yang rupanya telah melakukan maksiat di tempat larangan. Akibat daripada tindakan biadap mereka berdua inilah, proker KKN mereka gagal dan kesudahan Ayu dan Bima sangat menyayat hati.

Saya baca terjemahan Bahasa Melayu yang diterbitkan oleh Gempak Starz. Sebelum ini, tak pernah tahu pula KKN di Desa Penari merupakan adaptasi novel sehinggalah baru-baru ini penerbitan Gempak Starz ada buat terjemahannya.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews361 followers
December 24, 2019
** Books 123 - 2019 **

3 dari 5 bintang!

Isinya sebenarnya sama aja sih kayak di twitter @Simpleman mungkin ini lebih dibuat narasinya lebih panjang. Tapi isinya tetap saja kok ada dari sudut pandang Widya dan Nur juga. tidak ada tambahan atas cerita atau gimana persis sama kayak di twitter

Sekarang penasaran ini KKNya di universitas Jawa Timur dimana sih? hahaa kan kepo aku juga sempet kuliah di Salah satu universitas di Jawa Timur tahun-tahun segitu wkkw :O

Terimakasih Perpustakaan LPEI atas peminjaman bukunya!
Author 2 books12 followers
October 12, 2022
“Wid, apa kamu masih melihat sang penari itu? kok akhir-akhir ini aku tidak lagi melihatnya di belakang kamu?” - Nur

Sebuah cerita yang memang membuka mata dan minda agar tetap berpegang dengan Yang Maha Esa walaupun kita manusia yang sentiasa alpa.

Jalan cerita yang cukup lengkap dan mudah difahami dengan baik berbanding filem yang diadaptasi. Terlalu banyak lopong dan tanda tanya di setiap babak di filem. Rasa macam tengok trailer buku pun ada. Terlalu banyak babak penting yang dipotong. Bila baca buku ni, barulah ada rasa puas hati. Buku ni,100% memberikan jawapan kepada semua kekeliruan semasa menonton filem tersebut. Tambahan lagi, penulis memasukkan dua POV iaitu Widya dan Nur.

Di POV Nur dan Widya, penulis dapat menjelaskan lebih terperinci tentang kematian Ayu dan Bima. Sama juga dengan keadaan yang berlaku setelah Ayu dan Bima sedang nazak di kampung tersebut.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books100 followers
April 13, 2020
Novel ini berangkat dari sebuah cerita horor yang sempat viral melalui thread—tweet berseri atau secara baku bisa disebut utas—di media sosial Twitter. Ditulis oleh seseorang di balik akun bernama SimpleMan.⁣⁣
⁣⁣
KKN di Desa Penari bercerita tentang sekumpulan mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa yang cukup terisolasi di Jawa Timur. Mereka adalah Widya, Nur, Ayu, Bima, Wahyu, dan Anton yang harus menyelesaikan program kerja selama 45 hari di desa angker tersebut.⁣⁣
⁣⁣
Meskipun awalnya berbasis #memetwit dengan ruang narasi terbatas, sebetulnya premis yang diangkat dalam novel ini cukup menarik. Hanya saja ada banyak sekali aspek yang membuat novel ini kehilangan daya tariknya, terutama sebagai sajian horor.⁣⁣
⁣⁣
Masalah pertama jelas disebabkan oleh sudut pandang bercerita. Penuturan melalui dua tokoh sentral yaitu Widya dan Nur sama sekali tidak membantu membangun nuansa mencekam karena penulis memilih bercerita dari sudut pandang orang ketiga. Sayangnya lagi, penulis terkadang melupakan rumus penting dalam memikat pembaca, yaitu show don't tell.⁣⁣
⁣⁣
Masalah kedua, karakterisasi tokoh yang tidak kuat. Misal, pada bab awal sekali dikatakan bahwa karakter Wahyu adalah kating yang cerewet, sementara Anton si tambun yang suka ngomong kasar. Namun, di sepanjang novel tidak ada narasi yang mendukung penggambaran itu.⁣⁣
⁣⁣
Sebetulnya, dari segi plot novel ini sangat menarik. Apalagi dengan latar budaya lokal yang kental, harusnya konflik di "Desa Penari" bisa lebih digali. Namun, sangat disayangkan KKN di Desa Penari malah menjadi novel horor medioker yang tidak digarap dengan serius. Faktor utamanya tentu karena takut kehilangan hype (calon) pembaca.⁣
Profile Image for Greenshe.
78 reviews2 followers
September 22, 2019
Awalnya, aku bahkan tidak tahu kalau cerita ini tuh ada. Maksudku, mungkin saat itu cerita ini belum cukup viral untuk sampai ke aku. Sampai suatu hari, ketika sedang bermain PUBG Mobile bersama teman-temanku, mereka membicarakan sesuatu tentang Desa Penari, aku yakin mereka menyebutkan kata Penari atau Kenari. Mereka yang tidak menceritakan lebih jelas padaku, membuatku penasaran dan akhirnya aku mencari tahu sendiri.

Kemudian aku menonton summary yang dibuat oleh Raditya Dika di youtube channelnya, cukup belibet penceritaannya, namun, komentar-komentar di bawahnya mampu membuatku lanjut mencari di google tentang cerita KKN di Desa Penari melalui sudut pandang NUR. Kalau tidak salah, aku membacanya melalui link seperti thread reader gitu, sehingga tidak sulit membaca thread-nya. Akhirnya aku semakin tahu cerita ini. Dan melihat Nessie Judge juga mempublish summary kedua sudut pandang, aku menonton lagi, memastikan tidak ada informasi yang tertinggal.

Well, itu perjalananku di dunia maya, dari yang tidak tahu menjadi tahu mengenai cerita ini.

Untuk apa aku membeli buku ini padahal aku sudah mengetahui inti ceritanya?

Sejujurnya, aku menyukai cerita ini yang dikatakannya based on true story, walau pasti ada unsur fiksinya, khususnya detailnya. Kebetulan juga ada promo buy 1 get 3, jadi aku langsung membelinya. Jadi, yang ingin aku review disini adalah hardcopy-nya, bukan ceritanya, karena menurutku ceritanya sudah cukup bagus hingga mampu membujukku untuk membeli bukunya.

1. Cover hitam dengan tulisan berwarna merah darah mengkilap itu keren banget. Nama penulis, SimpleMan, yang dicetak dengan warna silver mengkilap itu juga keren menurutku. Mendukung suasana horor dan misteri di dalam cerita.

2. Tetapi, bahan covernya terlalu kaku, dan tekstur cover jaketnya akan meninggalkan bekas yang sulit untuk disamarkan jika terlipat.

3. Ada ilustrasi cantik di balik cover. Pembaca disuguhi ilustrasi yang beberapa dari kalian pastu sudah tahu. Pasalnya, cover tersebut di share di instagram penerbit bukune yang sempat mengundang pro dan kontra. Aku bersyukur bahwa ilustrasi tersebut tidak dijadikan cover depan, pasalnya, terlalu komik, sehingga menghilangkan kesan misteri dan horor di dalam cerita. Terlebih detail warna ular dan selendang yang tidak sesuai dengan cerita juga cukup mengganggu, khususnya untukku, ya. Aku tidak mengatakan ilustrasinya jelek, loh.

4. Tidak ada bookmark. Aku nggak tahu apakah hanya cetakanku saja yang tidak dapat bookmark, atau memang penerbit tidak menyediakan bookmark. Padahal, menurutku ilustrasi-ilustrasi di balik cover bisa dijadikan bookmark yang cantik.

5. Untuk cerita yang sudah dibukukan, aku menyayangkan masih banyak typo. Walau aku masih bisa mengerti, aku agak menyayangkan aja. Khususnya bagian dimana Widya mandi dengan Batok Kepala. Itu beneran Batok Kepala atau Batok Kelapa? Soalnya Nur mandi pakai Batok Kelapa, tuh, haha.

Katanya buku ini berisikan bagian-bagian yang tidak pernah diceritakan di media sosial. Sejujurnya aku tidak begitu memperhatikan setiap bagian yang diceritakan di media sosial, sehingga aku tidak tahu bagian apa yang tidak pernah diceritakan. Tetapi keseluruhan inti cerita masih sama, sehingga mungkin bagian yang tidak pernah diceritakan itu tidak begitu mempengaruhi alur cerita.
Profile Image for Asmin Kurniati.
22 reviews5 followers
September 30, 2019
Ide ceritanya menarik, sayangnya pengemasannya kurang detail dan kurang deskriptif.

Banyak salah penulisan, salah eja, dan salah penggunaan kata. Keliatan sekali kalau terburu-buru atau memang minim pemahaman terhadap perbendaharaan kata.

Isi cerita ini tentang 6 orang mahasiswa yang melakukan tugas KKN di sebuah desa terpencil yang jauh dari keramaian kota. Gangguan-gangguan mistis satu per satu menghampiri masing-masing mahasiswa tersebut.

Diceritakan dalam dua versi, yakni versi Widya dan versi Nur. Untuk penggambaran dan penceritaan, versi Nur lebih jelas dan detail sedangkan versi Widya terasa kurang menakutkan karena penggambaran-penggambaran dalam ceritanya kurang hidup.
Profile Image for ✿ Axa ✿ .
437 reviews26 followers
December 10, 2019
Karena pada dasarnya anaknya suka baca jadi dibaca aja. Perihal percaya atau ngga tentu tydac kawan. (Insert 10 smiley coy emoticon here)
Profile Image for Alfin Rafioen.
181 reviews8 followers
May 6, 2022
Bukunya seru dan memiliki pesan moral yang sangat kuat. Magis!
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
899 reviews30 followers
June 2, 2020
rasanya feel seram dan degdegan lebih minim dibanding versi thread twitternya, plus di sini typo nya lumayan ganggu meskipun ga banyak. versi bukunya ga ada komentar tambahan dari penulis ga kayak di twitter yg ada interaksi, tapi tetep nyenengin sih bacanya even udah tau akhirnya gimana. penasaran sama filmnya, sayang karena pandemic jadi ketunda.
Profile Image for Maria.
223 reviews1 follower
April 4, 2021
Sebenarnya ini bacaan ringan dan masuk akal/ nyambung buat horrornya. Cuma ya, seketika awal baca beberapa halaman. Rada kesal sama penulisan dan tata bahasanya.
Sangking kesalnya jadi malas untuk dibaca, ngaret istilahnya ya.

Padahal nanggung banget, penasaran juga walau baru telat dibaca sekarang.

Dilama-lamain untuk dibaca. Ending dan isi cerita ternyata setimpal dengan kekesalan.
Profile Image for thuthur22r.
246 reviews
December 30, 2020
2.5
Ceritanya bagus sebenarnya, tapi entah kenapa saya tidak bisa terikat dengan para tokohnya. Penulis kebanyakan menggunakan tell, dan entah menurut saya saja atau memang diksi yang dipakai itu-itu terus yang mana jatuhnya repetitif—saya merasakan ini waktu sampai di bagian dua (buku ini dibagi menjadi dua sudut pandang: Widya dan Ayu).
Profile Image for A. Tias Kurniawan.
4 reviews
October 3, 2019
Langsung loncat baca bukunya tanpa pernah baca versi Twitter nya. Gak tau kenapa tapi kayak biasa aja sama ceritanya, padahal penasaran pengen bacanya karena sempat viral. Ada juga beberapa kesalahan ketik yang cukup mengganggu. Batok kepala?
Profile Image for Nara Andrea.
3 reviews
October 11, 2019
Label KISAH NYATA benar-benar menyelamatkan buku ini. Suasana horor khas Jawa Timur terasa sangat kental. Namun, buku ini terasa sangat terburu-buru untuk diterbitkan. Masih banyak yang bisa diperbaiki yang pastinya membuat buku ini akan lebih menarik.
1 review
October 30, 2025
udah pernah baca di twitter, dan kecewa setelah baca bukunya. Bahasa di bukunya bener2 kurang bagus. Lebih dapet feelnya ketika baca di twitter. Berharap dapat detail yang lebih lengkap, tapi ternyata alurnya terlalu terburu-buru.
Profile Image for Arief Mulyanto.
Author 8 books1 follower
November 7, 2019
Jujur ini jauh dari ekspektasi, ini cuma versi lengkap dan utuh dari utas Twitternya. Secara garis besar sama cuma ada perbedaan sedikit dari utas Twitter. Banyak sekali typo. Padahal novel ini ada penyelaras aksaranya. Kemudian gak serem sih. Deskripsi untuk membangun nuansa seramnya kurang.
Profile Image for Wulan Nur.
24 reviews
September 23, 2019
Cerita nya lebih lengkap dibanding versi twitter (ntah lebih lengkap atau berbeda sih) yg jelas bnyk detail yg gak ada di twitter, bahasa nya simpel, lumayan utk cerita horor
Profile Image for miss hfan.
319 reviews6 followers
December 24, 2019
Baca ini di sepanjang perjalanan pulang KL-Mitsui-SHIA. Seram2 merinding gimana gituuu. Tapi penasaran.
Profile Image for Haditha.
Author 13 books21 followers
December 27, 2019
Bagian Nur yang seru haha
Buku ini diselamatkan oleh ceritanya yang buatku cukup menarik.
Kalau gaya cerita dan narasinya perlu banyak perbaikan.
Profile Image for Indra Cahyadi.
24 reviews
March 31, 2020
I guess, karena penulisan POV nya tidak berbarengan, jadi seperti kita membacanya dua kali,
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
June 14, 2022
Ketika cerita KKN di Desa Penari beberapa tahun lalu heboh di dunia Internet Indonesia, saya termasuk yang ga peduli dan ga mau tau. Kemudian saat dibuat versi film dan dirilis di pertengahan tahun 2022 ini serta kembali heboh, saya tetap tidak tertarik nonton di bioskop karena khawatir kecewa. Namun saya menjadi tertarik dengan cerita ini.

Saya sempat baca cerita aslinya sedikit di thread Twitter, tapi karena saya ga suka baca cerita di Twitter (bukan anak Twitter hehehe) saya ga baca habis ceritanya, hanya baca bagian awalnya saja. Lalu saya ingin lanjutkan dengan baca versi bukunya, namun lagi-lagi karena khawatir akan kecewa setelah baca buku, maka saya memutuskan tidak mau beli bukunya kecuali kalau ceritanya sudah jelas seram dan saya suka.

Oleh karena itu buku KKN di Desa Penari yang saya baca adalah versi pdf hasil unduh secara gratis. Makasih Om Google :) Berikut ini komentar saya setelah membaca versi pdf:

1. Tidak ada keterangan pada buku bahwa isi cerita ini diambil dari kisah nyata.
Berbeda dengan cerita aslinya di thread Twitter yang menyatakan bahwa kisahnya adalah berdasarkan kisah nyata. Saya ga tahu kenapa di buku ini ga ada keterangan seperti pada thread Twitter? Ga pede ketika versi bukunya sudah terbit?

2. Beberapa kejanggalan KKN Di Desa Penari
a. Penulis bukan yang mengalami langsung kejadian di desa Penari, namun ditulis berdasarkan kisah dua orang (atau lebih?) yang mengalaminya. Namun cerita yang ditulis penulis, dari sisi Widya dan Nur, terlalu bagus dan terlalu nyambung untuk kisah yang diceritakan orang lain. Justru karena terlalu bagus malah terkesan dibuat-buat.

b. Bima, anak pesantren yang bukan santri?
Pada cerita, Bima dideskripsikan sebagai anak pesantren, satu pesantren dengan Nur. Bima suka dengan Widya, tapi ga mencoba mendekati, apalagi mau langsung ngajak lamar/nikah seperti banyak penggiat ta'aruf. Ketika disuruh Badarawuhi, Bima nurut aja dengan alasan ingin menolong Widya dan dijanjikan imbalan Widya akan menjadi miliknya. Santri apa yang mau nurut sama jin? Eh endingnya Bima malah HB sama Ayu 2x! Sukanya sama siapa, HB-nya malah sama yang lain. Oh ya, alasannya sudah pasti klise, "Saya anak pesantren, saya khilaf."

c. Mbah Langsa
Kiai dan guru besar di pesantrennya Nur ini hebat banget, bisa melihat dan mengusir jin, termasuk melihat Mbah Dok yang selalu nempel di Nur. Kiai yang bisa ngusir jin itu banyak dan biasa, namun yang bisa melihat bangsa jin itu justru sangat jarang. Karena sangat jarang maka ini menjadi kejanggalan juga.

d. Dengan asumi kisah nyata, cerita seheboh ini saat KKN kenapa tidak terekspos di media saat tahun kejadian?


3. Apakah cerita buku ini beneran berdasarkan kisah nyata?
Jeon Dani sudah menulis pendapatnya yang bagus di resensinya yang secara tegas tidak mempercayai cerita ini adalah kisah nyata.

Secara pribadi saya banyak sependapat dengan Jeon Dani, namun bedanya adalah walaupun saya meragukan kisah ini nyata karena ada banyak kejanggalan, namun saya tidak berani secara tegas mengatakan bahwa KKN di Desa Penari adalah bukan kisah nyata. Mungkin sebagian kisah ini ada yang nyata, dan sebagian lagi mengarang bebas. Mungkin juga semua kisah ini tidak nyata, karangan bebas penulis, apalagi setelah buku KKN di Desa Penari, penulis menerbitkan buku horor lainnya. Maka makin bertambah kemungkinan mengarang bebasnya.

Jika orang yang mengalami kejadian ini mau berbicara atau menulis langsung, maka kemungkinan kisah ini nyata bisa menjadi lebih besar lagi, dan bagi yang mau menyelidiki nyata atau tidak juga silakan. Namun sepertinya orang-orang tersebut tidak akan mau berbicara atau menulis langsung. Biarlah ini menjadi satu kisah dari berbagai kisah horor viral di Indonesia.

Pada akhirnya saya kecewa setelah membaca buku ini, seru namun tidak seseram yang saya kira, dan banyak kejanggalan untuk dibilang kisah nyata. Saya bersyukur tidak membeli buku fisik KKN di Desa Penari. Dan saya tetap tidak mau menonton versi filmnya di bioskop, tapi mau menonton jika sudah ada di TV atau Internet, yang gratis tentunya hehehehe.
Profile Image for Kirahbacabukuni.
52 reviews15 followers
June 8, 2024
Sebelum ni tak ada kesempatan nak pi tengok movie dia dan tak sangka plus tak tahu langsung rupa-rupanya cerita KKN tu dah diadaptasi ke novel dan diterjemahkan ke Bahasa Melayu.

Untuk buku ni, bahasa Melayu yang digunakan serius best! Kirah dah baca Journal of Terror sebelum ni, honestly... Terjemahan untuk buku KKN much better daripada JoT sebabnya JoT masih berbunyi 'bahasa asing' compare dengan KKN ni yang memang bahasanya diterjemahkan dalam BM yang lebih bersahaja dan lebih baik. Love it!

KKN ni diambil daripada nama Kuliah Kerja Nyata (KKN), kira macam kat Malaysia final year projectlah senang cerita. Watak-watak dalam cerita ni ada Widya, Nur, Ayu, Bima, Anton dengan Wahyu.

Untuk masuk ke desa tempat diaorang nak buat proker (program kerja) tu, diaorang semua kena lalui satu perjalanan yang jauh dan masuk dalam hutan.

Dan belum apa-apa, Widya dan Nur dah nampak 'sesuatu'. Dan bila masuk saja ke desa tu, mereka dah rasa something. Apatah lagi bila tengok suasana dekat situ suram dan tersangatlah mencurigakan.

Batu nisan berbungkus dengan kain, tandas pun ada satu aja. Itu pun dekat hujung-hujung tempat je. Dan ada kawasan larangan!

Bila salah seorang daripada mereka buat sesuatu yang terlarang, adat dan 'makhluk' di situ mengamuk dan mula membadai mereka satu demi satu.

Overall, Kirah serius suka gila penulisan yang diterjemahkan ni. Sebab dia tak terlampau di'influence' by the original works in terms of dia punya bahasalah. Dan bila baca tu, 'bunyi' ceritanya lebih sedap dan familiar untuk dibaca.

Dan sebelum ni ada yang tanya dengan Kirah, dalam buku ni ada scene 18sx ke macam dalam movie. Jawapan Kirah, tak ada! Dia dah kena cantas dan tapis bila diterbitkan. So bagi Kirah lebih sesuai untuk dibaca remaja instead of diaorang pi tengok movie tu.

Untuk the original idea (which is based on the storyline), bagi Kirah biasa-biasa je plot mistik dan seram dia tu. Masih seram sejuk tapi for me, seram dia dalam 1.5/5 macam tu. Lebih banyak scene misteri daripada seram. Masih sesuai untuk sesiapa yang takut momok. Ehh 🤪

Rating penulisan: 5/5
Rating storyline: 3/5
Profile Image for Maria Perdana.
97 reviews6 followers
March 29, 2025
Review ini saya tulis dengan memosisikan diri sebagai orang yang tidak punya ekspektasi.
Kenapa saya beli bukunya? Karena utas di X terpotong-potong, kurang nyaman dibaca. Saya penasaran ingin tahu full PoV-nya dan kebetulan saya tidak nonton filmnya juga.
SimpleMan itu sederhana, sesuai namanya. Untuk buku yang disusun dengan sangat terburu-buru (belum lama setelah utasnya jadi viral), menurut saya ini buku yang revolusioner karena dibuat berdasarkan cerita di medsos tanpa ada konsep lain. Horor itu sangat relatif, saya bisa relate karena saya penggemar horor - plot holes bisa saya koneksikan dengan mudah. Alur ceritanya unik karena ditulis dari dua sudut pandang, dan tidak ada kesan menggurui yang biasanya saya temukan di cerita bahasa Indonesia lain (padahal ini jelas melibatkan unsur keimanan). Not bad for a first book.

Kritik saya cuma satu: kalau memang mau diterbitkan, konsepnya "dimasak" dulu sampai matang, karena cerita ini bisa dikembangkan berjilid-jilid kalau mau. Jangan "terdesak" sama himbauan netizen yang mendorong penerbitan, karena cerita ini milikmu sendiri.
Saya tidak akan mengkritik masalah teknis seperti salah ketik dan tata bahasa, karena ini bisa diperbaiki dengan menyewa editor profesional. Sejujurnya, saya merasa bahwa kritik teknis itu konyol karena zaman sekarang ini pun bisa diperbaiki dengan "menyewa" editor AI. Esensi cerita adalah intinya, dan setelah saya baca sampai tuntas, saya masih bisa memperoleh esensi ceritanya.
Profile Image for SS.
522 reviews5 followers
February 10, 2025
Tak ingat tahu bila viral movie KKN Desa Penari ni. Masa tu kita memang tak join da hype sebab kita rasa sometimes benda tak la hype mana pun. Tapi tahun ni, kita decide untuk baca buku (dari Gempak Starz) dulu baru tengok movie ☝🏻

Kita nak mulakan dengan bercakap pasal ending terlebih dahulu. Kalau tanya kita. Kita rasa both of them (Ayu & Bima) dapat balasan yang setimpal dengan perbuatan dieorang. Kita memang tak suka orang yang suka melanggar pantang dan takda adab di tempat orang. Tempat orang kena dihormati. ☝🏻 Tambah pula dieorang bukannya buat benda yang kecil tapi benda yang tak senonoh okay.

Cerita mengisahkan tentang sekumpulan pelajar yang perlu menjalani 'praktikal' di sebuah desa. Jadi dalam banyak-banyak tempat. Mereka memilih untuk melakukan KKN di sebuah desa terpencil di Pulau Jawa. Di sana, mereka sudah diberitahu tentang pantang larang dan kawasan larangan yang mereka perlu elak. Namun, adakah larangan akan menjadi suruhan? Apa yang terjadi seterusnya?

Secara mudahnya, kita rasa baca buku lebih okay. Sebab ada 2 POV dari 2 karakter. Jadi lebih mudah faham. Sebab kalau baca dari satu POV. Akan clueless and lost. So thankyou sebab letakkkan 2 POV.
Profile Image for Siti Nurhidayati.
49 reviews2 followers
July 23, 2023
KKN di Desa Penari menceritakan tentang enam mahasiswa yang mengalami hal horor di tempat KKN. Berawal dari penampakan-penampakan menyeramkan, Nur dan Widya mencoba tetap menjalani proker KKN agar bisa segera lulus kuliah. Tapi sayangnya, perbuatan teman mereka yang bernama Ayu dan Bima membuat mereka semua celaka.

KKN di Desa Penari berawal dari thread di jagat Twitter yang viral di masa pandemi. Berhasil menarik perhatian banyak orang, akhirnya thread tersebut dibukukan dan bahkan diangkat ke layar lebar. Saya pernah membaca thread nya di Twitter, sehingga dapat dibandingkan dengan versi novelnya. Menurut saya, tidak ada perubahan atau kejutan yang signifikan setelah dibukukan maupun diangkat ke layar lebar. Plot masih sama persis dengan thread, hanya diperkaya secara bahasa. Pun sama halnya dengan versi film yang tidak mampu memberikan kejutan berarti. Tapi secara umum, cerita KKN di Desa Penari merupakan ide segar yang layak untuk dinikmati. Terlepas dari embel-embel berdasarkan kisah nyata, novel ini lumayan membuat saya penasaran meskipun saya sudah mengikuti thread maupun menonton filmnya. Bahkan pernah ada konspirasi kalau sebenarnya KKN di Desa Penari merupakan skenario mentah yang diviralkan melalui sosial media, sebelum dibukukan dan diangkat ke layar lebar. Apabila benar begitu, maka strategi pemasaran yang dilakukan orang-orang di balik lahirnya KKN di Desa Penari saya nilai sangat jenius.
Profile Image for Rosa.
233 reviews2 followers
March 12, 2024
I really don't know what to say. Yes, we all know that there are the so called sacred places with spirits and ghosts. But Indonesian demons, ghosts and spirits comes in every form and name. And when you did something to anger them, you get the consequences.
For each region, there are different demons and rituals. But the main idea stays the same : don't mess with the other side.
I finished the book in 3 hours. It's an enjoyable read, although I think the writing is a bit unstructured. It's different from Stephen King's style, since it's not logical. You will get the spooky feeling when read this. Maybe watching the movie will give you nightmares.
In western style demons, the good always wins. In this book, the evil somehow wins.
Profile Image for Fian.
46 reviews
January 11, 2022
Pertama kali mendengar judul ini saya mengetahui dari sebuah 'thread' di twitter. Saya hanya membaca kisah dari Widya dan buku ini sama persis seperti versi twitternya, hanya ditambah narasi dan epilog di belakang buku.

Sebenarnya dari segi plot begitu menarik namun sangat disayangkan banyak kesalahan ejaan yang saya temukan, dan itu mengganggu sekali. Seperti saat Widya mandi dengan "Batok kepala" itu memang Batok kepala atau kelapa? dan banyak kata yang berulang disetiap kalimatnya. Buku ini memiliki pesan moral yang menarik namun pesan moral yang disampaikan kurang sampai ke saya karena hal-hal yang mengganggu tersebut.
Displaying 1 - 30 of 62 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.