Sabrina Larasati ditemukan tewas di balkon apartemennya. Dari hasil penelitian tim forensik kepolisian, Sabrina meninggal dikarenakan kekerasan fisik. Rimba Rayya—sang fotografer, yang juga adalah pacarnya—menjadi tersangka utama.
Akan tetapi, seiring waktu bergulir dan berdasarkan fakta-fakta yang didapat di TKP, beberapa nama pun muncul ke permukaan dan diyakini oleh pihak kepolisian menjadi tersangka utama berikutnya.
Kasus semakin rumit ketika Syifa—manajer artis Sabrina—ternyata juga tewas beberapa hari sebelum Sabrina terbunuh.
The Apartment oleh Utep Sutiana Genre: Mystery, Crime 178 halaman Personal rate: 7/10. Karena aku terbiasa baca buku terjemahan, pas baca buku ori Indo tu kerasa bgt bedanya, terutama dalam penggambaran latar dan ambience cerita.
Untuk ceritanya sendiri menurutku gantung, ngga dijelaskan motif pembunuhannya apa selain yg 1 itu, dan menurutku itu kurenggg. Terus ngga dijelaskan gimana ending dari pelaku dan para tersangka lain. Plusnya cerita ini bahasanya ringan.
Cerita yang disajikan lebih dari sekadar menguak tentang pembunuhan tokoh utama, namun lebih kepada bagaimana adanya alasan besar dibalik terjadinya sebuah pembunuhanㅡentah dendam, iri, maupun motif jahat lainnya yang membuat akal para tokoh melakukan tindak keji. Sekilas plot yang ditawarkan cukup menarik, namun menurutku penulis kurang bisa membangun bagaimana faktor yang membuat pembunuhan itu terjadi bisa terangkat ke permukaan.
"Dia tidak menyangka bahwa pembelaannya yang terlalu antusias memberikan ruang terbuka bagi polisi untuk mengintrogasinya lebih dalam." Hal 139 - The Apartment Utep Sutiana Penerbit Bhuana Ilmu Populer Edisi Digital, 2019 Tebal 178 Halaman Baca di Ipusnas - Dibuka dengan bab awal yang memperkenalkan pembaca dengan salah satu tokoh utama, Sabrina Larasati. Salah satu aktris perempuan yang dilanda kegelisahan karena sosok masa lalu datang kembali untuk menganggu ketenangan hidupnya. Sosok yang begitu terobsesi memiliki dirinya dalam artian yang buruk. Sabrina memiliki manajer yang baik dan dua orang sahabat. Salah satunya cukup dekat dengannya dan tahu apa kegelisahannya terkecuali satu hal terkait sosok masa lalu dan tidak pernah benar-benar terbuka pada sang kekasih juga pada para pengemar rentang siapa kekasihnya saat ini. Benar-benar kehidupan yang cukup tertutup. Sampai pada satu malam Sabrina ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di balkon apartemennya. Membuat polisi menemukan banyak kejanggalan dari setiap alibi yang dimiliki orang-orang terdekat Sabrina. Karena semua orang berpotensi menjadi tersangka. - Tempo ceritanya cukup cepat, dengan banyak sudut pandang para tokoh yang bermunculan dengan semua pikiran rumit mereka, jadi membuatku sebagai pembaca merasa nggak ada chemistry apa pun terkait Sabrina dengan sang kekasih maupun sahabatnya. Terkecuali dengan sang manajer perempuan. Karena banyak tokoh penggerak cerita lainnya hingga semua terasa serba buru-buru. Sampai jujur aku nggak respect sama sang antagonis. Karena muncul dadakan, seperti tahu bulat ehe. - Konflik musuh dalam selimutnya bikin sebel. Nusuk dari belakang itu nggak enak banget. Apalagi Sabrina ini seorang aktris dan dia polos banget menurutku, sampai nggak bisa membedakan antara yang baik dan manipulatif. Untuk penyelesaiannya, jujur kurang ter-hightlight, jadi serba gantung. Aku nggak suka yang digantung. Overall meskipun begitu penulis cukup apik membuat semua karakter jadi jahat. Nggak ada yang benar-benar bisa kalian percaya.
Saya suka dengan ceritanya karena memang saya jarang membaca genre ini, terutama karya penulis dalam negeri. Dan genre ini tentu saja membuat saya betah melanjutkan membaca karena penasaran dengan sosok pelaku pembunuhnya.
Ada tiga hal yang saya tidak suka dari novel ini. Pertama, penulis menampilkan orang-orang berengsek di sekitar korban (Sabrina). Dengan begitu, pembaca sudah yakin kalau di antara mereka sebagai pelakunya karena motifnya jelas. Dan ketika mereka menjalankan rencana buruk kepada Sabrina, ketertarikan saya pada kasusnya berkurang. Akan jauh lebih seru kalau ada orang-orang baik di sekitar Sabrina yang justru menyimpan bara dalam sekam, dan saat cerita akan diakhiri, penulis membuka motifnya dengan gamblang. Ini akan mengejutkan pembaca.
Awalnya aku cukup menikmati alur cerita ini, tapi semakin lama aku malah merasa kalau cerita ini sorry cukup absurd. Orang-orang disekitar Sabrina (main lead) punya motif yg beragam tapi gak begitu kuat dijadikan alasan buat menghabisi nyawanya, kecuali Rimba pacarnya dan Lelma sahabatnya. Yang paling absurd sebenernya tuh endingnya karena ternyata yang menghabisi Sabrina itu Rio dengan motif mempertahankan gelar kehormatannga sbg seorang murderer.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Blurbnya bikin penasaran, ceritanya juga dikemas dengan lumayan menarik, dengan latar belakang profesi si Sabrina, tp sayang endingnya agak kurang. Penulis menggambarkan tentang si pelaku sangat sedikit dan kek kurang menggambarkan keterlibatan dan emosi antara pelaku dan korban.
This entire review has been hidden because of spoilers.
It was a good stories karena genrenya itu tipe aku banget yakni thriller, mistery gitu. Walau endingnya ketebak tapi seru! Aku baca ini cuma butuh waktu sekitar 2-3 jam aja karena berasa ikut alur ceritanya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kisah dengan premis permasalahan klasik dan plot yang rumit. Bintang 4 untuk kesuksesannya menggambarkan sifat, emosi, dan ambisi gelap yang ada di dalam diri tiap manusia.
Konflik antartokohnya sebatas cinta yang obsesif. Motif pembunuhannya dangkal. Sudut pandang yang digunakan terlalu banyak—bagiku gak begitu efektif membangun suasana.