Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rumah di Perkebunan Karet

Rate this book
Rumah kami berjarak beberapa puluh meter lagi, tapi telunjuk Wahyu yang bergetar menunjuk ke sana. Dengan bantuan cahaya lampu motor yang tidak terlalu terang, aku melihat rombongan pembawa keranda berhenti tepat di halaman rumah kami. Mereka berdiri menghadap pintu depan. “Matikan lampu,” aku berbisik. Ketika lampu motor sudah mati, semua menjadi gelap. Aku melihatnya. Sosok-sosok itu masih berdiri di depan rumah. Ternyata terdapat lubang. Liang kubur. Aku takut setengah mati. Entah sejak kapan liang kubur itu ada di sana dan siapa pula yang dikubur? Semua hal itu terjadi di rumah, di perkebunan karet.

304 pages, Paperback

First published January 1, 2020

10 people are currently reading
136 people want to read

About the author

@BriiStory

3 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
22 (41%)
4 stars
15 (28%)
3 stars
13 (24%)
2 stars
1 (1%)
1 star
2 (3%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Fathiyah.
128 reviews4 followers
August 31, 2021
Wah! Mendebarkan. Gila sih setannya. Horor banget. Kayak berada di bawa ke alam lain.

Gaya bahasanya sederhana tapi dikemas dengan rapi. Jadi kita yang bacanya bisa mudah ngerti. Detail setiap latar juga terpapar dengan cukup baik.

Suka deh pokoknya.
9 reviews
April 21, 2020
Bercerita tentang Heri yang baru saja diterima kerja di sebuah perkebunan karet milik pemerintah. Selama bekerja di perkebunan karet itu Heri tinggal bersama Wahyu yang akan membantu pekerjaan Heri di sebuah rumah terbengkalai yang terletak di tengah perkebunan karet. Tidak lama kemudian mulai terjadi kejadian kejadian mengerikan di rumah itu. Heri dan Wahyu berusaha mengabaikan semua kejadian itu tetapi gangguan dari mahkluk “penunggu” di sana semakin lama semakin parah. Apa yang sebenarnya terjadi di rumah itu?.
⭐️ 4,0 lebih seram daripada Rumah Teteh dan gaya penulisan nya juga membuat pembaca merasa seperti ada di tempat kejadian dan membuat kita terus membalikan halaman.
Profile Image for Sindhu Wahyu.
42 reviews
April 22, 2023
Awalnya baca ini dari thread di Twitter, cuma waktu itu sering skip karena tidak mengikuti dengan detail. Begitu tahu ada versi bukunya langsung mutusin buat beli. Oke ini buku secara garis besar tidak jauh berbeda dengan thread di Twitter tapi dia jauh lebih detail dan lengkap. Kelemahan dari alur ceritanya adalah adegan yang selalu repetitif (pengulangan) sehingga jadi agak sedikit membosankan. Namun vibes nuansa horornya tetap juara sih. Satu lagi kelemahan dari cerita ini adalah asal Mula kejadian dan tokoh-tokoh misterius di cerita ini tidak dijelaskan secara detail.
37 reviews1 follower
February 16, 2020
Sesuai harapan,
Gatau mau bilang apa lagi, serem parah, setiap muncul teror bisa dilewati dengan santai dan apa adanya,
Salut bgt dengan om heri dan om wahyu yg bisa melewati teror yg belum tentu orang lain mau melewati malam malam mencekam seperti itu..
Akhirnya, ini novel horor bikin parno tiap membalikkan halaman
Profile Image for Reffi Dhinar.
Author 8 books4 followers
February 24, 2021
Aku masukin ke thriller-suspense juga karena meski tema utamanya horor, teror di rumah dan area perkebunan karet ini bikin stres banget. Sumpah baca thread di Twitter aja udah pusing, pas menikmati novelnya beneran enggak berani di kosan atau malam hari. Tragedi besar yang sebenarnya menyedihkan tetapi membuat lokasinya jadi tidak nyaman dihuni manusia.
Profile Image for Siska Alf.
10 reviews
March 6, 2022
Baru baca sedikit aja, udah berhasil bikin mimpi buruk..tp tetep bikin penasaran..lalu lanjut baca dan semakin dalam bacanya semakin bisa ngebayangin tokoh2 dan settingan tempat dlm cerita. Smp akhirnya bisa tutup buku dan ceritanya entah knp koq masih nempel dikepala ya..slh satu novel yang berhasil bikin gw ketakutan sendiri sih ini..top lah
Profile Image for Yati  Muliawati.
70 reviews
May 19, 2020
Hawa nya beda dengan baca rumah teteh, lebih berat dan gelap.

Tapi ada banyak kurang nya, kurang masuk akal mau tinggal dirumah kayak gitu sampe beberapa tahun berdampingan dengan makhluk yang wujud dan rupanya gak baik. Dan kurang nya info penyebab segala sesuatu terjadi.
Profile Image for Edotz Herjunot.
Author 5 books14 followers
July 9, 2021
Alhamdulillah bukunya sesuai ekspektasi, ngebayangin tinggal di rumah tengah hutan aja udah serem. Ditambah teror hantunya juga lumayan bikin merinding.

walaupun mulai bab pertengahan mulai membosankan karena hantunya itu-itu aja, tapi secara keseluruhan novel ini keren.
Profile Image for Ismailzuqi.
34 reviews
February 19, 2022
Cara berceritanya tidak membuat bosan, selalu ingin terus membalik halaman. Setiap kejadian diceritain dengan peristiwa yang berbeda2. Sehingga tidak membuat jenuh. Sensasi horor yang diciptakan mampu membuat saya ikut merasakan kengeriannya. :)
1 review
May 28, 2021
akhirnya setelah di tunggu tunggu bisa baca juga pengalaman nya om heri dan om wahyu+brii kecil
2 reviews
May 28, 2022
Ngeri ngeri sedep asli baca buku ini. Horornya kerasa banget sampai sampai bikin merinding sendiri pas baca bukunya wkwk.
Profile Image for Nene.
68 reviews1 follower
January 31, 2024
mencekam.. tidak membayangkan kalau harus tinggal di rumah seperti itu 😣
28 reviews1 follower
December 20, 2021
horornya dapet, ketegangannya dapet namun hanya bisa memberi 3,5 ⭐️ karena bagian hantu pocong diulang terus menerus, cara hantunya menakuti orang2 yang tinggal disana hampir selalu sama, sehingga mudah ditebak. Jadi ketika sudah malam hari, kita bisa menebak adegan selanjutnya itu seperti apa.

Cukup senang karena di akhir cerita dipaparkan latar belakang kenapa perkebunan karet itu bisa menjadi sangat angker, sehingga ceritanya tidak menggantung.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lailla.
43 reviews
July 9, 2021
Sebagai pembaca merasa berhasil dibuat deg-degan sepanjang cerita. Latar rumah yang berlokasi di tengah perkebunan karet dan jauh dari keramaian memang cocok untuk membangun kesan seram. Sayangnya agak membosankan ketika 4/5 cerita membahas penampakan hantu tanpa tau motif mereka muncul sebenarnya apa. Kemunculan Brii yang 'katanya' pemberani pun juga berakhir sama seperti Wahyu dan omnya yang sama-sama ketakutan di rumah itu.
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.