Dari segi cerita dan penokohan, menurutku bagus. Walau tipikal kayak cerita hero kayak Batman, tapi tetap menarik karena latarnya di Jakarta (Jarang banget ada novel action Indo berlatar di Jakarta). Alurnya cepat tapi pas aja gitu, terus rapi. Adegannya banyak yang diceritakan dengan bagus meskipun ada juga yang kurang jelas dan kayak terpotong. Tapi yang jelas, adegan actionnya gila bener! Menurutku si penulis juga banyak riset. Bisa dilihat dari bagaimana dia menjelaskan cara kerja kepolisian, begitu juga dengan jaringan mafia, terus bagaimana dengan kondisi kota Jakarta yang banyak kasus kriminal, dan masih banyak lagi. Misteri dan thrillernya juga dapat. Strategi dan intrik yang dipakai karakter juga cerdas.
Tokohnya juga hidup dan punya penggambaran yang kuat. Hubungan antar tokoh juga terasa, termasuk chemistry Tiara dengan Bagus. Khusus Tiara, menurutku dia bukan emosionally overpower, tapi dia wanita yang kurang berperasaan dan simpatik, jadinya dia kurang mengenal perasaan bahkan perasaannya sendiri. Menurutku masih wajar sih karena dia seorang sosialita yang angkuh dengan masa lalu sama ayahnya yang kurang baik, jadi bisa dibilang gak menggunakan perasaan adalah copy mechanism-nya. Berbanding terbalik dengan Bagus yang sangat perasa. Di sisi lain, menurutku penggambaran villainnya bagus semua. Mereka beserta strateginya nyebelin banget.
Yang minus dari novel ini adalah gaya bahasa, cara kepenulisan, dan penggunaan diksi. Banyak yang kacau, dari adanya typo, adanya penggunaan spasi yang tidak pas terutama untuk tanda baca, kesalahan pemilihan kata, penggunaan 'gue-lo' yang gak konsisten sehingga mengurangi feel 'Jakarta', beberapa dialognya yang terlalu mirip sinetron, sampe yang paling bikin sakit mata, penggunaan dialog tag yang gak sesuai sama dialognya. Si penulis harus banget belajar jenis-jenis dialog tag.
Overall, Jakarta Vigilante itu seru tapi melelahkan. Melelahkannya karena dua hal, satu karena ceritanya yang seru tapi banyak intrik-intrik, satu lagi karena gaya bahasanya yang agak kurang ku suka. Untungnya aku orang yang lebih mementingkan plot daripada gaya bahasa (dan kebetulan juga suka action), jadinya gak bener-bener dnf. Seharusnya aku kasih rating 3,8-3,9, tapi di sini karena harus bulat, ya akhirnya aku kasih 4 (karena nanggung). Kalo gaya bahasanya lebih bagus lagi, mungkin bisa lebih dari 4