Jump to ratings and reviews
Rate this book

Conjuring Notes: Moonlight

Rate this book
Lova Evangeline terjebak di antara "dua dunia":
Satu, dunia tempatnya berurusan dengan manusia.
Dua, dunia tempatnya bersinggungan dengan makhluk-makhluk tak kasatmata.

Kemampuan konjurasi telah mempertemukan Lova dengan dua spiritnya, Nathaniel dan Rose. Berkat kehadiran mereka, Lova bisa menghalau gangguan makhluk gaib di sekitarnya.

Akan tetapi kemampuan Lova untuk hidup damai teruji saat tunangannya mulai menunjukkan sifat abusif, sementara Nathaniel mulai menunjukkan ketertarikan pada Lova setelah putus dari Rose!

Bagaimana Lova akan lolos dari konflik di masing-masing dunia yang sama rumitnya ini?

246 pages, Paperback

Published September 23, 2019

1 person is currently reading
4 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (14%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
3 (42%)
2 stars
3 (42%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
November 28, 2019
Sekilas saat memandang sampul buku ini langsung tebersit dalam pikiran saya ceritanya akan seputar kisah asmara antara manusia dan vampir. Namun, ternyata saya salah Conjuration Notes: Moonlight lebih menitikberatkan ceritanya pada nuansa fantasi, supranatural, dan mungkin sedikit klenik dengan sentuhan modern. Bagi saya sendiri ini menjadi sesuatu hal yang baru saat menikmati cerita yang disajikan dalam buku ini. Sampul bukunya sendiri sudah sangat mewakilkan satu sosok tokoh dalam ceritanya, yaitu Nathaniel. Nathaniel memang digambarkan sebagai sesosok vampir yang datang dari abad pertengahan di benua Eropa. Rambut panjang pirang, baju khas masyarakat Eropa kuno, serta tatapan yang menusuk sangat mewakili karakter Nathaniel. Maka tak heran sampul bukunya berhasil memikat mata para pembaca dengan kehadiran sosok vampir berpenampilan rupawan.

Conjuring Notes: Moonlight memiliki tema cerita yang tergolong unik antara fantasi, supranatural, dan klenik. Di sini akan kita temukan kisah Lova yang memiliki indera keenam yang dapat berinteraksi dengan dunia lain. Lova akan mengalami petualangan supranatural yang cukup unik dan menarik. Ceritanya dikemas seperti buku catatan harian yang berisi pengalaman dan kegiatan Lova yang berhubungan dengan dunia mistis. Bagi saya sebenarnya ide cerita yang dituangkan oleh penulis terbilang menarik dan berbeda, tapi sayangnya saya kurang menikmati cara penulis dalam mengeksekusinya. Menurut saya penulis masih terkesan terburu-buru dan terlihat kurang matang dalam mengolah cerita. Jujur di awal saya sempat bingung ceritanya ini akan dibawa ke mana dan akan jadi seperti apa. Terlalu banyak plot-hole yang saya temukan dan terkesan tidak fokus. Contohnya seperti kemunculan hantu Jasmine Yoo yang penyelesaiannya kurang jelas dan malah tidak beres. Selain itu banyak cerita yang loncat-loncat dan cenderung membingungkan.

Pemeran utama dalam novel ini adalah Lova, seorang wanita yang bekerja sebagai penulis di sebuah media online. Lova memiliki karakter yang ceroboh, terburu-buru, dan introver. Bagi saya karakter Lova ini masih kurang kuat dan berkesan. Latar belakang keluarga Lova sendiri hanya disorot sesaat tanpa digali lebih dalam. Selanjutnya ada tokoh Nathaniel yang merupakan sosok spirit jenis vampir yang datang dari abad pertengahan Eropa. Nathaniel memiliki karakter paling kuat di sini dengan sikapnya yang feminin, sensitif, dan perhatian. Jika dibandingkan dengan Lova tokoh Nathaniel ini terasa lebih hidup. Bagaiamana kita dengan mudah dapat membayangkannya karena memang sudah terpampang dalam sampul bukunya. Terakhir ada tokoh Rose yang merupakan sosok vampir seksi dan cantik yang berasal dari benua Eropa. Bisa dibilang sifat Rose sangat genit dan kurang peka. Apalagi semenjak kemunculan Kevin yang membuatnya tergila-gila. Tokoh-tokoh pendamping yang ditampilkan terbilang sangat banyak dan tidak konsisten. Di mana di satu bab cerita kita akan menemukan tokoh pendamping bernama Abdul, tapi di bab yang lainnya muncul lagi tokoh pendamping baru yang bisa dibilang tidak terlalu berpengaruh dalam jalannya cerita. Bagi saya sendiri ini cukup memusingkan karena harus selalu diperkenalkan dengan tokoh yang sangat banyak, tapi hanya mucul sesaat.

Novel ini memakai sudut pandang orang ketiga melalui tokoh Rose dan sedikit tokoh Nathaniel. Bagaimana Rose menanggapi kemampuannya dan bagaimana cara dia beradaptasi dengan kemampuan tersebut cukup digambarkan dengan baik. Sementara untuk Nathaniel, kita akan menyaksikan kisah hidupnya yang telah berjalan hampir ribuan tahun lamanya. Gaya bahasanya tergolong santai, ringan, dan mudah diserap. Namun, menurut saya terlalu banyak percakapan yang menggunakan media aplikasi chat. Bagi saya ini mengganggu karena interaksinya terkesan dipaksakan dan tanggung. Alur ceritanya berjalan maju-mundur dengan keterangan tanggal, bulan, dan tahun di setiap babnya. Alur yang maju-mundur pada awalnya bikin saya bingung, tapi lama kelamaan kita juga akan terbiasa. Latar tempat yang dipakai kebanyakan berada di kota Jakarta dengan definisi tempat yang jelas. Selain itu kita juga akan sedikit dibawa ke dunia astral tempat para vampir saling bertemu.

Konflik yang bisa saya tangkap dari Conjuring Notes: Moonlight adalah bagaimana tokoh Lova berusaha beradaptasi dengan kemampuan indera keenamnya, serta dinamika gejolak hubungannya bersama kekasihnya, Dion, dan kedua spirit vampirnya, Nathaniel dan Rose. Bagi saya konfliknya sendiri cenderung terlalu sederhana dan tidak digali lebih dalam. Malahan interaksi dan chemistry yang tercipta antara Lova dan Nathaniel bisa dibilang sangat instan. Tidak ada adegan konflik yang berhasil membuat saya penasaran ataupun geregetan, karena konfliknya terjadi secara datar. Namun, sekali lagi saya sangat mengapresiasi usaha penulis untuk menciptakan dunia fantasi yang bisa dibilang unik dan menarik. Bagaimana nuansa supranatural dan klenik bisa dikemas secara modern dengan sentuhan fantasi.

Ekspektasi saya akan novel ini memang tidak tinggi, tapi jujur saja ceritanya bukanlah selera saya. Terlalu banyak adegan cerita yang terkesan terburu-buru dan tidak mendapatkan penyelesaian secara tuntas. Karakter para tokohnya pun kurang dieksplor dengan baik, kecuali tokoh Nathaniel. Penjelasan penulis akan dunia gaib dan supranatural sebenarnya sudah menjadi premis cerita yang menarik, tapi sayang eksekusinya terkesan masih kurang matang. Apresiasi tetap saya berikan pada penulis karena memang ini merupakan buku pertamanya jadi bisa saya maklumi kalau penulis masih meraba-raba gaya berceritanya. Meskipun ceritanya bukanlah selera saya, tapi untuk sampul bukunya sendiri sangat menawan. Untuk ukuran novel lokal sampulnya berhasil membuai dan menghipnotis saya untuk membacanya. Sekali lagi bukan berarti jika novel ini buruk, tapi hanya bukan jenis cerita yang saya sukai. Namun, bagi kalian yang membutuhkan cerita supranatural dan fantasi yang ringan serta berbeda, Conjuring Notes: Moonlight mungkin akan cocok untuk dibaca.
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books464 followers
December 6, 2019
Buku ini menceritakan tentang Lova yang punya "indera keenam" dan aura yang digemari makhluk-makhluk halus. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyimpan Vampire sebagai penjaga.

***

Sejujurnya aku kepo banget dengan novel ini. Nunggu-nunggu muncul di GD nggak sabar, dan akhirnya beli bukunya di Gramedia. Sebuah cuplikan quote di Instagram penerbit tentang kisah cinta beda alam, sukses bikin aku ngebet banget baca.

Tapi ternyata, aku kurang ngerti ke cerita dan penjelasan soal supranaturalnya. Dan aku kurang suka dengan kisah Lova - Dion juga kisah cinta Lova - Nathan. Tapi aku sangat menikmati karakter Nathan yang uwuu banget. Nggak mau kehujanan karena takut kulitnya rusak wkwkwk 😄

Sisi baiknya, aku jadi tahu kalau makhluk-makhluk yang sering jadi tokoh di novel fantasi itu ternyata benar-benar ada. Hmm, jadi curiga kalo orang yang kutemui pas otw ke kantor itu jangan-jangan manusia serigala 😅

Menurutku kisah Edward berpotensi untuk jadi konflik yang oke, sayangnya nggak terlalu diceritakan.
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
February 13, 2020
Jadi ini kisah tentang Lova Evangeline yang memiliki indra keenam dapat melihat makhluk-makhluk astral disekitarnya. Awalnya Lova tuh berusaha denial, tapi yang ada malah menjadi energi negatif ke tubuhnya. Bertemunya Lova dengan grup yang berisi orang-orang istemewa menjadikan Lova tertarik dengan dunia gaib. Tapi apakah setelah membuka mata batinnya, Lova sanggup menanggung gangguan dari mereka yang tak kasat mata?

Yang aku suka dari buku ini adalah gaya menulis penulis yang mengalir dan mudah dipahami untukku yang baru pertama kali baca novel bergenre misteri gini. Memakai bahasa sehari-hari, dan ada banyak penjelasan tentang dunia indigo (?) yang nggak diketahui orang awam sepertiku. Tapi kalau udah ada makhluk gaibnya aku tetap aja dibuat merinding. Awal-awal apa yang dirasakan Lova terhadap makhluk astral itu terasa nyata, diceritakan cukup detail oleh penulis. Tapi kepertengahan aku malah merasaseperti baca novel fantasi. Nggak ketakutan kayak sebelumnya.

Aku juga suka sama covernya, penggambaran Nathaniel dalam versi visual art gitu bikin aku nggak susah bayangin sosok hantu tampan itu.

"Lova tidak pernah menyerang atau cari ribut duluan dengan makhluk-makhluk itu, karena baginya mereka pun punya hak hidup yang sama. Kecuali jika jin-jin itu datang untuk mengusilinya, baru dia tidak akan tinggal diam." (hlm. 14)

Setelah membuka mata batinnya, Lova jadi tertarik untuk menjadi seorang keeper dari dua spirit berjenis vampire bernama Rose dan Nathaniel. Lova memperilakukan mereka layaknya sahabat. Rencana pertunganan Lova dengan kekasihnya Dion agak berantakan karena sikap ibu Dion yang menolaknya. Pertarungan antara spirit Lova dan Abdul, temannya, juga berdampak jelas terhadap kondisi Lova. Apakah Lova memutuskan untuk melepaskan kedua spiritnya?

Karakterisasi tokoh di dalam novel ini cukup kuat dan konsisten. Aku suka dengan Lova yang mandiri dan tidak menganggap spiritnya sebagai budak, tapi aku sebel dengan sikap Lova yang cenderung lemah terhadap perlakukan Dion. Watak para spirit seperti Rose, Nathaniel, dan Kevin juga dijelaskan cukup detail. Aku nggak suka tokoh Dion. Chemistry dan interaksi tiap tokohnya terkesan alami, hanya saja dibeberapa dialog antara Lova dan spiritnya aku merasa berlebihan karena walau gimana pun mereka itu makhluk gaib.

Penggunaan sudut pandang orang ketiga juga sangat membantuku untuk lebih memahami perasaan para tokohnya.

"Sebetulnya, jin atau demit ya nggak seseram itu, kok. Mereka hanya meniru bentuk yang ditakuti oleh manusia. Setelah itu mereka memanifestasikan wujudnya untuk manusia. Ketika manusia merasa takut, maka jin menyerap emosi tersebut dan mengubahnya menjadi energi." (hlm. 34)

"Kita ini partner. Kalian bukan alat. Gue sayang sama kalian berdua. Gue lebih pilih kita bertiga aja tapi solid, ketimbang ada banyak spirit di sini tapi ikatan dengan keeper-nya kopong." (hlm. 174)

Ini novel mistery pertama yang aku baca. Sebelumnya aku takut untuk baca novel mistery, takut kebawa mimpi. Awal mau baca ini juga masih deg-degan, makanya aku bacanya pas siang aja. Tapi pas aku baca, aku cukup menikmati walau giliran ketemu bagian demitnya aku merasa merinding.

Aku suka bagaimana penulis mengolah konfliknya. Hanya saja aku merasa Lova terlalu akrab dengan spiritnya, jadi konflik di kehidupan nyatanya kurang berasa buatku. Kecepatan alurnya sedikit terlalu lambat, mungkin karena ceritanya cukup detail. Alurnya juga menggunakan alur maju dan mundur, dengan kilas balik kisah Lova di masa kecil.

Aku nggak punya perbandingan apakah novel ini nuansa misterinya kental atau nggak. Tapi aku rekomendasikan novel ini buat pembaca pemula yang pengen baca misteri yang tidak terlalu berat.

"Pada dasarnya manusia itu dinamis dan selalu berubah---persamaan saat ini bisa saja menjadi perbedaan di masa yang akan datang, karena manusia berkembang dan tak hanya berdiam di satu titik saja." (hlm. 223)
Profile Image for Patricia.
55 reviews
February 22, 2023
novel ini gua ambil karna covernya menarik banget. Summary nya juga menarik. Mungkin karna ekspektasi aku tinggi, maka pas ga nemu ekspektasinya jdi kecewa. Pertama, ada beberapa bagian yang terasa buru-buru, eksekusi nya agak kurang, hubungan dion sama lova yang hancur juga terasa kepaksa. Tapi aku suka sih sama character vampirnya...
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.