I love this book so much! Pertama-tama aku mau ucapkan terima kasih yang teramat dalam sekaligus mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya untuk salah satu pasangan panutan dan favorit aku, Kak Acha & Bang Andy. Terima kasih untuk kerelaan hati Kakak dan Abang menuliskan beberapa bagian dari kisah kehidupan kalian ke dalam sebuah buku yang sangat menginspirasi ini. I have been reading you guys' masterpiece three times and seems to be rereading it for more.
I give 4 of 5 stars untuk More of You. Terlepas dari kekurangan dalam penulisan redaksi seperti typo atau pun penjabaran peristiwa yang kurang smooth. Karena More of You sendiri adalah buku pertama yang ditulis penulisnya. They both were not writers neither they had observed that much about writing previously, so that is fine for me. Aku tetap sangat menikmati content buku ini.
This book will give you a great experience reading something romantic yet at the same time guiding you to know what God means in your life, like in spiritual way.
Aku suka bagaimana Andy dan Acha selalu melibatkan Tuhan dalam hubungan mereka, bagaimana mereka mencoba belajar untuk mengasihi satu sama lain dengan sepenuh hati, dan memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih tinggi dan intim, yaitu the marriage. Kedua tokoh utama memiliki porsi yang sama besar dalam memperjuangkan hubungan mereka, bergulat secara emosi dengan tidak hanya keluarga, orang terdekat, sahabat, bahkan rekan kerja. Salah satu hal yang aku highlight adalah ketika Acha pergi ke rumah Kak Dena (Kakak rohani Andy, kekasihnya) dan berusaha menyelesaikan konflik antarkeduanya. Aku sendiri bahkan merasa sangat tertohok ketika membaca line ini:
"Ketiga, kamu belum dewasa secara rohani, tidak seimbang dengan Andy yang sudah sangat bertumbuh di dalam Tuhan." Well, jika aku yang ada di posisi Acha pada saat itu, mendengarkan bagaimana kalimat tersebut ditujukan padaku, mungkin aku akan menangis saking sakit hatinya. Like, how can a person judge and then compare you to your boyfriend? And talking about that 'very' personal thing: your relationship with God? Aku pasti akan merasa sangat dihakimi. Sungguh kerelaan hati yang besar untuk seorang gadis mendengarnya, bahkan masih mau meminta maaf setelahnya.
Dari sisi Andy, aku juga belajar banyak bagaimana caranya menjadi bijak dalam menjalani suatu hubungan. Satu point yang aku highlight dan sangat membekas di hatiku adalah ketika Acha, di sela-sela proses menyiapkan pernikahannya dengan Andy, menyampaikan kekhawatirannya pada sang calon suami tentang kehidupan pernikahan yang akan mereka jalani nantinya. Akankah Andy mengeluh atau terganggu dengan sifat buruk Acha yang akan muncul seiringan dengan bertambahnya usia pernikahan mereka? Andy's answer not only makes Acha, his fiance, smile, but also all women that read it, including me, of course.
"Dalam pernikahan kita memang harus siap belajar dan tidak pernah berhenti belajar. Jangan surprise dengan hal-hal baru yang datang. Jadi, sampai kapan pun kita menikah, sampai akhir hidup kita, kita harus siap dengan sesuatu yang baru yang belum pernah kita tahu sebelumnya dari pasangan kita." Such a good and sweet answer, isn't it?
Quotes favorit aku lainnya dalam buku ini adalah:
Memang tidak ada yang sia-sia jika kita mengandalkan Tuhan dalam segala hal, page 230, dan Tuhan menolong lewat berbagai cara, page 235.
Satu hal terpenting yang juga aku dapatkan setelah membaca kisah cinta Andy dan Acha ini adalah bagaimana mempersiapkan diri sebelum waktuku untuk berjuang dengan pasanganku kelak, akan datang. ...sebelum memutuskan untuk menikah, kita harus menikmati dulu singleness kita. Harus merasa penuh dulu sebagai seorang pribadi. Ketika kita akhirnya ketemu seseorang yang sudah sama-sama penuh, maka semua akan lebih mudah. Aku belajar untuk menerima keadaanku saat ini, my singleness, dan juga menikmatinya. Aku berusaha untuk content pada diriku sendiri, pada apa yang aku kerjakan, sehingga aku merasa cukup, bahagia, dan bersyukur. Lalu berikutnya, ketika aku sudah merasa cukup, aku tinggal berserah kepada Tuhan dan menunggu waktuNya tiba untukku dan calon pasanganku.
Buku ini terlihat sederhana, namun sangat kompleks. Cocok bagi anak muda yang sedang dalam tahap mempersiapkan diri untuk hubungan yang lebih intimate lagi, baik yang akan, sedang, dan telah berkomitmen dengan pasangan masing-masing.