Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Wisdom of the Stoics: Selections from Seneca, Epictetus and Marcus Aurelius

Rate this book
The first volume of its kind to bring together generous selections of the works of three of the great Stoic philosophers, Seneca, Epictetus, and Marcus Aurelius.

186 pages, Hardcover

First published April 25, 1984

14 people are currently reading
121 people want to read

About the author

Frances Hazlitt

2 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
30 (48%)
4 stars
20 (32%)
3 stars
9 (14%)
2 stars
3 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Shadiq.
55 reviews1 follower
February 3, 2023
Taaaraaa...Stoik lagi..hehe, entah kenapa aliran dan pengajaran akan prinsip stoa yang 'kuno' ini sangat meresap kedalam jiwa dan sanubari ane, seakan mengalami momen 'Ooo' yang berkepanjangan ketika menikmati rangkaian kata yang penuh makna, serta memberi energi kesadaran dengan booster sampai pada level charge 100% untuk sadar sepenuhnya akan hidup ini..hehehe

Ini merupakan kombinasi buku Stoik atau Stoa yang diseleksi dan diedit oleh Frances & Henry Hazlitt yang diambil dari 3 tokoh Stoik besar yaitu Seneca yang hidup setelah abad lebih lama dari Epictetus dan lebih dari satu abad sebelum Marcus Aurelius. Seneca yang memiliki kosa kata yang lebih kaya didalam karyanya, juga dipenuhi dengan pepatah yang kaya makna, menulis dengan tatanan puisi yang rangkap dilengkapi dengan akal sehat yang kuat dan konsisten. Epictetus (sebagaimana yang telah ditulis Arrian) adalah sosok yang paling jenaka dan cerdas diantara ketiganya, tetapi juga keras dalam hal berkompromi dan ajarannya selalu menyita perhatian pembaca yang menikmati karyanya. Arrian mencatat semua topik yang pernah dia bahas dalam jurnal pendek yang bernama Enchiridion. Marcus memiliki cara menulis yang indah dan juga tulus hampir setara dengan karya sastra terkenal lainnya. Marcus menyisihkan waktunya untuk menulis karya terkenalnya yang berjudul Mediations yang sebenarnya adalah sebuah jurnal yang digunakan untuk pribadi. Para Stoik sangat menekankan konsep kesatuan, dan manusia memilik posisi penting sebagai pelengkap kesatuan. Pada intinya representasi yang ingin ditekankan oleh ketiga filsuf stoik ini memiliki doktrin yang sama dan hanya dibedakan berdasarkan pengalaman juga tempramen masing-masing penulis. Begitulah sekelumit pendahuluan dari buku ini yang hendak disampaikan oleh Frances dan Henry Hazlitt.

Bagi ane, membaca buku ini ibarat memegang langsung karya besar para tokoh stoik yang pernah hidup dizamannya masing-masing walaupun sudah diseleksi oleh penulis setelahnya dan diterjemahkan kedalam bahasa indonesia, seperti disampaikan dalam pendahuluan bahwa sangatlah minim referensi dan kuotasi yang utuh sejak stoik ditemukan pertama kali oleh Zeno (250 SM) tidak ada yang bisa kita baca selain versi yang dutiliskan oleh orang lain dan hanya ada 3 pengikut aliran stoik ini (Seneca, Epictetus dan Marcus) dari era yang sama berhasil menulis buku mengenai filsafat stoik secara menyeluruh. Hal yang baru bagi ane disini adalah tokoh Seneca yang pada buku sebelumnya hanya terdapat beberapa kutipan yang dimasukkan dalam buku filosofi teras dan meditations begitu pula sempat berkesempatan mendengarkan dalam ngaji filsafat yang mana tokohnya adalah Seneca. How to be Free: An Ancient Guide to the Stoic Life yang didahului oleh pengantar yang sangat panjang dalam bukunya Enchridion karya epictetus juga terdapat dalam buku ini yang tentunya lebih luas dan menyeluruh. Menarik, seolah langsung mendapatkan penjelasan dari ketiga tokoh stoic dengan tingkat kesustraan yang dalam dan kaya akan makna serta relevansinya dalam hidup dan dengan mengajak kedalam kondisi yang sepenuhnya sadar secara eksistensialis pada setiap proses level hakikat kehidupan di dunia. Ane bersyukur dengan pengetahuan yang serba sedikit mengenai stoik ini telah memberi perubahan operatif yang berangsur-angsur sebagai proses mencerna serta menjadi alasan keberadaan untuk hidup mendekati tujuan utamaNya.

Lagi, lagi dan lagi.. Thanks para Stoicer untuk semua karyanya! Selalu ada momen baru yang bikin 'Ooo' dan ternyata selalu ada yang berbeda meskipun dengan kandungan makna yang sama ^_^

Beberapa kutipan (mungkin banyak, biar inget & ter-internalisasi..hehe):
"Ketidakpedulian terhadap sesuatu yang tidak penting adalah berkah yang tiada akhirnya - Seneca" Hal:20
"Jadilah orang kaya tanpa harus menginginkan sesuatu - Seneca" Hal:23
"Mereka yang bijak akan tetap bersuka cita, walaupun dihadapi oleh opini yang berbeda dengannya-Seneca" Hal:41
"Semakin banyak kita menggunakan sesuatu, maka akan semakin banyak pula kita membutuhkan hal itu - Seneca" Hal:49
"Mereka mengajari saya cara untuk mempertahankan harta yang saya miliki, tapi saya lebih memilih untuk belajar bagaimana cara untuk merasa puas jika harus melepaskannya - Seneca" Hal:53
"Sesungguhnya kita semua adalah budak dari kemewahan - Seneca" Hal:59
"Setiap malam kita harus mengingatkan diri kita sendiri untuk mempertanggungjawabkan: kelemahan apa yang telah berhasil saya kuasa hari ini? Godaan seperti apa yang berhasil kita tahan? Kebajikan apa yang kita peroleh? - Seneca" Hal:67
"Kita harus selalu bersiap seakan kapan akan karam dipelabuhannya, dan tenang saat dilanda badai. Cara untuk membuat kejadian buruk yang akan terjadi ke depannya terasa lebih mudah adalah dengan membuat diri kita merasa familiar dengannya - Seneca" Hal:89
"Aku akan melawanmu saat aku tidak merasa marah padamu - Seneca" Hal:123
"Instruksi sebenarnya adalah ini: belajar menerima bahwa segala sesuatu harus terjadi dengan sebagaimana adanya - Epictetus" Hal:149
"Lalu siapa yang tidak bisa di kalahkan? Mereka yanng buka siapa-siapa, bebas atas pilihannya sendiri dan juga bebas dari rasa gelisah - Epictetus" Hal:151
"Karena dia telah melukai dirinya sendiri dengan cara melukai saya, tidakkah saya akan melukai diri saya sendiri dengan cara melukai dia? - Epictetus" Hal:157
"Jika anda ingin menjadi seseorang yang mahir dalam berbicara, maka belajarlah berbicara dengan baik mengenai orang lain - Epictetus" Hal:180
"Lebih baik untuk kita menyerah kepada kebenaran, untuk menaklukkan sebuah opini; dibandingkan menyerah pada opini dan dikalahkan oleh kebenaran - Epictetus" Hal:183
"Pyrrho sering kali berkata, "Tidak ada perbedaan di antara yang hidup dan yang mati. Seseorang beratanya kepadanya, lalu bagaimana bisa anda tidak mati? Karena, jawab pyrrho, tidak ada perbedaan" Hal:187
"Ingat bahwa anda adalah seorang aktor di dalam drama, dimana alur ceritanya ada di tangan sang penulis - Epictetus" Hal:200
"Yakinlah bahwa yang memprovokasi diri anda adalah pendapat anda sendiri - Epictetus" Hal: 201
"Anda hanya akan merasa disakiti, saat anda berpikir bahwa anda tengah disakiti - Epictetus" Hal:211
"Ketika anda memiliki jalan untuk memprediksi sesuatu, ingatlah bahwa anda tidak akan pernah tahu kapan itu akan terjadi - Epictetus" Hal:213
"Dia tidak tahu menngenai kesalahan saya yang lainnya, kalu tidak dia pasti tidak akan menyebutkan hal yang ini saja - Epictetus" Hal:216
"Anytus dan Melitus mungkin benar akan membunuh saya, tetapi mereka tidak akan pernah bisa menyakiti saya - Epictetus" Hal: 229
"Tidak ada hal mulia yang sia-sia diatas setiap hal yang orang sebut sebagai kehormatan - Marcus Aurelius" - Hal:232
"Dengan tidak mengamati pemikiran orang lain, biasanya mereka jarang terlihat tidak bahagia - Marcus Aurelius" Hal:238
" Pelanggaran yang dilakukan melalui keinginan lebih dapat disalahkan daripada yang dilakukan melalui kemarahan - Marcus Aurelius" Hal:239
" Untuk menerima kesan dari bentuk berarti kita menilainya dari penampilan bahkan setara dengan yang dimiliki hewan - Marcus Aurelius" Hal:246
" Ketenangan itu tidak lain adalah sebuah pengaturan pikiran yang baik - Marcus Aurelius" Hal:248
" Alam semesta ini adalah sebuah transformasi: dan hidup semerta-merta adalah sebuah opini - Marcus Aurelius" Hal:249
" Apakah benda seperti zamrud akan menjadi lebih buruk daripada sebelumnya jika tidak dipuji? - Marcus Aurelius" Hal: 251
" Hal buruk yang terjadi bukan kepada kita bukanlah bentuk kemalangan, tetap dengan menanggungnya dengan baik adalah sebuah keberuntungan - Marcus Aurelius" Hal:258
" Sangat disayangkan jika jiwa kita adalah hal pertama yang menyerah akan hidup, di saat tubuh kita masih mampu untuk berjuang - Marcus Aurelius" Hal:274
" Sangat sedikit yang diperlukan seseorang untuk menjalani hidup yang bahagia - Marcus Aurelius" Hal:288
" Hal yang tidak mungkin adalah untuk pergi dari kejahatan milik orang lain - Marcus Aurelius" Hal:289
" Jika anda terluka karena hal diluar sana, bukanlah hal tersebut yang melukai anda, tetapi penilaian anda sendiri mengenai hal itu - Marcus Aurelius" Hal:295
" Manusia ada demi orang satu dan yang lainnya. Ajari atau bertahanlah bersama mereka - Marcus Aurelius" Hal:296
" Berharap agar orang jahat tidak akan lagi melakukan kesalahan adalah sebuah kegilaan - Marcus Aurelius" Hal:314
" Sahabat, anda telah menjadi bagian dari dunia yang besar dan hebat ini: apa bedanya waktu selama lima atau tiga tahun untuk anda? karena apa yang selaras dengan hukum adalah untuk semua - Marcus Aurelius" Hal:323
" Berangkatlah lalu merasa puas, karena Dia yang melepaskan anda pastilah merasakan hal yang sama juga - Marcus Aurelius" Hal: 233
Profile Image for Claudia Rivas.
44 reviews
March 3, 2023
Son fragmentos tomados sin más de los autores antiguos, sin comentario ni reflexión ninguna.
83 reviews
October 20, 2016
Chosen extracts from Stoic philosophers (Seneca, Epitectus, Marcus Aurelius).
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.