Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book
He can breathe underwater. He can see through the dark. And he steals for joy. But during his mission, a mysterious plague is spreading in the city. Everyone is hallucinating!

The Thief (The Three Realms, Book 1)

In the middle of a chase with his father, the seven-year-old Datan Woudward suddenly meets Ana. A mysterious woman who puts the entire visitors of a night market to sleep when she shows up. Ana has known something about Datan and reveals herself as a Royan—the world’s group of elite thieves and assassins. Their encounter has made Datan eager to be a Royan and to see Ana again.

***

Datan achieves his wish to be a Royan fifteen years later. His first mission is to steal the Zu stone, which leads him to meet Nymeria. The silver-eyed girl, who has just committed a massacre in Ubaga’s house, asks for two things: the Zu stone and being Datan’s friend.

Datan says no to both of her requests.

They fight brutally and Nymeria manages to dig into Datan’s deepest memories before Datan throws her out of the windows of a three-floored building.

Yet, Nymeria escapes death that night. She is not giving up. Days later, Nymeria sends Datan a letter. She kidnaps father and requests the Zu stone in exchange for father’s life.

559 pages, Kindle Edition

First published January 1, 2016

7 people are currently reading
54 people want to read

About the author

Rama Nugraha

1 book20 followers
Rama Nugraha was born and currently lives in Indonesia. In 2012, he decided to quit his job in IT industry and chose to work fully on the ideas that had been haunting him for a year. He is interested in historical and fantasy genre. Rama enjoys reading, meeting new people and traveling.

Rama’s first novel, The Three Realms, was firstly published in Bahasa Indonesia in 2017.

You can reach him at: me@ramanugraha.com.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (17%)
4 stars
25 (55%)
3 stars
6 (13%)
2 stars
5 (11%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Samantha.
1 review
January 24, 2019
Review ini mengandung SPOILER
Oke, so novel ini adalah novel fantasi karya asli penulis Indonesia. Mengingat bahwa fantasi bukanlah genre paling mainstream di Indonesia, saya dengan senang hati menyambut novel ini dengan tangan terbuka. Begini pendapat saya tentang beberapa aspek novel itu.
Positif:
-Sampulnya bagus sekali, sederhana namun memberi impak. (saya merujuk ke cover dengan ilustrasi burung hantu).
-Cerita ini punya potensi. Trope “pemeran utama menjadi bagian dari kelompok istimewa” tidaklah original, sudah ditemukan di bayak sekali novel fantasi sebelumnya, tapi konsep belum basi dan masih dan masih bisa dieksplorasi. Ketika dieksekusi dengan benar, poin ini bisa terus menjadi menarik.
-Upaya pembentukan dunia-nya, yang berupa “hard fantasy” (yaitu dimana latarnya dunia yang benar-benar terpisah dari dunia kita), terasa. Dunianya dibuat sedetil mungkin dan itu harus diapresiasi.

Negatif (brace yourself, people!):
-Karakter utamanya benar-benar menyebalkan. Ini mungkin karakter utama paling menyebalkan dari semua buku yang pernah saya baca. Nama pemeran utamanya Datan Woudward, orang yang hidupnya bisa saja lurus-lurus saja, namun dia mencari-cari masalah sendiri supaya dia bisa merasa hidup. Ada bias yang terlalu jelas yang diberikan penulis kepada pemeran utama. Datan dideskripsikan sebagai karakter OP yang tidak murah hati. Dengan kepribadian seperti itu, saya mengharapkan akan ada titik kejatuhan di hidup dia sehingga karakternya berkembang. Tapi, tidak. Karakternya stagnan. Menyebalkan dari awal sampai akhir. Dia selalu dipuji/mudah dimaafkan terlepas dari ocehan dan kelakuannya yang seperti kanak-kanak (serius, dia bicara seperti anak SD, meskipun usianya 22). Dia seperti belum punya object permanence, butuh waktu lama untuk karakter ini menyadari sesuatu yang begitu dasar (Misalnya, ya. Kalau ayahmu diculik dan diancam nyawanya, ya jangan provokasi penculiknya toh… Dia bodoh atau gimana?).

Mungkin penulisnya bermasuk membangun suspense, tapi eksekusinya kurang tepat. Karakter ini tidak punya belas kasih dan benar-benar egois. Dia tidak membunuh bukan karena belas kasih, tapi karena itu tidak sejalan dengan idealnya. Di saat dia nyaris membunuh orang, tidak ada pergolakan batin, hanya “Datan harap dia tidak mati.”

Lalu, sengaja atau tidak, Datan itu sexist. Saya nyaris berhenti membaca ketika saya tiba di bagian ketika Datan merujuk kepada Irirana menjadi “tidak sempurna lagi” ketika mengetahui Irirana adalah seorang ibu. Saya bukan seorang ibu tapi merasa benar-benar tersinggung dengan pernyataan itu. Ini bisa menyambung ke poin ke2.

-Tren di genre fantasy sekarang adalah mengedepankan karakter wanita, jadi saya penasaran bagaimana karakter wanita di novel ini. Karakter wanita yang perannya terbesar mungkin adalah Irirana, pemimpin Royan, seorang ibu, dll. Pembentukan karakter ini berantakan!
Dia diperkenalkan di sebuah momen dimana dia sedang menangisi mayat peliharaannya, tidak berdaya karena dia terkilir, menyerah pada kematian sambil menatap langit. Ini tipikal damsel and distress sekali. Tapi ternyata dia adalah pemimpin Royan yang menginagi semacam sentien kuno yang luarbiasa kuat. Lah, kalau begitu kok dia lembek sekali di momen pertamanya?
Irirana digambarkan sebagai orang yang telah hidup lama dan punya pengalaman yang banyak sekali. Namu di arc terakhir, Iriana, digambarkan menjadi damsel lagi. Tidak berdaya melihat chaos sampai HORE! Harus Datan lagi yang menyelamatkannya.

Lalu ada antagonisnya, Nymeria. Karakterisasinya lebih konsisten dari Irirana. Dia gila dan mengerikan, awalnya saya kira dia tipe karakter seperti Harley Queen. Tapi Datan mampu membuat karakter ini kehilangan kesabarannya dengan provokasi sederhana.
Saya kesal karakter-karakter perempuannya diperlakukan seperti batu loncatan untuk menunjukkan keOPan Datan.

- Penulis lebih banyak tell dibandingkan show. Narasinya terasa seperti mendengarkan orang lain yang tidak ingat-ingat amat bercerita tentang buku yang baru dibacanya. Hal yang saya suka dari fantasi adalah perasaan seperti diajak mengunjungi dunia baru, merasakannya sendiri. Nah, membaca buku ini tidak memberi saya perasaan itu.

-Ada banyak scene yang saya rasa tidak perlu. Seperti ketika Datan dan ayahnya membicarakan telekinesis yang tidak pernah kesebut lagi sampai akhir cerita.. jadi signifikansi scene itu adalah..? mungkin kalau yang dijelaskan adalah telepati atau apa namanya saya lupa, saya masih bisa terima, karena di akhir ada pay off nya. Lalu tentang Neena itu sendiri, tidak begitu dijelaskan banyak sekalipun itu HAL PERTAMA yang disebut di sinopsis. Jadi, kenapa mereka perlu bernapas di air? Apakah ada peradaban di bawah air?

-Bukan hanya itu plotholenya. Tidak dijelaskan maksud ‘tes’ Datan menjadi Royan itu apa (ketika dia bermimpi/berada di alternate reality di dalam koridor yang penuh dengan mayat itu). Kenapa tesnya seperti itu? Apa yang tidak Datan terima dari Royan karena dia menolak untuk membunuh?

Kalau excusenya ini untuk sequel, saya tidak bisa menerima. Cerita ditulis untuk menjadi cerita itu sendiri, bukan semata menjadi batu loncatan untuk sequel.



To be fair. Saya bisa lihat usaha dan kasih sayang ditumpahkan untuk membuat karya ini dan saya menghargainya. Malah, di arc terakhir, narasi dan karaterisasi dalam buku ini terasa lebih baik.
Hanya saja, hal-hal diatas terlalu kentara sampai saya tidak bisa hiraukan. Saya mendukung penulisnya untuk terus berkarya. Jika ada sequel, mohon dibenahi karakterisasinya. Adakanlah character development. Kurangilah narasi yang tidak penting. Mungkin, lebih banyak reseach dengan baca karya-karya lain untuk memperhatikan bagian mobilitas karakterisasi karakter di tengah-tengah latar fantasi.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Siobhan.
5,044 reviews595 followers
July 4, 2019
Rama Nugraha’s The Thief is a book I’m conflicted about. There were points when I was really enjoying this one, and points where I wasn’t invested in the way I’d hoped to be. It certainly kept me turning the pages, but, in the end, I opted to round my rating down. For a long time, I thought I would be giving this a three-star rating, but it wasn’t quite there to be rounded up. This, however, I believe to be a reflection of my personal preferences with books, as I’m finding it difficult with fantasy books as of late.

You see, as much as I love a good fantasy book, I feel both fantasy and science fiction are starting to read like movies. There is nothing wrong with this, but I’m not crazy about the witty one-liners and attempts at humour that are occurring during big scenes. The odd comment here and there is fine, but I feel a lot of fantasy is starting to read like a Marvel movie. I love a good Marvel movie, but it’s not what I’m looking for in books.

However, this is a really popular thing right now and I’m seeing it a lot. The characters are interjecting levity at the most unexpected of scenes, and people seem to be crazy about this kind of storytelling. Hence, my rating of this book is a reflection of my current feelings towards the trend in fantasy. The Thief does not take this to the extreme that a lot of books do, but we erred a bit too close and it had me rounding my rating down.

For people that enjoy such storytelling, The Thief has a lot of what fans love in fantasy. There are plenty of things throughout this book for fans to follow, plenty of storylines for them to enjoy. I did not understand the world as well as I would have liked, but what I did understand was interesting. Moreover, my lack of understanding on certain points didn’t lessen my ability to follow the story. It was a desire for a better understanding, not a hinderance. Plus, with so many interesting points to follow my desire for a better understanding fell into the background.

That being said, whilst there were plenty of interesting points to follow, there were times when I thought things moved a bit slowly. I’m a big fan of endless action, and there were times when we had information dumps rather than the story moving forward. Again, however, this is down to personal preference. There is no doubt there is a lot in this story, with plenty of answers needed in the future books, which I’m sure many will enjoy.

I can certainly see fans of fantasy enjoying this one, but for me it didn’t quite match with my tastes.
Author 3 books29 followers
November 19, 2017
OK, Ringkasan ceritanya - dengan spoiler (tapi limit spoiler itu relatif ya tiap orang, jadi baca dengan kebijakan sendiri) - seperti ini:

Datan Woudward terobsesi menjadi salah satu anggota Persaudaran Royan sejak kejadian di masa kecilnya melihat anggota Royan bernama Ana. Persaudaraan Royan adalah sekumpulan penjahat berbayar, artinya, kamu bisa meminta mereka mencuri atau membunuh dengan sejumlah uang. Cita-cita Datan yang satu ini ditentang keras oleh ayahnya dan bibinya, Fira. Tapi Datan terus maju mewujudkan cita-citanya. Long story short, Datan masuk ke dalam Persaudaran Royan setelah melewati serangkaian tes, lalu mendapat misi pertamanya untuk mencuri Permata Zu. Permata ini punya sejarahnya, misterius, legendaris, hella valuable. Tapi dalam menjalankan misinya, Datan bentrok dengan orang lain, seorang wanita sosiopath yang kemampuannya lebih tinggi dari Datan. Sementara itu, kota tempat Datan mencuri, dilanda wabah aneh yang membunuh tiap orang dalam hitungan hari. Wanita sosiopath ini tetiba tertarik pada Datan yang memiliki ras langka, Ingra, dan dia melakukan sesuatu pada Datan. Akhirnya, misi pertama Datan hancur berantakan. Wanita ini kemudian bergerak menjalankan rencananya dengan menculik ayah Datan. Datan pun kalut dan segera berangkat menyelamatkan ayahnya, sementara itu wabah menyebar ke kota-kota lain. Tapi wanita sosiopath itu sayangnya hanya menggunakan ayahnya sebagai pancingan, dia menginginkan Datan untuk rencana besarnya, membangkitkan entitas kuno yang tertidur di Dunia Bawah.

Nah sepertinya malah spoiler? iya deh ntar disembunyikan reviewnya. Tapi sebenarnya gak juga karena plot di atas itu diceritakan dengan datar. Sama sekali tidak ada naik-turunnya, klimaks pun terasa hambar, kalau bukan mengesalkan.

Alright, here we go..
1. World Building super kece. Disebut Tanah Selatan Sarayan, bentuknya seperti Pulau Sumatera tapi ukurannya mini, keknya sih cuma bagian utaranya doang. Penulisnya mencampur sedikit istilah-istilah dan nama tempat dengan dunia nyata. Seperti Borneo dan tempat lain. Detail budaya, ras (ada neena, ingra, urgut, marra, el essa, haedin, dll, semuanya manusia tapi dengan ciri khas fisik dan keunggulan masing-masing), spesies tumbuhan dan hewan yang disebut dengan nama lain tapi kita bisa tau referensinya apa misalnya Rukh (burung rajawali/elang raksasa), Ludaj (king kong), nameer (mirip naga), dll, kepercayaan monoteisme yang disebut dengan nama Unum, jinnya yang disebut Anag, nama-nama tokoh yang unik dan mudah diingat, sistem Persaudaraan yang cukup unik. Sejarah tentang dunia itu pun ada disebutkan sedikit. Jadi menurut saya, ini sudah solid sekali untuk sebuah kisah epik fantasi. Bahkan ada teknologi gerigi yang lumayan detail dituliskan. Jadi untuk ini saya mau kasih 4/5 atau 8,5/10. Keren. Banget.

2. Plot ceritanya pun oke punya. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas (dengan mengurangi detail-detail), plot itu terasa solid juga. Bagus! Pasti penulisnya bikin kerangka cerita dan sebisa mungkin konsisten dengan kerangka itu. TAPI, gaya penulisannya yang serba tahu jadi membuat alur ceritanya berjalan datar, nggak ada naik-turunnya, bahkan bagian klimaksnya pun yang seharusnya seru jadi mengesalkan. Tokoh wanita sosiopath yang saya sebut di atas, jadi terkesan lenjeh di bagian akhir. Dan tokoh utamanya luar biasa mengesalkan. That's my pet peeve, kalau saya tidak bisa merasa konek atau bersimpati dengan tokoh utamanya, mengerti motivasi2nya, menyetujui keputusan-keputusannya, buku itu tidak layak dibaca. Jadi untuk plot saya kasih rating 3/5 atau 6.5/10. Like I said, kerangkanya udah ok, but percakapannya bikin sakit kepala.

3. Tokoh utama yang dislikeable. Tokoh utamanya, Datan, sepertinya mau dibuat anti-hero, terbukti dari keinginannya untuk mencuri, mencari kejayaan sebagai pencuri, dan menolak diminta menyelamatkan dunia. Beda kan dari trope kisah yang biasanya? Tapi Datan Woudward membuat saya tidak peduli dengannya dan ada baiknya jika dia tidak ada. Segala tingkah lakunya penuh dengan kebodohan, kalimat-kalimatnya bagai anak berumur 13 tahun padahal ceritanya dia sudah 22 tahun. Dia juga sok tahu, sok berani, sok gagah, sok cakep, sok pinter, sok jago. Entah jika penulisnya memang berniat pembaca membenci Datan dengan menunjukkan sifat-sifat kekanakan seperti itu. Kalau iya, dia berhasil. Gak cuma dia, ada beberapa tokoh lain yang ampun tololnya, padahal harusnya senior yang jago berantem dan sudah makan asem garem. Serbuan nama-nama tokoh yang cuma sekali nongol juga nggak membantu membuat ceritanya lebih baik. Latar belakang si wanita sosiopath yang dimuntahkan pada bab-bab terakhir juga bukan strategi yang baik. Kenapa tidak diperlihatkan saja, kan Datan punya kemampuan baru itu, kenapa diberitahu seakan sedang monolog? Too much tell, little show. Karena itu untuk karakterisasi ini saya memberi rating 2/5 atau 4/10. (Actually ada beberapa adegan ketololan ini yang mungkin nampak lucu kalau dibuat versi komik).

4. Plot hole. Yang pertama ada langsung di bab pertama. Datan berumur 7 tahun terjungkal dari gendongan ayahnya yang pingsan atau jatuh tertidur bersama banyak penduduk lain, kecuali Datan. Dan pelaku yang membuat orang-orang tertidur, Royan bernama Ana. Uaneh, kenapa cuma Datan yang masih sadar? Padahal di bab selnajutnya, ketika Datan diberitahu tentang persenjataan Royan yang salah satunya adalah efek penidur itu dalam radius 100meter, Datan mesti menggunakan obat penawar yang harus dikonsumsi 2 jam sebelumnya. Trus, kenapa di awal dia bisa tetap bangun? Tidak ada penjelasannya. Lalu kedua, saya penasaran dengan sistem Persaudaraan Royan ini. Sekilas mirip sistem guild di RPG, dimana orang-orang dari berbagai kalangan dengan beragam kemampuan bergabung ke guild untuk menjadi orang bayaran, entah itu untuk memburu sesuatu, mencuri sesuatu, atau membunuh. Intinya, Royan ini kelompok kriminal, punya kode moral yang cukup terhormat dan bahkan tersohor, punya seragam sendiri, markasnya ada di pulau sendiri, tak tersentuh dengan politik dan kekuasaan raja manapun. Mereka melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi seperti ninja, dilarang terlihat. Tapi semua orang tahu lokasi markas persaudaraan. Saya langsung membandingkannya dengan para ninja. Ninjas, everybody, menyembunyikan markas mereka, dan kedisiplinan yang ngga main-main. Kalau melanggar perintah atau bersikap kurang ajar pada atasan, akan langsung dibuang dari grup dengan cara2 yakuza. Sementara Royan ini serasa grup maian-main, yang santai, dan memberi begitu banyak kemudahan pada tokoh utama. Membuat saya tidak merasa perjuangannya sama sekali. Oke, Royan bukan Ninja. I have to accept that. Selain itu Royan sebenarnya ada keunikannya yang fantastis. Tiap anggotanya mendapat berkat dari Roh Malam, Arkaiyan, agar memiliki kemampuan berbaur dengan malam dan gelap, ini merupakan kontrak darah (kalau tidak salah). Datan tidak mengikat kontrak dengan Arkaiyan. Tapi dalam buku, tidak disebutkan perbedaannya. Sayang sekali, padahal itu bisa menarik.

.....

Panjang ya....

Meski banyak omelan dan kritikan, saya tetap punya harapan tinggi untuk Kisah Tiga Dunia dan penulisnya, you have it! It's there! You just need to polish it more. Saya pernah membaca versi draft yang hanya 200an halaman, dan yang ini memang sudah jauh lebih baik, sudah terasa matang. Seandainya percakapannya dibuat lebih menarik. Seandainya lebih banyak show daripada tell.

Semoga review ini bisa berguna dan nggak menurunkan semangat penulis :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nanaku.
155 reviews9 followers
October 18, 2016
Buku fantasi yang dikemas dengan sangat rapi. Buku ini membawa kita berimajinasi ke dunia yang begitu berbeda. Full imajinasi, keren, sangat jarang ditemui di Indonesia buku fantasi yang benar-benar matang seperti buku ini.
Profile Image for veyninda.
152 reviews9 followers
June 23, 2022
Lagi ngebut baca wkwkwk, selesain ini juga setelah sekian lama berhenti. Fantasi lokal feels like terjemahan wkwkwk. Sayang taste of romancenya dikit banget yang bikin buku ini agak hambar, sisanya Ok semua kok 🥰
Profile Image for Euphatorium11.
86 reviews
November 14, 2020
Mengapa karakter Datan Woùdward disini tidak berubah? Cukup disayangkan. Tapi untungnya diimbangi dengan villain yg malah lebih kejam dan psycho lagi dibandingkan Datan 😂. Ditunggu untuk cerita petualangan Datan di dunia bawah 👍👍
Profile Image for Putu Restu.
42 reviews4 followers
August 5, 2020
Fantasi lokal rasa luar negeri, yap itulah deskripsi yg pas untuk buku ini. Membacanya seperti baca buku terjemahan aja, soalnya jarang banget aku nemu penulis lokal yg bisa menulis fantasi sebagus ini.

Novel ini bercerita tentang Datan yg terobsesi untuk mejadi seorang Royan selepas pertemuannya dengan Ana di sebuah pasar malam. Sebuah kegilaan yg aneh sebab Royan sendiri bukanlah perkumpulan yg baik2. Pekerjaan mereka mencuri! Ya, mencuri dan membunuh. Tentu saja keinginan Datan ditolak oleh Bibi Fira.

Namun karena obsesinya yg sangat tinggi, Ayahnya pun melatih Datan dengan serius. Ia merasa keinginan anaknya begitu bergelora dan tidak bisa dibendung. Datan merasa menjadi seorang Royan adalah takdirnya. Melalui berbagai pelatihan, Datan pun berhasil menjadi seorang Royan, nah dari sinilah petualangannya berawal.

Tugasnya pertamanya sebagai seorang Royan ternyata tidak semudah yg ia bayangkan. Ia bertemu dengan Nymeria yg terus mempermainkan Datan. Pertemuannya dengan Nymeria ternyata tidak sesederhana itu, Nymeria justru membawa Datan pada sebuah peristiwa kehilangan yg membuat dirinya mendendam. Demi mengejar Nymeria, Datan pun pergi ke Dunia Bawah yg belum pernah dia datangi sebelumnya. Nah, petualangan Datan yg sesungguhnya pun dimulai!
~
Kayaknya udah bosen ya kalau denger terkait world building yg bagus di novel ini. Kali ini aku ingin menggali sisi yg lain deh. Ada nggak yg ngeh kalau pengembangan karakter di novel ini cakep banget? Cara penulis membangun tokoh-tokohnya itu keren menurutku. Selalu ada kekhasan dari masing2 tokohnya. Mulai dari Irirana yg cantik dan memiliki wangi vanili, Pollo yg demen masak dan mengkoleksi patung, Kanas yg sepertinya suka sama Irirana(?) dan Nymeria yg suka mempermainkan Datan.

Aku suka dengan alur yg disajikan buku ini. Petualangan Datan tergambar dengan jelas dan mudah dinikmati. Namun, mungkin karena dibuat berseri, konfliknya kerasa kruang srek aja. Tapi sumpah bikin penasaran banget sama lanjutannya. Siapa sih Nymeria sebenarnya? Atau Dunia Bawah itu rupanya kayak apa ya?
So nggak sabar banget tuu nunggu buku keduanya..
Profile Image for Ardina Alth Mora.
489 reviews16 followers
June 22, 2020
📚Ini kali pertama ku baca buku fantasi penulis indonesia dan benar saja aku menyelesaikan bacaan buku ini cepat sekali rasanya😅. Sampe mikir kok udah selesai🤔.
.
📚Tiga dunia si pencuri ini mengisahkan seorang anak laki” bernama Datan Woudward yg begitu terobsesi menjadi Royan yg dikenal sebagai kawanan pelanggar hukum yg sering berbuat sesuka hati, kriminal, pencuri, pembunuh. Datan adalah seorang kaum Ingra, kaum yg langka dan dianggap bawa perubahan. Dia seorang anak piatu yg tinggal bersama ayahnya di negri Tomero. Keinginan Datan menjadi Royan begitu menggebu” sempat ditolak ayahnya sampai Datan berulah kelewat batas membuat Datan keluar masuk penjara, di kejar” keamanan.
.
📚Setelah ayahnya mengizinkan Datan menjadi Royan dan melatihnya dengan begitu keras. Hingga akhirnya Datan menjadi Royan dan melaksanakan tugas pertamanya sebagai Royan dan bertemu dengan seorang wanita bernama Nymeria. Dan Datan berhasil melakukan tugasnya tetapi persaudaraan Royan dituduh sebagai pembunuh berdarah dingin akibat fitnah yg disebarkan Nymeria atas pembunuhan yg dilakukannya. Ditambah wabah penyakit dimana” dan ayahnya diculik Nymeria.
.
📚Penulis begitu luar biasa menggambarkan tiap negri terutama Tiga Dunia dan nama makhluk dan tumbuhan fantasinya yg aneh dan unik 😄 seperti tumbuhan Yeklip, Kera Ludaj, burung Urtaya. Penulis menceritakannya begitu detail hingga kita dibuat punya fantasi sendiri. Dan buat aku ceritanya tidak membosankan malah seru 🥰. Hanya aku kurang suka dengan Kahisar Irirana 🤔. Sebagai pimpinan persaudaraan Royan terlalu lemah dan cengen menurutku, meski dia wanita tapi tidak harus lemah juga. Apa lagi dia memimpin, bisa tetap canti, lembut tapi tangguh 🥰. Selebihnya ceritanya benar” menarik dan seru buat aku.
Profile Image for Sinta Nisfuanna.
1,034 reviews64 followers
December 1, 2018
Perjalanan Datan mengejar Nymeria yang menculik ayahnya, memperlihatkan semakin jelas petaka yang sedang melanda dunia. Sebuah epidemi, wabah penyakit yang tiba-tiba menyebabkan kondisi penduduk melemah dan terserang halusinasi.

Pertemuan dengan Nymeria ternyata menambah misteri, ketika dia mengatakan masih akan ada lagi petaka jika Datan tidak bersedia bergabung dengan Nymeria, untuk membunuh 'keluarganya'. Juga, menerbitkan tanda tanya, siapa sebenarnya lawan dan kawan.

Setelah menamatkan novel ini, yang aku rasakan, seperti membaca bagian 'perkenalan', benar-benar masih menyisakan banyak pertanyaan. Bahkan, sejauh ingatanku tidak ada sub-alur (istilahnya benar gak?) yang terselesaikan. Tapi, pertarungannya cukup seru karena menurutku, penulis berhasil menggambarkan detail aksinya.

Karakter yang konsisten dalam novel adalah Datan, dengan gaya pemberontaknya, dan Nymeria, karakter psiko yang suka mencium bau darah. Sedangkan, tokoh pendukung utama lainnya masih terasa membingungkan. Semisal, Kanas yang sebelumnya di kepalaku tergambar sebagai karakter yang penuh perhitungan, tiba-tiba terjun ke laut untuk melawan seekor Hunig, tapi begitu sampai di bawah laut malah tidak tahu akan melakukan apa, kok jadi gegabah (tertular Datan-kah? hehehe...)

Terlepas dari kekurangannya, sangat mengapresiasi keberhasilan Mas Rama menuangkan imajinasi dunia fantasinya dan menerbitkan rasa penasaran untuk membaca kelanjutan perjalanan Datan.
Profile Image for Riziq Fauqi.
82 reviews3 followers
June 30, 2020
Demi Unum (Yang gak tau apa itu Unum, coba dibaca deh buku ini hehe), aku masih gak nyangka kalau buku ini karya penulis Indonesia 😍. Penulis berhasil menciptakan world building yang sangat fantastis. Tokoh serta karakter yang ada di buku ini juga gak kalah mengesankan. Setiap detail yang digambarkan telah berhasil memainkan pikiran fantasiku. Setiap kali baca buku ini selalu terlintas dalam pikiranku kayak "Ini beneran karya penulis Indonesia?". Gaya penulisan yang easy reading serta penggunaan kalimat yang anti mainstream ini lah yang bikin aku sebagai pembaca merasa speechless 😍. Awalnya aku kira bakalan menghabiskan waktu seminggu untuk membaca Epic Fantasi setebal 580 halaman. Ternyata gak butuh waktu lama untuk segera menyelesaikannya. Aku suka banget sama setiap pertarungan yang ada di buku ini. Aku ngerasa kayak penulis tuh gak tanggung-tanggung gitu loh dalam menceritakan kejadian pertarungannya. Ending ceritanya juga berhasil bikin penasaran akan suasana penggambaran dunia berikutnya hehe.. Oiya, Gak tau kenapa aku lebih suka tokoh antagonis, Nymeria ketimbang tokoh utama, Datan. Hehee..
.
Aku kasih rating 4⭐ buat buku ini, kenapa gak 5? Karena aku masih sedikit bingung dengan penambahan karakter yang ada dibuku ini. Juga kemunculan nama-nama baru yang agak bikin aku bingung, walaupun at last penulis bakalan menjelaskan lebih lanjut dari nama-nama dan tokoh tersebut.
Profile Image for Orinthia Lee.
Author 12 books123 followers
October 10, 2020
Sayang sekali tampaknya buku ini tidak cocok denganku. Bintang dua kusematkan karena buku ini menurutku oke dan menjanjikan. Aku suka sekali dengan gaya penceritaannya, juga bagaimana penulis mendeskripsikan dunianya. Pada bagian itu sangat menarik. Tetapi aku pribadi sejak awal tidak bisa menyukai Datan, si tokoh utama. Hal ini yang membuatku pada akhirnya memutuskan untuk berhenti membaca begitu menamatkan bab 7 karena aku sudah memasuki tahap membenci Datan.

Aku tidak ingin menghabiskan waktu membaca 580 halaman sambil marah-marah dengan kelakuan Datan (aku lihat di review lain, sampai akhir Datan konsisten dengan sifat menyebalkannya dan tidak ada perkembangan karakter). Terima kasih karena sudah memberi aku kesempatan untuk membaca buku ini.

Apabila kamu tertarik mengadopsi buku ini, silakan layangkan pesan ke inboxku. Selain harus beneran dibaca dan direview, kamu cukup bayar ongkos kirim saja nanti aku kirim buku ini ke kamu. Siapa tahu buku ini lebih berjodoh denganmu. ^^
Profile Image for Truly.
2,769 reviews13 followers
January 9, 2018
Mendapat versi lain eh versi disempurnakan tepatnya.
Untuk seorang pemain baru (halah gaya bener ^_^), maksudnya untuk yang belum menghasilkan buku banyak, Rama cukup mampu membuat karya yang tak termasuk dalam daftar buku Panadol. Betul masih banyak kekurangan, tapi ada juga kelebihannya.
Kembali, semuanya tergantung dari sudut mana pembaca menilai.
Saya sih lumayan bisa menerima. Tapi ya sesuai tradisi, sebelum buku selanjutnya muncul, bintang 3 alias cukup sepertinya layak.

Jadi, kapan buku selanjutnya?

http://trulyrudiono.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Raureif.
9 reviews1 follower
August 26, 2020
Kisah fantasi lokal yang sangat menakjubkan. Aku tidak sabar menunggu kelanjutan buku keduanya yang hendak terbit. Buku ini membuat rasa penasaran untuk menyelesaikan buku semakin tinggi.

Datan ketika berusia 7 tahun dan bertemu dengan sosok Ana, hingga berambisi menjadi seorang Royan. Kak Rama menuliskan setiap alur secara detail, saking detailnya terasa lama untuk menyelesaikan konflik. Dan banyak hal yang menjadikan cerita ini menggantung, banyak yang disembunyikan. Sepertinya akan dijelaskan di buku keduanya.
Profile Image for Yuki.
39 reviews6 followers
November 2, 2020
Datan ini rada ngeselin karena dia tuh nyolot banget. Yah, maklum sih anak muda.
Tapi yang bikin keren ya dari kenyolotannya itu impian dia untuk bergabung dengan Persaudaraan Royan terkabul! Itu yang paling penting kan. So, dont give up harus tangguh seperti Datan. :3
3* untuk ceritanya, dan 4* untuk kaver bukunya yang unik dan cakep. xD
Profile Image for hizkiarioo.
9 reviews1 follower
October 22, 2023
another level of fantasy. gaya diksinya lumayan unik tapi tetap mudah dipahami. the ending?? hmm idk, apakah novel ini ada prequel, sequel, atau spinoff-nya. yang jelas, butuh kelanjutan ceritanya, entah itu datan, irirana, atau nymeria. karena menurutku terlalu gantung untuk stand alone book 😭😭 dan bukan yang open ending juga
1 review
August 10, 2025
buku ini menurut saya bagus banget, saya gatau kenapa ngerasa buku ini bagus banget, tapi yang bikin aku paling penasaran adalah ; author nya kemana? mana lanjutan buku nya? apakah baru menerbitkan 1 buku? kenapa gaada kabar dari author? saya ga pernah liat author ini dibahas di google atau media sosial mana pun, pls let me know
Profile Image for Irma Nurhayati.
138 reviews4 followers
July 5, 2020
Novel high fantasy pertama yang membuat aku jatuh cinta dan ingin merambah ke novel fantasy lainnya. Terlebih lagi yang nulis orang Indonesia. Bener-bener ga di sangka world buildingnya tercipta sempurna.
Profile Image for dellarsd.
87 reviews3 followers
October 30, 2021
after few few months, finally finished!!
Fantasi lokal rasa terjemahan. Epik banget, dunia yang sangat beda dengan dunia kita, siapkan imajinasi kalian.
Profile Image for Rian Widagdo.
Author 1 book20 followers
December 31, 2021
- Sampul : 5/5
- Judul : 1/5
- Pembuka : 1/5
- Cerita : 1/5
- Penceritaan : 1/5
- Bahasa : 1/5
- Penutup : 1/5
- Layout : 3/5
- Blurb : 4/5

TOTAL : 2/5

*Rekomendasi : 1/5
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.