Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mr. & Mrs. Liar

Rate this book
Oleh sebab cintanya kepada Hani terkandas kerana Kamil, Putra menyepi sekian lama tanpa didampingi wanita. Sehinggalah dia bertemu dengan Tania, adik angkat a.k.a. sepupu kepada Kamil yang pernah menjadi racun dalam hubungan cintanya dahulu. Lalu dia mendapatkan gadis itu dengan tipu daya.

Anehnya, kerap kali lelaki menipu wanita untuk mengecewakan. Ironinya Putra menggunakan penipuan untuk mengikat Tania kepadanya. Watak lelaki jahat terus dimainkan untuk melihat sejauh mana tipu daya Tania kepadanya pula. Walaupun tahu Tania berpura-pura, dia nekad mahu memiliki gadis itu biarpun tanpa restu bapanya. Ada sebabnya!

“Bukan you yang jahat. I yang jahat selama ni.” – Tania
“Give me the knife, baby. I tak marah. I tak sengaja, sayang.” – Putra

Tania pernah melalui kisah hitam menderita penyakit PTSD. Sakit yang turut didorong oleh didikan Puan Sri Karmila, ibu Kamil. Memori bapa kandung membunuh ibu kandungnya bukan mudah untuk dipadamkan. Tetapi menjalani hidup bersama Putra, hidup Tania berubah. Dia bahagia!

‘I’m going to take shower. If you play with my underwear again, you aren’t getting any of my pancakes for breakfast. I’m serious, Putra. It wasn’t funny! ’- Tania
“Manalah I tahu. Itu tak macam seluar dalam pun. Selalunya seluar dalam you… err. Apa namanya tu?” – Putra

Hidup sebagai suami isteri telah menggembirakan Tania. Tetapi ada yang belum selesai. Hani muncul dalam hidup Putra bersama Daniel. Daniel, anak kandung Hani membuka rahsia besar tentang Kamil dan Putra. Apakah rahsia itu?
Rentetan kisah lalu orang lain, mereka berempat yang mengutip hasilnya. Duka! Sengketa demi sengketa membuatkan mereka terpaksa berpaut kuat antara satu sama lain agar tidak terpisah.

Mr. & Mrs. Liar… mereka tenggelam di celahan tipu daya. Bersama-sama mereka berusaha melepasi ranjaunya!

617 pages, Paperback

First published April 1, 2018

2 people are currently reading
45 people want to read

About the author

Fazlyn Ridz

11 books51 followers
Juga dikenali sebagai Adnil Zaff

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
23 (31%)
4 stars
35 (47%)
3 stars
12 (16%)
2 stars
2 (2%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 15 of 15 reviews
Profile Image for Nonieღserenity2bliss.
2,029 reviews377 followers
March 25, 2019
Announcement before review: N nak jual buku ni for RM14. Pada sesiapa yang berminat, boleh PM.

Pada mulanya N tak dapat nak tangkap sangat tajuk novel ni sebab nak kata kedua-dua watak ni penipu, N rasa tak besar mana lar penipuan dorang ni.

But as the story progresses and semakin ramai watak mula diberi perhatian, baru lah N faham.

Pada pendapat N, Mr. & Mrs. Liar ni bukan saja dirujuk kepada Putra dan Tania tapi SEMUA PASANGAN dalam hidup mereka. SEMUA PASANGAN dalam cerita ni. Kalau tak dua-dua ada rahsia, salah seorang dari pasangan itu ada something to hide. Ada saja rahsia yang disembunyi yang akhirnya memakan diri sendiri. Watak yang N rasa macam baik pun, rupa-rupanya taklah sebaik mana.

To me, that is what makes this story unique and interesting. Initially, N macam a bit tak suka bila tiba-tiba kisah Kamin dan Hani start menjadi fokus. But hey, it turns out, their story is just as interesting if not more, than kisah Putra dan Tania. Usually N tak suka bila tiba-tiba ada secondary yang menyelit and story dah tukar fokus. But in this case, it works sebab semuanya bersangkut-paut and everything makes sense.
Profile Image for  Kak Zie.
370 reviews60 followers
October 20, 2018
Cerita ni banyak memainkan emosi. Geram ada, marah ada, keliru ada, sedih ada, lawakpun ya jugak.

Hero-hero dalam kisah ni sengal jugak. Sama macam hero penulis dalam novel beliau yang lain. Dalam pada dok perengus, pemarah, cemburu, sado, berjawatan tinggi, tapi kesengalan mereka tetap ada. Tu yang kadang-kadang terketawa tanpa sengaja. Haha.
Profile Image for Ogy Yusof.
Author 12 books107 followers
September 18, 2019
agak santai compare dengan karya puan penulis Fazlyn Ridz yang lain. tapi masih sangat sedap dibaca.

kisah kemelut keluarga yang utama. pengkhianatan dan kejujuran perkara utama yang membentuk sebuah kisah yang menarik. bagaimana kamil dan putra sekian lama berseteru atas sikap kamil sendiri. hani dengan kisah lampau yang buat dia kuat tempuh perjalanan kehidupan dan tania yang bangkit dari segala jenis masalah yang menghurungnya.

manusia. memang takkan dapat lari dari kesilapan. tapi manusia juga adakala suka menempah bahana. bila kesilapan dah terjadi baru nak rasa menyesal. hubungan keluarga terutama dengan ibu tak boleh dipandang enteng.

bagaimana putra dan tania menghadapi gelagat orang tua mereka dan bagaimana kamil menebus kesalahan. watak puan sri karmila dan tan sri zainuddin bagi akak yang menggerakkan keseluruhannya. tanpa ulah mereka, yang lain takkan jadi cerita. serius, akak suka jalinan antara kamil dan putra dan bagaimana mereka melalui dan menikmati kehidupan bersama walau sedikit lewat.
Profile Image for Hazi.
108 reviews6 followers
December 27, 2023
cw / tw: sexual assault, PTSD, self harm, minor character death, (very much) sexual innuendos / jokes.

CHILDREN, STAY AWAY FROM THIS BOOK BECAUSE I BELIEVE IT WILL BE INAPPROPRIATE FOR YOU TO READ.

This will be a long rant with full on spoilers.

The story is about Tania who has her life fully controlled by her aunt to seduce their company's rival's son, Putra. Upon their first meeting at the club, she fell unconscious and Putra acted as if he had touched her, and faked the entire thing to seduce and keep in touch with her, she was terrified and traumatised, but she couldn't stay away from him due to her family's pressure. Eventually, Tania has felt that she has been shackled and used by her family's demands - tried to please them, by marrying Putra without her family's knowledge, and that is by using a lie that has never even happened. This causes strain for their relationship, as well as the rivalry and vengeance to worsen out between the two families.

On another hand, there's Hani, an unmarried single mother that has a past relationship with Putra, as well as Kamil (Tania's brother). Kamil apparently was the main cause to all of Hani's pain. Despite all of the pain, she secretly has been waiting for responsibility from those that should be responsible for her and her son throughout years, and it is all with the thought for her son's wellbeing.

This story is a full on drama romance with various different stories being mixed within.

---

Okay, to be quite frank, I'm absolutely disappointed with how this story went. I personally thought of an entirely different thing and received an entirely different thing by the end of my reading. Mainly, the values shown in the story don't match up with my own personal values and they do upset me.

• Firstly, ini sebuah pesanan buat kamu semua — if you ever caught yourself in a situation where someone dragged you in bed while you're unconscious and touched you without consent, that's rape / sexual assault. If they thought the incident was nothing and dismissed your stress and went over your boundaries, that's harassment. And if they 'love-bombed' you with sweet words, or another blackmail you, that's a manipulative jerk. Please get yourself help and stay away from such people. Please take care.

• So, I hate that the story really had to go to the sexual assault to marriage convenience. Despite the lies, it's still morally wrong, dan niat lansung tak menghalalkan cara. And what frustrates me is how 'that act' is actually something that was done by another person in the story to another person, and it's so dumb that Putra almost commit to the same thing on Tania out of revenge, when he himself thought it was wrong?

The dismissal of these things then downplaying the crimes in this story is completely frustrating to read, they lie, confessed, make stupid jokes, and suddenly the issue got dropped easily like that?

I'm so pissed when the ML was like "I did all of it sebab I didn't know she has psychological sickness", like he's not even sorry mainly for causing trauma on another person, mun nya sikda psychological problems pun, trauma could triggered by anyone kot.

In correlation, from the start, I honestly couldn't see the sincerity of Putra's 24/7 sweet talk and 'love' as it was never shown when exactly he started to have a change of heart, nor does he actually means any of them? — it's only at half point of the book only then I was able to fully see the sincerity of his love towards Tania, especially when he backs her up. Tapi honestly till the end, I still doesn't understand how his love blooms for Tania. Nya tiba-tiba, terlampau tiba-tiba kata cinta dicurahkan tanpa hentu, tapi as a reader lansung tak jelas macam mana cinta ya tiba tiba berputik. Sebab he knows she's lying kan, and they never know one another, semua tiba-tiba jak and I simply don't get him

• Too many sexual innuendos and jokes for my liking, they're so unnecessary kot. Everytime hantar pergi kerja, tiba tiba ada jak the suami 'steam', makan pun tiba tiba the entire buah dada perempuan terkeluar lah apa (yes, that happened), belum lagik the unfunny underwear jokes yang sik lawak pun, then ada the weird sexual commentary from a Tok Kadi, and there's so much more kot. Cam, what even is the point for all of these bah? Nak padah romantik, they're not, nak padah lucu, it's not.

• I hate how easily they spoke about mental health issues and revealing other people's pain easily like that. And that time when Tania was so terrified of Putra himself as if he has never done anything wrong (even if he never actually done it), he still causes trauma on her. And the way he forces her to talk about her trauma left a bitter taste in my mouth.

• 170+ pages in, after the most stressful and traumatic things going on, tiba tiba this story from time to time turned into a semi-comedy yang sik kenak tekak saya tok. Like I've read romcom with topic that discussed very serious issues before, but they're done nicely and the comedy aspects memang jelas awal awal dah ada, dan the serious topic diselit sekali kena dengan keadaan. Bukannya initially memang ketengah isu rogol, isu abuse, isu manipulation, isu mental health, then tiba tiba jak jadi komedi. I'm not saying that kita hidup tok serious 24/7, but the comedic aspect sometimes memang terasa terlalu dipaksa dalam cerita tok, more than a single scene bah — for instance, again, the ongoing berpanjangan talk pasal underwear joke, yang unnecessary terus dengan cerita? Cam are we that dumb gilak kah sik dapat beza berapa seluar dalam ada getah dengan sapu tangan? I don't quite get it.

• Way too many filler in the plot — 600+ pages kot cerita tok, just focus on what's matter lah, bukan nya lot of pee-pee announcement and horny moments. Dah kelak tiba tiba melancong lah, polah ya polah tok, and the scenes that totally unnecessary lah toward the plot. Truthfully speaking, rasanya 1/3 of the stuff in the story is totally unnecessary to the plot, yes that includes the entire thing regarding their goal to make Kamil confessed on his feelings. Pergi KTV lah, fake engagement lah, dudi tek semua sik function terus sebab what pushes him instead is someone dying. I was exhausted okay.

In addition, most of the things going on between Putra and Tania were driven by their family issues, tapi entahlah, all of them are way too predictable and awfully cliche (ye even the entire thing about Putra's father and Tania's aunt).

• The story is all over the place honestly, and I didn't like how it went from supposedly Tania and Putra's story, jadi cerita pasal Hani and Kamil. Like my expectations was it being a story about overcoming trauma and focusing on mental health topics / the PTSD, tapi topic was brought up as if it was only there for a background story with less importance. Agak disappointed lah, sebab I thought the focus might be about that the very list, tapi awal awal cerita dah mental health topics tok dah di dropped of macam ya ajak. Closure pasal Tania and her trauma, either the one related to her father or what Putera has previously done, pun was never been properly written.

Usually we hear 'series of unfortunate events', but this one, it's an 'entire series of bunch of event'. It's up to the point, all of these events that came out of nowhere memang terasa yang ianya diletakkan hanya sebagai drama sahaja. Correlation dengan watak-watak utama juga agak lemah because these events totally doesn't provide anything to their character development and such.

• Exposition of plot and story done in a way I personally doesn't like — in a way where every information were simply layed out in the open, dropped off out of nowhere, without making us readers berteka-teki or thinking for ourselves. The fact that the stories have way too many layer of stories within itself, it became boring for myself when things were suddenly thrown to me over and over again, sebab no hints beforehand, nothing, and I couldn't get myself interested with the plot itself and the progression. For instance the way Tania's PTSD was revealed by other people, the same with Kamil's son and the resemblance of them, semua orang lain yang freely cakap to the characters, bukan nya the characters themselves yang ada 'syak wasangka' sendiri. It's just a bunch of plot convenience juak.

• How Putra's father and Tania's treated her was so briefly shown in the story that I could barely ever feel for her whenever she shows how scared and traumatized she was? This was only told in a manner of third person or briefly in dialogues and I found it super inefficient in a book storytelling. Especially masa the kahwin scene, when it was simply presented that the man allegedly hated Tania, but it was never presented how exactly he's been acting upon her? It was showed that she's terrified, what what he has done or his hatred was never really shown. Sampai lah 3/4 of the story rasanya, baruk lah kena tunjuk betul betul how terrible that man it. Terlalu lambat bah untuk tunjuk semua ya.

• This is just me voicing out my anger lol, tapi semua lelaki- semua lah watak lelaki dewasa dalam cerita tok, semua sampah. Dari watak utama, watak bapak bapak semua, watak sampingan sekecik kuman pun, semua sampah. I could write entire essay over how awful and misogynistic the men were in the story, biar dah berubah, tapi semua tetap terok. Nak utama semua gatal bernafsu sik bertempat, sama jak lah dengan orang tua bapak sidak nya, tua tua curang rasa dirik bagus gilak, pukul rata semua keturunan perempuan yang khilaf sikit alu sampah, tapi anak merogol orang sikpa, perempuan salah sikit sampe bila bila didendam. Dak watak sampingan pula mulut tempayan siap geli dengan ibu tunggal, just for being a single mother? And bapak Hani frustrated me the most, hanya sebab imej di kampung tercalar, sebagai seorang bapak yang patutnya jaga anak perempuan yang bergelar ibu tunggal dan jaga hak mereka, tapi dibuang dihina okeh bapak sendiri, dahya kelak for some reason bawak hal agama, tapi perbuatan buang anak bercanggah dengan agama sendiri, lepas ya cakap cucu sendiri dibenci, dahya anak dilabel perempuan teruk sedangkan anak mangsa sexual assault kot? Marah lah.

• The best characters in the story is probably Hanina, Putra's mother, and Tania's Wan (aunt). Totally love them and their characteristics.

• One thing I'd praises this story how the dialogues that were written in dialek Negeri was translated properly in standard malay. And with that, I also do like the suasana kampung background that was told in the story.

• By the end, I genuinely do like each of the pengajaran yang diceritakan dalam buku tok. Well written indeed.

---

Despite everything, I think this story could be fun to read, if you could turn off your brain and don't think much of the morals done by the characters in the story. With that, if you're the unserious type or simply like an over the top nonstop drama story (unlike myself), you would enjoy this.

Also, idk, but the flow and how the story was told most of the time (eg. the fillers) feels like it was written for a TV drama instead of a novel. If you like those, maybe you would like this book.

An enjoyable one and I think the essence and idea is there, but I simply doesn't like how the path of the plot went.
Profile Image for Amal Lee.
277 reviews33 followers
November 11, 2025
Rasa macam tengah tengok cerita sinetron petang lepas balik sekolah. Ingatkan Putra & Nia ja yang Mr & Mrs Liar nya, tapi semua wataklah kiranya.

Satu yang I suka dengan penulis ni, penamat dia tu kalau boleh memang suka cerita dari anak ke cucu sampailah cicit. Puas hati ^^
Profile Image for Haq Raihah.
300 reviews55 followers
March 28, 2021
4.5*

Aku follow teaser citer ni dulu kat fb penulis. Dah lama, 2017. Tapi aku still ingat lagilah. Jadi rasanya dah banyak scene yg aku dah baca kat fb dulu.

Memangnya aku suka kisah Putra-Tania ni. Putra tu memang watak suami yg baik. Dari awal lagi memang jenis sweet talker. Tania tu pula mula-mula macam lembut, tapi makin lama makin garang pula🤣. Scene dia mengamuk depan pagar suruh Putra balik rumah tu memang tak boleh blah, gila betul style dia mengamuk tengah pagi buta.🤣

Kisah Kamil-Hani pun apa kurangnya, nice jugak. Tapi rasanya aku lebih terhibur dengan kisah gaduh-gaduh sayang antara Putra dengan Kamil😂. Seriuslah, dua orang lelaki ni lahaiiii... Duk gaduh-gaduh, tapi kemain tidur berpeluk kat pangkin, kahkahkah.

Perwatakan karakter-karakter dalam citer ni best saja, dan menghiburkan.

Cuma... aku rasa macam ada sesuatu yg kurang.

Jalan ceritanya ke... atau konfliknya?

Mungkin sebab kisah mereka ni takdelah berat sangat, kisah yg agak santai dan sempoi boleh aku katakan. Konflik pun gitu-gitu jer, konflik yg langsung tak berat bagi aku.

Jika nak bandingkan dengan DLB (Adnil Zaff) yg aku baca bulan lepas, aku prefer konflik dalam kisah Zackery-Hana itu lagi.

Dan hujung-hujung kisah ni pun dah mula tertumpu pada masalah rumah tangga bapa mentua dan mak mentua masing-masing, konflik ala-ala dalam DLB jugak.

Overall, aku enjoy jer baca buku ni. Tapi macam aku cakap kat atas tadilah, part konflik tu kurang.

Btw, aku paling suka scene dua pasangan tu balik kampung Wan tu. Seronok baca scene Kamil-Putra buat perangai nakal macam budak-budak.🤣
Profile Image for W. N. Izzaty.
1,335 reviews67 followers
September 12, 2021
[BOOK 110]

Mr & Mrs Liar by Fazlyn Ridz.
.

Aku rasa, sejak kebelakangan ni, aku selalu baca novel Adnil Zaff ataupun Fazlyn Ridz. Biasanya, aku try to avoid sebab aku takut bosan baca gaya penceritaan yang similar, tapi nak buat macam mana, Wheelsofname ni suka kenakan aku. Ia selalu pick novel-novel yang aku belum bersedia nak baca sekarang. So, redha je la.
.

Tapi, aku suka Mr & Mrs Liar ni. Mula-mula baca, aku duk terfikir, apa yang besar sangat penipuan Tania dan Putra ni.
.

Tania kahwin dengan Putra sebab nak mencuri rahsia syarikat Putra. Putra pula pernah tipu Tania, kononnya dorang dah tido sama-sama. Lepas kahwin, dorang okay je, walaupun kedua-dua belah family menentang.
.

Bagi aku, sebenarnya part Tania dan Putra ni, sikit je. Macam takde la konflik besar sangat.
.

Tapi novel ni, ada diselitkan tentang pasangan Hani dan Kamil which I'm more interested with. Lagi complicated. Dengan perangai Kamil yang degil dan ego namatey. Tapi sebenarnya kesian dengan Kamil. Dia menderita sebenarnya sebab hidup dia dah disusun apa yang dia kena buat.
.

By the way, Tania tu menghidap PTSD. Aku rasa lagi best kalau part tu dikembangkan lagi.
.

Overall, cerita ni best la. Walaupun ramai gila watak, tapi semua watak tu memainkan peranan penting. Aku rasa yang paling ego namatey kat sini ialah Tan Sri Zainudin dan Puan Sri Karmila tu. Tua-tua pun, degil lagi.
Profile Image for Munie Salam.
7 reviews
June 1, 2018
Tania yang hidup dalam rumah mewah dan serba cukup sebenarnya punya jiwa yang rapuh dan kosong. Segala keputusan hidupnya hanya di tentukan oleh puan Karmila .maklong Tania ini la yang membesarkan dia selepas kematian ibu dan bapa Tania waktu dia kecil lagi. Kerana rasa terhutang budi semua kehendak maklong di turuti. Namun satu rancangan puan Karmila untuk merebut tender syarikat Putra membuatkan Tania terjerat dalam permainan yang dia mainkan sendiri. Niat jahat untuk memerangkap Putra akhirnya memakan dirinya. Kerana takut dan malu atas apa yang berlaku dia ambil keputusan sendiri dengan menikahi Putra lelaki yang banyak menghabiskan hidup dengan berpoya poya di club. Begitu la orang sekeliling meletakkan gelaran pada Putra. Kamil abang sepupu Tania rupanya punya dendam lama dengan Putra. Tania yang tidak tahu apa pun jadi bingung dan hairan dengan sikap Putra. Kenapa dia mahu menikahi Tania tanpa selidik asal usul Tania yang agak gelap tu.dengan mudah dia terima lamaran Tania hanya sebab alasan yang Tania reka sendiri. Kisah ayah putra dan puan Karmila pun menarik. Segalanya terungkai dengan pernikahan mereka berdua.. Satu satu terbongkar. Banyak pengajaran dalam kisah ni. Kita yang selalu menghukum dahulu sebelum mengetahui perkara yang sebenar. Putra tidak sejahat mana.. Bahkan Kamil yang di anggap anak yang baik dan taat hakikatnya lelaki yang punya ego yang maha dasyat. Yang akhirnya memusnahkan diri dia sendiri. Kita tak dapat jangka apa akan jadi selepas ini dan selepas itu.. Belum lagi watak tambahan yang cukup kuat dalam cerita ni.. Hani dan anaknya Daniel. Pandai penulisnya olah. Tak boleh berhenti dari terus membaca. Tania sendiri punya trauma yang berat. Putra seboleh mungkin mengubati tekanan yang Tania hadapi sedari kecil lagi. Di tambah dengan tekanan dari maklong yang mahu semuanya menjadi sempurna mengikut acuannya. Kamil salah seorang mangsa ibunya sendiri. Puan Karmila jadi begitu pun kerana ayah Putra adalah masa lalu dia. Walau banyak konflik.. Tapi kita mudah faham. Tak berbelit jalan ceritanya. Elok tersusun dari awal hingga akhir. Part tragisnya hidup Tania buat kan kita mampu mengalirkan airmata. Terasa seperti kita yang lalui segala keperitan itu. Bengis dan keringnya hati puan karmila terhadap anak dan anak saudaranya buatkan kita jadi marah teramat. Kenapa begitu kejam nalurinya. Semua yang bersangkut paut dengan kejatuhan nama baiknya akan di cantas seboleh mungkin.. Walau dengan cara apa pun. Di sini kita jadi sayu melihat Hani yang membesarkan anaknya seorang diri dengan cemuhan sekeliling apatah lagi dia di buang keluarga kerana itu. Semuanya rancangan puan Karmila yang kejam! Kamil hanya menurut.. Takut membantah sebab semua kemudahan dan kemewahan bagi dia lebih penting dari segalanya. Walaupun Putra di bebani fitnah dan segala sangka buruk manusia dalam hidupnya.. Dia tabah dan percaya satu hari pasti segalanya akan terungkai jua.segalanya berkait..Putra dan Hani.. Anak Hani dan Kamil.. Ayah Putra dan puan karmila.. Semua konflik jadi sangat menarik.Kisah Tania dan Putra ada sisi komedinya juga tau.. Mengekek makk gelak memalam buta di buatnya.. 😂😂😂Korang baca la.. Sangat sangat terbaekk!!! Thanks Ateh ko buatkan makk nak baca buku ni lepas ko bagi makk baca part lawak tu aritu.. Apa pun.. Novel ni sangat bagus. Terbitan LOVE NOVEL.
Profile Image for Aliza Nai.
148 reviews3 followers
May 26, 2018
love + family = fun
Yelah kalau dah suka buat cara suka, tak macam sesetengah novel tu tak suka tapi mahu. I suka jalan cerita yang tak berbelit-belit penuh dengan pengisian dan yang penting penuh dengan kasih sayang!
Profile Image for Izz.
420 reviews8 followers
September 17, 2021
Kelakar dengan perangai Putra dan Tania. Kadang² sweet, kadang² hentam saja asal boleh. Terhibur lar membaca.
Profile Image for ZK.
337 reviews11 followers
December 7, 2020
Soalan lain please... hahaha
Profile Image for Al.
82 reviews1 follower
October 19, 2021
Paling enjoy kat bahagian tengah ke hujung. Banyak babak kelakar melibatkan empat orang ni.
Profile Image for H___.
52 reviews2 followers
August 31, 2022
Aku suka cite ni. Putra tu boleh tahan sweet betul! Kamil dgn Putra pun kelakar, gelak je bile part dieorang tu. Tapi aku lagi prefer kisah putra dgn nia dr hani dan kamil.
Profile Image for Eyd1410.
834 reviews22 followers
May 23, 2018
Sekali lagi untuk novel terbaru ini writter menghidangkan tema kekeluargaan. Kisah 4 pasangan suami isteri yg melalui suka duka dan pahit getir alam rumahtangga. Putra dan Nia yg pada awalnya bertemu dengan agenda yg tersembunyi. Namun perkahwinan mereka ditentang hebat oleh TS Zainudin dan PS Karmila. Pelbagai pahit maung yg dirintangi oleh mereka berdua agar hubungan direstui dan akhirnya mereka bahagia dengan cahayamata kembar. Kamil dan Hani pula punya kisah hitam sewaktu di Berlin. Kisah itu menyebabkan Hani dibuang keluarga dan gigih membesarkan Daniel seorang diri tanpa kehadiran seorang suami. Setelah pelbagai halangan yg menimpa, Hani dipertemukan semula dengan Kamil yg pada mulanya kukuh berdiri bersama sebuah ego. Kerana ego menyebabkan Kamil terlepas peluang utk memperkenalkan dirinya terhadap Daniel dan seterusnya menumpahkan kasih sayang terhadap anak itu. Tewas dengan pujukan Kamil, akhirnya Hani bersatu jua dengan Kamil. TS Zainudin yg hidupnya berpaksikan kedegilan dan keegoan telah menyebabkan rumahtangganya hancur kerana khianat yg dicipta sendiri. Setia seorang PS Marlina ada hadnya. Berpuluh tahun menanam sabar akhirnya kata putus adalah jalan yg terbaik untuk dia terus hidup. Berbanding dengan PS Karmila, zaman mudanya yg gigih mencari kekayaan dan kesombongan telah menyebabkan TS Falaq menduakannya. Berikutan itu, Karmila mula mendiamkan diri dan menjauhi bidang perniagaan yg menjadi tulang belakangnya selama ini. Akhirnya di umur 50an, Karmila mencipta bahagianya sendiri.
Kisah mereka saling bersangkut paut dan berkaitan. Jalan cerita yg mudah difahami. Saya suka dengan jalan cerita ini yg bg saya 'laju' dan tidak bosan. Sangat terhibur dengan gelagat Kamil dan Putra yg selalu bergaduh dr zaman sekolah sampailah terbongkarnya sebuah rahsia tentang penghidupan mereka. Tahniah writter!!! Tulisan anda tidak pernah mengecewakan kami.😍 Saya sangat2 terhibur *****
Displaying 1 - 15 of 15 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.