Jump to ratings and reviews
Rate this book

Seven Minutes In Heaven

Rate this book
Mia Fawn mungkin membayangkan akhir bahagia selamanya saat memutuskan mengirimkan surat cintanya kepada Greyson Hunter. Tetapi ia tak pernah membayangkan jika surat itu harus jatuh ke tangan Liam Foster, cowok yang dulu pernah terjebak bersamanya di sebuah ruangan gelap karena permainan Seven Minutes in Heaven.

Liam tadinya hanya memanfaatkan tragedi surat cinta Mia dan berpura-pura menyukai gadis itu karena satu alasan. Tetapi setelah mengenal Mia lebih dekat, ia tak bisa menemukan alasan untuk berhenti menyukai Mia.

Mereka dipaksa mempertanyakan kembali impian-impian mereka bersama saat satu per satu kebenaran menyakitkan mulai terkuak, yang membuat Liam tak menyangka bahwa Mia tidak seperti kebanyakan orang yang pernah dikenalnya, dan yang membuat Mia tak menyangka bahwa permainan Seven Minutes in Heaven di musim gugur kala itu akan membawa pengaruh cukup besar di hidupnya.

232 pages, Paperback

First published May 14, 2018

1 person is currently reading
17 people want to read

About the author

Yuanita Wong

6 books7 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (25%)
4 stars
16 (37%)
3 stars
16 (37%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
July 14, 2018
Menjadi sebuah pengalaman yang baru bagi saya saat membaca novel lokal bercitarasa novel luar. Baru kali ini saya membaca cerita dengan setting serta tokoh di luar negeri yang ditulis oleh penulis lokal. Lewat Seven Minutes in Heaven, saya merasa seperti membaca novel terjemahan dengan kualitas yang baik. Padahal buku ini sendiri merupakan karya anak bangsa. Menurut saya Seven Minutes in Heaven ini merupakan novel yang baru dan segar untuk dibaca, terutama oleh remaja. Untuk kover bukunya sendiri sedikit mengingatkan saya dengan kover buku Golden versi terjemahan karya Jessi Kirby. Hanya dengan menggunakan latar hitam dan taburan serbuk emas membuat kover novel ini terlihat simpel, elegan, dan cantik. Tulisan judul buku dan nama penulis pun terbilang pas dan serasi dengan latar warnanya.

Seperti novel remaja kebanyakan, Seven Minutes in Heaven memiliki tema cinta, keluarga, dan mental-illnes dalam ceritanya. Di mana Mia yang terlihat memiliki kehidupan yang normal dan bahagia ternyata memiliki masa lalu dan latar belakang keluarga yang kelam. Namun setelah menjalin hubungan dengan Liam, Mia mulai menemukan rasa hangat dan nyaman. Hingga akhirnya terkuak lah sebuah rahasia yang mulai menghancurkan hubungan Mia dan Liam. Menurut saya penulis berhasil mengeksekusi cerita dengan baik. Jujur saja saya seperti membaca novel terjemahan, alih-alih novel lokal. Latar tempat dan suasana yang dibangun oleh penulis pun tercipta dengan baik dan membuat atmosfer cerita lebih terasa.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Mia Fawn yang merupakan seorang remaja biasa yang pemalu dan pendiam. Bisa dibilang Mia hanya memiliki seorang sahabat, yaitu Anna. Hubungan Mia dan Anna pun hanya berlangsung tak lebih satu tahun karena sebuah kejadian yang menimpa Mia. Dari segi percintaan sebenarnya Mia menyukai Greyson, tapi sialnya dia malah harus berurusan dengan Liam. Selanjutnya ada tokoh Liam yang memiliki karakter hangat, manis, dan perhatian. Awalnya Liam hanya bermain-main dengan hubungannya bersama Mia. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Liam pun mulai merasa nyaman dengan Mia. Dan pada akhirnya Liam harus mengetahui sisi kelam dari seorang Mia Fawn yang mengguncang hubungan mereka. Bisa dibilang tidak banyak tokoh yang diceritakan dalam Seven Minutes in Heaven. Meskipun tidak memiliki banyak tokoh, tapi jalinan chemistry antara Mia dan Liam cukup terasa. Saya suka saat Mia dan Liam menjalani hubungan mereka, seperti pergi ke pesta Haloween, dan pergi mengarungi danau dengan kano. Walaupun latar belakang kedua tokoh ini tidak digali terlalu dalam, tapi menurut saya penulis berhasil membangun karakter mereka dengan cukup baik.

Novel ini menggunakan alur cerita maju-mundur yang berjalan cepat. Melalui alurnya yang maju-mundur, pembaca diajak untuk lebih jelas lagi melihat sisi kehidupan seorang Mia Fawn. Sudut pandang yang digunakan adalah sudut pandang orang pertama melalui tokoh Mia. Saya pun ikut merasakan berbagai kekhawatiran dan perasaan Mia melalui sudut pandang ini. Dan yang menarik dari novel ini adalah gaya bahasanya. Di mana penulis menggunakan gaya bahasa novel terjemahan. Menurut saya penulis sangat sukses menggunakan gaya bahasa ini, karena saya tidak merasakan kekakuan dalam bahasanya. Justru sebaliknya saya merasa seperti membaca novel terjemahan dan sangat menikmatinya. Typo yang saya temukan juga sangat sedikit dan tidak mengganggu proses membaca.

Konflik yang terjadi dalam Seven Minutes in Heaven baru terjadi saat masa lalu Mia mulai terungkap. Saat itu Liam merasa Mia harus memilih antara dirinya atau keluarganya. Selain itu sikap Liam yang tidak bisa terbuka pada Mia pun menambah penyebab konflik yang terjadi akan hubungan mereka. Penulis mencoba untuk menyembunyikan masa lalu Mia di awal cerita. Saya sendiri sempat tidak menduga bahwa ternyata ada luka dalam masa lalu Mia. Menjelang pertengahan cerita sebenarnya saya sudah bisa menebak akan masa lalu Mia, tapi cara penulis dalam menyampaikannya terbilang cerdas dan rapi. Saya salut akan kelihaian penulis dalam memberikan sedikit twist yang disembunyikan dengan rapi. Meskipun konfliknya bisa dibilang biasa saja, tapi cara penulis dalam mengungkapnya terbilang cerdas.

Terdapat beberapa hal yang sukai dari novel Seven Minutes in Heaven, yaitu :. 1. ‌Gaya bahasa dan bercerita penulis yang terasa seperti novel terjemahan. Saya seperti membaca novel luar dengan penggunaan gaya bahasa seperti ini.

2. ‌Cara penulis dalam menyembunyikan masa lalu dan latar belakang tokoh Mia pun terbilang cerdik memberikan sebuah twist yang cukup mengejutkan.

3.‌Terakhir hal yang saya sukai dari novel ini adalah chemistry antara Mia dan Liam yang terjalin dengan cukup baik, sehingga menciptakan emosi yang kuat.

Selain beberapa hal yang saya sukai tersebut, ada juga dua hal yang menurut saya masih kurang, yaitu:

1.‌ Pengembangan karakter para tokohnya yang masih kurang digali lagi. Padahal jika karakter Mia dan Liam bisa lebih digali lagi mungkin akan menciptakan jalinan cerita yang lebih kompleks.

2. ‌Kemudian menurut saya konflik dan penyelesaiannya terlalu terburu-buru. Mungkin penulis bisa lebih memanjangkan ceritanya,karena jujur saja bukunya kurang tebel dan saya ingin ceritanya lebih panjang lagi.

Secara keseluruhan Seven Minutes in Heaven merupakan sebuah novel lokal dengan cita rasa internasional. Mungkin bagi pembaca yang ingin merasakan sebuah sensasi baru dalam membaca novel lokal, Seven Minutes in Heaven cocok untuk kalian baca.

Selengkapnya : https://www.facebook.com/notes/fahri-...
Profile Image for Nola Andriyani.
180 reviews
February 24, 2019
Seharusnya aku bisa ngasih 4.5 kalo aja ending nya nggak bikin aku pusing. Siapapun yang udah baca ini dimohon pencerahan bagian endingnya😂😂

Aku suka novel ini karena gaya menulisnya yang kayak buku terjemahan padahal ini novel romance lokal. Dan nambah nilai lagi karena baik setting, kebiasaan tokoh, bahkan karakter tokohnya yang sangat khas novel terjemahan jadi aku nggak ngerasa baca novel lokal yang maksa buat jadi novel terjemahan gitu wkwkwkw...

Penokohannya kuat andai bisa digali lebih dalam lagi. Chemistry antara Mia dan Liam bikin heartwarming. Lucu, gemesin, tapi bikin patah hati.

Dan I want more.... I want more.... Ini terlalu singkat untuk ukuran novel dengan konflik yang lumayan padet. Twistnya mengejutkan dan bikin aku nangis doong 😭😭 plotnya ngalir walau dibeberapa bagian sempet bikin bingung juga sih.
Profile Image for Dir Mud 9999.
142 reviews7 followers
December 18, 2022
Salah satu buku romance remaja yang menyimpan kesan mendalam buat saya. Ceritanya ringan dengan berbagai konflik menggambarkan dunia remaja seputar sekolah, cinta, keluarga dan plus sedikit unsur fantasi di dalamnya.
.
Kisah Mia dan Liam lumayan bikin gemas. Malu-malu, cuek tapi mau. Ada banyak hal-hal yang cukup romantis khas remaja di balik kisah mereka namun siapa sangka yang awalnya saya mengira bakal berakhir seperti cerita romance pada umumnya, namun di luar dugaan justru menyimpan kesan tak rela di bagian akhir karena moment tragis yang dialami Mia dan juga Pengakuan yang dibuat Mia dan Liam pada akhirnya. Moment nyeseknya buat saya bergumam "penulis kok tega amat ya bikin nasib Mia kek gitu" 😂.
.
Cerita ini seolah ingin menyampaikan bahwa ada sesuatu dalam hidup kita yang mungkin orang lain anggap harus dilupakan demi kewajaran manusiawi namun karena ikatan emosional itu begitu kuat hingga sulit untuk melepasnya dan terpaksa mengambil keputusan di luar nalar. Bertahan pada yang nyata dengan melepas yang tak nyata atau sebaliknya, adalah pilihan yang sulit bagi Mia.
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
July 10, 2018
Yang aku lakuin pas selesai baca novel ini adalah ketawa, asli, gak paham endingnya bikin aku pengen ketawa kebingungan😂😂

Anywayyy such a great story!!😭😭
Gaya bahasanya kayak terjemahan banget ditambah emang latarnya di luar negeri yaa kerenn dehhh.
Baca novel ini bikin aku baper😭 padahal hubungan Liam-Mia tuh bisa dibilang biasa sihh tapi entah deh pokoknya novel ini semacam sihir gitu yg bikin ikutan degdegan, sedih, senyam-senyum..

Awalnya kirain bakal novel romance biasa dan malah aku kira bakal banyak melownya, tapi nggak ternyata, konfliknya sesuatu yang aku suka😄👌 di pertengahan udah bisa nebak ke mana arah konfliknya dan tau kalau aku bener, aku malah makin suka sama novelnya❤

Tapiii itulohh, endingnyaa, gak pahammm😂
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
July 26, 2018
Ada yang tahu permainan Seven Minutes in Heaven? Novel ini mencoba mengangkat ide permainan itu dimana Liam dan Mia pernah terjebak dalam permainan ini.

Sekian tahun berlalu, karena suatu kesalahpahaman, surat cinta yang seharusnya ditujukan kepada Greyson, malah nyasar pada Liam. Hal ini singkat kata mendekatkan Liam dan Mia membuat mereka nyaman satu sama lain.

Hingga kemudian mereka dihadapkan dengan rahasia dan pilihan-pilihan yang harus mereka pilih.

Awalnya,aku pikir ini hanya tentang kisah romansa biasa, ternyata ada banyak misteri terkait sosok Mia yang sungguh mengejutkan. Memang tak mudah berada di situasi Mia dan aku bisa memahami kenapa dia menjadi seperti ini.

Kalau kamu menyukai novel ala terjemahan, kamu bakal menyukai novel ini, karena gaya menulisnya ala terjemahan, settingnya juga begitu hidup bukan sekedar tempelan. Didukung oleh kover yang cantik dan tokoh yang kuat, membuatku tak membutuhkan waktu yang lama untuk membacanya.

Secara keseluruhan, aku suka dengan kisah Mia dan Liam, dan aku jadi ingin membaca tulisan Kak Yuanita lainnya
Profile Image for Seanne.
2 reviews
February 10, 2019
Finally finished it. Tidak perlu waktu lama buat menyelesaikan buku ini. Bukan berarti jelek, tapi buku ini ringan. Plotnya menarik walaupun tarik ulurnya agak memusingkan. Worth for wasting time.
This is a story about a girl who sent her love letter to wrong person. Jadi, awalnya ekspektasi saya nggak tinggi-tinggi banget, I was thinking it would turn as cheesy romance, but thankfully it wasn't. Di sini titik fokus ceritanya bukan hanya percintaan Mia dan Liam, melainkan sisi lain dari Mia yang misterius juga menjadi fokus.

Kelebihan buku ini adalah cara penulis bercerita. Sebab, buku ini pakai setting Amerika dan penulis bisa buat cerita ini mengalir. Jadi, rasanya seperti baca novel terjemahan. And it's succesfully made me fell for Mason, damn.
Namun, saya bukan fans untuk ending terbuka seperti ini. So 3/5.
Profile Image for Sandra Bianca.
128 reviews4 followers
May 31, 2018
Kalau ada yang nanya buku aku suka sama buku ini atau nggak, aku bakalan jawab suka, tapi juga nggak suka-suka banget. Secara garis besar ceritanya simpel, lebih fokus ke hubungan Mia-Liam yang mulanya mereka pacaran cuma buat 'pelarian' akhirnya jadi suka beneran.

Poin plus dari buku ini sebetulnya bukan terletak pada ceritanya, melainkan pada penulisannya. Yup! Setting-nya di New Jersey dan yang bikin aku suka karena 'rasa' New Jersey-nya begitu kental, bukan cuma 'tempelan'. Ditambah gaya bahasanya yang ala-ala novel terjemahan. Sejenak bikin aku lupa kalau buku ini buku lokal. Terus ... kovernya, aku suka banget. Cakep!

Cuma yang bikin aku garuk-garuk kepala pas baca itu mulai scene saat Mia, Mase, dan ibu mereka kecelakaan itu, lho! Sejak scene itu kepalaku jadi sering kugaruk XD. Aku jadi ikut-ikutan halu kek Mia.... Lol. Jujur aku baru ngeh maksud ceritanya waktu aku baca part paling akhir di epilog. Seketika membuatku ingin berkata kasar tapi takut dosa, alias aku kesel tapi juga lega. Wkwkwk....
Profile Image for Tanty A.
41 reviews
November 11, 2020
Jadi ini novel dari penulis lokal namun dengan gaya bahasa seperti novel terjemahan, enak dibaca..
Awalnya kupikir ini novel kisah cinta anak SMA biasa tapi ternyata tiba2 muncul plot twist dimana terungkap misteri apa yang sebenarnya dialami Mia. Tapi menurutku plotnya masih kurang digali, dan bagaimana akhirnya apakah dia sampe bertahun-tahun pun mempertahankan “sakit”nya dan halu tentang Liam? Nah endingnya agak membingungkan memang
Overall novel ini tetap rekomen sih, teruntuk yang lagi pengen bacaan yang ringan dan uwu
Profile Image for Gabriella Halim.
194 reviews13 followers
June 30, 2018
more on : http://bit.do/7MinutesinHeaven

Novel ini kukira terjemahan pada awalnya. Karena bahasanya baku. Mirip novel terjemahan. Tapi tetep dong, meskipun begitu, nggak mengurangi keseruan pas baca buku ini. Berawal dari permainan Seven Minutes in Heaven, dan berakhir jatuh cinta. Keliatan simpel ya? Tapi konflik yang diambil cukup berat. Mulai dari persahabatan, bully-ing sampe ke keluarga. Dan semuanya itu cukup mendalam kalo buat aku. Apalagi untuk ukuran anak remaja.
Profile Image for Fasiha.
23 reviews30 followers
July 6, 2020
Unpredictable ending.

Baca2 review yang lain, ternyata bukan cuma aku yang merasa bahwa novel ini kayak novel terjemahan. Sampai selesai baca novel ini pun aku masih yakin ini adalah novel terjemahan. Ternyata o ternyata...

Novel ini termasuk salah satu yang dari awal membaca aku sudah merasa enjoy, pengen terus lanjut membaca. Kayak bikin penasaran, gitu. Alurnya mengalir. Sempat sedih ketika cerita menuju ending. Kok gini sih... Eh, taunya endingnya... hahaha bikin gatel.
1 review
February 27, 2025
Aku baca buku ini pas aku 14 tahun, aku dulu kurang ngerti sama alurnya tetapi sekarang aku 17 relate banget sama problem2 that mia have, aku suka awal ceritanya dan suka plot twist dimana rahasia mia ditunjukan. I remember i hate the ending but now i can see why he did that (the last confessions) aku baca dimana liam dan mia saling jujur diakhir and honestly i was shocked as hell. This book is a rollercoaster i love it. Sangat menegangkan dan underrated.
Profile Image for Sasa.
17 reviews1 follower
January 4, 2021
Aku suka banget sama ceritanya, ringan, khas percintaan anak remaja gitu, dari pura-pura suka lama2 jd suka beneran haha. Aku suka sama interaksi antara liam sama mia,manis banget.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nina Dee.
93 reviews4 followers
January 27, 2019
Sebenarnya kisah Mia dan Liam itu klise. Hanya saya penulis mampu mengolah cerita mereka menjadi sesuatu yang memikat—at least for me, cause Mia reminds me of myself. Dari awal sampai akhir, saya baper dan nggak berhenti nangis. Setiap bagiannya terasa menusuk, even when Mia had her momments with Liam, cause I know Liam didn't mean it. Yap, meskipun jika dilihat di blurb: Liam tidak bisa menemukan alasan untuk berhenti menyukai Mia—tapi tetap saja: that's a lot of lies.

Tapi ada beberapa hal saya sukai—selain bagian yang membuat saya nangis semalaman. Yang pertama adalah gaya bahasanya. Kak Yuanita Wong berhasil menuliskan sebuah novel YA lokal dengan gaya bahasa terjemahan yang nggak setengah-setengah. Jadi mungkin kalau nggak baca profil penulisnya dulu, saya bakal ngira ini novel terjemahan. Dan yang saya sukai—dan selalu saya sukai: walaupun ditulis dengan gaya bahasa terjemahan, tapi bukan seperti terjemahan yang kaku.

Lalu twistnya yang nggak bisa saya duga. Bitter sweetnya kerasa banget. Kalau hanya sekedar membaca blurbnya, pasti kita langsung berpikiran cerita ini sederhana. Tapi nggak. Novel ini masuk kategori kompleks. Apalagi ada mental illness yang diangkat. Saya suka dengan novel-novel yang memasukkan mental healthness issue di dalamnya. Novel-novel seperti ini bisa meningkatkan kesadaran pembaca tentang kesehatan mental yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Bisa dikatakan saya menyukai hampir semua hal dalam SMH. Please underline the almost word. Karena saya kecewa dengan endingnya. Bukan. Bukan seperti itu (I know what you think, but it's not like that). Endingnya terlalu terburu-buru. Padahal saya rasa endingnya lebih bisa dikembangkan. Dan saya setuju dengan pendapat salah satu reviewer jika jumlah halamannya kurang. Yap. Untuk ukuran stand alone—yang menurut saya—sekompleks ini, jumlah halamannya memang kurang. Akibatnya? Ya itu tadi, endingnya terburu-buru. Awalnya saya ingin memberikan 4.5. But I can't . Tapi saya janji jika bintangnya akan saya tingkatkan jika dibuatkan sekuel. Iya. Ini memang secaman pemaksaan atau ancaman.
Profile Image for Wardah.
954 reviews172 followers
October 14, 2018
Novel ini sendiri fokus pada hubungan Mia dan Liam, dua orang yang berakhir bersama karena melarikan diri dari perasaan masing-masing. Perkembangan hubungan mereka diiringi oleh kilas balik masa lalu Mia dan misteri di masa lalu yang perlahan tersingkap.

Ada beberapa hal yang saya suka dari buku ini.

1. Gaya menulisnya asik. Mengalir dan terasa ala novel terjemahan, tanpa memaksakan. Padahal ditulis penulis lokal.
2. Isu yang dibawa penulis dikemas dengan sangat baik. Meski rada pusing sama alurnya, tapi pengemasannya bagus banget. Apalagi ditulis dengan sudut orang pertama. Salut.
3. Liam. Susah ga suka karakternya. 😳
4. Ya ampun ending-nya. 😱

Buku ini akan lebih memuaskan seandainya Mia dan Liam dieksplor lebih. Juga karakter-karakter lain yang ternyata penting semacam Jeanny.

Ulasan lengkap bisa dibaca di bymissfiore.com.
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.