Jani tak pernah menyangka bahwa keputusannya untuk kembali ke Indonesia justru mendorongnya untuk terjun ke profesi yang tak pernah ia bayangkan. Meski awalnya hendak menolak, namun pesona pria itu justru membuat Jani setuju untuk menjadi kekasih bayaran. Tama Tjitro tak pernah menduga bahwa untuk mendapatkan hak asuh atas anaknya dia harus mencari perempuan untuk menjadi pasangannya. Namun, begitulah wasiat sang mantan istri. Setelah lama tak pernah akrab dengan wanita, Tama harus menyewa seorang Lady Escort untuk memperdaya semua orang. Namun, bagaimana bila kebersamaan itu justru membuat mereka jatuh dalam jebakan takdir cinta?
"You can trust me, Kinanti. I wouldn't do anything to hurt you." (hlm. 123) . . 🎭Mengangkat tema seorang escort yang antimainstream menambah nilai plus. Sayangnya aku merasa kehidupan escort kurang dieksplor, mungkin karena Jani yang memang notabene bukan bagian dari mereka. Konfliknya juga terlalu terfokus diantara Jani dan Tama, sehingga menurutku banyak hal yang masih "miss", misalnya tentang Adrian dan masa lalu Jani saat di Belanda kurang penjelasan serta restu dari Ibu Tama untuk Tama dan Alicia. Dengan alur maju, pace-nya pas diaku tapi 2 bab terakhir aku greget. Kenapa cepat sekali?? Aku pengen nambah endingnya, Kak😥. 🎭Menggunakan POV 3 dengan tokoh yang konsisten sehingga aku bener tahu apa yang setiap tokoh rasakan. Tama yang too good to be true buat aku jatuh cinta deh, udah aku bilang kan yaa😂. Hmm, aku penasaran nih dengan Citra dan Surya, kira-kira ada cerita mereka nggak yaa?? 🎭Untuk karya perdana, gaya tulisan penulis sangat mengalir dan apik. Dengan pemilihan kata yang mudah dipahami buat aku menikmati buku ini, aku hanya menemukan typo dihalaman 43 yaitu "taro" yang seharusnya "menaruh" setelah aku cari di KBBI. Tapi selebihnya nggak ada masalah. 🎭Terlepas dari poin pertama, aku suka buku ini. Apalagi Tama yang talk less do more, yang langsung action ketimbang mengumbar janji. Buat yang suka bacaan romance yang bisa buat diabetes, aku rekomendasi buku ini buat kalian❤
• 192 halaman, dengan narasi yang cukup padat, serta kisah yang membuat kita berpikir ulang tentang makna kata Lady Escort. Judulnya cukup menarik mata. The Lady Escort. Bercerita tentang kisah hubungan Tama dan Jani yang terjalin oleh ikatan kontrak Kerja.
Please, manage your expectation if you think, buku ini mengandung unsur-unsur eksplisit. Wkwk Ini pertama kalinya aku diberi kesempatan untuk membaca tulisan kak Kinanti. Thanks Kak! Aku suka tulisan kakak. Rapid an mudah untuk dipahami. Hanya saja, entah kenapa aku merasa flat. Aku merasa The Lady Escort ini kurang greget, walaupun hubungan Tama Jani bikin gemes dan greget karena pembaca diambung lalu dihempas begitu saja. Namun entah aku merasa ada yang kurang. Mungkin dari sisi Jani yang terlalu datar dalam menghadapi sesuatu. Dia terkesan mengurung dirinya dalam kotak. Tidak lepas. Jani di sini juga tidak banyak menuntut dan terkesan nrimo walaupun di beberapa waktu dia berani menyuarakan jika ia keberatan dengan aturan kerja yang dibuat oleh Tama. Sedangkan Tama sendiri, sepertinya memang diset untuk menjadi pria formal dan kaku, walaupun lama kelamana dia bisa mencair dengan sendirinya. Dan, akhirnya aku menjuluki hubungan mereka ini semacam font Times New Roman ukuran 12. Tegak, dan kaku! Ups. wkwkkw Tapi, ada saat di mana mereka berdua ini terlihat manis dan serasi. . . Ide konfliknya sebenarnya cukup menarik, jika emosinya ditambah sedikit lagi, pasti akan hmmm!! Gunjreng gunjreng. Wkwkkwk Sempat dibuat baper dan galau juga pas di akhir-akhir cerita. Baper karena Tama yang secara tiba-tiba suka nyium Jani. Galau karena yah... sadar kalau hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja. Duh! Gimana sih rasanya habis diambung tinggi terus dihempas! Gitu tuh...
Sayangnya, Kak Kinanti tidak menuliskan bagian mereka berdua akhirnya mereka. Tau-tau si Jani udah hamil anak kembar aja. Dan Tama, sudah pasti jadi pria yang bahagia. Muihihih! Congratulation Mr. and Mrs. Tjitro!
Akhirnya, 3.8 dari 5 cinta untuk Tama, Jani dan Adrian. Hehehehe… Terima kasih kak Kinanti sudah mengenalkan kisah Tama & Jani ke Hani. Sukses selalu untuk Kak Kinanti. Ditunggu karya-karya manisnya yang lain. Mungkin bisa lebih greget dari ini. Jangan kapok sama Hani ya kak. 😘😘😘
By the way, aku masih penasaran dengan hubungan Citra dan Surya Wkwkkwkw….
Kembalinya Jani ke Indonesia ingin melupakan sesuatu yang buruk, tapi ternyata tawaran kerja dari temannya membuat dia kaget. Jani belum setuju dengan tawaran pekerjaan itu, dia kaget. Ya, siapa yang nggak kaget kalau ditawari kerjaan sebagai lady escort.
Sayangnya, Tama Tjitro malah udah fix menginginkan Jani untuk membantunya. Apalagi dia membutuhkan sosok Jani untuk bisa memperlancar hak asuh untuk anaknya.
Apakah Jani bisa membantu Tama? Atau malah mereka terjebak dengan yang namanya 'cinta'? . Pas liat judul, udah mikir negatif nih! Judul yang lumayan bikin otak mikir jauh, makna lady escort di masa sekarang kan rada gimana ya... Banyak arti yang mengarah ke negatif. Tapi pas baca novel ini, pikiran itu hilang begitu aja. Awalnya kukira, halaman yang kurang dari 300 halaman ini bakalan gantung, ternyata lumayan padat isinya.
Pertama kalinya membaca karya penulis, aku suka gaya berceritanya, sangat menarik. Apalagi tema yang diangkat unik ya.
Tokohnya menarik perhatianku, Tama sosok yang bikin melting ini. Dengan sikap yang awalnya cuek, tapi perhatiannya manis bikin meleleh. Suka aja liatnya, dan tokoh lelaki fave nih Tama! Jani, cewek tangguh yang sekaligus rapuh. Mempunyai masa lalu yang sangat menyakitkan. Dan tokoh lain, cukup pas porsinya.
Gaya bahasa yang mengalir, asik aja bacanya. Memakai sudut pandang orang ketiga, penulis menceritakan tokohnya dengan baik.
Interaksi antar tokohnya, asik banget. Dan chemistry mereka dapet banget feelnya, sukaa ih dan bikin senyum sendiri.
Konfliknya lumayan rumit, apalagi tentang masa lalu mereka. Cuman sayangnya porsi masa lalu Jani dan Tama ini kurang. Andaikan ada flashbacknya sedikit, nambah seru sih. Apalagi tentang Jani yang mengalami trauma, kurang di eksplor lebih lanjut. Tapi endingnya manis, sukaaa deh ❤
Kayaknya Cerita tentang sahabat Jani dan Tama, cocok dibuat cerita. Mereka seru sangat! Hihi.
Jani kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya di Belanda. Melepas kangen dengan bertemu Citra ternyata takdir membawanya menuju Tama. Tama yang mencarikan menantu idaman untuk Ibunya dan calon istri untuk mengambil hak asuh anaknya.
Awal yang sempurna untuk panggung sandiwara Tama dan Jani, dan banyak kebohongan yang akan sering mereka lakukan. Dan cinta datang karena terbiasa tanpa mereka menyadarinya.
Badai masa lalu Jani datang, memporak porandakan hati keduanya. Lika-liku mereka cukup rumit mencapai akhir. Akankah mereka bersatu? Apakah misi Tama tercapai?
"Tidak ada yang berlebihan untuk kamu." -p.167
Kesan pertama saat saya melihat dan membaca blurb The Lady Escort adalah penasaran. Apalagi topeng yang ada dicover ini melambangkan apa? Sebuah pesta topeng atau apa, dan judul yang menarik. Dan isinya ternyata juga menarik sekali.
Dengan sudut pandang orang ketiga kita dapat mengetahui pikiran tokoh dalam novel ini. Penulisan yang apik dan bahasa yang tidak bertele-tele menjadi nilai plus tersendiri dalam novel ini.
Karakter tokoh yang kuat dan konsisten sampai akhir. Chemistry antar couple dalam novel ini juga dapat sekali, membuat saya tersenyum saat membacanya.
Konflik dalam cerita ini tidak berat, cuman dibagian masa lalu Jani saja. Seharusnya berat tapi saya kurang merasa ada pergolakan batin karena kurang rinci dalam penggambarannya. Masa lalu Jani kurang detail dan saya merasa belum tuntas padahal menarik untuk diceritakan. Dan penyelesaiaan konflik yang terlalu cepat. Selain itu saya merasa sangat enjoy dalam membacanya karena novel ini memang cocok sekali dijadikan snackbook.
Overall, novel ini adalah snackbook yang sekali lahap dan cocok untuk pecinta romance. Untuk novel perdana Kak Kinan ini termasuk permulaan yang bagus. Saya sangat suka sama gaya penulisannya.
Dan kesan saya setelah menamatkan novel ini adalah. Saya minta sekuel. Saya sangat ingin membaca Citra dan Surya yang chemistrynya dapet banget. Saya berharap Kak Kinan bersedia menulis cerita mereka.
Akhir kata, terima kasih untuk RS dan Kak Kinan atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bisa membaca Jani dan Tama. Maaf kalau banyak sekali kekurangan dalam review Saya. Ditunggu untuk karya selanjutnya.
Novel ini dibuka dengan pertemuan kembali dua sahabat, Jani dan Citra, yang bertolak belakang. . Citra yang berprofesi manajer sebuah agensi model merupakan seorang pribadi yang supel sedangkan Jani yang berprofesi sebagai fotografer merupakan seorang pribadi yang introvert. . Pertemuan itu juga membuat mata Jani melotot karena Surya, Surya Utomo Adji, "meminta" secara sepihak agar Jani menjadi escort model untuk seorang pengusaha muda yang sungguh rupawan bernama Pratama Aditrya Tjitro atau yang sering dikenal dengan Tama Tjitro. . "Cuma nemenin, tanpa kontak fisik yang berlebihan, not having sex juga menjadi syarat dari Tama," — Hal. 5 . Ternyata ada alasan yang membuat Jani memilih pulang ke Indonesia. Alasan yang menyebabkan hidup serta pekerjaan impiannya hancur. Bahkan karena kejadian itu, Jani mendapatkan trauma untuk membuka diri dan berdekatan dengan pria. . Citra yang terkenal jam karet mendadak ontime muncul di kamar hotel tempat Jani tinggal selama berada di Jakarta. Ternyata ke-ontime-an Citra membawa misi khusus, bahwa Tama meminta Citra dan Surya untuk membawa Jani ke rumahnya. . Tama Tjitro, Pratama Aditrya Tjitro, anak bungsu dari tiga bersaudara yang semuanya pengusaha. Tama sendiri punya biro arsitektur, yang mana dia membangun usahanya dari nol tanpa bantuan dana dari keluarganya. Bisa dibilang Tama ini duitnya nggak ada nomor serinya 😂😂. . Jadi, Tama ini paket komplit, readers, sudahlah sangat ganteng, kaya raya duit nggak ada nomor serinya ehh suka baca buku pulak. . Tama ini memiliki bahu tegap. Matanya yang dalam terpadu indah dengan alis tebalnya. Tampan mungkin terlalu menghina untuk menggambarkan wajahnya. 😍😍😍 . Gadis yang memiliki nama lengkap Kinanti Anjani akhirnya menandatangani kontrak kerja tersebut setelah semua pertanyaannya terjawab. . Bisakah mereka memainkan sandiwara itu dengan baik? . . Kita lanjut ngerumpiin buku ini yak. Tama tidak menyangka bahwa ia harus meng-hire seorang lady escort hanya untuk mendapatkan hak asuh anaknya. Hal ini terpaksa dia lakukan karena wasiat dari mantan istrinya. Pria yang sangat mendekati kriteria suami-able ini menyewa Jani bukan sebagai kekasih tetapi sebagai calon istri —palsu—. . "Memang kalau jodoh itu nggak ke mana. Dulu waktu kecil, Ibu dan Tinur pernah berjanji akan menjodohkan anak-anak kami. Ketika Ibu punya tiga putra dan Tinur melahirkan seorang putri cantik, kami berniat menjodohkan Jani dengan salah satu putra Ibu." — Hal. 29 . Nah lho.. Ternyata eh ternyata Jani ini merupakan anak dari Asri Tinur, sahabatnya Ibu Tama. Sang Ibunda tersebut sangat histeris ketika mengetahui bahwa wanita yang dibawa anaknya itu adalah anak sahabatnya. . Pertemuan keluarga yang dihadiri Jani ternyata ulang tahun pernikahan orang tua Tama. Dari semua keluarga yang hadir, hanya Hanna yang menolak berjabat tangan pada Jani, bahkan kakak ipar Tama itu selalu menatapnya dengan tatapan penuh selidik. Bahkan, Jani juga memergoki Tama sedang berdebat dengan Hanna. . Feeling aku nich ya, Hanna ini bakal jadi sumbu konflik untuk hubungan —palsu— antara Jani dan Tama. Dan sepertinya Putra juga mencium sesuatu saat pertama kali bertemu Jani ketika ia mengunjungi rumah Tama. . Selain itu, Jani juga mendapat secuil informasi terkait Alicia dan Adrian. Siapakah mereka berdua? Dan apa hubungannya dengan Tama Tjitro? . Apakah sandiwara tersebut akan tetap dilanjutkan ketika Sri Muliya Tjitro dan Ahmad Damar Tjitro berharap banyak pada hubungan Tama dan Jani? Tega kah mereka berdua menyakiti hati dan perasaan kedua orang tua Tama? . Penasaran? Aku pun penasaran karena baca novel ini membuat aku semangat dan berdebar debar. Ingin tau kelanjutan kisah Tama - Jani ini. . . "Seandainya kita saling mengenal bukan dengan cara ini," — Hal. 49 . Hanna, kakak ipar Tama, ternyata mengetahui sandiwara ini. Bahkan, ia menuduh Tama hanya memanfaatkan Jani untuk mendapatkan hak asuh anaknya. Oleh karena itu ia mendebat Tama agar tidak melakukan sandiwara itu. Menurut Hanna, tidak hanya Jani dan Tama yang tersakiti tetapi juga kedua orang tua Tama. . "Cepat atau lambat, semua kepedihan itu akan berlalu." — Hal. 52 . Aku ternganga ketika mengetahui masa lalu Tama. Ternyata, tidak hanya Jani, Tama pun tidak mudah membuka hati dengan lawan jenis dikarenakan masa lalu yang pedih itu. . Jani dan Tama bertukar kisah pedih mereka. Namun, Tama merasakan something wrong saat Jani menceritakan kisah pedihnya, tentang seorang pria Italia, yang sukses membuat Jani untuk tidak ingin jatuh cinta lagi. . Mereka terjebak dengan permainannya sendiri. Mereka berdua bahkan tidak tahu apa yang harus dilakukan meyakinkan Sri Muliya Tjitro bahwa "mereka" berakhir ketika kontrak kerja selesai. Mereka tahu, itu bukan pekerjaan yang mudah. . Aku deg deg an nich dengan kisah mereka di Bali. Feeling aku mengatakan ada kejadian yang membuat Jani histeris teringat akan kisah pedihnya. Aduuhh berdebar ini lho jantungku takut nyesek. . Kisah Tama dan Jani ini sangat manis lho yang lambat laun pasti ada rasa di hati mereka masing-masing. Sehingga ketika mereka membahas tentang "perempuan bayaran" aku jadi nyesek bin greget. . Bisakah kisah manis Tama dan Jani terus bertahan ketika sebuah drama besar muncul ke permukaan yang siap "menggulung" mereka berdua? Drama ini juga melibatkan kedua orang tua dan keluarga besar Tjitro lho 😢😢😭😭. . Apa yang akan dipilih Tama? Dan juga Jani? . . "You can trust me, Kinanti. I wouldn't do anything to hurt you." — (Tama, Hal. 123) . . Huwaaa akhirnya aku berpisah sama Tama. Aku suka sekali sama TLE karena ada Tama Tjitro hihihi. . TLE ini menceritakan tentang Jani yang sedang berusaha untuk melupakan masa lalu yang buruk malah "terperangkap" pada profesi yang tidak pernah ia bayangkan yaitu Lady Escort. . Novel yang menggunakan POV 3 ini juga menceritakan tentang Tama yang melakukan segala cara untuk mendapatkan hak asuh anaknya termasuk menyewa seorang perempuan agar menjadi pasangannya. . TLE ini menawarkan sisi lain dari seorang Lady Escort, yang selama ini dalam pikiranku adalah hanya berkaitan dengan hal ena ena ternyata pikiranku itu salah. . Selain menyajikan kisah cinta yang manis, novel berkaver anggun nan elegan ini juga menyajikan ilmu tentang fotografi. Jadi curiga nich jangan-jangan Kak Kitty sungguh piawai dalam hal potret memotret. . Aku sangat menikmati novel ini karena alur cerita yang ringan dan menarik. Konflik yang berpusat pada profesi "perempuan bayaran" membuat aku gemas bin geregetan serta berdebar kencang jantungku. . Di halaman 43, aku menemukan kata "taro", sebenarnya yang baku itu "taruh" atau "taro" yak? . Novel kece ini diperuntukkan pada readers yang sudah berumur 17+ yak. . . terima kasih kepada Kak Kitty karena memberikan kesempatan dan kepercayaannya padaku untuk berkenalan pada Tama yang suami-able dan peluk-able ini hohoho.. sukses terus ya kak.. . regards, @dumzcharming
Hmm.. Bukan novel pernikahan, tapi otw menikah yang so cute! Menurutku, Tama-Jani ini pasangan romantis tapi lucu! Apalagi Tama, dia ini diem, berusaha bikin Jani nyaman, tapi kadang bisa usil juga. Menurutku, Tama ini tipe cowok idaman banget. Nyebutnya husband material lah. Mapan, berusaha bikin pasangan nyaman, dan sayang sama keluarganya.
Covernya gue suka cantik banget.. ceritanya menurut aku biasa.. sorry to say.. gue nggak dapet feel baca cerita ini.. terlalu terburu-buru menurut gue.. Nggak ada yang bikin hati berdebar dari lembar demi lembarnya.. Tama kurang di buat sweet, masa lalu Jani juga nggak dikupas tuntas kurang greget menurut gue.. lamarannya juga biasa.. tiba-tiba nikah.. kurang di explore lagi bagian per bagian cerita ini..
Cerita percintaan bermula dari tak kenal maka tak sayang melandasi hubungan (pura-pura) Tama dan Jani. Hubungan profesional ini berkembang menjadi dekat. Naik turunnya perasan Jani banyak digambarkan dalam cerita 193 halaman ini. Ringan dibaca dan cocok menemani waktu bersantai.
Itu yang saya rasakan dari membaca teaser TLE yg diposting sama mb Kinanti. Ketika akhirnya menjadi sebuah buku dari lembaran-lembaran yang kadang bikin tidak sabaran nunggu kelanjutannya, bahagia banget. Tidak sabar membaca cerita Jani dan Tama yang buat gemas tanpa terputus. Tidak berlebihan, dan tampilan karakter hero-nya idaman perempuan banget. Alur cerita jelas, gak muluk, bergerak ringan dari awal sampai akhir. Cuma kurang detail aja untuk latar belakang tokoh dan konflik (bagi saya yang suka detail). Tapi selebihnya..? TLE bikin berkhayal menemukan laki-laki berkepribadian seperti Tama Tjitro. Indah!
sukaaaaaa bangettt sama ceritanya,sederhana. tp jadi bikin kita kebawa didalam ceritanya.. alurnya enakkk ga ngebosenin. jadi pgn punya Tama dlm hidup ku HEHEHE. intinyaa aku sukaaa banget sm buku TLE ini,karnaaa dr judulnya aja udah bikin penasaran bgt,trs pas baca senyum2 sendiri. trs mewek sendiri,trs senyum lagi.. moodnya di mainin bgt bikin ceritanya tambah seru!!!! SUKAAAAA BGT SM TLE!!
Niat baca dan menyelesaikan ini selama perjalanan di kereta, tapi terhalang. alhasil dua hari baru selesai. bukan, bukan karena ceritanya yang ga seru. Tapi karena gangguan ketika membaca ini, diajak ngobrol, alhasil daripada mengganggu keasikan membaca kisahnya Tama dan Jani, mending ditunda. Hihi.... Review dan Resensi selengkapnya segera menyusul ya, kakak senior pas sd. 😁😜
Ceritanya simpel dan nyaman untuk diikuti. sekali baca pasti ga mau berenti. tapi ya itu, masih kalah saing sama kerjaan yang menumpuk. Suka karakter Tama yang bikin lumer. Dia ga romantis tp sweet banget. Love it.
"Semua orang pasti pernah mengalami masa gelapnya masing-masing, tapi selalu ada cara untuk melewatinya." (hal. 52)
***
Novel TLE ini punya ide yang sederhana dan terbilang umum: pasangan bayaran. Yang membedakan adalah, dalam novel ini muncul istilah 'lady escort' untuk pasangan bayaran tersebut.
Kisahnya sendiri minim konflik. Perkenalan dan perkembangan hubungan antartokohnya secara keseluruhan terlihat cepat dan mudah. Sejak awal, kedua tokoh utamanya akur, pasangan husband-wife material yang saling pengertian. Bagian yang bikin dug-dug-ser justru terasa padat menjelang akhir. Namun, tenang. Tetap ada penyelesaiannya kok, meskipun menurutku kurang mendetail.
Ceritanya menggunakan alur maju dan dibawakan dari sudut pandang ketiga. Penceritaannya enak banget. Selain bahasanya mengalir, kalimat narasinya juga simpel dan enggak banyak basa-basi. Hanya saja, ada penggunaan pronomina persona yang enggak konsisten, misalnya: kadang saya, kadang aku.
Untuk tata tulis, aku menemukan beberapa kata yang enggak baku, misalnya: terlanjur, harusnya telanjur; sekedar, harusnya sekadar; menghembuskan, harusnya mengembuskan; dan frustasi, harusnya frustrasi.
Secara keseluruhan, TLE ini novel debut yang udah oke kok. Kisahnya yang ringan cocok banget untuk mengisi waktu luang.
3.5 🌟 Ide cerita mengenai cewek bayaran ini sudah lumayan umum, tapi tentu penulis tetap menyuguhkan sesuatu yang beda dan memberikan sentuhan sesuai dengan gayanya.
Karakter kesukaanku tentu si Jani/Kinanti. Dia tipikal cewek setrong yang bakal selalu kusukai di novel mana pun. Kalau sudah sekali dibuat sakit hati, ya sudah pilih pergi dengan kepala tegak, bukannya menye-menye.
Dikisahkan, kedua tokoh utamanya, Jani dan Tama memiliki masa lalu yang sama buruk, yang membuat keduanya trauma. Namun, perasaan itu kurang dieksplorasi oleh penulis, makanya ketika membaca aku merasa sebagai penonton, kurang bisa masuk dan turut merasakan betapa sulitnya masa lalu dan seberapa besar hal tersebut memengaruhi kehidupan mereka. Andai kata rasa sakit di masa lalu diulik lebih dalam, aku yakin The Lady Escort bakal lebih mengaduk-aduk emosi pembaca.
Satu hal lagi yang lumayan menggangguku, tapi mungkin ini penilaian subyektif ya. Diceritakan Tama ini dibesarkan oleh keluarga Jawa yang lumayan kolot (kurang lebih begini nggak sih istilahnya? Soalnya orangtuanya mau anak-anaknya menikah dengan sesama orang Jawa), tapi kok ibunya biasa saja dan aku nangkapnya malah mendukung ya ketika Tama dan Jani tinggal serumah? 😅 Sudah itu aja sih, lumayan mengganjal bagiku pribadi.
Apa yang kamu bayangkan jika mendengar kata "Lady Escort"? Selama ini kita mengenal lady escort lebih ke konteks negatif, yaitu kecenderungan menjadi gadis bayaran yang salah satunya berfungsi dalam bisnis kelas atas. Bahkan seorang lady escort ini dapat disewa atau dikontrak bisa sampai ke ranah urusan ranjang.
Namun, dalam novel ini Kak Kinanti WP mencoba mengambil sisi lain yang berbeda dari sisi lady escort dan Kak Kinanti mengeksekusinya dengan cukup baik.
Dari segi ide cerita, tema tentang gadis yang disewa untuk menjadi kekasih pura-pura atau semacamnya mungkin sudah biasa, tetapi percayalah novel ini berbeda.
Ide cerita yang ringan, judul dan cover yang cantik serta konflik yang tidak terlalu berat membuatku hanya membutuhkan 4 jam saja membaca novel ini.
Sebagai novel perdana, aku sangat mengapresiasi keberanian Kak Kinanti menuliskan kisah Jani dan Tama. Secara keseluruhan, kamu mencari sebuah kisah romansa yang ringan dan manis, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca ya.
1. Typo masih wajar... Ga terlalu banyak. . . 2. Sebarnya novel ini tuh bagus, namun ada bagian bagian yang masih bisa dikembangkan yang akan menambah point plus novel ini... Misalnya hub alicia x tama, alasan ibu tama yang menolak alicka, hub adrian, masa lalu jani. . . 3. Alur. Di awal alur novel ini sangat lambat.... Di awal kita disajikan perkembangan hub tama x jani. Namun pada saat menuju ending... kalau buat I itu terasa terburu-buru. . . 4. Well, I suka cara penulis membangun interaksi para tokohnya. . . 5. I suka cover dan layout novel ini 😍😍. .
Just do your magic. Everything seems to be okay around you.'
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Kinanti Anjani, perempuan jawa asli berdarah seni yang parasnya bak model. Tapi dia lebih senang dipanggil Jani. Ibunya seorang penari keraton, sang ayah penyuka seni lukis. Sehingga tak ayal jiwa seni yang ada pada diri Jani turun temurun dari kedua orangtuanya. Dan pilihan Jani jatuh pada dunia fotografi.
📷
Pratama Aditrya Tjitro, pria tampan yang menekuni bisnis di dunia arsitektur bersama temannya, Surya. Pengusaha muda ini nyatanya sudah mempunyai seorang anak nan rupawan bersama gadis yang ia nikahi tanpa restu ibunya, dulu. Sampai-sampai nekat dan alhasil setelahnya ia terpisahkan oleh wasiat sang istri yang tak ingin anak mereka diasuh oleh Tama sebelum Tama memiliki pendamping lagi.
📷
Hingga di sebuah kebetulan yang begitu mulus, Tama dan Jani dipertemukan oleh sebuah hubungan kerja yang aneh. Menjadi pendamping Tama untuk dapat menemui sang anak dan agar hak asuh didapatkan. Bisa dibilang Jani terpeleset pada kontrak kerja menjadi escort bagi Tama.
📷
Membaca kisah Jani membuatku membayangkan betapa lihainya Jani dalam memotret sekaligus betapa tangguhnya Jani menjalani hidup mandiri dan terus maju dari luka masa lalu yang sangat menyakitkan untuknya. Hingga terjebak dalam hubungan kerja sandiwara hingga membawanya untuk berterus terang dan melawan luka.
📕Judul buku : The Lady Escort
📝Penulis : Kinanti WP
📚Penerbit : Kubusmedia
🕰️Tahun terbit : 2018
📖Tebal : 194 hlm
✨Penilaian pribadi : 4,4/5
Seorang Tama juga menarik, seorang pria idaman yang memperlakukan wanitanya dengan penuh perhatian dan cinta. Seperti yang dilakukannya pada Jani. Sampai benih-benih rasa yang sudah lama tak menyentuh hatinya kembali bangkit saat keduanya bersama.
Buku ini adalah salah satu karya teman sekaligus guru saya di dunia literasi. Founder dari KamAksara yang saat ini juga sedang saya huni.
Siapa yang baca judul udah melang-lang buana pikirannya? Hehee. Wahh, apa nih gadis bayaran.
Nih, sedikit blurbnya : Jani tak pernah menyangka bahwa keputusannya untuk kembali ke Indonesia justru mendorongnya untuk terjun ke profesi yang tak pernah ia bayangkan. Meski awalnya hendak menolak, namun pesona pria itu justru membuat Jani setuju untuk menjadi kekasih bayaran.
The Lady Escort menurut salah satu sutradara film : Penulis dapat merangkai setiap alur cerita dengn begitu indah & menyentuh kedalaman & detail emosi setiap karakternya membuat saya begitu terhanyut di dalamnya. Novel yang sangat direkomendasikan untuk dimiliki & dibaca.
Waaaaah, sudah ada gambaran?
Menurut saya, betul kata Pak Ario Rubbik sang Sutradara Film, bahwa novel ini pantas dimiliki dan dibaca. Novel ini memiliki nilai value yang tinggi. Kalau urusan alur atau tata bahasa mah gak usah diragukan lagi.
Sedari awal saya sudah excited sekali. Ide cerita sudah gak umum, guys. Ada wanita baik-baik yang pacaran atau dekat dengan cowok bisa dihitung jari, tiba-tiba jadi kekasih bayaran. Nah, kan, udah dibikin penasaran dari awal.
Selain itu, profesi asli keduanya membuat saya bertambah ilmu, seputar dunia fotografi dan pengusaha.
Apa sih yang kita pikirkan tentang The Lady Escort? Pasti ada yang berpikir escort itu melakukan pekerjaan yang tidak-tidak. Eits.. tapi tunggu dulu 😉 Escort dalam buku ini gk kayak gitu koq. Walaupun keliatan judulnya terkesan nakal. Tapi pengertian pekerjaan Escort dalam buku ini sama sekali tidak mengarah kearah situ.
Buku ini menceritakan seorang konglomerat bernama Tama yang sedang mencari seorang pasangan untuk membantunya mendapatkan hak asuh anaknya. Mendiang istrinya berwasiat kalau Tama ingin mendapatkan hak asuh, dia harus sudah menikah. Sedangkan Tama tidak mempunyai kekasih. Jadi dia berinisiatif untuk memperkerjakan wanita bayaran yang mau membantunya berpura-pura jadi pasangannya.
Ada beberapa tema yang diangkat dalam buku ini yaitu, tentang keluarga, persahabatan, cinta, dan trauma masa lalu. Kisah cinta antara Tama dan Jani menjadi garis besar isi cerita.
Gaya bahasa dalam buku ini sederhana, ringan dan sangat mudah untuk dipahami. Penggambaran suasananya juga sangat gamblang dan mudah untuk dibayangkan. Narasinya mengalir jadi gk terasa sama sekali sudah menghabiskan waktu membaca buku ini.
Konflik yang disajikan menurutku tidak terlalu berat, tidak sampai memainkan emosiku sebagai pembaca. Aku bahkan merasa kurang. Kayak eksekusinya tidak mencapai puncak. Terasa nanggung.
Tapi keseluruhan ceritanya bagus dan enak untuk diikuti.
Sebenarnya ini ide yang cukup unik, yaitu perempuan bayaran untuk mendampingi. Awalnya ngga sengaja, karena Citra dan Surya yang membuat Jani harus menjadi pendamping Tama. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan hak asuh Adrian, anak Tama dengan mantan istrinya yang sudah meninggal.
Awalnya hubungan mereka kaku banget, lama lama perasaan kebawa.
Naik turunnya kerasa banget, nggak gitu romantis, apalagi dilandasi dengan ini tuh sekadar pekerjaan. Tapi tuh tetep aja bikin lumer.
Alurnya mengalir gitu aja, tapi agak kurang detail, ada pertanyaan di otak aku yang masih belum kejawab. Masuk ke saat ketemu Adrian tuh terasa membosankan. Tapi seperti biasa, nyampe akhir aku ngga mau kisahnya tuh berakhir.
Ada bagian yang bahasanya nggak baku, bahkan kayak ngetik chat biasa, bukan novel, ada juga yang baku parah.
Terlepas dari itu, ini bagus, nggak berat, dan cukup bisa dinikmati. Keren penulis! (baru sadar nama penulisnya sama kayak nama depan Jani).
Bagian awal sampai Bali itu ya.... seruu banget! kayak chemistrynya berasa, terus hubungan mereka tuh didevelop dengan baik, gak kaya lompat2...alurnya enak banget dan pas, ga kecepetan dan ga kelambatan.
Tapi masuk dibagian Bali ni, rasanya g jadi agak terhilang gitu, feelnya kurang dapet. Udah gitu pas Jani dibujukkin Tama buat tinggal di kondo-nya dia...itu g berasa tambah lost....mungkin bagian itu ada kurang2 dikit ya menurutku...g kurang dapet feel-nya waktu Tama ngeyakinin Jani klo dia terima Jani apa adanya, terus tau2 dong, dah berapa bulan berikutnya dan Jani dah hamil...hweee.... those would be a very good moments too kalo diceritain....
Tapi balik lagi, itu sih perasaan g yeee...hehehehe no offence dan g seneng kog bisa baca buku ini.
Aku suka gaya bahasanya Kak Kinanti ahhh... Baru pertama kali baca karyanya habis. Bagus ceritanya, menarik idenya maksudku. Cuman mungkin aku ngerasa feelnya kurang dapet di akhir2nya. Tapi suka bikin drowning si Tama atuh. Sama apalagi yaa, mungkin kurang bumbu2 masa lalunya si Jani selama di Belanda. Si Hanna juga kurang banyak nongolnya, kurang bumbu pedas hmm. Dari sisi romancenya menurutku cukup dapet kok
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku reread lagi, dan ternyata bintangku masih nggak berubah.
Sebenarnya secara plot dan karakterisasi sudah oke, kekurangan dan kelebihan Tama dan Jani tereksplor dengan baik. Namun, pacenya yang terlalu cepat di buku ini sehingga semua terasa terburu-buru sehingga momen emosional tokoh terasa kurang. Padahal nih, kalau mengeksplor sedikit konflik awal Tama dan Jani, beuh bakal lebih dahsyat ini. Terus ini, aku agak gengges dengan pengulangan kalimat dan minimnya kata ganti. Momen sama Adrian dan konflik perusahaannya juga kurang tergali, padahal ini POV 3 serba tahu hehe. Tellingnya kebanyakan banget, sampek sulit membayangkan beberapa adegan penting seperti momen emosionalnya Jani dan Tama waktu traumanya Jani muncul setelah disentuh.
Secara latar, penulis sudah menggambarkannya dengan baik, dan background pekerjaan Tama dan Jani sudah teramu dengan oke kok. Okenya lagi, novel ini bisa diselesaikan dalam sekali duduk.