Jump to ratings and reviews
Rate this book

Semesta Pun Berthawaf

Rate this book
Apakah sains bertolak belakang dengan agama?
Apakah Ashabul Kahfi dalam Al-Quran sekadar kisah semata?
Apakah “tujuh lapis langit” itu?
Bagaimana dengan piramida di Mesir, “black hole”, pelangi, atau gerhana?
Bumi itu bulat atau datar?

Dengan gaya menarik dan menyenangkan, berdasarkan pengalaman dan penelitan puluhan tahun di dunia astronomi, Prof. Thomas Djamaluddin mengajak kita membaca isyarat-isyarat alam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Menjadi “ulul albab”, orang yang senantiasa menggunakan akal, cendekiawan yang senantiasa membaca alam.

Melalui ilustrasi dan foto-foto, anggota Tim Hisab Rukyat dan Tim Tafsir Ilmi, Kementerian Agama RI, ini menyingkapkan makna-makna di balik penciptaan alam semesta:

Langit adalah tanda-tanda bagi orang yang berpikir
Matahari dan pola pikir nisbi manusia.
Bintang kejora sebagai kemegahan dan keunggulan relatif.
Lubang hitam yang teraniaya.

172 pages, Paperback

First published March 1, 2018

9 people are currently reading
53 people want to read

About the author

Thomas Djamaluddin

5 books3 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
19 (50%)
4 stars
14 (36%)
3 stars
3 (7%)
2 stars
2 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for ade_reads.
317 reviews19 followers
July 2, 2018
Sebagai seorang muslim dan sekaligus sebagai seseorang yang menggemari ilmu astronomi, saya sangat antusias sekali ketika membaca informasi yang ditulis oleh Bapak Thomas Djamaluddin di akun Facebook miliknya. Disana, beliau menuliskan tentang terbitnya sebuah buku yang ia tulis. Yang membuat saya sangat antusias dengan buku ini adalah, pada anak judulnya tertulis: "Astronomi untuk Memahami Al-Qur'an". Sangat menarik.

Alhamdulillah, tidak lama setelah itu, saya bisa mendapatkan buku ini... dengan harga yang sangat menggembirakan, hehe... karena saat itu sedang ada diskon 30% di website penerbitnya. Ya tentu saja, tanpa pikir panjang saya beli buku ini. Beberapa hari kemudian pesanan saya sampai, dan langsung saya baca. Meskipun yaa... sempat meng-underestimated-kan buku ini, : "Kok bukunya tipis". Pokoknya diluar ekspektasi banget. Tapi... bagian dalamnya itu lho, tampilan lay-outnya sangat menarik, bikin betah bacanya. Dan walaupun tidak terlalu tebal, isinya cukup padat, dilengkapi dengan gambar-gambar ilustrasi yang menarik, kutipan-kutipan dan beberapa ayat A-Qur'an yang berkaitan dengan uraian yang sedang dibahas, dan ada sesuatu yang unik juga dari buku ini, dibawah akan saya jelaskan ya..

Buku ini terdiri atas 14 bab, diantaranya bahasan mengenai langit sebagai tanda-tanda bagi orang yang berpikir, kaitan antara matahari dan pola pikir nisbi manusia, bintang kejora sebagai wujud kemegahan dan keunggulan yang relatif, lubang hitam si objek langit "istimewa" yang teraniaya, gerhana hingga kisah-kisah di dalam A-Qur'an yang berkaitan dengan ilmu astronomi, dan tidak ketinggalan bahasan yang beberapa waktu lalu sempat hits kembali, tentang bumi yang kembali diperdebatkan lagi bentuknya, datar kah? atau bulat?. Yaaa... sudah pastilah bentuknya itu adalah...

Semua pokok bahasan diatas diuraikan dengan cara yang menarik, sehingga sangat menyenangkan untuk dibaca. Tidak hanya itu, seperti yang saya sampaikan diatas, buku ini unik... pada setiap penghujung babnya dilengkapi dengan QR Code dan link untuk membuka web atau situs Youtube sehingga bahasan sebelumnya lebih dan jelas dan lebih mudah untuk dipahami.

Dan seperti yang tertulis pada bagian blurb, melalui buku ini, penulis mencoba mengajak para pembacanya untuk bersama-sama belajar membaca isyarat-isyarat alam untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, menjadi manusia yang senantiasa menggunakan AKAL.

Recommended bagi teman-teman muslim, yang menggemari atau sedang mulai menggemari ilmu astronomi.
Profile Image for Prahasti.
151 reviews15 followers
December 16, 2019
Buku yang sangat menarik.
Terdiri dari 14 bab yang hampir semuanya berbicara dari sisi astronomi dalam usaha memahami al-Quran terutama ayat-ayat yang berkaitan dengan alam semesta.

Dalam membahas evolusi manusia, penulis memberikan sedikit pendapatnya mengenai kelahiran Adam. Menurutnya, bisa jadi Adam a.s. juga serupa dengan Isa a.s. memiliki ibu, tetapi tanpa ayah.
Sehingga proses biologis (dilahirkan dari rahim sesosok makhluk) tetap terjadi. Hal ini menurut beliau dikarenakan Allah tidak menjelaskan proses kelahiran Adam, tidak seperti kelahiran Isa dari Maryam. (Lebih jelasnya bisa dibaca di buku ya, pendapat beliau ini).
Hal ini tentu saja masih sangat bisa diperdebatkan apalagi bila dikaji dengan ayat-ayat tentang proses penciptaan Adam.

Kelebihan lain buku ini selain penjelasan sains yang disandarkan pada ayat-ayat al-Quran, yaitu adanya halamna-halaman yang memuat QR code yang bisa dipindai sehingga kita dapat melihat video-video terkait beberapa hal yang dibahas dalam buku.

Bagi yang masih bingung apakah bumi ini datar atau bulat, buku ini bisa banget dibaca lho. ^^
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
904 reviews30 followers
June 12, 2025
sepertinya kita butuh lebih banyak lagi buku yg membahas tentang al Qur'an dan sains, dengan contoh yg lebih dekat keseharian dan bahasa yg mudah dipahami.

beberapa bab ada yg lil bit confusing antara ayat yg dilampirkan dengan penjabarannya seperti kurang nyambung. selebihnya oke, apalagi untuk keterkaitan dengan astronominya.
Profile Image for Cikal Annisa.
56 reviews
September 19, 2024
Keren banget sih buku ini, bener-bener daging semua isinya. Nambah ilmu banget, bahasanya sederhana dan tidak menggurui. Sayang menurut saya, kurang panjang karena bener-bener gak kerasa banget pas baca. Bahasanya mengalun santai namun tetap berisi banget.

Sebagai orang yang awam banget, baik tentang astronomi maupun ilmu Allah buku ini nambah ilmu dan pengetahuan sekali. Terutama konsep "tujuh" yang sering banget disebut-sebut dalam Al Quran. Bener-bener bikin WOW banget. Setelah baca buku ini, malah jadi pengen baca lagi buku-buku sejenis ini, yang menghubungkan Sains dengan Al Quran.

Padahal beli buku inipun random banget gatau kapan gatau karena apa sampai lupa dan tiba-tiba ada di rak buku makanya dibaca. Sungguh menyesal baru baca sekarang sih.
Profile Image for Yusuf Ks.
425 reviews53 followers
December 15, 2018
Bagi sebagian kalangan sains, ada yang beranggapan bahwa ketika membahas sains, ayat-ayat Al-Qur'an jangan dibawa dan dikutip, karena tidak sejalan dan tidak nyambung. Ada juga sebagian kalangan awwam sains namun menganggap diri mereka lebih paham agama, yang sengaja membenturkan ayat-ayat Al-Qur'an dengan sains, dan menganggap fakta-fakta sains sebagai sesuatu yang keliru karena dianggap bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an.

Buku yang berjudul Semesta pun Berthawaf:Astonomi untuk Memahami Al-Qur'an membantah semua anggapan keliru di atas. Buku ini ditulis oleh Thomas Djamaluddin, seorang Professor Riset Astronomi yang juga religius.

Secara umum buku ini membahas segala sesuatu tentang alam semesta, baik dari benda-benda langit seperti bintang, dll, maupun fenomena alam yang terjadi di sekitar kita seperti pelangi, dll. Semuanya dibahas dari sisi astronomi, dan dalil-dalil dari Al-Quran yang penafsirannya berkaitan dengan hal tersebut.


Setiap pembahasan diakhiri dengan suatu renungan untuk para pembaca supaya dapat menjadi manusia yang lebih beriman, dan lebih baik dalam berbagai aspek, juga lebih baik sebagai individu maupun berkelompok.

Sebagai contoh ketika penulis membahas mengenai langit. Beliau memulai dengan penjelasan astronomi. Langit yang begitu luas dan dihuni oleh banyak benda langit, di antaranya Matahari. Matahari yang merupakan benda langit terbesar di tata surya Matahari, sebenarnya hanyalah bintang kecil di galaksi Bima Sakti, karena masih banyak bintang raksasa yg diameternya ratusan kali dari Matahari. Galaksi dihuni miliaran bintang, gas, dan debu pembentuk bintang-bintang baru yg berjumlah tak terhingga di alam semesta ini. Dan Bima Sakti hanya satu galaksi dari miliaran galaksi (bahkan tak terhingga) yang ada di alam semesta ini.

Lalu penulis mengutip beberapa ayat dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan langit dan menjelaskan penafsiran berdasarkan apa yang beliau pahami. Setelah itu beliau menutup pembahasan mengenai langit dengan mengajak pembacanya merenung. “Sadarkah kita akan perbandingan diri kita sendiri sebagai manusia dengan alam semesta? Semakin sering bertafakur, seharusnya semakin sadar akan lemah dan kecilnya diri manusia. Padahal hanya Allah yang MahaBesar. Patutkah kita masih menyombongkan diri?”

Itu baru satu contoh pembahasan, masih ada pembahasan lain seperti cahaya, Bintang Hitam, pelangi, planet, dan pembahasan mengenai benda langit maupun fenomena alam lainnya.

Di zaman modern di tahun 2018 sekarang masih ada saja kalangan yang menganggap Bumi datar, termasuk derivatifnya, menganggap Matahari mengelilingi Bumi secara hakiki. Mereka yang beranggapan seperti ini ada juga yang membawa dan mengutip ayat-ayat Al-Qur'an yang ditafsirkan oleh mereka lalu membenturkannya dengan sains modern. Thomas Djamaluddin membantah hal ini dengan membuat pembahasan Bumi bulat atau Bumi datar, yang pada intinya adalah sudah menjadi fakta sains bahwa Bumi itu bulat dengan memiliki banyak bukti yang dapat dilihat, diamati, dan dirasakan oleh kita semua. Sedangkan beberapa ayat Al-Qur'an yang biasa digunakan untuk mencari pembenaran Bumi datar, mereka hanya membawakan tanpa memahami makna dan konteksnya. Jika ayat tersebut dipahami dengan baik sesuai konteks, justru akan membuktikan bahwa Bumi itu bulat, dan Bumi mengelilingi Matahari.

Pembahasan “kontroversial” populer lainnya seperti evolusi juga dibahas di buku ini. Masih banyak bagi sebagian orang yang berpikir bahwa evolusi adalah manusia berasal dari kera, dan karena itu mereka menolak evolusi dan membenturkannya dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Padahal evolusi adalah sesuatu yang pasti, ada, dan terjadi pada seluruh alam. Penulis menjelaskan beberapa contoh dan tahap evolusi pada alam semesta, juga disertakan penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an mengenai evolusi alam semesta.

Walau Profesor T. Djamaluddin memastikan bahwa evolusi adalah ada pada alam semesta, namun beliau berpendapat manusia bukan evolusi dari hewan, namun diciptakan secara khusus. Beliau mempunyai teori menarik tentang asal usul Adam, dan kaitannya dengan homo erektus dan homo sapiens. Teori Profesor T. Djamaludin sangat menarik, walaupun teori ini kemungkinan besar sulit diterima oleh banyak ulama karena dianggap bertentangan dengan ayat-ayat Al-Qur'an, tapi walau teori ini belum tentu tepat, sudah sepantasnya teori ini diapresiasi karena dua hal :
1)Beliau tetap menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an mengenai Adam untuk mendukung teorinya dengan penafsiran yang beliau pahami sesuai bidang keilmuannya

2)Teori beliau ini tidak dibenturkan dengan evolusi yang merupakan keniscayaan dalam sains. Walau begitu, beliau berpendapat peristiwa “penciptaan” Adam terjadi secara khusus.



“Semua sains sudah Islami, sepenuhnya tunduk pada hukum Allah. Hukum yang digali dan dirumuskan adalah hukum alam yang tunduk pada sunnatullah.”

Beberapa kisah yang diabadikan dalam ayat-ayat Al-Qur'an juga dibahas dengan penafsiran Al-Qur'an yang beliau pahami ditambah dengan melampirkan fakta-fakta yang ada, seperti mengenai Ashabul Kahfi dan Isra Mi'raj.

Bab Isra Mi'raj merupakan pembahasan yang juga sangat menarik, beliau membahas dari sisi sains dan dari sisi ibadah. Dari sisi sains, beliau berpendapat bahwa Isra Mi'raj bukanlah kisah perjalanan antariksa. Melainkan perjalanan keluar dari dimensi ruang waktu. Caranya Iptek tidak dapat menjelaskan. Perjalanan lintas dimensi ruang waktu memang lebih logis dan lebih sesuai dengan sains daripada perjalanan antariksa.

“Pemahaman dengan pendekatan konsep ekstradimensi sekedar pendekatan sains untuk merasionalkan konsep akidah terkait Isra Mi'raj, walaupun belum tentu tepat. Upaya pendekatan saintifik sering dipakai sebagai dalil aqli untuk memperkuat keyakinan dalam aqidah islam. Sains seharusnya tidak kontradiktif dengan akidah dan akidah bukan hal yang bersifat dogmatis semata, tetapi memungkinkan dicerna dengan akal.” (hal.120)

Sedangkan dari sisi ibadah, beliau mengajak pembaca merenung bahwa shalat 5 waktu adalah ibadah utama umat Islam yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim, kaya, miskin, sehat, sakit, tidak ada pengecualian sama sekali. Kini astronomi telah menjadi alat bantu utama dalam penentuan kiblat dan waktu shalat, sehingga dalam pelaksanaan shalat menjadi lebih mudah karena tidak perlu mengecek panjang bayangan dll seperti pada zaman dahulu.

Sungguh jarang sekali menemukan buku yang seperti ini, berbagai macam pembahasan yang sesuai dengan sains modern, yang sains tersebut dapat menjadi alat bantu dalam menafsirkan dan memahami Al-Qur'an, bukan untuk dibenturkan dan bukan pula untuk dicocok-cocokan (cocoklogi). Buku ini sangat bermanfaat dibaca oleh semua orang, terutama kaum Muslimin yang ingin tahu lebih banyak mengenai astronomi tanpa melupakan Al-Qur'an yang sebagian ayat-ayatnya dapat dipahami dengan sains dan astronomi.
Profile Image for Mpur Chan.
Author 1 book39 followers
February 23, 2026
Saya tertarik dengan bahasan sains dan agama gara-gara ikut kelas Origin of Life-nya Risco Aditama dan Fuadh Naim dari YukNgaji. Pas tahu ada buku ini, saya senang sekali. Penulisnya orang yang paham tentang sains dan agama Islam. Apalagi cover bukunya mengingatkan saya dengan buku-nya Neil deGrasse Tyson, The Astrophysics for People in a Hurry.

Ada banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan, namun di beberapa bagian ada bahasan yang kurang mendalam. Respon saya seperti "wah pingin tahu lebih banyak lagi, dong". Tapi memang begitu kan ya kalau baca buku nonfiksi. Selalu ingin cari tahu lebih banyak yang membawa kita ke literatur lainnya.
Profile Image for h.
376 reviews149 followers
October 13, 2020
Semenjak Aliyah pas dapat mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam.. jadi jatuh cinta sama sejarah Islam termasuk pengkajian sains dengan Islam.. karna di sana dibahas ttg ilmuwan2 Muslim.

Buku ini menjadi penambah daftar bacaan jika ingin mempelajari sains dan sebagai Muslim, tentu untuk lebih mengenal Sang Pencipta🥰

Worth to read!
Profile Image for Mystyjm.
7 reviews
April 10, 2023
Bukunya menarik, karena disertai gambar gambar yang bagus tentang alam semesta sesuai dengan judul nya. Dan banyak yang aku pelajari dr buku ini. Bahwa sains dan agama itu tidak pernah bertentangan. Quran itu adalah ayat dari tuhan yang tidak dapat di perdebatkan. Sains hadir untuk memperkuat dan menambah keimanan
Profile Image for Rahmatika Dewi.
17 reviews
September 18, 2021
Buku ini berisi banyak wawasan. Semakin menyadarkan bahwa semesta adalah makhluk, sama seperti kita. Diatur oleh Yang Maha Mengatur, bukan mengatur setiap kejadian dalam hidup. Buku tipis yang isinya cukup berat
Profile Image for Laras Audina.
28 reviews
May 31, 2020
Baca judulnya dan excited karena ternyata ada buku astronomi yang berkaitan dengan Islam. Bukunya bagus, padat dan ringkas. Membuat diri ini banyak berpikir akan penciptaan alam semesta.
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.