Dari sudut kota yang jauh. Perasaan kepadamu tetaplah hal yang utuh. Sebab kamu bagian dari rencana-rencana besarku. Bagian penting dari hal-hal yang kumiliki dalam hidupku. Maka, bertahanlah di sana tanpa rasa curiga. Tanamkan dalam dadamu apa yang aku perjuangkan sepenuh jiwa.
Bersabarlah di sana, biar kukembangkan lebih lebar lagi sayapku di sini. Semoga tidak lama lagi semesta memisahkan kita. Agar segala yang membuatmu cemas dan ragu bisa tiada.
Jangan baca buku ini. Ini baper. Kamu gak akan kuat. Biar aku saja 😁 . . 📚 Sungguh berbahaya sekali buku ini kalau dibaca oleh mereka yang sedang jatuh cinta, patah hati, diphp-in, jatuh cinta diam-diam, dan sejenisnya. Karena ini merangkum segala perasaan itu. 😂 . . 📚Pertama baca, agak terkecoh karena ternyata ini kumpulan cerpen bukan novel utuh. Dan jujur saja, saya lebih suka dengan format begini untuk karya bang boy candra drpd yg novel 😁✌ Karena terasa lebih cocok aja dan feelnya lebih nendang. . . 📚Agak kaget juga genre yang dibawa di novel ini lebih beragam dan gak hanya mengerucut ke cinta-cinta ala remaja. Ada cinta kpd cita-cita, idealisme, bahkan sama hantu (?) 😅 absurd memang yg pas cerpen ttg hantu ini. Tp pas baca asyik aja lho, gak ngebosenin 😆😆😆 suka suka suka! . . 📚Kesimpulannya? Kamu harus baca buku ini 😅😅😅 karena ini bagus dan sangat membawa imajinasi kita terbang liar ke dunia ala ala boy candra. Seru lho! Asli ! 😂 . . 📚Buat bang @boycandra terimakasih sudah menghadirkan karya sekeren ini. Sehat selalu. Dan ditunggu karya selanjutnya 😊😊😊
Kumpulan cerita cinta yang nanggung. Awal dan ending yang gantung. Kalimatnya seakan diulang, seperti sedikit memaksa agar ceritanya sedikit lebih panjang. Apresiasi untuk idenya. Bisa mengumpulkan ide cerita cinta sebanyak itu, sekreatif itu.
Buku yang terlalu sempit untuk dinilai hanya dari tiga kata judulnya. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena isinya, tidak sesempit pemaknaan cinta pada umumnya. Isinya benar-benar memberikan pandangan luas dan lapang tentang cinta.
Kalau kamu menganggapnya sebagai tulisan picisan nan menye-menye, kamu harus berpikir ulang, dan membacanya dengan benar. Karena melalui buku ini terlalu banyak definisi cinta yang terjelaskan secara nyata.
Cinta kepada kekasih, cinta kepada orang tua-namun tak terbalas, cinta seorang wanita yang tlah menjadi ibu terhadap kampung halamannya, cinta seorang mahasiswa pada kebenaran jalan pikirannya, cinta seorang warga negara pada ibu pertiwinya, bahkan cinta pada sosok-sosok tak nyata yang hanua dapat dimunculkan oleh cinta—hantu.
Kalau kamu bertanya bagian mana yang paling berkesan?
Sampai detik ini.. bagian yang membuatku banyak tersentil itu ada di bagian 'Sahabatku Bernama Asang', baru kemudian 'Elegi dari Madisan'. Meski di awal-awal kita disuguhkan cerita romantis yang memanjakan, tapi setelah menginjak bagian berjudul 'Hilang', dimulailah banyak sentilan dan tamparan tentang banyak sisi kehidupan, yang mungkin selama ini seringkali tidak kita indahkan, dan dilewatkan begitu saja.
Ini benar-benar kumpulan sentilan sentilun yang cantik.
"Hidup adalah perkara mengumpulkan kisah demi kisah. Lalu, kita rajut menjadi bagian yang disebut kenangan.
Cinta Paling Rumit merupakan buku kedua Kak Boy Candra yang kubaca. Buku ini berisi 22 cerita pendek yang bertemakan cinta. Namun, cinta disini bermakna universal, tidak hanya cinta antar 2 orang berlawanan jenis saja.
Setiap cerita memiliki kisahnya masih-masing terjalin dengan diksi yang indah dan memikat, membuatku begitu hanyut saat membacanya. Sulit rasanya menentukan mana kisah yang menjadi favoritku karena semua memiliki pesan masing-masing dan ada yang merupakan kritik sosial.
Secara keseluruhan, aku suka dengan buku ini. Membuatku jadi ingin membaca tulisan Kak Boy Candra lainnya
Sesuai judulnya, kumpulan cerita cinta dalam buku ini memang rumit. Jangan berharap hanya akan ada cerita cinta dengan bumbu romantisme, cinta segitiga, patah hati, luka, atau bunuh diri (walau semua itu juga ada didalamnya). Cerita-cerita cinta dalam buku ini beragam dan menarik. Beberapa mungkin memiliki cerita yang pernah kita cerna, beberapa merupakan keresahan dan menampilkan kejadian-kejadian yang tidak sulit kita temukan di saat ini, beberapa ada yang unik, kisah hantu misalnya. Nah, sayangnya ada beberapa cerita yang terkesan setengah-setengah, tanggung. Tapi walaupun begitu, buku ini tetap bisa dinikmati, baik dalam diam, maupun membahasnya bersama seorang sahabat didampingi secangkir teh hangat. (3.5)
Bagi saya cinta bukan hanya sebatas rasa suka terhadap lawan jenis. Namun cinta merupakan suatu eksistensi dari rasa peduli dan kesadaran. Tak hanya terbatas pada sekedar suatu materi. Namun lebih banyak dimensi yang dapat dijadikan eksistensinya.
Pada buku ini kita dijabarkan sebuah eksistensi dari cinta tersebut melalui beragam kisah - kisah yang digabungkan menjadi satu. Dari sekedar kasus materi biasa hingga kasus yang melibatkan batin dan perasaan sesungguhnya serta cinta paling rumit seperti cinta pada hal - hal yang sebenarnya tidak ada tertuang pada buku ini.
"Kalau mau kenal denganku, jangan berjalan di belakang. Berjalanlah di sampingku." (Hal.93)
Disetiap part yang disuguhkan aku sebagai pembaca ikut merasakan yang dialami tokoh-tokohnya. Terlebih saat part dimana saat bercerita tentang idealisme seseorang. Feelnya dapet banget
Sukaaa deh ada quote atau kata bijak tiap bab yang diambil juga baperin.
Banyak nasihat yang diberikan dalam novel ini. Jadi, untuk kalangan anak muda bukan hanya untuk bergalau ria tapi bisa mengambil pelajaran dan amanah yang disuguhkan dalam cerita ini.
Overall, novel ini keren banget. Recomended deh buat kalian anak muda jaman now.
Sukses selalu buat bang boy di tunggu karya selanjutnya.
Pertama,buku ini punya cover yang bagus dengan perpaduan biru dan putih yang membuat gambar di cover buku ini semakin hidup dan menarik untuk dibaca.
Kedua,buku ini juga mempunya cerita" yang berbeda di dalamnya,dan setiap cerita mempunyai akhir yang berbeda-beda dengan makna tersirat yang cukup mendalam.
Ketiga, konflik di buku ini pun hanya konflik-konflik ringan yang mungkin sering kita jumpai di sekitar kita.
Kebanyakan dari cerita pada buku ini sukses membuat saya takjub. Unsur cerita cinta yang dihadirkan bukan cerita cinta remaja yang penuh kasmaran dengan penyampaian yang berlebihan. Tapi malah penuh dengan pesan moral yang dewasa. Karir, politik, hubungan timbal balik anak-orang tua, persahabatan, mistik, dan lainnya. Semua dibungkus universal dan tidak hanya sekadar bahan bacaan, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran.
Kalau harus jujur, sebenarnya saya gak tahan juga baca buku ini. Beberapa cerpen ada yang menarik, tapi sisanya tidak begitu. Lalu kenapa cerpen-cerpennya terasa berusaha keras untuk jadi dalam dan penuh makna? Berapa kali cerpen-cerpen di buku ini harus mengkritik pemerintah begini-begitu.
Koleksi cerita pendek. Tentang amarah seorang mahasiswa dengan perihal-perihal negara dan korupsi. Tentang cinta yang rumit, kedengaran fiksi tapi sebenarnya lumrah. Tentang angan-angan dan impian terkubur demi mengejar karier dan gaji tetap. Tentang kesepian dalam kesibukan.
Cerpen-cerpennya seru, tak hanya soal cinta, banyak kritik sosial politik, dan soal industri perbukuan juga. Ada beberapa cerita yang ngeri bacanya, harus bijaksana dalam membaca dan memaknai buku ini.