Bercerita tentang seorang pengusaha muda yang sangat sukses bernama Mario Adipati Haling. Di umurnya yang mendekati angka tiga puluh, sosok Mario belum pernah merasakan kisah percintaan di dalam hidupnya.
Hingga suatu hari, takdir mempertemukannya dengan gadis remaja yang memiliki sifat ajaib dan kepribadian penuh misteri, Dafychi Guanni Freedy.
Mario melihat Dafychi seperti seorang Tuan Putri yang selalu ingin is kabulkan permintaannya. Sedangkan, Dafychi memandang Mario seperti kulkas dan bank berjalan yang siap memberikannya apa saja, kapal pesiar sekalipun!
Kisah percintaan lucu, romantis, keluarga, dan sahabat yang akan menghibur hati semua pembaca.
Mungkin, saya menerapkan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap novel ini.
Dengan 20 juta kali dibaca dan segera difilmkan, saya adalah pengecualian dari akumulasi dibaca tersebut. Saya memilih langsung membaca versi novelnya saja, berharap hasilnya lebih memuaskan.
Namun, ada beberapa hal yang mengganggu. Mungkin juga karena ini bukan jenis penceritaan favorit saya.
Narasi yang ditulis rasanya terlalu blak-blakan, tidak begitu mengalir dan ada beberapa yang membuat kening saya mengernyit.
Tokoh Mario yang digambarkan juga terlalu berlebihan di awal, namun agak kendor di pertengahan cerita. Begitu juga dengan Dafychi.
Saya harap, versi film akan mengemas cerita ini dengan lebih baik lagi
Novel ini direkomendasikan bagi kalian yang menyukai cerita dengan tokoh laki-laki yang kaya, juga penyuka cerita dengan jarak umur kedua tokohnya yang terpaut jauh.
Inilah akibatnya kalau baca buku gara2 nonton filmnya duluan dan kebeneran pemeran utama cowoknya cakep bener, bikin jadi kepo sama novelnya. Dan ternyata, mending ga usah kepo deh 😒
Aku uda baca dari versi wattpadnya. Sang author berjanji bakalan buat versi novel beda dari versi wattpad. Tapi menurut aku perubahannya mengecewakan. So sorry:(
Bercerita tentang seorang pengusaha muda yang sangat sukses bernama Mario Adipati Haling. Di umurnya yang mendekati angka tiga puluh, sosok Mario belum pernah merasakan kisah cinta di dalam hidupnya. Hingga suatu hari, takdir mempertemukannya dengan gadis remaja yang memiliki sifat ajaib dan kepribadian penuh misteri, Dafychi Guanni Freedy.
Yup. Itu adalah sedikit potongan dari blurb-nya. Bakalan kebayang kan, jalan ceritanya gimana. Novel ini tidak hanya berisi tentang hubungan love-hate relationship-nya Mario dan Dafychi saja. Juga terselip kisah keluarga dan persahabatan dalam cerita ini.
Aku nggak begitu naruh perhatian yang begitu besar, sih, soal novel ini. Hanya penasaran mengapa pendapat orang-orang terhadap buku ini berbeda-beda. Setelah kubaca, aku suka dengan kejutan2 ceritanya. Apalagi mengetahui sosok kepribadian Dafychi. Dan untuk karakter, entahlah. Aku hanya merasa kurang sesuatu. Tapi, membaca karakter Ando, aku jadi ingin punya Kakak seperti dia, haha.
Novel ini juga memiliki diksi yang tidak berlebihan, hanya menggunakan diksi-diksi umum, jadi sangat ringan untuk dibaca.
Cukup banyak kejutan di tengah jalan cerita, sempet ga mempredisi akan happy ending, di kira bakal gantung gitu aja tapi pas diakhir banyak percikan yang membuat kita tau bahwa hidup ga tiba2 kaya dari lahir tapi ada alurnya dari susah lalu senang atau malahan dari yang senang lalu jadi susah. Family come to first 💝
Waktu baca di bagian awal saya sadar kalo sudah over ekspektasi (karna baca blurbnya). Awalnya berfikir kalo ini novel dengan konflik yang berat (rumit). Tapi di pertengahan cerita sempet agak kaget karna ada konflik yang lumayan engga terduga.
Sebetulnya, beberapa tahun yang lalu, tepatnya sewaktu SMP, aku udah baca buku ini, tapi sayangnya versi ilegal. Ketika itu, aku suka dengan apa yang ada di buku ini, tapi beberapa tahun kemudian, tepatnya saat ini, saya merasa buku ini banyak sekali yang terasa tidak cocok di hati. Berikut aku bahas beberapa (warning spoiler):
1. Buku ini sebetulnya meromantisasi child-grooming. Bayangin Dafychi baru 17 tahun, sedangkan Mario 28 tahun. Deymn age gap is not the problem, tapi umurnya Dafychi itu lhoo, belum legal ya tsay. Ada adegan cipokan lagi. Mungkin kalo baca di novel age gap kayak ini romantis yaps, tapi kalo terjadi di real life? Menyeramkan gais.
2. Adegan Dafychi ditusuk. Aku bukan anak kesehatan sih ya, aku jadi nggak tau bisa seberapa parah sih orang yang ditusuk, tapi dibayanganku parah banget, harus dioperasi, ditusuk pisau loh ya. Tapi, di sini nggak sampe operasi, bahkan Mario nggak berusaha ngabarin keluarganya Dafychi. Bahkan nggak ada narasi dia marah sama pelakunya.
3. Dafychi emang lebih muda dari Mario, tapi dia udah 17 tahun, harusnya nggak childish. Dia ngelakuin segala cara untuk bikin Mario putus dari dia, dari diporotin sampe ngacau di rapatnya Mario. Giliran udah diiyain putus, dianya yang nangis? Sorry to say, tapi kamu tolol banget Dafychi. Playing victim dah, berasa paling disakitin. Dan bodohnya juga, habis ini si Mario mau lagi balik. Emang ni hubungan toxic dah
4. Ada nih adegan Dafychi ngerebut rokok yang nyala dari Mario di mobil dan dia remet-remet tuh rokok pake tangannya langsung, dan ada narasi 'dia mengabaikan rasa panas, perih, dan sakit di tangannya'. Eh pas dia masuk ke rumah sambil nangis, ada narasi 'Ando panik, dia memeriksa tubuh Dafychi dari atas, tangan, kaki, tapi tidak ada luka apa-apa selain luka tusukan di perut' LAH jadi si bara rokok itu nggak melukai Dafychi atau bagaimana kah, bingung eike. Si Ando sama Mario ni juga aneh, si Ando minta Mario ngejauhin, karena gamau Dafychi terluka, sama Mario diiyain. Eh, habis itu Mario bilang kalo dia nggak bisa, dan sama Ando diiyain. KAYAK semudah itu kh bestie merubah keputusannya
5. Karakter ibu sama adeknya Mario ini sebenernya nggak penting-penting amat deh. Si ibu nongolnya di awal-awal aja, ke belakang udah jarang, si adek nongol pas di tengah, ke belakang juga udah nggak ada. Ledekan antara Illy sama Dafychi juga menurutku garing dan nggak lucu, malah jatohnya freak. 'Bebek Mexico', 'Kecebong India', 'Landak Jerman', 'Curut Amerikai', dll
6. Ini penting nggak penting, tapi ada narasi si Mario mau pergi ke Thai selama 3 minggu buat ngurusin kerjaan. Tapi setelah itu nggak ada narasi gimana mereka menjalankan LDR itu, nggak ada adengan kangen2an lewat telpon atau chat, agak aneh aja sih.
7. Kalo sebelumnya Dafychi yang menyebalkan. Sekarang Mario. Gini ya, dia udah 28 tahun kan, pemimpin perusahaan, harusnya dia bisa mengambil langkah yang cerdas untuk mengambil keputusan, termasuk hal yang urgent. Tapi waktu dia nolongin mantannya itu, dia ngatain Davfychi bodoh, nyuruh Dafychi pulang sendiri naik taxi, pas udah eling baru nyesel, dan bodohnya sama Dafychi dimaafin. Inget ya ges ni hubungan emang toxic. Mana kaga dijelasin lagi sebenernya konflik si mantan sama mamanya tuh apa, ngapa tiba2 dia dikurung
8. Adegan Dafychi dicambuk itu juga aku skip banget sih, kayak apaan dah ini. Kaga ada penjelasan kenapa bapaknya si Sivia bisa ngambil hp Sivia buat ngirim chat ke Dafychi. Terus KENAPA TIBA-TIBA ADA ORANG YANG NOLONGIN DIA?? Terus dia ni kan dipukulin sama dicambuk ya, trus dia ditolong sama anak kecil perempuan kan, trus ketemu sama si Ariel ini dan DIANTARKAN PULANG. hellooo, badanmu nih lagi sakit-sakit ya, bukannya nganterin kamu ke rumah sakit tp kamu dianterin ke rumah?? Pas udah sama keluarganya pun, kaga ada yang berusaha bawa dia ke rumah sakit gais, cuma di rumah aja. Dia ni juga aku tekankan lagi ya, badannya luka-luka karena cambukan, tapi dari narasinya nih dia jalan dari gudang sampe ketemu Ariel tuh kayak nggak ada sulit jalan atau lemes gais, cuma diceritain 'dafyna terus berjalan di jalan sepi sampai ketemu ariel'.
9. Sebel juga karena nggak diceritain alasan traumanya si Dafychi. Iyasih mungkin disimpen buat sequelnya, tapi tetep aja ak kesel. Kayak, nggak bisa apa dijelasin disini trus di sequelnya ganti konflik. Mana tiba-tiba out of nowhere, cerita tentang mamahnya Dafychi pas nemuin si Ando, kayak?? Nggak nyambung banget sama jalan ceritanya.
10. Pas di epilog, nama yang ditulis tiba-tiba jadi "ify" sama "rio", aku kan jadi bingung?? Siapa nih dua tokoh ini kok tiba-tiba muncul. Ya maksudnya kalau mau disingkat ngapa kaga dari awal halaman aja dah, tiba-tiba diganti namanya kan bingung bentar. Aku semakin geleng-geleng pas tau anaknaya mereka tiba-tiba jadi genre fantasi bisa tau masa lalu orang WKWKWK
11. Terakhir yang cukup menganggu, dialog antar tokoh yang kayak terlalu baku, kayak nggak luwes. Ini beberapa dialognya: "Lo sangat suka dengan Dafychi?" "Ke kamar gue. Ada yang ingin gue bicarain." (hlm. 201) "Apa tidak ada cara lain di otak pintar lo itu?" (hlm. 227)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Jujur.. Cerita ini bagus dan kalau disuruh memilih, saya lebih memilih cerita ini dibanding Mariposa. Namun, yang membuat kecewa itu dikarenakan terdapat cerita yang terkesan janggal dan ditambah terdapat "typo" yang banyak dan terus berulang seperti diabaikan dan tidak diperhatikan oleh si penulis. Menurut saya.. Selain cerita bagus, penting untuk memperhatikan pengetikan dalam sebuah cerita. Saya berharap di sekuel EL nanti, bisa lebih diperbaiki lagi dalam hal cerita sehingga tidak menimbulkan kejanggalan dan memperbaiki pengetikan.
dulu aku baca ini waktu masih umur 15-an kayaknya. jujur, suka aja sama ceritanya. masih inget bahkan sempet netesin air mata dikitt pas di-reveal kalo ando itu sebenernya anak pungut, makanya perlakuan bapaknya tuh beda. dan dulu ga masalah juga sama perbedaan umur mario & dafychi (lebih ke ga kepikiran sih)
laah sekarang kalo dipikir-pikir berarti mario ini dating minor ya?? dia hampir 30 tahun, dafychi masih remaja– anak SMA. baru ngeh aja gitu, terus jadi ngerasa disgusted ngebayangin anak SMA sama om-om, masuknya grooming ga sih?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Menarik! Saya membacanya sampai habis namun ada bagian yang tidak suka di bagian Epilog, saya rasa jalan ceritanya terlalu cepat. Overall bukunya bagus dan bisa bikin saya nggak berhenti untuk bacanya.
Menurutku, buku ini beda banget sama versi wattpadnya, kalo versi wattpadnya lebih banyak adegan action dan lebih epic. Sementara, versi novelnya lebih ke percintaan yang mellow sih. Overall buku ini emang seru buat dibaca, tapi ada beberapa bagian yang nyambung sama versi wattpad jadi kalo blom baca wattpadnya, surprise di epilog gak bakal kita paham.
Sebelum sorry, gue baca novel ini karena pembawaan versi Wattpad-nya seru dengan konflik yang ditulis dengan begitu baik. Gue terkesan sampai akhirnya ketika cerita ini di bukukan, gue dengan percaya dirinya beli dengan harapan gue masih bisa ketemu dengan sosok Ify dan Rio versi Wattpad (Berharap lebih baik). But, semuanya di luar ekspetasi gue. Di awal chapter, gue udah dibuat jatuh banget.
DNF. Saya memilih untuk tidak melanjutkan membaca buku ini karena saya ga nyaman sama age gap yang cukup jauh (malah jadi grooming ga sih??) dan karakter perempuan yang terlalu kasar dan bisa dibilang sangat ga punya etika ke orang asing yang lebih tua (masuk ke mobil orang asing, membentak dan memaksa pemiliknya untuk menjalankan mobil). Sorry... 😩
Maaf banget kepada penulis, mungkin ini bukan tipe bacaan aku saja. Ada beberapa hal yang buat aku ga suka:
Pertama: karakter dafychi yang dibuat sangat tidak beretika saat bicara sama orang asing
Kedua: saat dafychi dengan segala cara ingin putus sama mario tapi malah dia yang galau di saat keinginannya tercapai di saat yang sama Maksudnya kan seharusnya ada jeda dulu sebelum dia akhirnya sadar kalau dia menyukai mario baru galau, ini langsung galau
Ketiga: mario terlalu cepat utk jatuh cinta sama dafychi
Keempat: mario suka sama dafychi adik dari temannya dengan jarak 12 sampe 13 tahun. Yang kakak dafychi juga malah suka sama teman dafychi
Sorry to say aku geli sendiri baca nya, maaf banget aku ga kuat untuk lanjut baca.
This entire review has been hidden because of spoilers.