Jump to ratings and reviews
Rate this book

Tan Malaka: Menuju Merdeka 100%

Rate this book
Suatu malam pada sebuath pertemuan yang dihadiri Bung Karno, Bung Hatta, Bung Sjahrir, dan K.H. Agus Salim - Tan Malaka yang datang tanpa diundang tiba-tiba berkata lantang:
"Kepada kalian para sahabat, tahukah kalian kenapa aku tidak tertarik pada kemerdekaan yang kalian ciptakan? Aku merasa bahwa kemerdekaan itu tidak kalian rancang untuk kemaslahatan bersama. Kemerdekaan kalian diatur oleh segelintir manusia, tidak menciptakan revolusi besar. Hari ini aku datang kepadamu, wahai Soekarno sahabatku... Harus aku katakan bahwa kita belum merdeka, karena merdeka haruslah 100 persen...!"

***

Nama Tan Malaka seolah terlupakan dari sejarah perjuangan Indonesia. Padahal, Prof. Muhammad Yamin menyebutnya sebagai " Bapak Republik Indonesia". Sedang Jenderal A.H. Nasution mengatakan "... nama Tan Malaka juga harus tercatat sebagai tokoh militer Indonesia untuk selama-lamanya." Tan Malaka memang merupakan salah seorang pemikir brilian yang bercita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Buku ini merupakan kumpulan karya penting Tan Malaka sekaligus menjadi pernyataan sikapnya tentang politik dan ekonomi yang bebas dan merdeka - sekaligus dapat menggugah kesadaran kita akan arti dari kemerdekaan yang sesungguhnya, yaitu Merdeka 100%!

456 pages, Paperback

First published January 1, 1945

25 people are currently reading
482 people want to read

About the author

Tan Malaka

62 books337 followers
Tan Malaka (1894 - February 21, 1949) was an Indonesian nationalist activist and communist leader. A staunch critic of both the colonial Dutch East Indies government and the republican Sukarno administration that governed the country after the Indonesian National Revolution, he was also frequently in conflict with the leadership of the Communist Party of Indonesia (PKI), Indonesia's primary radical political party in the 1920s and again in the 1940s.

A political outsider for most of his life, Tan Malaka spent a large part of his life in exile from Indonesia, and was constantly threatened with arrest by the Dutch authorities and their allies. Despite this apparent marginalization, however, he played a key intellectual role in linking the international communist movement to Southeast Asia's anti-colonial movements. He was declared a "hero of the national revolution" by act of Indonesia's parliament in 1963.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
97 (45%)
4 stars
67 (31%)
3 stars
34 (15%)
2 stars
7 (3%)
1 star
10 (4%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Hendra Putra.
31 reviews2 followers
February 23, 2019
Buku ini ditulis ketika terjadi perang di Surabaya, umur Indonesia merdeka masih 3 bulan. Buku ini ditulis oleh datuk karena melihat semangat seluruh rakyat Indonesia yang berjuang mati matian mempertahankan kemerdekaannya di seluruh Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi pada saat itu. Ditambah lagi keberhasilan Tentara Rakyat memukul mundur Inggris di Magelang. Tetapi di lain sisi, para pemimpin kita sibuk melakukan negosiasi dengan musuhnya sendiri, walaupun sudah jelas hasil perjanjian tersebut hanya akan merugikan rakyat indonesia. Dengan latar belakang inilah, Tan Malaka menulis Merdeka 100% yang bertujuan untuk menolak kembalinya pengaruh penjajah di Indonesia baik dalam soal politik maupun ekonomi. Buku ini mengesampingkan sifat pesimis pemimpin kita bahwa kita tak akan sanggup menang, (di bantah dengan strategi2 kemengangan kita di berbagai hutan di Indonesia, perang gerilya dan menjauhi daerah2 pantai dimana kapal perang bisa membombardir pejuang dari jauh). Intinya, Tan Malaka menolak keras ide perundingan para pemimpin yang beliau cap pengecut, dengan kalimat "Tuan Rumah tak akan berunding dengan maling yang menjarah rumahnya", bahkan juga mengkritisi pemimpin yang ketika jaman penjajahan jepang, lebih mirip boneka imperalisme jepang daripada seorang pejuang, (Pemimpin yang dimaksud, iut membuat video propaganda yang menganjurkan rakyat Indonesia turt serta membantu jepang dengan menjadi Romusha dengan embel embel kemerdekaan yang akan diberi oleh Jepang).

Bukan hanya mengkritik, beliau juga memberikan solusi terhadap bentuk ekonomi dan pemerintahan yang harus kita susun di jawan berjuang ini. Sangat detail sekali, maklum, Datuk adalah orang yang sudah sangat pintar dari masa mudanya, 2o tahun di pelarian membuat dia semakin tertempa menjadi pemikir hebat dengan ratusan buku buku yang sudah di bacanya. jadi membuat tulisan tanpa ada referensi fisik disaat itu, bukan hal yang sulit buat datuk. Maka dari itu, beliau selalu minta maaf jika datanya kurang akurat, karena dia hanya mengandalkan ingatan terhadap buku yang pernah dia baca untuk menuangkan ide idenya.

Sayang, beliau dipenjarakan oleh pemimpin yang tak tahan kritik, pemimpin yang tak berterimakasih terhadap jasa para pendahulunya, memang revolusi kita memakan korban, tapi tak seharusnya revolusi memakan bapak kandung sendiri. Semoga semangat Tan Malaka tetap hidup di jiwa generasi penerusnya, membaca kembali tulisan tulisan beliau, membuat kita sadar bahwa hakekat rakyat Indonesia, sama tingginya dengan orang orang eropa sana, dan dengan dasar pemikiran itu, kita harus bisa menjadi bangsa yang sejajar dan sama sama maju dengan bangsa barat lainnya.
Profile Image for an.
764 reviews22 followers
March 25, 2013
barang kali kita manusia pun tak akan sampai kepada masyarakat yang sempurna. tetapi kita senantiasa selangkah demi selangkah bisa menghampiri kesempurnaan (hlm.6)

tan malaka seperti pengonsep yang bagus. beberapa tulisan yang dia tulis sebelum na juga sempat menjadi pegangan mereka para pejuang kemerdekaan sampai tercapai -belum terbentuk- indonesia merdeka. namun sayang dalam perjalanan na ide-ide besar na tidak memperoleh eksekusi yang setimpal. apa yang menjadi kata dan tulisan, bahkan brosur yang disatukan kali ini dalam bentuk buku ini hanya sebatas selebaran yang membakar rakyat saat mempertahankan kemerdekaan.

tapi saat penulis na, pengide na tidak menyertai ide itu, tampak na seperti biji yang tumbuh di tanah tandus yang tak terawat, tak berkembang dan terlupakan. bukti na? apa yang telah dia idekan, dia kemukakan, bahkan dia tawarkan solusi na belum terlaksana dan masalah itu... masih tetap ada. bapak yang terlalu cepat hilang sebelum ide besar na berkembang.

padahal cara menyampaikan na susah dipermudah melalui percakapan tokoh-tokoh yang familiar dengan rakyat saat itu untuk mengungkapkan apa yang menjadi tujuan na. terlepas dari itu, senang bisa membaca tulisan tan malaka dengan tuntas -ingat masih punya utang separoh madilog-

-07 '13-
Profile Image for Ima -.
24 reviews2 followers
November 22, 2007
Ya, ampuuunnn......dari tahun lalu sampai sekarang ini buku belum selesai gw baca. Hehehe....hehe..... Habisan isinya agak monoton karena percakapan doang. Tetapi ada hal penting yang harus direnungi. Pemikiran Tan Malaka tentang Indonesia. Syukur2 kalau bisa menerapkan.
Profile Image for Aulia Darmawan.
41 reviews
December 26, 2024
Buku Menuju Merdeka 100% adalah salah satu karya penting dari Tan Malaka, tokoh revolusioner yang punya pengaruh besar dalam sejarah perjuangan Indonesia. Lewat buku ini, Tan ngajak kita mikir lebih jauh tentang apa sih arti kemerdekaan yang sesungguhnya.

Menurut Tan, merdeka itu bukan cuma soal bebas dari penjajah asing, tapi juga soal rakyat benar-benar punya kontrol atas hidup mereka. Jadi, setelah merdeka dari penjajahan, tugas bangsa belum selesai. Harus ada pemerataan keadilan, pendidikan, dan kesejahteraan buat semua orang. Dia juga nyorotin soal pentingnya rakyat kecil, buruh, dan petani sebagai fondasi utama sebuah negara yang merdeka.

Bahasanya memang agak berat kalau kamu belum terbiasa sama tulisan-tulisan filsafat atau politik. Tapi kalau dicermati, inti pesannya jelas banget: kemerdekaan itu harus total, nggak bisa setengah-setengah. Makanya, Tan sering nyebut konsep merdeka 100%, yang artinya nggak ada kompromi sama kepentingan asing atau elite tertentu yang cuma mikirin diri sendiri.

Buku ini relevan banget kalau kamu lagi cari sudut pandang kritis soal sejarah dan perkembangan Indonesia. Tan juga sering menyinggung soal pentingnya pendidikan dan kesadaran rakyat, karena menurut dia, tanpa itu, kemerdekaan cuma jadi slogan kosong.

Jadi, kalau kamu tertarik sama sejarah perjuangan Indonesia atau pengen tau pemikiran salah satu tokoh revolusioner paling penting di negeri ini, Menuju Merdeka 100% wajib banget dibaca. Buku ini ngajarin kita untuk nggak puas sama kondisi sekarang dan terus memperjuangkan keadilan sosial untuk semua.
Profile Image for Febyan Kafka .
479 reviews15 followers
March 23, 2020
Tan Malaka menjabarkan pemikirannya dengan cara yg unik. Melalui brosur singkat dikemas dalam drama percakapan antara para tokoh yg mewakili kelas sosial di masyarakat. Bagian Gerpolek adalah yg paling berkesan. Disini Tan Malaka mengungkapkan kemarahan kepada taktik diplomasi yg dijalankan pemerintah republik. Tidak hanya marah, ia juga memberi gambaran tentang perjuangan kemerdekaan 100% yg semestinya ditempuh bangsa ini. Dalam beberapa bagian tulisannya,tampak sifat visioner sang konseptor republik. Kekhawatiran terbesarnya atas dampak modal asing bagi perekonomian rakyat murba dan pemerintahan yg tidak memihak rakyat banyak.
Profile Image for ssaviee.
3 reviews
January 10, 2023
memutuskan atau lebih tepatnya-memaksakan diri- membaca buku Datuk karena tugas kuliah. persepsi awal saya terhadap buku ini adalah takut, takut tak bisa mencerna kata-kata maupun istilah teknis yang membuat kepala pening. karena masih terngiang memori saat saya tentang Madilog, buku yang saya baca dengan tertatih-tatih. namun, buku 100% Merdeka ini ternyata lebih mudah saya pahami sebab dikemas melalui percakapan para tokohnya. berisikan gagasan Datuk mengenai bagaimana idealnya sistem ekonomi suatu bangsa digerakkan, manifestasinya tentang hakikat kemerdekaan, serta pertengangan kerasnya kepada kapitalisme dan penindasan.

Profile Image for Monkey D  Dragon.
83 reviews2 followers
November 18, 2020
Walaupun Tan malaka menulis buku nya ini diperuntukkan untuk perjuangan Indonesia melawan bangsa penjajah namun isi dan pemikiran yang tertuang dalam buku ini nyatanya bisa juga dijadikan suatu konsep yang mungkin bisa diterapkan di zaman sekarang
Profile Image for Tricia Hartanto.
60 reviews3 followers
July 3, 2023
Saya akan memulai tulisan ini dengan pertanyaan yang mungkin terkesan generik. Siapa yang tak kenal Tan Malaka? Maka jawabannya adalah saya. Sedikit cerita, baru belakangan mendengar nama Tan Malaka. Sepertinya di sekitar tahun 2017 ketika grup teater saya mempersiapkan pertunjukan Cinta Di-80-an dan saya memerankan aktivis mahasiswa. Ketika saya mengulik karakter, ada satu teman yang mengutip beliau, “Idealisme menjadi kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh seorang pemuda”. Apa saya tidak pernah dengar tentang Tan Malaka sebelumnya? Rasanya sih pernah membaca namanya, tapi hanya sekadar membaca namanya saja. Membaca tentang sepak terjangnya? Rasanya sulit mencari di bacaan umum, karena walaupun diangkat menjadi pahlawan nasional, rekam jejak beliau banyak yang dihilangkan. Karena itu, ketika mendapati buku Menuju Merdeka 100%, tanpa pikir-pikir langsung saja saya bawa pulang.

Nah, buku ini merupakan kumpulan beberapa hasil tulisan beliau, diantaranya; Aksi Massa, Muslihat, Politik, Rencana Ekonomi Berjuang, dan Gerpolek. Dalam judul-judul tersebut, beliau menerangkan ideologi negara, konsep merdeka, bahkan sampai ekonomi dan strategi gerilya.

Btw, saya baru tahu bahwa sebenarnya judul-judul itu juga diterbitkan terpisah ketika melihat meja sejarah Mizan di BBW kemarin, dan rasa-rasanya saya akan lebih senang baca yang terpisah daripada disatukan begini. Pasalnya, karena beratnya materi di dalam buku ini, rasanya seperti mengikuti kuliah ilmu ipoleksosbudhankam 3 sks selama 3 semester dipadatkan. Berat mamen… Kepala tak kuat. Tiap pemaparan adalah konsep gagasan yang harus dicerna baik-baik. Untuk orang yang baca karena penasaran macam saya, harus mengumpulkan tekad berulang kali untuk menamatkan buku ini. Alhasil 1 bulan baru selesai. Hahaha…

Lalu karena sebagian besar tidak dituliskan tahun penulisannya (baru di akhir-akhir), saya agak bingung mencocokkan alur waktunya dengan runutan sejarah. Maklum, beliau kan tidak ada di peta buku sejarah umum, jadi agak sulit membayangkan.

Ketika membaca tulisan beliau, pikiran “Gila, jenius banget ini orang” gak berhenti terlintas. Di masa itu, ketika bacaan saja sulit, beliau bisa merumuskan banyak hal. Konsep merdeka pun bahkan sudah dipikirkan jauh sebelum founding fathers kita merumuskan. Lalu yang menarik adalah tulisan Muslihat, Politik dan Rencana Ekonomi Berjuang. Beliau mungkin paham betapa sulitnya golongan murba mengunyah semua konsep itu, maka dituliskan dalam bentuk layaknya lakon punakawan. Buat saya ngebantu banget sih. Walaupun bagian Rencana Ekonomi Berjuang saya blank ngunyahnya. Maklum ekonomi adalah pelajaran yang justru nol besar buat saya. Hahaha…

Oya, rasanya sih buku ini harus saya baca ulang di situasi yang berbeda supaya lebih ngerti lagi. Mungkin ada tips dari yang sudah baca juga?
Profile Image for andreas.
14 reviews1 follower
November 12, 2008
sebuah brosur yang dikeluarkan Tan Malaka pas pecah perang Surabaya, Republik vs Inggris. Menceritakan tentang apa2 saja yg menjadi syarat2 kemerdekaan dengan analogi yang menarik dalam sudut pandang orang tani, ningrat, buruh dan pedagang.
10 reviews
November 21, 2008
para penggubah dan pencipta adlh mereka yg bisa menyederhanakan perkara-perkara sulit untuk mudah dipahami khlayak ramai. Tan melakukannya.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.