Memang beda jika buku ditulis dengan hati, terlebih diiringi dengan rasa hancur dan pedih. Tiap halaman saya dibuat tercekat ditambah ilustrasi yang menyeret saya ke pusaran kehampaan tak henti. Seakan di dalam limbo. Walau 27 days saya habiskan dalam 1 hari, after effectnya masih terasa sampai sekarang. Heartbreaking yet very beautiful.
saya tidak tau mengapa saya tanpa pikir panjang pengen banget dan merasa harus punya buku ini padahal harganya di luar batas wajar versi saya untuk budget membeli sebuah buku.
tapi akhirnya saya gak menyesal.
sudah 4x saya baca dan selalu nangis di setiap lembarnya.
mungkin karena saya lagi mengalami heartbreak juga kali ya jadi cukup relate.
tapi buku ini memang indah.
saya selalu kagum dengan orang-orang yang bisa merayakan patah hatinya dengan hal-hal baik. saya selalu kagum dengan orang yang mampu membuat heartbreak-nya menjadi art.
dan dengan berakhirnya saya membaca buku ini, perlahan pun saya juga bisa melepaskan. memaafkan, merelakan dan bertahan tanpa sosoknya. buku ini mungkin Restart-nya Nina Ardianti versi 2017 (2016 saya bisa move on dari patah hati karena buku restart, 2017 saya dibantu move on dengan buku ini).
indah.
terima kasih mbak Stella karena sudah menuliskan buku ini.
sekarang saya juga mau mengubah heartbreak milik saya menjadi art.
I like this book, i really do. The words are raw and achingly honest, transporting me to a time i'd rather not have back. I only have a few minor complaints about some grammatical errors, and i wish the illustrations accompany the letters somehow to make them more balanced - because it feels like the letters and the drawings are separate rather than a whole. I also wish the last letter has a distinctly different font to mark it as a reply instead of another letter from the writer.
Other than that, i'm happily basking in the 27 days of heartbreak.
Reading this book is like reading someone's diary. In it poured out the feelings that a person goes through after a breakup. I can say that this book is a book that contains elements of bittersweet where on the one hand, we are taken to see sweet memories in the past, after which we are taken to the present where those memories are only memories.
Some of the quotes I like in this book: -How many special people change? How many lives are living strange? ~hlm.69
-A relationship might not always work, but the life lessons you get out of it are irreplaceable. ~hlm.109
every part of this book breaks my heart. every part of letter, there'll always be some words that really caught me up and made me think and sad at the same time. this is a heartbreaking book, but a very beautiful one too.
"because falling out of love happens when you stop making efforts.."
I deliberately did one thing you hate today. Yes, I ate in the car, while driving. You hate it because sometimes I forget tot ake the trash down and days later, the car would smell horrid. Not to mention I have the attention span of a two year old, I don’t need anymore distractions while driving.
I still don’t understand why I wanted to do that. I don’t know what I wanted to prove. I just bought a turkey and bacon sandwich, along with a c up of hot lack coffee. I got in the car, started driving and eating, and I could actually hear you lecturing me about the things I shouldn’t do.
Anyway, I sipped the hot coffee as I turned the car audio on. My heart skipped a beat when I heard the song that was playing. Instantly, I kew that it was the mixtape that you have given me. The one you have compiled in a 90 minutes BASF cassette because you told me that it is the only right way to do it.
I splashed the coffee on the tape deck before I fender-bended the car in front of me.
I hate it when you’re still right even though you aren’t here anymore.
And the song kept on playing.
“Nobody does it quite the way you do. Why’d you have to be so good?”
Accidently found this book when I was looking for other books. Caught my attention although it has no preview whatsoever.
It’s quite pricey for an Indonesian Author’s book, but it’s well deserved (They deserve high price for their well written books!)
I turned out to be very happy with my decision. The English is perfect (grammatically and all), the words are very light and easy to understand and yet it is far from corny. The illustration complements the story, it’s an inseparatable part of the book. It wont be as good as it is without the artworks.
Read it in an hour straight, that’s how short it is. I will be sure to read it again someday soon.
I believe people will like this, and they can relate. After all, who hasn’t got their heart broken?
To be honest, I read this book because I still got my heart break's vibe. So, when I was looking for another poetry book, I found this book and start to read it.
Well, in my opinion, this book is very honest. At least, the author is poured all of her feeling through her writing. I tried to positioned me as the author. I could feel her depression and sadness. After all, it's not an easy work to move on, right?
Some of my friend told me that this book is very cringe, but maybe I still could bear with it.
A relationship might not always work, but the life lesson you get out of it is irreplaceable.
Lagi cari bacaan yg ga tebal dan nemu buku ini di iPusnas. Kata-kata di back covernya memantik rasa ingin baca. Because falling out of love happens when you stop making efforts. Bukunya sendiri cerita gimana si 'Me' abis putus dari pacarnya yang udah lekat bgt dg kehidupannya. Apa-apa mesti kebayang si dia. Bagian tersedih buat gw adalah ketika dia lihat vinil the Wheezer dan refleks foto dan mau nge-share, tapi orang yang biasanya berbagi tentang hal itu udah ga bisa dihubungi. Hebatnya, meskipun butuh waktu dari keterpurukannya, dia akhirnya bisa--walaupun perlahan--menyadari bahwa bad things doesn't erase the good memories.
Hhhhhh, untung saya baca ketika hati sedang tidak kenapa-napa jadi nggak terlalu nggerus :( Tapi ya tetap aja nggerus :'(
Sepertinya akan menjadi suatu bacaan wajib ketika saya juga sedang patah hati. Mungkin suatu saat nanti ketika hal itu terjadi (lagi), saya akan membaca ulang buku ini, dan karenanya, bisa sedikit bernafas lega. Semoga.
Setuju sekali dengan resensi-resensi lainnya. Walaupun buku ini sedikit tipis dari novel pada umumnya, setiap catatan per hari-nya terasa sangat menohok, benar-benar seperti sedang sakit hati. Suka sekali cara penyampaiannya dan progress jatuh bangun sampai akhirnya penulis bangkit lagi. So beautifully written and illustrated.
one full star for the illustration and the music inside. ada The Smiths' There is a Light that Never Goes Out dan Oasis' Champagne Supernova. dan mixtape on BASF C-90 cassette. nice.
Baru kali ini baca buku putus cinta bikin aku ikut emosional. Gak cringe dan gak manja memohon-mohon balikan. Hanya memberikan waktu bagi hati berduka, sebelum move on.
Cukup bagus dan menarik. Untuk keadaan aku saat ini yang susah sekali baca dan fokus dalam waktu lama, buku ini berhasil membuatku fokus dan menyelesaikan dalam satu waktu.
Intinya buku ini berisi 27 surat kepada sang mantan dari perjalanan sakit hati sampai akhirnya bisa melepaskan semua kenangan dan berdamai dengan keadaan.
Isinya full ilustrasi dan bikin nyaman untuk dilihat ehehhe 😌.
Mungkin buku ini ditulis ketika sedang (sangat) patah hati dan mencoba move on. Emosi dan kehilangannya sangat terasa. For a person who likes to feed his ego with sadness, this book is gold.
I like the format of this book and also how it is illustrated. it's pretty. however, I can't really relate to the writing... and I'm not sure, probably it's because I'm too old and settled for it.
[7/70] 27 Days of Heartbreak - Stella Ang - Illustrated by Marisa Santosa ⭐⭐⭐.⭐ (3.5 dari 5)
Merubah kebiasaan itu suatu hal yang butuh waktu dan usaha. Termasuk kebiasaan yang sudah biasa dilakukan bersama pasangan yang ternyata tidak bisa lagi sejalan.
Buku ini menceritakan tentang seorang wanita yang baru saja putus hubungan dengan seorang pria. Hm..bukan cerita. Hanya 26 fragmen dari 26 hari paska mereka berdua berpisah. Kebiasaan-kebiasaannya perlahan harus mulai diubah. Mulai dari menyiapkan kopi setiap pagi, menyediakan susu kedelai karena sang pria intoleran dengn laktosa, menempelkan post-it di daun pintu, mengganti channel tv ke channel kesukaannya sebelum mematikan tv, membersihkan counter top sebelum keluar dari kamar mandi. Kebiasaan yang sudah disesuaikan selama mereka hidup bersama. Dan....semua itu menyadarkan bahwa saat ini keberadaan sang pria tidak akan sama lagi seperti sebelumnya.
Kata-kata "baiknya kita jalan masing-masing" menandakan there is no longer an us. Tidak ada lagi kita. Yang ada hanya saya dan kamu. Pasti sulit awalnya. Tapi ini hanya sebuah fase yang tetap harus dilalui untuk bertemu dengan masa depan. Time will tell. Only God knows. And...Mom doesn't tell me that this world is cruel sometimes.
I believe almost all people has their the-best-person in their life. We could be the person and maybe we could never replace them. And to accept the person is not you, it needs some time.
“27 days of heart break” adalah kumpulan kesedihan after break-up 💔. no break-up makes people happy but moving on is a must. dalam buku ini, rentang waktu selama 27 hari adalah usaha si seseorang dalam menata kembali hatinya yang terburai.
dari awal membaca “day 1” saya bisa merasakan tulisan tersebut meresap ke dada saya, kemudian nyeri. lantas, kehilangan menjadi yang hal benar-benar saya rasakan.
kemudian, yang membuat saya sangat menyukai buku ini adalah ilustrasi yang ada di dalamnya. ketika membaca buku ini, saya seperti sedang berada di sebuah museum yang di dalamnya terdapat banyak lukisan, dan saya begitu menikmatinya. lantas, di saat yang sama saya menjadi mengerti bahwa setiap lukisan yang ada di sini, dibuat dari hati yang patah.