Jump to ratings and reviews
Rate this book

A history of the Chinese Secret Service

Rate this book
A History of the Chinese Secret Service

1 pages, Hardcover

First published January 1, 1976

Loading...
Loading...

About the author

Richard Deacon

96 books7 followers
George Donald King McCormick (11 December 1911 – 2 January 1998) was a British journalist and popular historian, who also wrote under the pseudonym Richard Deacon.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (6%)
4 stars
4 (26%)
3 stars
6 (40%)
2 stars
3 (20%)
1 star
1 (6%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Lewis Weinstein.
Author 11 books623 followers
December 20, 2022
excellent detail ... publ 1974 ... related to time period of my novel in progress ... many ideas which may become scenes in my book

a few excerpts ...

... the Chinese are adroit at appearing uninterested or even ill-informed
... Chinese spy style is patient plodding which does not break any laws
... intelligence priority was directed to Chinese living overseas
... value of Chinese restaurants as listening posts ... waiters as agents ... (NYC Chinatown)
... no Chinese Embassy in US ... courier system linked to Chinese Embassy in Ottawa
Profile Image for Edy.
273 reviews37 followers
July 7, 2009
Sebuah buku yang diangkat dari penyelidikan mini intelijen “Operasi Jackdaw” yang dikembangkan oleh Deacon, untuk mengungkap sejarah keberadaan Dinas Rahasia China (550 SM – 1975 M). Ada beberapa hal menarik dari buku ini, yakni:

1) Kegiatan spionase di Cina sudah berjalan sejak 500 tahun sebelum Masehi. Hal itu tertuang dalam buku prinsip-prinsip Perang dari Sun Tzu.
Kegiatan spionase di Cina walaupun didukung oleh teknologi yang maju, namun seringkali masih diwarnai dengan rujukan pada kitab-kitab primbon kuno seperti I Ching atau buku Sun Tzu.
2) Spionase China sebenarnya tidak kalah dengan CIA Amerika atau KGB (Uni Soviet). Mereka merambah ke berbagai belahan dunia dengan tujuan untuk menyebarkan paham komunisme. Tidak jarang mereka mendistribusikan bantuan dana ke Negara berkembang untuk mendukung kegiatan spionase ini, walaupun kondisi ekonomi mereka saat itu masih belum kuat.
3) China memanfaatkan “candu” atau opium sebagai senjata subversive untuk melumpuhkan musuh mereka. Hal ini mereka adopsi dari pengalaman pahit China ketika dijadikan sasaran perdagangan candu oleh Inggris, dimana saat itu mental masyarakat China hancur karena gara-gara ketagihan candu dan mereka rela berbuat apapun untuk mendapatkannya. Kekalahan Amerika di Vietnam salah satunya disebabkan oleh serbuan candu untuk personil militernya dimana hamper 60 % tentara Amerika kecanduan candu.
4) Orang China mempunyai keterikatan dengan tanah leluhur yang sangat tinggi. Hal ini mempermudah rekrutmen spionase baik dari kalangan intelektual ilmuwan, bisnisman, wartawan sampai petani, buruh bahkan preman (Triad).

Refleksi Pribadi:
1) Bila analisis spionase tersebut dikaitkan dengan kondisi China saat ini, spionase tersebut selain berorientasi pada aspek militer juga dalam jangka panjang berorientasi pada penguasaan teknologi dan ekonomi. China yang tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang sangat kuat, tentu tidak terlepas dari kemampuan mereka dalam menyadap teknologi maju dan mengembangkannya menjadi teknologi yang murah. Serbuan produk-produk murah dari Cina menjadi salah satu buktinya. Spionase China yang tersebar di berbagai kalangan akan sangat mempermudah mereka untuk mendapatkan informasi teknologi itu.
2) Untuk kondisi Indonesia yang sedang jatuh, adanya krisis narkoba, penyelundupan kayu ke China, pelarian koruptor ke China, serbuan barang mewah produk China, mungkin itu semua tidak terlepas dari sebuah scenario besar cengkeraman China terhadap Indonesia yang kaya sumberdaya alam. Apalagi arus migrasi Indonesia – China sudah semakin terbuka, sehingga arus keluar masuk spionase menjadi semakin sulit dikendalikan dan dipantau.
3)Terlepas dari motivasi China, namun kita perlu acung jempol atas semangat dan disiplin mereka. Didalam negeri mereka dulu berani berjuang dengan hidup berprihatin seadanya untuk membangun pondasi ekonomi. Dan sekarang terbukti investasi mereka berhaasil sehingga fundamental ekonomi mereka sangat kuat, relative makmur dan mereka bisa menyetir ekonomi Negara lain…ibarat pepatah “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”…..
Profile Image for Philip.
1,819 reviews125 followers
April 12, 2024
Back when Tom Clancy was all the rage (mid-80's?) and following a couple of visits to refugee camps in Nepal, I did a lot of research on the "cold war" in Tibet that was between the U.S. and China from the late-50's through the early-70's, with the intent of writing a Clancy-esque novel on that period. Never actually got around to it (maybe when I retire retire), but did learn a whole lot about that period, those parts of the world, and both the early CIA and Chinese intel services - hence my long list of books on Tibet.
Profile Image for Jerjonji.
Author 4 books17 followers
June 24, 2009
The early history part is great. I've gotten some great insight into how to structure my new story. The middle is just depressing and makes me wonder what China would be like today if it had been allowed to be isolated and hadn't had European interference.
49 reviews2 followers
Read
November 23, 2017
I did not finish this , just stopped reading it. It was well written and an entertaining read and if I didn’t have so many other things to do I would probably come back to it.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews