Mungkin kehadiran Aldi bisa mengingatkan kalian tentang perjuangan seorang cowok yang kalian cintai. Mungkin juga, kehadiran Letta akan membuat kalian mengingat betapa sakitnya patah hati. Lalu, ada juga Raka dan Karin yang mengantarkan cerita pengkhianatan.
Jadi bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk kembali mengingat semua itu? Jika iya, aku merasa lega. Semoga buku ini yang kalian cari. Selamat jatuh cinta, menangis, dan tertawa.
Menurut aku, bab awal sudah meyakinkan. bahasanya bagus. Tapi, bab-bab selanjutnya malah bikin malas baca karena alurnya bertele-tele, bikin boring dan bahasanya kurang konsisten. Narasi terkadang pakai bahasa baku, kadang juga pake non baku. Jadi bikin malas baca. Konflik baru muncul ditengah cerita dan penyelesaian konflik ya cuma "gitu doang" dengan 488 halaman harusnya bisa ditipisin lagi dengan bahas inti ceritanya.
Aku gak masalah memang kalau ada cerita dengan genre yang hot. Tapi, mereka masih SMA... gak cocok kalau figur anak SMA udah having sex before marriage dan orangtua mereka fine" aja (edit: atau mungkin aja kamu tinggal di daerah metropolitan, kita tidak ada yang tahu) apalagi semua tokoh tinggal di Indonesia loh! beda ceritanya kalau mereka semua sudah dewasa dan latar tempatnya tidak di Indonesia. jadi aku gak seemosi ini.
Terus aku mau nanya,mereka sekaya apa sih? semua tokoh kaya, gak ada celah,gak pernah ngerasain hidup susah, gimana bisa relate?
Lalu ada beberapa bagian yang buat aku bingung, Kalau semua tokoh diawal cerita itu kelas 12 SMA, Karin sama Raka kepergok kissing sampe bugil. dan itu kejadian 2 tahun lalu sebelum kelas 12, berarti mereka kelas 10 dong waktu ngelakuin itu T_T pasti ada sih didunia ini bocah baru tamat SMP kaya gitu di Indonesia, tapi kan tetep aja geliii
Jokesnya emang jokes yang sering dilontarkan anak cowok emang, tapi aku ngerasa agak..sexist(?)kadang lucu, kadang bikin jengah. Kalo aku dibecandain kaya,"lagi sang* gak?" aku pribadi bakalan jauhin cowok itu selamanya sih, meskipun lo ganteng lagi kaya raya.
Yaudahlah, capek marah
This entire review has been hidden because of spoilers.
Datang ke gramedia dan buku ini berada di bagian depan. Iseng2 baca ulasan belakangnya bikin tertarik dan penasaran ditambah tulisan sekian juta pembaca di wattpad. Tapi blum mau beli karena masih mau liat2. Eh ternyata malah kembali lagi ke buku ini. Dan akhirnya dibeli kemudian dibacalah.
Mmm.. ceritanya sinetron bgt sihh, sama sekali ga mengingatkan moment remaja kaya apa yg di bilang di balik bukunya. Ceritanya terlalu bertele tele dan agak berlebihan. Alhasil bacanya lompat lompat karena jenuh yang penting tau endingnya. Ada sedikit penyesalan sih milih buku ini.
Awalnya aku ke gramedia dan berniat beli buku, setelah lumayan lama mutar-mutar dan gak nemu buku yang ingin dibeli, jadi aku beli buku random, pilihanku beralih kepada novel I'm Yours. Aku tertarik dari sinopsisnya, mirip salah satu cerita yang aku suka, dan aku memutuskan untuk beli. Apalagi dengan sticker 'dibaca lebih dari 17 juta kali' dan ada logo national best seller.
Untuk harga sih menurut aku normal lah, harga 99ribu untuk 488 halaman, aku nggak tunggu sampai pulang dari gramedia baru buka, aku makan dulu disalah satu food court, dan sambil tunggu pesanan, aku buka segelnya, dan aku baca perlahan-lahan.
Sorry to say nih, sebelumnya, dari awal aku baca udah mulai kerasa gak enak, karena kejadian awal yang ditampilkan di novel ini kejadian yang harusnya dibaca oleh orang dewasa. Sementara aku bukan penyuka genre cerita tentang itu. Aku lebih ke fantasy dan teenfiction.
Aku awalnya nggak peduli-peduli banget, namun, setelah aku baca selanjutnya, alurnya terlalu bertele-tele menurutku. Novel ini sebenarnya bisa dipertipis dan ceritanya dibikin intinya saja.
Dan aku juga kurang suka dengan sikap Letta. Aldi menyatakan perasaannya setelah dia disakiti oleh Raka. Memang, kalau misalnya baru saja disakiti memang pasti sembuhnya belum bisa cepat. Namun, Aldi cuma menyatakan loh, bukan menanyakan apakah Letta mau jadi pacarnya atau tidak. Sementara Letta langsung marah ke Aldi, diemin Aldi, musuhin Aldi. Menurutku nggak masuk akal.
Ya... aku tahu, Letta mungkin marah kayak gitu karena memang habis pulang dari kelab. Dan juga kalau misalnya aku memang udah kesal ke Letta berarti Authornya berhasil membuat tokoh yang hebat. Tapi, alurnya harus diperbaiki menurutku. Nggak masuk akal aja sih.
Sorry ya kalau kata-kataku menyakiti siapa pun yang baca ini, aku cuma memberi pendapatku. Thanks
Untuk buku yang jumlah halamannya hampir mencapai 500, novel ini agak bertele-tele alurnya. A bit boring, tho. Untunglah Radit, Andre, dan Vino cukup menghibur dengan kesablengan mereka. Untuk Kezia sendiri... yah, oke lah.
Konfliknya pun kurang terekspos, menurutku. Masalah dengan Raka seharusnya bisa dieksplor lebih dalam, begitu pula konflik antara Aldi-Letta. Entah di versi Wattpad-nya gimana, tapi aku merasa di buku ini lebih difokuskan ke acara senang-senangnya Letta, Kezia, dan Aldi 'n the gang. Penyelesaian konflik pun kayaknya gampang aja. Duh, padahal aku udah gemes banget, lho, sama mereka itu.
And so I've been wondering... mereka ini sebetulnya setajir apa, sih?
Dari segi penulisan sendiri sudah cukup mengalir, jadi enak dibacanya. Ini memang novel yang cocok dibaca waktu senggang atau waktu butuh refreshment.
Uhm okey, novel ini menurutku memang cukup tebal. Pdahal biasanya setebal apa pun bukunya aku akan tetap suka XD Bukan, bukan berarti aku nggak suka sama buku ini. Aku lumayan suka :)
Aku suka cara penulisan authornya, mengalir banget dan enak untuk dibaca. Authornya pinter loh menurutku, di awal udah disuguhin konflik yang bikin penasaran hahaha. Ya, buku ini cukup ngefeel untuk aku sendiri. Kadang gemes sendiri sama tokoh-tokohnya XD
But ... yeah, tapi entah kenapa aku kurang suka sama setiap kata umpatannya. Mungkin karena aku pribadi orangnya gak suka kali ya sama yang kata-kata terlalu kasar gitu Hehehe, mungkin saranku kata-kata umpatannya bisa lebih dikurangi lagi :) So, yeah, sukses selalu untuk penulisnya! ^^
I remember seeing this story in my early years on Wattpad as a Junior Highschooler, barely remembers any of the plot so I don't know that it could be this silly.
To be fair dari awal ceritanya udah nggak makes sense karena anak-anak SMA yang KTPnya masih anget dari Dukcapil kok udah langganan clubbing? Literally one of them even owns a club which is insane #trustfundspeaks.
Too much sexual harrasment covered as jokes, heavily romanticized rape and groping as it shown as a way to flirt, if someone attempts to flirt with you the way Aldi does to Letta in this book, best believe they will earn atleast a heartful punch. Alurnya terlalu bertele-tele untuk buku setebal itu, ada moment yang terlalu lama diulur, ada juga yang overly rushed that makes you think "kok tiba-tiba udah begini ya?"
Terlalu banyak brand name dropping, jatuhnya kaya buku endorsement atau OKB baru kenal barang branded. Maybe it's a way to show the character's wealth, but it's just too much to the point it's getting ridiculous. There's also this particular chapter talks about an event where a literal 12th grader inherits a whole huge corporation, lucu. 😂
Penulisannya juga nggak konsisten, baik karakter dan narasinya bisa ngalor-ngidul nggak jelas kaya orang nyimeng, dan di paragraf selanjutnya tiba-tiba dropping quotes pakai bahasa super formal bak pujangga.
Untuk buku yang diterbitkan publisher pakai ISBN, this book is just "Hi, namaku Alexandra, aku cewek tercantik nomor satu di dunia." in another form. Doesn't expect it to be that bad, I also expected this book was written by a preteen in 2012, not a grown up.
jujur udah ekspetasi tinggi banget sama novel ini, udah ekpetasi seseru apa alurnya, tokohnya but sorry to say ini boring se boring boringnya baca buku pelajaran. udah maksain banget baca sampe pertengan tapi tetep aja gada feel nya hmzzzzzz😔😔
Ceritanya bikin melting banget karena tokoh Aldi nya bener-bener berjuang banget buat Arletta dan beberapa bagian juga buat berkaca-kaca karena cukup sedih juga.
Entah kenapa ceritanya cukup membosankan, padahal aku orangnya kalau udah baca selalu konsisten baca. Tapi akhirnya memutuskan untuk berhenti di tengah karna bosen
Awal baca cerita ini di wattpad bacanya enggak sampai selesai sih keburu udah diterbitin.
Awal cerita ini menarik banget, dari awal udah jatuh cinta sama Aldi.
Tapi menurut aku, konflik dalam novel ini kurang terekspos sih, syang benget nanggung ceritanya. Di pertengahan mulai enggak jelas sih menurut aku mulai bikin bosenn, terlallu bertele-tele.
Yang pertama untuk konflik Aldi dan Raka, plotnya oke sihh cmn ya itu nanggung ajaa gitu bikin greget, padahal kalau diliat konflik mereka lumayan besar yah masalah bukan lagi maslaah Raka selingkuh sama Karin tapi mereka sampai udah masuk di tahap bobo bareng tapi pengembangan konflik disni kurangsih harusnya bisa lebih greget lagi, karakternya di perkuat lagi, penyelesaiannua enggak ada. Penjelasan Karin dan Raka tentang hal ini yah kurang aja gitu.
Yang kedua konflik Raka-Leta, ini bener biasa aja, kayak konflik yang belum mateng. Sayang aja sih, hal ini jadi enggak ada pengalamannya smaa skli, masalah gede kayak gini liat pacar sama cewek lain tpi dia buat biasa aja. Aleta mau aja maafin segampang. Agak gimana gitu.
Yang terakhir konflik? Aldi-Alate, agak gaje sih. Jujur enggak nemuin feel banget di part ini.
Tapi suka banget sama penulisannya, komedinya toopp banget dapett bangettt. Bkin aku ketawa ngakak.
This entire review has been hidden because of spoilers.