Jump to ratings and reviews
Rate this book

Melody to the Moon

Rate this book
Cindy Karina Putri bermimpi untuk menjadi pianis sejak bertemu dengan Theo Han, seorang pianis terkenal berdarah Korea. Bagi gadis itu, sosok Theo Han bagaikan bulan yang bersinar terang, tapi jauh dan tak terjangkau.

Demi menggapai impian, Cindy berusaha keras meski keluarganya menentangnya. Dia bahkan bekerja paruh waktu di Moon Melody, sebuah toko alat musik.

Impian itu mendadak jadi lebih dekat karena kehadiran Jino, seorang stalker berambut abu-abu.

Siapakah Jino sebenarnya? Siapkah Cindy menghadapi rahasia besar mengenai sosok Theo Han?

320 pages, Paperback

First published April 1, 2017

4 people are currently reading
109 people want to read

About the author

Arini Putri

6 books86 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (26%)
4 stars
26 (41%)
3 stars
17 (26%)
2 stars
2 (3%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Maggie Chen.
145 reviews85 followers
May 18, 2017
Actual rating: 2.5 stars
Watch my full SPOILER FREE review here >> https://youtu.be/SwQzeXfXWQI <<

Dear Kak Arini Putri, di bawah ini adalah beberapa hal mengenai pembahasan musik klasik di dalam buku yang ingin aku komentari. Aku tidak bermaksud menggurui, apalagi menyalahkan. Mungkin bisa digunakan sebagai bahan masukan untuk karya Kakak selanjutnya ^^

Profile Image for Bookish Dungeon.
105 reviews
June 16, 2019
"Kamu pernah bilang, menangis itu bukan berarti nyerah. Bukan berarti kita lemah. Iya kan? Kalau aku menangis sekarang. . . bukan berarti aku enggak punya harapan lagi. Iya kan?

-Jiho Han-



Author kasih rate 5 dari 5 alias sempurna. Kenapa author bilang sempurna? Karena ceritanya begitu ngalir, tema yang dibawakannya ringan dan alurnya sangat ngalir


Disini, penulis juga mengangkat beberapa masalah pribadi manusia, mulai dari ambisi yang tinggi sampai-sampai harus mengambil tindakan jahat untuk mencapainya, kerinduan akan seseorang dan masih banyak lagi yang dapat ditemukan di ‘Melody to the Moon’


Jujur saja setelah membaca ‘Melody to the Moon’ membuat author harus menarik diri dari dunia fiksi, menerawang menai fakta-fakta yang tertulis didalam cerita itu memang benar seperti didunia nyata. Contohnya yang author alami—secara kebetulan juga tertulis di ‘Melody to the Moon’—mengenai hal ‘menangis’ awalnya author sempat berpikir menangis menanggap diri sendiri kalau memangis sama dengan lemah, nyatanya penulis ‘Melody to the Moon’ sendiri mengatakan bahwa menangis itu bukan berarti lemah (seperti quote diatas) dan memang benar apa adanya, teman author sendiri juga mengatakan hal yang sama.


“Kalau itu memang keinginan kamu, kamu boleh berhenti kapan saja. Tapi kalau keinginan orang lain, jangan dengarkan”

-Jino Han-


Author mau cerita secara garis besar saja mengenai sosok Cindy yang tidak menyerah akan mimpinya, yang justru membawanya masuk kedalam kehidupan kakak adik keluarga Han yang terjerat rasa kebencian bertahun-tahun dan berkat Cindy kakak beradik itu mencapai titik kesepakatan untuk melepaskan semua.


“Kamu harus bisa bermain bagus dan mendapatkan tepuk tangan penonton, juga dapat pengakuan dari keluargamu. Itu salah satu impian Jino.”

-Theo Han-


Cindy berhasil meraih apa yang dia inginkan meskipun banyak orang—terutama keluarganya yang awalnya menentang besar keinginannya. Cindy pun menunjukan bahwa dirinya berani menghadapi ketidaksukaan keluarganya dengan membuktikannya melalui usahanya bahwa dia bisa dan mampu. Author menarik kesimpulan, bahwa hasil tidak akan mengkhianati kerja keras yang kita lakukan. Pada akhirnya Cindy berhasil mendapatkan keinginannya sekaligus pengakuan dari keluarganya.


Mengenai karakter tokoh, sangat mengalir, dimana author sebagai pembaca bisa memahami keluh kesahnya, kesedihannya, kebenciannya, rasa bahagia saat karakter Cindy berhasil lulus audisi, dan bagaimana rasa karakter Theo menyesali perbuatannya pada masa kecilnya.


Rekomendasi banget untuk dibaca, karena ceritanya mengalir, mudah dipahami, banyak pesan moral yang bisa ditangkap pembaca dan feelnya dapat.
Profile Image for Naomi Chen.
230 reviews14 followers
October 26, 2018
Bukan favorit banget karena overall, ceritanya model cerita drama-drama Korea klasik. But I fell in love with music. Yes, I did put 4 stars due to my subjectivity.

Saya otomatis teringat dengan Nodame Cantabile ketika membaca karakter tokoh tokoh utamanya. Cindy, gadis jenius di piano yang bisa memainkan notes hanya dengan mendengar nadanya saja yang identik dengan karakter Nodame, dan Theo Han, pianis yang punya cita cita atau juga keinginan untuk menjadi konduktor seperti Chiaki meskipun tidak dihantui oleh rasa trauma pada pesawat seperti sang tokoh komik. Diwarnai dengan judul judul piece musik klasik yang saya kenali sebagian besar, dan judul utamanya yg mengambil dari piece favorit saya.. Clair de Lune nya Claude Debussy. Well, no wonder gue kayak konek banget sama penulisnya, setelah tau ternyata oh ternyata.. latar belakangnya identik sama gue. Lulusan Fakultas Psikologi, pecinta musik dan dongeng, and at least... J.K Rowling! Kudos!

*Jadi tolong dimaafkan kalau review ini agak subjektif, hehe.

Secara keseluruhan, kalau nilai penggambaran settingnya agak kurang "mendunia" alias kurang realistis. Percakapan antar tokoh, magang di toko musik yang secara kebetulan terhubung dengan salah satu poin penting cerita yang dalam hal ini ga bisa saya sebutkan karena agak spoiler. Which is kalo dikaji dari logika, Jabodetabek tuh gede, masa iya bisa kebetulan seseorang yang kaya gitu bisa PAS ktmunya di toko musik tempat si Cindy kerja? Terus belom lagi lagak Jino yang stalker ga jelas, dengan tampang ganteng dan rambut ash grey mencolok, jalan-jalan bebas di sekitar Cindy. I feel kurang realistis aja, soalnya.. soalnya cowok model gitu kalo ditempatin di situasi Jakarta... ah, sudahlah. Kalau di luar negeri mungkin gue masi percaya soalnya faktor budaya. Tapi banyak juga hal hal yang ga bisa saya jelasin kenapa nya secara gamblang, ya karena secara keseluruhan, novel ini ya novel klasik. Ala-ala drakor. Bahkan cerita Audy-nya Orizuka yang juga sebenernya mirip drakor aja masi kerasa lebih realistis. But it's actually okay, coz smua penulis punya style nya masing-masing. For some ppl this is actually not a big deal, but bcoz this is review, I supposed to mention these, I reckon.

Tambahan lagi, mungkin karena dua tokoh pria di novel ini punya keturunan Koreyah, menjadikan cerita ini makin drakor abis. Hmm. But still, saya tetep jatuh cinta sama piece music yang disuguhkan dalam novel. Dan temanya. I just love the detail inside thats why I gave four stars for this book, terlepas dari plotnya yang super klise, dan ceritanya yang kurang realistis.
Profile Image for MiuMiu.
4 reviews
July 1, 2017
First, thank you ya Arini, saya dapat buku ini dari goodreads giveaway. Sebenarnya saya kurang suka baca teenlit atau cerita-cerita romance. I'd prefer sci-fi or criminal or fantasy books. Tapi saat baca buku ini di bab pertama, tokoh Cindy mengingatkan saya akan diri saya sendiri, suka musik, punya bakat musik tapi ngga ada yang dukung. Bedanya, Cindy terus berusaha sedangkan saya ngga 😁.

Dari segi cerita, setahu saya ngga banyak penulis Indonesia yang ambil tema seperti buku ini (atau mungkin memang saya yang gatau ya 😀), which is music (classical music, spesifically). So, salute to you, Arini, for bring classical music into a novel! Sekaligus bisa memperkenalkan genre ini (and those wonderful songs) ke remaja-remaja di luar sana yang kurang aware terhadap musik klasik.

Dari alur, saya agak merasa bosan karena terlalu datar walaupun di beberapa bagian ada sedikit "gejolak". Mungkin ini karena saya suka twist dan teka-teki.

Dari penokohan, menurut saya hanya Jino yang punya karakter kuat dengan rambut ash-grey dan sifatnya. Untuk tokoh-tokoh lain, hampir serupa karakter di novel-novel lain, jadi ngga terlalu "memorable".

Oia, sebenarnya lebih baik lagi kalo masing-masing keluarga tokoh dan tokoh pendukung seperti Nessa dan Farhan lebih dieksplor jadi ngga hanya selentingan saja. Misalnya, Nessa mempunyai masalah sendiri, jadi ada sidekick-nya. Ga hanya terpaku pada Cindy dan Jino.

Untuk typo-ing, hanya ada 1 di halaman 283 (saya lupa baris ke berapa), seharusnya kata 'dengan' menjadi 'dengar'.

Overall, novel ini cukup menarik, khususnya bagi penggemar teenlit and musics of course (but not limited to classical music fans!).
Profile Image for Luv.
109 reviews
March 29, 2025
Nangis sampe sakit kepala semaleman t____t

Cindy ngefans sama pianis Theo Han, meski enggak didukung untuk belajar piano, Cindy masih bercita cita untuk menjadi pianis dan sepanggung dengan Theo Han.

Ketika ia bertemu dengan Ash-Grey-Guy Jino, san Cindy mengetahui siapa cowok itu sebenarnya, Cindy memintanya untuk mengajarinya bermain piano, untuk bergabung dengan orkestra, meski Jino membenci Theo.

Well, awalnya boring.m. Dan trope cowok ganteng, famous, idaman dan well known di kampus yang tiba tiba pay attention ke cewek biasa aja, dan si cewek ga tertarik sama cowok itu, sebenernya not my cup tea. (⁠・⁠–⁠・⁠;⁠)⁠ゞ

Tapi, karena pas aku baca lumayan ringan, bahasanya enak dipahami, jadi aku baca aja, buat refreshing. Ditambah tema musik—piano—aku suka.(⁠~⁠‾⁠▿⁠‾⁠)⁠~

Cuma, aku entah kenapa sebel banget sama Cindy. Terlalu banyak ikut campur, egois. Padahal aku pikir harusnya she became a beloved chara. Tapi buatku Cindy justru terlalu banyak ikut campur dan egois, like girl, You can't have many things at once, you've to choose one and let go of the others.(⁠٥⁠↼⁠_⁠↼⁠)

But ngl, ya Cindy di akhir ada bagusnya sih. Ga ada yang 100% jelek atau baik.

Character development nya aku suka, meski gereget abis sama Theo sama Jino, tapi aku malah menyoroti perubahan Theo. (I don't forgive Theo, btw)

Aku ga suka penyelesaian ke Steph, meski dia bukan fokus di cerita ini, tapi ga ikhlas she got her happy ending (⁠─⁠.⁠─⁠|⁠|⁠)

Overall oke sih, just not my of tea. Tapi buat yang nyari romance ringan tapi bikin nangis bombai, ini recomended.
Profile Image for Carolina Tedjapranata.
70 reviews
July 12, 2017
I really love this novel. Jujur, awalnya aku tidak begitu tertarik dengan novel ini. Kenapa? Karena aku kira novel ini bahasannya berat. Soalnya, novel ini bertemakan musik klasik, piano, dan lainnya. Aku sama sekali buta akan hal ini, walopun aku pernah mendengar beberapa lagu klasik di drakor yang pernah aku tonton, seperti Page Turner😃.


Tapi, ternyata engga sama sekali. Ceritanya ngalir. Konfliknya dapet. Alurnya oke. Karakternya pun aku suka. Jino sukses membuatku ingin memiliki pria seperti si stalker ini. Tindakan yang dilakukan Jino sweet banget. Aku sampe senyum2 sendiri liat tingkah Cindy dan Jino. Ini kayak 2 orang yang saling tertarik satu dengan yang lainnya, tapi mereka tidak sadar dengan perasaan yang dimilikinya itu. Aku sampe gemes sendiri...


Aku suka dengan konflik yang diambil. Walopun menurutku agak umum sih. Tapi Theo sukses membuatku menitikkan air mata. Apa yang ada di pikirannya, aku bisa ngerasain gimana perasaannya kalo ada di posisi itu. Karena aku pernah(?)*loh kok jadi curhat😂*


Banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel 'Melody to the Moon'. Tentang perjuangan untuk meraih impian kita, hidup kita adalah milik kita dan orang lain tidak berhak menghakimi apa yang kita ingin pilih, mengenai perbedaan cinta untuk seorang 'idola' dengan cinta untuk 'pria' yang akan menjadi pasangan hidup kita nanti. Pokoknya banyak.


Last, but not least, aku pengen banget jadi kaya Cindy yang bisa ketemu sama idolanya. Berharap suatu saat nanti aku bisa ketemu bias aku di suatu tempat. Amin!😍
Profile Image for Deva Aksara.
47 reviews2 followers
December 15, 2017
Siapa yang sudah kenalan dengan Cindy, wanita yg terlihat lemah tapi aslinya sangat kuat dan keras kepala, wanita yg bersikeras untuk mewujudkan mimpinya mnjadi seorang pianis, meski banyak yg menghalangi jalannya!?
Theo han, satu nama yang membuat ia mempertahankan mimpinya. Karena Theo, ia yakin kalau ia pasti akan mencapai mimpinya.
Disela perjuangan menggapai mimpinya, ia dipertemukan dgn Jino, pria yg d anggap stalker Cindy.
Mimpi, cinta, persahabatan, dan persaudaraan, mengalun menjadi nada melodi indah yg menciptakan sebuah kisah yg sempurna.
.
.
I love this book so much.
Good point from this book:
💮 Idenya begitu menarik dan kuat, menggapai sebuah mimpi.
💮 Karakternya mampu meninggalkan kesan yg cukup dalam. Cindy dgn keyakinan mimpinya, Jino dgn kerapuhannya, dan Theo dgn ketidaksempurnaan-nya.
💮 Alur maju yg santai dgn ending yg tak mudah ditebak.
💮 Konfliknya bikin greget, dan penyelesaiannya perfect.
💮 Musik klasik berkeliaran disetiap lembaran buku ini. Ugh.. saya pecinta beethoven 😍.
💮 Settingnya juga menarik, terutama di toko Moon Melody.
.
.
From Good to the Bad 😣. It's not to much:
🍃 Settingnya tidak terlalu detail, terkadang saya merasa alangkah lbh baik bila settingnya lebih detail lagi.
.
.
Buku ini sangat saya rekomendasikan bagi semua kalangan. Buku yg mengisahkan tentang mimpi sangat banyak, tapi yg menyampaikannya lewat kisah romansa tidak banyak, dan novel ini memiliki hal itu. Saya ngga sabar membaca karya kak Arin yg lain lagi.
6 reviews
May 15, 2021
Salah satu buku favorit yang gak sengaja ditemuin di online book store, udah jatuh cinta dari covernya tapi dibikin jatuh cinta juga sama isinya..

Untuk aku yang saat itu masih smp baca buku ini tuh seneng dan terhibur banget, banyak unsur-unsur musik klasiknya juga yang bikin aku seneng karena sama-sama lagi ngulik, romancenya gak lebay, alurnya juga rapi..

Cuma aku rate 4 bintang, karena masih belum ngena banget, tapi overall keren parah sih
29 reviews
March 29, 2025
uh jujur lupa review wkwk sudah beberapa tahun lalu selesai membacanya and I'M SO SO ENJOYED IT. D plot, characs development, love trope are muach, love it. As far as i can remember, de conflict wasn't that heavy i guess (?) but still amusing. D ml guy is my roman empire back then AKSJKASJJAJAKSK <3
30 reviews
September 1, 2023
Mengingatkanku pada jaman sekolah, suka main piano juga tapi belum se-fasih sekarang. Tapi aku lebih mengutamakan akademik karena takut nggak lulus dan nggak lolos masuk Perguruan Tinggi. Jadi buku ini mengisahkan kisah cinta anak2 musik yang mana kesehariannya yaa fokus pada les musik, konser, dll. Terus Per Bab diberi Judul nama2 instrument klasik jaman dulu yang masih digemari sampai sekarang.
Profile Image for Hana.
2 reviews
April 16, 2018
Dri awal bc, aku merasa crita ini ada miripny dengan anime Your lie in April. Atau krna aku membaca novel ini tidak lm stlh nontn Your lie in April? 🤔🤔
Profile Image for Prima Aulia Pratiwi.
10 reviews
December 10, 2021
Sebenarnya saya sudah beli buku ini dari lama, hanya saja saya baru punya waktu untuk menyelesaikan novel ini.
Novel ini belum jadi novel favorit saya dari Arini Putri, tapi saya sangat menyukai perkembangan dua karakter Theo dan Jino. Sementara itu saya kurang mendapat 'feel' untuk karakter Cindy, bagi saya Cindy belum mendapat karakter yang cukup kuat dan belum bisa saya rasakan perkembangannya. Meskipun begitu, saya senang karena Cindy seolah menjadi jembatan yang kembali terbangun antara Theo dan Jino.
Terima kasih atas novelnya yang membuat hati saya terasa hangat ketika membacanya. Ditunggu karya selanjutnya!
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.