Goenawan Mohammad, yang ketika buku ini keluar masih menjabat sebagai pemimpin redaksi Majalah Tempo, dari awal (dalam prakata) sudah menyatakan kegoblokannya soal mengatur manajemen keredaksian, jenjang karier, dan pengaturan teknis sebuah majalah. Namun, ia memutuskan belajar, bukan hanya diam begitu saja. Ia belajar pada seorang redaktur senior TIME kenalannya, George Taber, perihal ini. Hasilnya, Majalah Tempo menjadi majalah yang bernas dan jelas. Kalau istilah orang-orang Tempo sendiri, mereka menyebut Tempo sebagai, "Majalah yang enak dibaca dan perlu."
Buku Seandainya Saya Wartawan Tempo menguraikan tentang ini, tentang bagaimana akhirnya Tempo bisa menjadi majalah yang tajam, terpercaya, dan berbeda. Bagaimana pada akhirnya isi berita yang termaktub dalam setiap edisi Tempo itu menjadi tidak asal tulis dan tidak terlalu kaku untuk dibaca.
Pertama-tama, Tempo setia betul pada bentuk tulisan bernama "feature". Feature adalah sebuah tulisan yang dibuat untuk membuat senang, cenderung menghibur, tetapi tetap menginformasikan. Dalam bahasa lain, feature adalah jurnalisme yang bertutur. Write as you talk, katanya.
Setelahnya, buku ini menjabarkan apa modal seorang wartawan atau penulis untuk dapat membuat feature yang baik. Pembicaraannya menjurus seputar pengaturan fakta, mencari keakuratan fakta, memilin kata-kata, sampai akhirnya wartawan perlu berpegang pada buku pedoman penulisan di media tempatnya bekerja untuk meminimalisasi kesalahan.
Beragam teknik penulisan juga dikemukakan di sini, bagaimana kita harus berpikir sederhana untuk dapat menulis feature yang bertutur, bagaimana membuat lead yang mampu mengail minat pembaca, bagaimana membuat outline (kerangka karangan) yang penting untuk keselamatan para penulis feature. Setelah membaca buku ini, siapa yang tidak tahu sistematika menulis feature setidaknya akan tahu sedikit-sedikit, lebih bagus lagi kalau sampai paham. Selamat membaca!
Buku ini adalah buku milik ayah saya yang diwariskan secara tidak direncakan kepada saya. Meskipun terbilang usang namun buku ini membawa esensi yang besar pada kehidupan saya. Buku ini wajib dibaca untuk siapapun yang membutuhkan panduan khusus dalam penulisan jurnalistik. Berbagai bahasa dan kaidah penulisan yang runtut dan tegas membuat pembaca dengan mudah mampu mengikuti ajakan dan didikan mentor tersebut.
Tidak hanya wartawan TEMPO saja, bagi semua wartawan, buku ini sangat berguna.
Buku ini mengisahkan kenyataan di lapangan yang dialami oleh wartawan majalah Tempo, dilengkapi contoh-contoh berita yang pernah 'booming' pada masanya. Membaca buku ini, kita akan merasa seperti bagian keluarga besar Temponewsroom, merasakan hal-hal unik yang selama ini tak terpublikasi. Saya baca ini sewaktu masih kuliah jurnalistik. Rasanya ingin segera lulus dan bergabung dengan Tempo saja. Sesuai dengan judulnya.