Shanin, remaja 16 tahun yang ceria, merasa hidupnya sungguh sempurna. Dia punya ibu yang sayang padanya, sahabat yang baik dan Gara, pacar yang adalah cowok populer di sekolah. Dunia Shanin jungkir balik saat mendapati pacarnya tega mengkhianati kepercayaannya. Rasanya sakit saat kehilangan cinta pertama.
*
Aidan, cowok ganteng pelit ngomong dan malas bangun pagi. Dia terpaksa berurusan dengan cewek paling bawel yang pernah dia kenal. Namun tanpa disadari, kebekuan di hatinya mencair pelan-pelan.
Skenario semesta mendekatkan Shanin dan Aidan. Seperti sinar matahari bertemu gerimis, pelangi berwujud sayang terbit di hati mereka berdua.
Well, ini mungkin masalah selera atau apa, saya kurang menyukai novel ini. Karena secara alur cerita saja tidak menentu arahnya mau ke mana. Yang membuat saya lelah membacanya pada halaman awal adalah kegiatan-kegiatan Shanin, sang tokoh utama, diceritakan begitu detail sehingga saya berpikir tidak ada yang mau tau segitu detailnya apa yang dilakukan oleh si Shanin. Hal itu juga yang membuat saya hampir tidak mau lagi melanjutkan untuk membaca saking lelahnya. Apalagi ditambah dengan candaan Shanin kepada Aidan yang garing banget sampai rasanya di pikiran saya penuh dengan keluhan terhadap novel ini.
Bukannya meremehkan, tapi penulis seharusnya juga diarahkan oleh editornya untuk mengembangkan kembali cerita yang sudah ada. Karena ini berbentuk novel, dialog juga harus diminimalisir agar imajinasi pembaca juga ikut bermain. Untuk konfliknya juga saya tidak tahu apa, karena konfliknya bercabang-cabang dan tidak juga jelas arahnya mau kemana. Termasuk ketika penulis mendeskripsikan bagaimana perasaan Shanin ketika ditinggal oleh ibunya yang membuat saya sebagai pembaca merasa lelah membacanya karena adegan itu seperti konflik utamanya saja. Saya tau ditinggal oleh ibu untuk urusan pekerjaan itu memang ada perasaan sedih, tapi tidak harus sedetail itu. Proses jatuh cinta yang disajikan juga tidak jelas dan membuat saya bingung kenapa bisa begitu cepatnya, juga tidak ada alasan kuat kenapa Aidan bisa jatuh cinta kepada Shanin.
Tapi saya berasumsi sih kalau Aidan suka sama Shanin karena seringnya dia menemani Shanin karena dia ditinggal oleh ibunya yang punya urusan pekerjaan keluar negeri. Ada settingan tempat juga yang agak membingungkan saya sehingga karena sudah terlalu lelah maka saya bodo amatlah sama masalah tempatnya. Tapi untungnya ada beberapa yang saya sukai dari novel ini, walaupun sedikit, seperti candaan teman-temannya Aidan yang berhasil membuat saya tertawa saat membacanya.
Penulis masih muda, perjalanannya masih panjang. Punya waktu untuk tetap mengembangkan tulisannya lebih baik dari novel Shaidan. Tetap semangat buat penulisnya
Shanin bertemu dengan seorang pria yang bernama Aidan. Aidan ini sangat populer dengan ketampanan dan sikapnya yang sangat dingin. Bagaimana tidak marah, ketika teman mu berbicara panjang lebar, dia hanya menjawab dengan 1 huruf seperti "Y" atau "O". Akan tetapi saat ia bertemu dengan Shanin, sikapnya berubah drastis yang pada awalnya sangat dingin menjadi cair.
Novel ini wajib deh untuk kamu beli dan dibaca. Sangat jarang novel yang mengangkat cerita seorang cowok yang bersikap dingin seperti Aidan ini. Namun sangat disayangkan sih, karena ending novel ini gak kena atau ngambang. Overall, novel ini sudah membuat saya pengen nabok jika ada teman semacam Aidan.
Jadi, ini adalah hasil iseng-iseng minjem adek sepupu dan dibaca pas tengah malem. Niatnya cuman untuk ngabisin waktu, tapi kebacanya malah keterusan sampai selesai, ya udah deh reviewnya dibuat sekalian wkwkw /dibejek
"You're the light in my darkness."
Sesuai dengan sub-judul, bagi Shanin, Aidan adalah cahayanya disaat Gara mengkhianatinya. Dari alur, diksi sampai konfliknya dibuat ringan dan mudah dicerna, mungkin itu alasan utama kenapa aku bisa menyelesaikan buku ini hanya dalam waktu beberapa jam.
Saking ringannya aku bahkan gak terlalu memedulikan saat Gara tertangkap berselingkuh, agak kasihan sama Shanin, tapi udah itu aja. Yang jadi masalah adalah plot twist yang disajikan penulis dibagian akhir, cukup mengejutkan, tapi penyelesaiannya gak ada sama sekali. Menggantung. Berasa di php-in gebetan dan dikasih kode akan adamya sekuel.
Ada beberapa plothole juga yang sebenernya bisa dikembangkan lagi, entah karena penulisnya lupa atau sengaja biar gak terlalu drama. Aku gak akan ngasih tahu dibagian mananya, yang sudah selesai baca pasti bisa nebak.
Kelebihannya mungkin ada di kekocakan temen-temennya Aidan dan adeknya, juga interaksi antara Aidan dengan kucingnya Shanin, Elmo. Menurutku interaksi cowok itu dengan si kucing jauh lebih hidup dibandingkan interaksinya dengan yang lain. Imut ahahaha.
Btw, yang demen baca novel yang ringan-ringan atau baru mau mulai membaca, buku ini cocok untuk itu. Selamat membaca~
Alasan gue membeli novel shaidan ini karena dulu sebelum diterbitkan, shaidan ini sempet booming bgt di wattpad. Jadi yah… mau gak mau gue ikut penasaran dan tertarik buat beli.
Di bagian awal, jujur gue cukup bosan dengan kegiatan Shanin yg menurut gue terlalu dijabarin. Dan semakin gue baca ke hal selanjutnya, gue ngerasa kalo alurnya itu ga jelas. Konflik yg diciptain juga minim banget, yaitu Shanin yg diselingkuhi oleh pacarnya dengan sahabat Shanin sendiri. Udah, gitu doang. Sisanya cuma nyeritain kebersamaan Aidan dan Shanin sampai akhirnya mereka masing2 saling suka.
Gue ga ngerti apa yg menyebabkan novel Shaidan sampai bisa booming. Padahal, gue sama sekali tidak menemukan sesuatu yg istimewa dari novel tsb. Atau mungkin… karena karakter Aidan yang memiliki sifat dingin dan jarang bicara terhadap semua orang, tapi jika sudah bersama Shanin dia perlahan mulai banyak omong? Sehingga para pembaca yg sangat amat menyukai novel ini berharap bisa mendapatkan cowok seperti Aidan:)
Ceritanya saya sedang menggila karena ujian nasional yang harus diulang dan sbm -_- makdarit saya baca ini via gplay. Well, cerita ini not bad. Banyak humor receh garing tapi bisa bikin saya senyum/menyeringai, karakter remaja yang err emosional (heboh, alay, lebay), ada beberapa timeline yang nggak pas, ada plot hole soal pengirim pesan misterius, dan tentu saja ending yang gantung seakan novel ini belum selesai ditulis tapi sudah keburu published.
Alasan papa Aidan bersikap seperti keras pada Aidan, alasan Gara selingkuh diikuti pernyataan dari pelakor. Semua itu belum dijelaskan di novel-yang-mirip-ftv-kejar-tayang ini
Positifnya, bikin saya terhibur seakan baca cerpen humor. Tipis.
Agak jahat, mungkin. Nggak suka sama ceritanya, alurnya, intinya nggak jelas, terus endingnya udah gitu aja. Terus kenapa dibaca? (padahal ini jenis buku yang paling kecil kemungkinannya buat gue pilih) karena baru dapet gratisan ebook dari penerbit. haha. Dan entah, dari kemarin lagi nggak bisa fokus baca buku yang lebih menarik (pastinya) jadi baca yang cimpi dulu. hahaha
Judul: Shaidan Penulis: Hana Margaretha Penerbit: Romancious ISBN: 978-602-6922-64-9
Mengisahkan cerita tentang Shanin, remaja belia yg harus merasakan sakit hati melihat kekasihnya yang sekaligus adalah cowok populer di sekolah mengkhianati kepercayaannya.
"...Intinya, kalau lo gak sayang lagi sama gue, ya udah putus! Bilang aja yang jujur! Gak usah selingkuh segala! "
Dengan kebetulan yang diciptakan semesta, Shanin yang ceria juga bawel harus berurusan dengan Aidanㅡcowok ganteng yang populer dengan sikap irit ngomong, dingin dan cueknya.
"NGOMONG GAK BAKAL BIKIN JAMBUL LO BOTAK, DAN, ASTAGA!"
Membaca Shaidan membuat aku banyak mengerutkan kening antara ingin menahan tawa dan greget melihat interaksi antara tokoh didalam novel, terlebih dengan karakter utama yg rasanya pengen aku cubitin.
Sikap Aidan yang semakin lama melembut dan sedikit banyak bicara di depan Shanin menandai jika ada perasaan lain yang hadir di hati Aidan. Untuk saat itu, aku merasa kehadiran Aidan disaat Shanin mencoba menghilangkan bayangan mantan kekasih terasa pas dan di waktu yang tepat. Apalagi dengan mereka yang semakin dekat dan saling menyatakan rasa sayang satu sama lain.
Cukup terkejut dengan kehadiran plot twist di saat saat terakhir. Akhir kedekatan Aidan dan Shanin yang tidak terduga, kejutan lain di keluarga Aidan membuat aku sebagai pembaca sedikit bingung, dengan konflik tambahan yamg tidak dijabarkan penyelesaiannya membuat aku berpikir mungkin penulis ingin pembaca berimajinasi mengenai ending dari cerita ini.
Terlepas dari konflik ringan seputar remaja yang sulit membuat aku berpaling, karakter Garaㅡkekasih Shanin kurang kuat padahal dia juga merupakan salah satu tokoh utama. Begitupula dengan karakter Gisel yang terkesan dipaksakan di akhir cerita. Sedikit kecewa dengan peran tambahan yang menurutku terlalu boros dan tidak memiliki efek dalam cerita.
Meski tidak banyak, typo di tengah cerita hingga akhir cerita cukup mengganggu.
Ohiya, catatan buat penulis dan editor. Aku masih kurang ngeh sama dialog "...Seratus tambah,empat tambah tiga, berapa? " Shanin menyeringai "Satu empat tiga"
Shaidan, siapa sih yang nggak tahu Shaidan? Novel ini sempet banget booming di wattpad. Aku nggak sempet baca versi wattpadnya, jadi aku nggak tau perbedaannya gimana, tapi yang jelas novel ini tuh asik. Cara pembawaannya bener-bener kayak anak SMA banget. Tapi, untuk masalah Aidan yang dingin banget, itu aku kesel sih. Aku nggak pernah suka sama cowok yang dingin. Meskipun katanya cool. Ahahhaha..
Shanin, cewek yang suka banget sama hujan, es krim dan musik. Hidupnya bahagia, penuh warna. Tapi satu kejadian, bikin dia kesel dan bahkan mutusin Gara, pacarnya. Ya iyalahh, siapa yang mau sama cowok yang udah selingkuh? Dan parahnya lagi, Shanin kenal sama orang yang selingkuh sama Gara.
Aidan. Cowok pendiem yang saking dinginnya pengen gue tampol. Habis sekalinya ngomong nusuk. Sekalinya becanda ngeselin. Tapi, sejak deketan sama Shanin, Aidan berubah, dia jadi cowok yang bisa ngomong panjang akhirnya.
Sejak dia dititipin sama Mamanya Aidan, Shanin makin deket sama Aidan. Menurutku, mereka pasangan yang cocok. Yang satunya kalo bikin becandanya garing, tapi berusaha bikin suasana jadi nggak krik-krik. Yang satunya diem aja kayak orang sakit gigi.
Di akhir, sempet ada perdebatan antara Aidan sama papanya, yang aku masih belum jelas kenapa.
Kecewa ketika mendapati buku ini tidak sespektakular yang digembar-gemborkan. Adik gue yang masih SMP bilang baper banget baca ini, tapi hmm begitulah di mata gue, satu bintang. Miskin konflik, hal nggak penting dibuat terlalu mendetail, dan sekalinya ada konflik yang agak greget malah dibiarkan menggantung tanpa resolusi yang jelas.
Padahal saya baru 20 tahun, masih masuk kategori anak muda, tapi rasanya buku ini keluar dari abad depan dengan istilah-istilah asing anak gaul tanpa penjelasan di dalamnya. Dah gitu aja.
klo menurut aku, buku ini alurnya terlalu cepet. dari sini udah kesini. trus gajelas kenapa tiba-tiba Aidan suka sama Shanin, seperti yang diatas, 'terlalu cepet'. aku juga cepet bosen bacanya, padahal buku ini gak terlalu tebel. endingnya juga gantung. cerita gak seru bgt, baru aja Aidan suka Syanin dan Syanin suka Aidan, terus langsung permsalahannya Aidan.
Gak bakalan mau baca 2x ini mah. dan aku ngerasa nyesel beli buku inii
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kecewa banget sama buku ini mana endingnya sad lagi dan ngegantung pula, beda banget endingnya sama versi wattpad. Jujur aku kurang suka bagaimana Shanin tokoh utama ceweknya cuma anggep Aidan tokoh utama cowoknya sebagai pelarian saja.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku nya tipis, aku sekali duduk langsung tamat. Tapi endingnya agak mengecewakan sih. Apalagi menurutku pendalaman karakternya kurang dan agak maksa, jadi agak blur ceritanya mau dibawa kemana.
This entire review has been hidden because of spoilers.
buku ini direkomen sama temen saya, katanya "bagus banget" tapi jujur saya nyerah baca sampe hal 65. dan so far (sampe hal.65) ceritanya mudah ditebak, konfliknya sering saya liat di ftv ftv
Agak kecewa sama buku ini. Miskin konflik, konflik terlalu biasa padahal karakter tokoh udah kece kece. Kurang pengembangannya aja. Menghibur namun sayang jalan kisah mudah ditebak. Semoga aja spin off nya nanti, Alden lebih baik.
2⭐ dari saya OKEH untuk buku ini saya suka banget waktu pas baca di wattpad terus tiba-tiba ada info bakal diterbitin, dan saya sangat excited tapi ternyata zonk Banyak part-part yang beda sama versi wattpad tapi bukannya lebih oke malah jadi aneh
Novel ini menghibur, bikin saya ketawa, terus typonya sedikit, bahasanya ringan, enak dibaca buat selingan di waktu luang. Tapi, novel ini konflik nya nggak jelas, trus kurang konflik aja, sama endingnya gantung. Dan menurut saya, untuk buku setipis ini harganya mahal. Saya beli di gramedia dgn harga 59.500 untuk novel setebal 190 halaman ini, kalau tdk salah. Agak disayangkan sih sebenernya, tokoh tokohnya udh kece tapi konflik dan endingnya nggak jelas gini, semoga aja si shaidan 2 lebih baik. Overall, novel ini menghibur.