Jump to ratings and reviews

20 Cerita Detektif Diambil dari Majalah Bobo: Lukisan yang Dapat Mencuri

Majalah Bobo sudah terbit sejak tahun 1973. Bayangkan, sudah 43 tahun, lo, dan Bobo terbit setiap minggu! Dalam setiap edisinya selalu ada cerita tentang para detektif cilik yang seru dan menegangkan.

Nah, dari banyak sekali cerita itu, kami memilihkan 20 cerita detektif yang dijamin bakal bikin kamu ikut putar otak. Ada Ben yang rumahnya dimasuki narapidana yang kabur dari penjara, ada geng detektif Pandu yang membantu memecahkan kekacauan di pesta ulang tahun Sahara, dan ada Pak Tim yang barang-barang di motelnya dicuri oleh sosok anak lelaki dalam lukisan!

Jangan ngaku detektif cilik kalau kamu belum membaca 20 Cerita Detektif Diambil dari Majalah Bobo ini!

130 pages, Paperback

First published November 1, 2016

Loading...
Loading...

About the author

Widya Suwarna

4 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (20%)
4 stars
18 (40%)
3 stars
17 (37%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for cintamembaca.
38 reviews
March 7, 2022
Aku inget ada cerpen yang dulu pernah kubaca waktu masih langganan Majalah Bobo!! Judulnya Selamat Ulang Tahun Sahara dan Korespondensi dengan Pencuri. Cerpen-cerpen lain di kumcer ini juga bagus dan ringan, tapi tetap menarik dikulik dan penuh makna. Aku versi SD bakal menobatkan buku ini jadi my all the time favorite book sih hehe... dan baca ini sekarang bring back those nostalgic feelings xD Anyway, these are my three favorite short stories: Peta Penyelamat (aku suka reaksi tanggap si teman dalam following the script demi menjebak si pelaku), Celengan pun Tak Aman (how the little detective thinks about the probability), dan Lukisan yang Dapat Mencuri (for the plot twist).
Profile Image for Aravena.
697 reviews38 followers
November 22, 2017
Kumcer Bobo yang pastinya terasa akrab buat yang sewaktu kecil hobi main detektif-detektifan (baca: berimajinasi liar & melebih-lebihkan hal-hal sepele supaya lebih seru). Mayoritas cerita di sini menampilkan anak-anak yang menyaksikan tindak kriminal, memecahkan misteri sehari-hari seperti barang hilang, maupun..... terlalu bersemangat menuduh orang yang nggak-nggak xD

Gaya penuturannya sangat sederhana dan berjalan kilat, sesuai standar jumlah halaman/gaya penulisan cerpen majalah Bobo. Plusnya: baca ini rasanya nggak akan macet karena semuanya gampang dicerna. Minusnya: buat pembaca dewasa (atau anak-anak yang terlalu cepat dewasa), sebagian ceritanya mungkin akan terasa membosankan atau terlalu sederhana.

Karena temanya cerita detektif yang notabene banyak elemen plot seperti pengenalan kasus, tersangka, testimoni, petunjuk, bukti, dan pembeberan jawaban, jumlah halaman yang sedikit jadi terasa membatasi. Namun, di kumcer ini ada juga beberapa penulis yang tetap bisa menyajikan plot dan penokohan dengan efektif. Kadang ada juga pesan moral, seperti sikap tak pamrih dan mau memaafkan, yang diselipkan. Pilihan cerita favorit saya:

Mencari Pelaku Kaca Jendela yang Pecah, oleh Yuniar K.: cerita yang sukses mengikuti pola konvensional cerita detektif 'misteri terjadi-tersangka dikumpulkan-misteri terpecahkan' dengan runut dan logis.

Krayon, oleh Barbara Eni Priyanti: salah satu dari banyak cerita di sini dengan premis barang hilang dan investigasi siapa pelakunya. Penulisnya efektif menggambarkan kepribadian tokoh-tokohnya melalui dialog mereka, sementara penyelesaiannya agak tak terduga dan mengandung pesan tersendiri. Yang paling penting buat detektif sejati memang mengungkap kebenaran, bukan cari imbalan dari orang lain! /maafsayaagakmabuk

Korespondensi dengan Pencuri, oleh Widya Suwarna: dari sekian banyak penulis cerpen di Bobo, nama penulis yang satu ini yang rasanya paling terkenang buat saya. Cerita pencurian belimbing yang dibuat jenaka melalui tukar-tukaran pesan antara korban dan pelakunya.

Lukisan yang Dapat Mencuri, oleh Benny Rhamdani: modus operandinya amat kreatif, cerita terakhir yang menjadi penutup memuaskan kumcer ini.

Secara keseluruhan, pas untuk yang (a) cari bacaan ringan untuk dinikmati sambil nunggu sesuatu, (b) cari referensi untuk nulis cerpen detektif anak-anak, atau (c) sekedar ingin nostalgia. Saya tergolong tiga-tiganya, haha.....
Profile Image for Biondy.
Author 9 books239 followers
December 29, 2016
Sebagai mantan Boboers, saya selalu suka dengan cerpen-cerpen yang ada di majalah itu. Mulai dari kisah slice of life, fantasi, sampai misteri ada di dalamnya. Bahkan ada juga beberapa cerita Bobo yang masih berkesan untuk saya hingga hari ini.

Di kumcer ini, ada 20 cerita detektif yang diambil dari majalah Bobo. Tentunya ini bukan cerpen detektif ala Agatha Christie atau Edgar Allan Poe yang melibatkan pembunuhan. Paling banter pencurianlah.

Beberapa cerpen favorit:

1. Pesan Dalam Saputangan - Warwanto Firmansyah

Cerita yang memadukan unsur 'coba sendiri di rumah'. Ada eksperimen kecil yang bisa diuji para pembacanya.

2. Pulau Buangan - Palris Jaya

Anak-anak yang mengunjungi sebuah pulau misterius? Kenapa tidak. Ada rahasia apa di pulau yang katanya berhantu?

3. Krayon - Barbara Eni Priyanti

Akhir ceritanya... rada tidak biasa untuk cerpen Bobo. Biasanya cerita diakhiri dengan yang salah meminta maaf atau mendapatkan ganjaran, tapi yang ini... sesuatu banget.

4. Celengan pun Tak Aman - Wiryadi

Dua kata untuk cerita ini: produksi massal. Trik sederhana, tapi masuk akal dan bisa diterapkan (*heh, jangan).

5. Lukisan yang Dapat Mencuri - Benny Rhamdani

Ini juga salah satu cerita dengan trik yang sederhana, tapi cadas. Bagaimana sebuah lukisan bisa mencuri? Jawabannya ada di cerpen ini :D.
Profile Image for Muhajjah Saratini.
289 reviews10 followers
April 2, 2017
Detektif2 cilik reunian di buku ini.
Kira nanti sudah direncanakan langganan Bobo. Emaknya mau balas dendam zaman kecil cuma bisa pinjam~~~ :D
Profile Image for Lady Dey.
82 reviews6 followers
September 24, 2017
seru sih ini bacanya, cepet juga karena emang bener2 cerpen2 ringan dan genrenya detektif cilik gitu jadi seru. per buku isinya 20 cerpen, tapi paling favorit dari buku ini adalah yang judul Pulau Buangan sama Lukisan yang Dapat Mencuri. kemaren lupa gak liat berapa harga bukunya, soalnya cuma numpang baca di gramed hheheee...
Profile Image for Desti Rachmadyah.
129 reviews4 followers
September 24, 2023
Dari 20 cerpen ini, hanya satu yang pernah kubaca di versi majalah: Korespondensi dengan Pencuri. Sisanya baru benar-benar kubaca di sini (fyi, aku baca di iPusnas).

Aku yakin kalau aku baca di masa SD, aku akan terkagum-kagum sama berbagai pemecahan masalah oleh anak-anak di buku ini (beda lagi ya kalau udah dewasa dan kebanyakan mikir soal plot hole ini juga itu 😂)
Profile Image for Naura Amalia.
28 reviews
December 25, 2024
Alasan milih buku ini karena mau baca yang ringan-ringan aja dan lagi kangen sama majalah bobo. Isinya ada dua puluh cerpen yang berkisar 4-7 halaman. Konfliknya sangat ringan dan saking ringannya jadi agak cukup membosankan dan tidak begitu berkesan. Tentunya ini hal yang wajar karena emang target pembacanya adalah anak-anak. Namun, ini cukup mengobati rindu sama majalah bobo ♥️
Profile Image for Ratih Cahaya.
425 reviews5 followers
November 18, 2020
Cerita-cerita di buku ini lebih seru ketimbang di buku yg satu lagi. Ada satu cerita yg menarik dan lucu banget, yaitu Korespondensi dengan Pencuri. Gemes banget sama pencuri belimbing itu.
Profile Image for Nump.
6 reviews
May 4, 2026
MAO BANGET BACA KAYAK GINIII LAGI
Profile Image for Afifah.
410 reviews16 followers
May 3, 2017
Kurang suka dengan cerita di buku ini. Mungkin karena aku juga sudah bukan anak sekolah lagi, jadi cerita di buku ini terlalu mudah tertebak serta tidak terlalu 'wow'. 2.5 bintang.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,657 reviews77 followers
April 1, 2019
Cerita Pertama: Pesan Dalam Satu Tangan.

Keren, sih. Cucok ditulis buat buku kimia anak. Tapi pertanyaannya, dari mana anak perempuan yang sedang disekap di mobil penculik itu bisa dapat kunyit buat nulis pesan di sapu tangannya? Diculik kok sempat bawa kunyit?

Apakah logika cerita buat cerita misteri anak bisa agak longgar? XD

***

Cerita Kedua: Pulau Buangan by Palris Jaya.

Hihi. Klo ini aku udh pernah baca di Bobo dan suka banget. Gimana mitos kadang bisa lebih efektif agar manusia gak melanggar aturan.

***

Cerita Ketiga: Peta Penyelamat, Pupuy Hurriyah.

Not bad, tapi unsur teka-tekinya ga terlalu dominan. Yang ada unsur keberanian dalam memanfaatkan kebetulan. Mayan tegang sih pas penjahatnya nyandera.

***

Cerita Keempat: Adikku, Hans. By Benny Rhamdani.

Tentang kebiasaan Hans yang suka nguping dan memperhatikan orang dianggap sebagai keusilan yang menjengkelkan oleh kakaknya, Willy. Ternyata kebiasaan itu malah bisa mencegah perampokan toko emas.

***

Cerita Kelima: Garis Debu yang Menempel di Baju, Deny Wibisono.

Keren ini kejelian si Oka buat nangkep pencuri memori kartu HPnya dengan liat garis debu. Ada gunanya juga kamar berdebu ya bwakakakka.

Tapi berarti di cerita misteri anak yang spacenya terbatas, bisa langsung fokus ke trik penyelesaian dan kejadiannya aja, ya? Nggak terlalu mengembangkan hubungan emosional antarkarakter

***

Cerita Keenam: Halaman Rahasia, by Triani Retno A.

Menarik nih. Ceritanya soal komplotan pencuri buku langka dan baru di perpustakaan. Untungnya berkat halaman rahasia, komplotan itu berhasil dibekuk.

***

Cerita Ketujuh: Warisan Kakek Mirta, Widya Suwarna.

Cerpen misteri kali ini juga berhubungan dengan buku. Kakek Mirta meninggal terkena stroke pasca menjalani operasi mata. Sebelum meninggal, sang kakek selalu menunjuk-nunjuk perpustakaan. Mirta minta dua temannya untuk ikut menyelidiki perpustakaan pribadi kakeknya demi mengungkap misteri pesan terakhir kakek.

Cara pemecahan misterinya sederhana. Tapi pesan soal bukunya menarik!

***

Cerita Kedelapan: Yang Selalu Datang Terlambat, by Dwiyanto.

Ketua Kelas VI curiga bahwa Krendis adalah pelaku pencurian sadel sepeda anak-anak kelas VI yang sudah terjadi sampai 3 kali. Pasalnya Krendis selalu datang terlambat, dan tiap di datang terlambat, ada sadel sepeda yang hilang. Akhirnya sang ketua minta ibu guru untuk menggeledah tas anak-anak di kelasnya. Krendis tampak gelisah, benarkah dia pencurinya?

***

Cerita Kesembilan: Selamat Ulang Tahun, Sahara. By Wiryadi.

Sahara dibenci teman-temannya karena dianggap sok dewasa dan sok pintar (tapi gak diliatin sikap sok pintarnya gimana, dan bagaimana kadar sikapnya itu bisa memengaruhi kebencian teman-temannya).

Suatu hari dia mengadakan pesta ultah dan ada tamu yang merusak bonekanya. Sahabatnya, Pandu memecahkan kasus dengan cerdik.

Btw apa sih beda robekan yang dibuat orang kidal dengan robekan yang dibuat orang yang nggak kidal???

***

Cerita Kesepuluh: Penyobek Buku Misterius oleh Aliny Alexandra.

So far ini cerpen detektif anak di buku ini yang paling panjang dan sabar dalam menjabarkan kasus dan proses penyelidikan dalam cerita. Penyelesaiannya pun logis dan mengharukan. Meskipun begitu rasanya adegan ending harusnya lebih dijabarkan lagi. Karena keterbatasan space, ya?

***

Sepuluh cerita sisanya belum sempat kureview. Mungkin kapan-kapan aku baca ulang aja kali, ya.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews