Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Bad Boy in Suit #1

The Bad Boy In Suit

Rate this book
Charlina Spencer kehilangan ingatannya ketika berumur dua belas tahun, memiliki masa lalu yang tidak jelas, hanya gadis panti asuhan yang mendapatkan beasiswa ke Harvard University. Motto hidupnya sederhana, hanya lulus dari Harvard dengan IP yang tinggi, lalu mencari pekerjaan dan mendapatkan penghasilan sendiri. Tetapi, semua mottonya hancur ketika ia bertemu Andrew Heaton kedua kalinya di suatu tempat.

Andrew Heaton adalah CEO Heaton Airlines, termasuk lelaki terkaya di dunia dengan umurnya yang masih dua puluh lima tahun, ditambah wajahnya tak kalah tampan dari aktor-aktor Hollywood. Dia player, selalu berganti-ganti perempuan seperti berganti baju, tapi semua perempuan menyukainya, kecuali Charlina Spencer. Tetapi anehnya, Andrew malah tertarik dengan Charlina, wanita tersebut seperti memiliki daya tarik tersendiri. Charlina tidak tau kalau hidupnya akan berubah ketika bertemu Andrew. Charlina dapat merasakan sedih, kecewa, senang, tegangnya kehidupan ini ketika Andrew masuk ke dalam kehidupannya. Kadang ia tidak biasa dengan semua kemewahan yang Andrew berikan, tetapi bagaimana pun juga Charlina sudah jatuh cinta pada Andrew. This is all because the bad boy in suit.

420 pages, Paperback

First published February 3, 2017

225 people are currently reading
1877 people want to read

About the author

Yessy N.

6 books72 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
324 (43%)
4 stars
134 (18%)
3 stars
93 (12%)
2 stars
82 (11%)
1 star
104 (14%)
Displaying 1 - 30 of 55 reviews
Profile Image for ✶meow for heals✶.
259 reviews880 followers
May 27, 2017
This is a review of the wattpad edition, which you can read here. This review will be written in Bahasa Indonesia.

The one time I fell into the hype and decided to try reading a massively popular Indonesian story on wattpad ... *sigh*

Salah gue sendiri sih, dari judulnya saja sudah grammatically incorrect ... ya, kecuali kalau memang lagi nyari gambar pria berjas di google dengan menggunakan kata-kata kunci.

FYI - ini rada nitpicking dan gapenting banget memang, tapi buat gue ngeselin banget - "get in suit" adalah suatu frasa yang kurang lebih artinya adalah mengenakan pakaian/seragam untuk suatu acara tertentu, jadi not necessarily jas dan dasi.
"In suit" sendiri juga kalau dipelintir-pelintir dikit dapat diartikan menjadi mengikuti [orang/peraturan/kebiasaan] yang berlaku.
Jadi, "The Bad Boy in Suit" * sebenarnya lebih tepat diartikan menjadi: "Pria Nakal [yang mengikuti peraturan?] [yang berseragam?]"

*dan tolong ya, kata preposisi seperti "in" dalam judul itu tidak menggunakan huruf besar kecuali di awal kalimat

Lain halnya kalau judulnya adalah "Bad Boys in Suits" - dalam bentuk plural, kalimat ini menjadi grammatically correct (jangan tanya kenapa, gue ga bakal bisa ngejelasin). Tapi masalahnya si Bad Boy dalam cerita ini hanya satu saja, dan itupun menurut gue lebih tepat dipanggil asshole ketimbang bad boy.

Gue harap versi cetaknya sudah diedit sampai mata juling, karena versi Wattpadnya ... yaolloh kenapa ini bisa mendapatkan bermilyaran views gue ga tau. Gue bukan ahli EYD (Bahasa Indonesia baku gue sendiri masih sering ngaco), tapi TBBIS ini ... penggunaan titik-koma (apalagi dalam dialog karakter) saja berantakan. Nama-nama tokoh masih sering menggunakan huruf kecil.

But anyway, ini adalah buku pertama si penulis, dan masalah EYD masih bisa diperbaiki oleh editor yang handal .

Masalah utama gue bukan hanya di EYD, tapi dalam segi researchnya (or lack thereof, I should say). Gini loh, gue ngerti ini cerita karangan. Tapi itu bukan berarti kita bisa semata-mata mengarang informasi dan fakta. Ini bukan cerita fantasi, jadi harus bisa mencerminkan setting lo secara faktual.
Kenapa latar belakangnya dibuat di Amrik kalau bahkan riset sedikitpun tidak dilakukan? Kalau mau latar yang gampang dan tidak bakal salah tanpa harus riset, ya taruh saja di Indonesia.

Ceritanya sendiri ... well, bukan sesuatu yang baru, tapi memang menurutku banyak banget pembaca yang tertarik dengan plot simple, menggairahkan, whateverlah macam beginian.

Pemain utama wanita, Charlina Spencer, pengidap amnesia dan dimasukan ke panti asuhan (but for some reason is still incredibly close to the woman who found her - Octavia. Entah kenapa Octavia engga langsung aja ngangkat dia jadi anaknya sekalian, but whatever).

Panti asuhan Octavia ada di Florida, dan dia diterima di Harvard Business School di Boston (FYI, that's a 20-hour drive), jadi di awal cerita, dia pindah ke apartemen yang dekat kampus.

Ini letak permasalahan pertama. Sejak tahun 1900-an, di USA itu sudah tidak ada yang namanya orphanage. Mereka menggunakan sistem foster home, dimana anak-anak dibawah usia legal ditaruh dalam keluarga asuh.

But okay, satu kesalahan ... gapapa lah ya ... anggap saja ini cerita terjadi pada tahun, erm 1850 saat masih ada panti asuhan (meskipun Harvard Business School itu kalau tidak salah baru berdiri pada tahun 1901. Lol.)

Ahh ... ngomong-ngomong, Harvard Business School itu program studi postgraduate loh. Berarti minimal sudah lulus S1, loh. Sedangkan dari segi usia Charlina ... gue rasa dia masih ngejar S1 deh.

But whatever, dua kesalahan ... gue masih dapet nerima dengan senyum kecut.

Masalahnya, kekurangan riset ini semakin numpuk aja. Sampe si Charlina ini naik taksi ke New York City dari Boston. On a taxi to New York City from Boston! Are you out of your mind, girl? Di Amrik ada yang namanya public transport, loh. Cepat dan (jauh lebih) murah ketimbang naik taksi. Sadar ngga kalau Boston-NYC itu hampir empat jam naik mobil?

Anyway. Sampai di sini saja reviewnya sebelum kepanjangan. Kalau ada waktu lebih, mungkin akan diteruskan. Intinya kepada semua penulis di luar sono sih ... do some bloody research before setting a book in a foreign country.
Profile Image for Yourhospo Reads.
7 reviews16 followers
July 1, 2017
dropped.

(edited on 30 June 2017)

Akhirnya punya waktu untuk membuat review.

First of all, untuk novel ini sedikit berbeda dan aku mau bilang bahwa editornya sudah bekerja keras untuk memperbaiki typo dan juga eyd yang hancur super lebur dari versi wattpad.

Kenapa aku bilang begitu?

Karena aku pernah baca versi wattpad dan itu hancur sekali. Tidak sampai lima chapter dan aku angkat tangan, out.

Ini serius.

Tanda baca seperti titik di akhir kalimat, koma, huruf besar huruf kecil.

Ibu nya, buku nya. (Wut?)

Itu salah.

nama ku (salah), ibu ku, pacar ku. (Hah?)

Kesalahan di atas itu seperti kebiasaan ya? Benar-benar membuat jengah.

(Belajarlah. Karena bahkan sampai sudah nerbitin buku dan udh cerita kesekian pun, kesalahan kecil sepele pun masih terjadi.)

Tidak percaya? Silahkan baca cerita wattpadnya.

Itu sangat basic dan salah satu contoh yang sangat fatal menurut aku.

Mengetuk pintu = mentoktok pintu.

WHAT?! ARE YOU KIDDING MEEE?

bikin ketawa, sorry not sorry.

Ini simpel? Sederhana? No! Ini FATAL!

Aku bukan pakar tapi ini sangat-sangat sederhana, ini adalah hal umum.

Satu kali dua kali tidak masalah, ini... gosh.

Setelah itu aku langsung berhenti membaca versi wattpadnya.

Saat ketemu buku itu di toko buku, alasan pertama saya buka buku itu adalah untuk mencari bagian itu.

Untung diubah, kalau tidak.. duh.

Itu baru satu dari entah berapa banyak lagi kesalahan yang telah dirombak sama editornya.

Ini editor kerja kok.

Harus berterima kasih banyak untuk editor dengan penyelamatannya.

Berikutnya, cerita ini adalah cerita yang settingnya di Amerika, aku tidak banyak mencatat ada berapa banyak tapi lebih dari satu.

Dimana beberapa percakapan yang jelas menunjukan bahwa mereka adalah orang Indonesia yang tinggal di Amerika.

Why?

Karena bahasa yang seharusnya baku tapi malah menggunakan bahasa gaul. (contoh : "mom, kok sudah pulang?..")

Sederhana dan mungkin tidak menganggu untuk pembaca lain tapi ini sangat-sangat mengganggu untukku karena aku suka membaca buku terjemahan dengan penulisan baku, hal itu sama saja dengan merusak suasananya. (fatal kedua)

Aku tidak mengerti kenapa buku ini bisa mendapatkan ber-M-an viewers di wattpad.

Aku salah satu penghuni wattpad dan kemudian aku menarik satu kesimpulan bahwa mayoritas selera para pembaca adalah yang sekitaran seperti itu.

Terkadang di sana aku merasa miris tapi yasudah, kembali ke selera.

Next.

Pada saat baru-baru terbit dan dibilang akan difilmkan, aku cuma bisa senyum sambil geleng-geleng kepala aja, karena aku logika aja ya.

1. Cast.

2. Latar tempat.

3. Pastikan bahwa film semacam fsog dan cs-nya untuk tayang di bioskop Indonesia dulu baru film ini bisa di angkat ke layar lebar.

Dan jika saja seandainya film ini di angkat ke layar lebar. Bayangkan saja berapa banyak adegan yang harus di potong di filmnya.

Why?

Karena cerita ini include sama tema one night stand, hamil di luar nikah dan yang paling mendasar, sex.

I am talking about the reality now.

Alasan terutama karena ini negara Indonesia. Jangan sampai malah berakhir disensor sama KPI, shay.

Penulis masih muda kan? Semuanya terlihat jelas dari penulisannya yang polos, konflik ringan, dan ending terlihat sangat jelas bagaimana dari awalnya.

Juga dapat terlihat dari masalah informasi yang ada di dalam cerita. Yang diberikan itu semuanya basic atau intinya tidak ada yang terlalu mendalam, ditulis berdasarkan fakta dan pengetahuan alakadar yang memang diketahui oleh penulis. Riset.

Well, jika kalian suka dengan cerita klise luar negri bertema badboy, asshole, dickhead, and whatever. CEO, kaya, tampan dengan sedikit bumbu.

Maka ini adalah buku yang cocok untuk kalian.

In conclusion, this book. National best seller.

Why? I can't find the reason.

Aku mengharapkan cerita dengan isi berbobot yang sebanding dengan harga.

National bestseller bukan hanya karena embel-embel label 'telah dibaca ... kali'. (walau pun rata2 cerita wattpad diterbitkan karena hal itu.)

Ekspektasi biasa terbalik, kan. So, yeah.

This book just overrated.
2 reviews
February 10, 2017
gue udah pernah baca dikit yg versi wattpad, dan jujur, itu ancur banget. ide udah oke lah, tp syangnya yg bikin gue pengen nangis adalah kenapa setting-nya di luar negri tp bahasanya kayak anak abege indonesia. ada kata2 'eneg', 'udah', 'baju'. tell me please, what is 'eneg?'

dan pas gue baca sekilas yg versi cetak, gue gak bisa nahan diri gue sendiri buat gak ngakak. kayaknya si editor ngerombak habis-habisan yah naskahnya :^. jadi kesannya kayak ini buku punya si editor, dan yessy cuma nyumbang ide pokok doang.

dan tolong, emang sih setting-nya di luar negri, tpi plis banyakin risetnya. kayak adegan kalo gak salah yg bawa2 dri new york ke boston. plis, itu jarak lebih dr 300km dan mereka berkendara cuma buat jemput charlina doang?

gue suka cover sm idenya, suka bgt malah. tpi ya itu tadi, masih bnyk yg perlu diperbaikin lg.
212 reviews2 followers
October 17, 2019
Ga tau apa yang bikin ni dibaca jutaan kali di watty&msk best seller..maksa aja ceritanya.
Penerbit cm nyetak cerita berdasarkan "berapa juta telah dibaca?"pdhl zonk.
Takut kena zonk,kl beli lulusan watty.harganya sdh lumayan tapi cerita lumanyun.
Profile Image for bookrecovie.
15 reviews4 followers
May 6, 2017
Fiksi ini adalah golongan YA yang masih sedikit wajar.. Ada beberapa "scene" yang seharusnya tidak diperjelas, atau cukup sampai sana saja.
Ada sedikit masalah di settingnya. Aku senang penulis yang bisa membawa pergaulan anak-anak diluar Indonesia, bebas tanpa perlu orangtua khawatir akan mereka. Tapi.. sedikit merasa aneh ketika seharusnya gaya bahasa mereka tidak lah seperti itu. Bayangkan, anak Indonesia yang tinggal di luar negeri, pasti gaya bahasa Indonesianya baku.. Tapi disini, gaya bahasanya cukup "gaul" dan itu membuatku tidak nyaman.
Ini hanyalah review singkat, aku sudah nggak sabar untuk sequel-nya yang segera akan terbit!
1 review
May 20, 2018
WARNING! VULGAR LANGUAGE AND SPOILERS AHEAD

Formula klise, karakter generik, hubungan nggak sehat antara main girl dan main guy-nya.

Saya tahu ini kedengeran kayak nitpicking banget, tapi itulah yang saya rasakan. Karakter utama, Charlina Spencer, nggak ada personalitas. Dia cuma salah satu dari sekian banyak karakter dalam fenomena "I'm not like other girls". Like, dari POV-nya di chapter awal pun, dia tampaknya berusaha menegaskan bahwa dia nggak seperti cewek lain. (Padahal itu cuma karena dia masih perawan dan pake tank top lol.)

Dan main guy-nya. Ugh, I fucking hate this guy. Hubunganya dengan Charlina nggak sehat. Dia posesif padahal baru ketemu beberapa hari. Dia berlaku semena-mena sama Charlina, dan nggak mau mendengar protesnya. Ngehamilin anak orang dan bukannya minta maaf malah menipunya untuk pergi ke Italia. One night stand sama cewek mabuk, although he knew that being drunk does not equal consent. Keep your dick in your pants, jackass.

Satu-satunya karakter yang saya sukai ya cuma si Emily. She's basic as hell, but she's supportive and I'm a sucker for girls supporting each other.

Selain itu plotnya acak-acakan. It's just so fucking predictable. Redeeming quality-nya cuma si Emily dan background Olivia. Banyak hal-hal yang muncul tanpa dijelaskan. (Ada satu bagian di mana Charlina tiba-tiba bisa bela diri dan wut, itu nggak pernah dijelasin sebelumnya.)

And of course, Charline fell in love with the guy who had sex with her when she's drunk, tricked her, and treated her as a possesion, and then she abandoned her entire education in Harvard just so she can be with him. How romantic.

Kenapa orang Indo nggak bisa nulis romance yang sehat? Yang nggak melibatkan bad boy yang nggak mengerti artinya "consent" dan seenaknya memperlakukan cewek kayak barang "miliknya"?

I mean, ini tipikal Wattpad banget, tapi bahkan sebagai penulis Wattpad, saya masih nggak ngerti kenapa ini yang diterbitin. Brb ketawa miris.

This book is just another reminder of why I choosed non-Indonesian author in handling this delicate subject called "romance".
Profile Image for Amira Khanifah.
9 reviews2 followers
October 28, 2017
Good Lord, where should I begin?
I was really curious of this book. Selalu dipajang di bagian depan, buku tebal dengan cover yang naga-naganya satu aliran sama E.L James ini dibandrol dengan harga yang lumayan mahal menurut saya. Out of curiousity, akhirnya saya beli. And boy, it such a let down. Such a let down! Tidak hanya lack of research, grammar yang ngaco dan penggunaan slangs dalam bahasa Inggris yang itu-itu aja (sungguh sangat minim sekali perbendaharaan kata bahasa Inggris dalam cerita ini), bikin saya langsung menarik napas dalam-dalam dan nggremet dalam hati: I can't believe it's being published. Bagian-bagian yang harusnya steamy pun jadinya terasa naif, like "girl, you don't know what you're saying, do ya?" kind of naif.

Dan yang terakhir: hello editor... kamu ngapain aja ya?
7 reviews
June 13, 2017
so so lah ceritanya.

Masa lalu Charlina gak terduga. That's it. Cuma bagian itu yang aku suka dari buku ini.

Not my favorite book ofc.

Beli karena temen baca dikelas dan tergila-gila banget sama buku ini. Padahal harganya kalo buat aku mahall :(
Ternyata ceritanya biasa aja dan aku gak amazed banget hehe
Profile Image for Michelle Dharmawan.
19 reviews
September 15, 2020
Aku menyelesaikan buku ini hanya dalam sekali duduk. Menurutku, penulis kurang research untuk menulis buku ini. Memang, ini buku fiksi tapi ada beberapa hal yang emang ga masuk akal yang harusnya bisa diubah.

Dari alur udah berantakan. Ceritanya maksa. Serius deh bener² maksa. Kaya mana mungkin sih kita segampang itu jatuh cinta sama sosok yang dengan egoisnya manfaatin kondisi kita saat mabuk? Bahkan langsung hamil gara² one night stand? Bener² ga masuk akal. Harusnya karakter Charline trauma, bukan malah jatuh cinta.

Carla, ibu Andrew juga ga masuk akal. Mana mungkin sih sebagai ibu langsung seneng aja kalau anaknya hamilin orang secara one night stand? Bukannya harusnya ibunya pikir Charline perempuan ga bener? Malah dengan senang hati nerima gitu aja tanpa ada penjelasan lebih rinci kenapa Carla terima Lina gitu aja.

Apalagi cara Andrew mendekati Charlina ga banget deh, anggepannya si Andrew ini bener² brengsek banget tapi Lina masih mau?

Penulisannya juga ga rapih, bener² kaya baca novel yang asal aja gitu. Para tokoh lahir di Amerika. Tapi kesannya malah kaya orang Indonesia yang tinggal di Amerika dari tata cara penulisannya yang ga baku.

Keseluruhan cerita juga ga diceritain secara detail, asal aja yang penting kelar. Padahal harusnya banyak hal yang bisa diceritain lebih rinci dan ada hal yang ditiadakan aja harusnya. Seperti pas Diana culik Lina, proses nyuliknya aneh banget jujur.

Tapi karena ini buku pertama ya bisa dimaklumi. Mungkin untuk orang yang suka cerita dengan alur yang ga ribet atau cerita yang bikin halu mungkin cocok sih sama buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Gebby.
458 reviews
April 23, 2018
2 stars~~

tertarik baca ini ketika buku ini mulai terpampang di salah satu toko buku. minta untuk di beli karena covernya. cuma pas baca judulnya, bad boy? boy? jadi terkesan seperti teenlit mungkin. dan saya mengurungkan untuk beli. dan suatu saat ketemu lagi sama buku ini di toko buku, dan akhirnya beli juga.

yang tidak saya suka dari buku ini adalah pemilihan bahasanya yang menurut saya agak tidak cocok dengan umur di karakternya. bahasa yang terlalu seperti "boy" anak muda jaman now. untuk dari segi cerita pas di awal sudah ketebak sebenernya orang tua si heroine ini. cerita yang so typical dengan cerita harlequin. problem pasangan juga yang terlalu biasa. awal baca sedikit seru, di tengah-tengah mulai bosan. dan di ujung mulai seru lagi.

yah, jadi buku ini menurut aku masih kurang aja. seperti masih coba-coba dan kurang konflik.
Profile Image for A.J.
1 review1 follower
December 20, 2017
Setelah baca keseluruhan isi buku ini, saya tidak mau mengomentari ceritanya, tapi ada satu yang menarik perhatian saya untuk diberi komentar..ketika penulis mengubah point of view tokoh utama (POV) seharusnya penulis menempatkan diri sebagai orang pertama di dalam cerita. Ditandai dengan misalnya.."lanjutku, kataku, pikirku" dsb..
Yang terjadi adalah, penulis menempatkan diri sebagai orang ketiga..dengan menuliskan..."dia" pada si tokoh utama....padahal dia sedang menceritakan POV tokoh itu...(bisa di lihat di bab-bab terakhir buku)
Buat saya yang hobi membaca dan selalu detil akan sebuah cerita dan cara penulisan di buku, kesalahan ini menurut saya fatal..
Semoga bisa lebih baik lagi ke depannya...
Profile Image for Michael Owen.
9 reviews
May 18, 2017
Ceritanya menarik sih, settingnta di Amerika Serikat dengan tema alpha hero, hahaha karakter heronya persis seperti novel romance, dimana karakter heronya overjealous,possessive but sweet at the same time. Hanya saja yg kurang di pendiskripsian karakternya, karena ga ada pendiskripsian karakter Andrew,Charlina, dan lain2. Jdi agak sulit membayangkan, itu aja sih. Tp secara keseluruhan novel ini exciting dan interesting, kata2nya memakai bahasa tidak baku sehingga lebih mudah dicerna kata2nya meskipun settingnya ini di amerika serikat tp ttp menggunakan bahasa gaul indonesia, hahahaha
1 review
April 6, 2018
Saya termasuk penggemar berat cerita romansa tentang cowok kaya yang jatuh cinta pada cewek yang biasa-biasa saja. Tapi untuk novel ini... hm. Aku sih no. Sembilan puluh sembilan ribu untuk dapetin novel kayak gini... really? FTV abis, alurnya terburu-buru, dan risetnya kurang nih ya Mbak Yessy. Versi Wattpad lebih hancur parah sih daripada versi novel. Banyak sekali kesalahan EYD dan typo typo. Jadi yaa saya salut sama editornya, walaupun masih ada beberapa kesalahan jg, mungkin editornya udah ga sanggup lagi🤣😂 penasaran tar filmnya gimana yaa kira-kira, Indonesia loh ini🤔
8 reviews
November 7, 2024
awalnya berharap paling gk romantisnya dapat wlo konfliknya tidak banyak krn ni buku romance tp setelah baca kesimpulannya :
1.Konflik dlm buku ini terlalu dibuat buat dan penyelesainnya pun terkesan dipaksakan
2.Terlalu banyak yg terjadi dibuat buat dlm buku ini
3.Tidak semua konflik hrs ada penyelesaiannya…ini mulai konflik kecil sampe besar semua selesai dlm buku ini jdi terkesan seperti dipaksakan
padahal klo menurut saya tema nya sdh bagus sayang sekali eksekusinya agak dipaksakan
2 reviews
March 19, 2020
Belum pernah baca yang di wattpad sih,
tapi untuk yang di buku menurut saya cukup baik ya.

Karena walau alur sama seperti novel pada umumnya, tapi author dan editor sudah berusaha memperbaiki karyanya menjadi lebih baik.

Suka dengan kejutan2 yang di kasih penulisnya selama alur cerita.
Bacaan yang cukup ringan untuk mengisi waktu luang.
Profile Image for Silvia NA.
3 reviews
March 19, 2017
aku malah amazed sm karya jessy ini, justru bagus bahwa jessy bisa menceritakan karakter andrew tanpa menunjukkan ke vulgaran. apalagi di usia dia yg saya sampe kaget karena masih belia. ❤️❤️❤️ love this novel.
Profile Image for Lyn Celine.
5 reviews1 follower
March 24, 2017
Aku kasih 3,5 bintang :) awalnya mau kasih 4 tapi brkurang krna ada beberapa (lumayan) typo dlm novelnya, but overall keren abis... aku suka gaya tulisan jessy yg bikin org pnsaran di tiap chapternya.
Profile Image for Es Kopi BonBon.
32 reviews1 follower
December 30, 2017
tema yg hampir mirip dengan salah satu novel yang pernah saya baca belum lama ini. perfect man, player dijodohkan oleh orang tua, dan tanpa sengaja jatuh cinta dgn wanita yg ternyata adalah org yg dijodohkan orang tuanya. Namun novel ini lumayan enak dibaca, karena bahasa sehari2. gitu aja.
Profile Image for nongrah.
18 reviews
November 21, 2023
Baca novel ini pada jamannya tuh seru banget. Aku ingat waktu itu cewek-cewek kelasku pada bergilir pinjam buku ini. Gara-gara aku kasih review panas🔥. Bacaan wajib bagi pecinta romansa dewasa wattpad.
Profile Image for Melinda.
174 reviews5 followers
September 29, 2017
Saya kasih extra 1 bintang karena authornya baru berusia 16 tahun! Great accomplishment...

Profile Image for Lasttia.
28 reviews
October 27, 2017
suka sama gaya bahasanya jadi enak buat bacanya. buku tebel ngga sampe sehari udah abis dibaca. cerita tentang billionaire memang selalu menarik bukan? XD
2 reviews
October 13, 2018
parah. bingung. makin lama makin susah cari buku yg bagus. berharap mbak Yessy di buku selanjutnya ada peningkatan
Profile Image for Asdar Munandar.
169 reviews4 followers
October 20, 2018
satu bintang. semoga penulis nya kedepan bisa menciptakan karya yang lebih baik.
:( untung buku ini hadiah dari temen., coba kalo ngeluarin duit buat dapatkannya.
Displaying 1 - 30 of 55 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.