A compilation of EZLN's communiques and Subcomandante Marcos' writings from 1994-2001. Translated, edited, and annotated by Ronny Agustinus, with foreword from Noer Fauzi.
Di belantara hutan Lacandon terdapat kancah pertarungan yang sengit. Di luar hutan yang mungkin berbau eksotik itu tampak persoalan kapitalisme berpacu dengan kegagahan perjuangan. Nun jauh di sana gerakan yang menamakan Zapatista mencoba untuk bergulat dan berdiri pada pihak yang lemah.
Subcomandante Marcos mencoba mengukir militansi bukan dengan senapan melainkan sebuah prosa yang energik, imajinatif dan inspiratif. Sebuah perjuangan yang percaya akan paradoks__seorang prajurit adalah seseorang yang absurd yang harus menggunakan senjata untuk meyakinkan orang lain__ dalam artian gerakan tidak punya masa depan jika masa depannya adalah militerisme.
Zapatista adalah perjuangan memukau bukan karena metodenya melainkan kekayaan imajinasi para pemimpinnya. Buku ini mengungkap bahwa kapitalisme bukan sebuah ideologi yang beres dan lengkap.
Subcomandante Marcos (date of birth unknown) is the spokesperson for the Zapatista Army of National Liberation (EZLN), a Mexican rebel movement. In January 1994, he led an army of Mayan farmers into the eastern parts of the Mexican state of Chiapas in protest of the Mexican government's treatment of indigenous peoples.
Marcos is an author, political poet, adroit humorist, and outspoken opponent of capitalism. Marcos has advocated having the Mexican constitution amended to recognize the rights of the country's indigenous inhabitants] The internationally known guerrillero has been described as a "new" and "postmodern" Che Guevara. He is only seen wearing a balaclava, and his true identity remains unknown.
Sulit untuk mendapatkan buku ini karena sudah tidak diterbitkan lagi oleh Penerbit Insist. Ini adalah kumpulan tulisan Subcomandante Insurgente Marcos sehubungan dengan gerakan Zapatista. Sebuah gerakan masyarakat adat Indian di Meksiko, tepatnya di Bagian Chiapas. Menarik untuk yang berminat mengetahui gerakan-gerakan masyarkat adat untuk memperjuangkan hak-haknya. Berbeda dengan gerakan kiri lainnya, Zapatista tidak menganggap teorinya adalah yang terbaik. Mereka tidak percaya pada revolusi sekelompok orang untuk memaksa keinginan atau sistem mereka pada sebagian besar orang lainnya. Mereka tetap mempertahankan Negara Meksiko dan pemerintahannya. Mereka hanya ingin agar diberi kedaulatan untuk mengatur hidup mereka sesuai dengan nilai-nilai yang mereka yakini dalam bingkai negara Meksiko.
buku ini adalah bagaimana marcos menggambarkan perlawan rakyat chiapas meksiko dalam merebut hak hak atas tanahnya yang telah di rampas oleh para pengusaha dan penguasa, bagi rakyat meksiko mereka sangat menghargai tanah dan tidak tinggal diam setelah sekian lama mereka di bungkam dan hidup dalam kemiskinan. segala sumber daya dan hasil pertanian yang ada di chiapas diangkut dan dijual oleh para tuan tanah dan pengusaha. buku ini menjelaskan tentang apa yang menjadi hak hak dari rakyat dan penduduk adat setempat. menjadi bacaan berkualitas ketika kita ingin melihat sebuah dunia dimana rakyat bisa hidup bebas untuk bertani, mencari rumput dan beternak. TANAH DAN MERDEKA!!!
Pernah punya buku ini, karena pindah kost dititipkan sama teman. tapi kemudian dipinjamin temannya. terus entah udah berpindah tangan kemana mana. belum habis membacanya. jatuh hati dengan sub jadi ingin membaca ulang.