"Apa kau percaya takdir? Sebuah kata yang dapat menentukan hidup kita. Aku dan kamu, begitulah takdir mempertemukan kita, dengan cara yang tak terbatas, dengan alur cerita yang tak terduga, dengan skenario yang telah diatur sempurna.
Reya, seorang mahasiswi biasa berusia 20 tahun, tengah berjuang mewujudkan cita-citanya menjadi dokter. Suatu malam, seseorang merenggut semua yang dimilikinya – cita-cita dan juga cintanya. Dan dia harus menikah dengan sosok yang telah merenggut semuanya itu. Apa yang harus dilakukannya? Ikut mengalir dalam arus takdir, atau berusaha sekuat tenaga melawannya? Reya ketakutan. Hanya cinta yang mampu menyembuhkan."
Pernah membayangkan bahwa hidupmu akan berubah seratus delapan puluh derajat? Tiba-tiba harus menerima takdir, menikah dengan pria yang sama sekali asing bagimu. Pria yang jelas-jelas tidak kamu kenal, bahkan tidak kamu cintai. Hanya karena tuntutan janin di perutmu, kamu harus menikah dengannya.
Itulah sekelumit kisah Reya. Hidupnya tiba-tiba harus berubah. Di usianya yang baru saja menginjak 20 tahun, dia dinyatakan hamil. Ya, hanya karena 1 (satu) malam saja, Reya harus menanggung akibatnya. Padahal jelas-jelas dia korban disini, korban "perbuatan" Azka Dwi Bramadi, seorang pilot yang kebetulan berstatus kekasih Clara, kakaknya.
Reya tak menyangka hari dimana dia harus kehilangan kehormatannya, memberikan efek panjang baginya. Azka sebagai pelaku pun tidak tinggal diam. Menyadari kekhilafan dan kesalahannya, mau tak mau Azka pun harus bertanggung jawab dan pernikahan pun dipilih sebagai jalan keluarnya.
Azka dan Reya pun akhirnya menikah untuk memberikan status bagi Reya juga anak yang dikandungnya. Namun, pernikahan yang didasari karena kesalahan ini sudah sejak awal memberi luka, tidak hanya bagi keduanya juga orang-orang di sekitarnya. Dimulai dari Clara, kakak Reya yang merasa dikhianati, hingga orang tua keduanya. Orang tua Reya memang sudah ikhlas dengan kondisi ini, walau mungkin di hati kecilnya ikut sedih dengan kondisi Reya. Hal yang sebaliknya dari keluarga Azka. Mama mertua Reya pun secara terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya pada Reya, walau Reya sudah secara resmi menikah dengan Azka.
Pernikahan keduanya pun awalnya terkesan datar. Reya masih meratapi nasibnya, harus kehilangan semuanya, termasuk mimpi-mimpinya. Sedangkan Azka sudah memilih untuk menatap masa depan dan belajar untuk menerima semuanya. Azka pun berusaha memperbaiki kesalahannya, dimulai dari belajar menjadi suami yang baik. Namun, ternyata semua tidak mudah. Ada saja yang membuat pernikahan Reya dan Azka diuji, mulai dari kehadiran Adrian, pria masa lalu Reya hingga terkuaknya rahasia keluarga Azka.
Bagaimana akhir kisah Reya dan Azka? Akankah mereka menemukan cinta dan kebahagiaan?
Membaca novel ini dibuat campur aduk, rasanya ikut sedih membayangkan nasib Reya yang harus menikah di usia yang relatif muda karena "kecelakaan" yang menimpanya hingga putus kuliah. Sejak awal pernikahannya memang sudah rapuh sekali, belum lagi tekanan dari keluarga Azka, khususnya mama mertuanya yang tidak setuju dengan pernikahannya. Ternyata ada rahasia yang jauh lebih besar sebagai pemicu konflik.
Cobaan demi cobaan yang dihadapi Reya digambarkan dengan cukup detail, membuatku sebagai pembaca bisa merasakan apa yang dialami oleh Reya. Untungnya Reya punya suami seperti Azka yang sabar, pengalah dan bijaksana menyikapi semuanya. Memang pernikahan keduanya karena kesalahan, tapi Azka menjadi sosok yang sulit untuk dibenci. Walaupun Azka yang menjadikan Reya harus mengalami semua situasi ini, tapi Azka benar-benar menunjukkan keseriusannya untuk bertanggung jawab terhadap Reya.
Awalnya jujur aku kurang simpati dengan Azka, karena dia lah penyebab Reya harus kehilangan semuanya. Tetapi, selalu ada hikmah dari suatu peristiwa. Pernikahan Reya dan Azka memang penuh cobaan, naik dan turun, sedih dan bahagia bercampur menjadi satu, tapi itulah yang membuat pernikahan mereka makin kuat.
Konflik demi konflik bergulir tiada henti,ketika kupikir Reya dan Azka akan menemukan kebahagiaannya, lagi dan lagi ada saja batu sandungan dalam pernikahan mereka. Penulis mampu membuat emosiku naik turun seiring dengan bergulirnya cerita.
Salut dengan penulis yang bisa menggambarkan suasana batin dan konflik rumah tangga Reya dan Azka dengan cukup mengalir. Profesi Azka sebagai pilot pun cukup detail dan cukup memberikan info mengenai profesi tersebut.
Baik Reya dan Azka sama-sama saling melengkapi, begitu juga dengan kehadiran tokoh pendukung lainnya. Aku malah penasaran dengan sosok Raka, kakak ipar Reya. Kayaknya jika Captain I'm Yours ingin dibuatkan sekuelnya,aku rasa Raka bisa menjadi tokoh utamanya. Sosok abang yang penyayang dan selalu bisa diandalkan ketika Azka sedang bertugas.
Walau kisah seperti ini bisa tertebak akan seperti apa, tapi jangan khawatir kamu tidak akan bosan saat membacanya. Kamu malah akan dibuat penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, karena cukup banyaknya konflik yang bergulir.
Membaca novel ini akan membuatmu percaya bahwa tidak ada takdir yang buruk. Setiap apa pun yang terjadi di dunia ini, pasti sudah sesuai dengan rencananya. Seperti Reya yang harus diuji dengan kehamilannya kemudian menikah dengan pria asing yang menodainya...
Overall, sebuah kisah pernikahan yang menguras emosi dan banyak pelajaran yang bisa diambil. Khususnya buat pasangan yang sudah menikah, untuk selalu saling mendukung dalam suka maupun duka.
"Berawal dari rasa sakit, tanpa itu aku tidak bisa merasakan apa itu bahagia yang sesungguhnya seperti sekarang. Dan untuk kamu yang sedang berusaha mencapai titik bahagia, bersabarlah dan jangan pantang menyerah untuk meraih apa yang kamu inginkan yaitu BAHAGIA. Karena, bahagia akan terasa benar-benar sempurna jika kamu sungguh-sungguh untuk meraihnya."
Ide ceritanya sebenarnya menarik, hanya saja too much drama. Dan plotnya tidak rapi. Belum lagi penggunaan tulisan italic yang menurut saya nggak perlu. Dan beberapa kebetulan rasanya terlalu dipaksakan. 1,5 stars deh.
Kalau sebelumnya sy bilang minimal 3 bintang, maka setelah baca komplit sy ralat jadi tidak akan lebih dari 3 bintang. Tidak bisa dibilang jelek, tapi juga tidak ada yang istimewa.
Captain I’m Yours, setelah membaca The Perfect Husband, jadi penasaran pengin baca cowok yang berprofesi pilot lagi.
Bisa dibilang, karakter Azka itu perfect. Azka termasuk tipe cowok sabar, penyayang, pengetian, bertanggung jawab, dan cukup sweet sama cewek.
Sedangkan Reya, dia bukan cewek penuntut sebenarnya. Termasuk cewek tegar, dan nggak macam-macam. Kayaknya, rada lugu juga. Saking lugunya, itu pas Azka datang dan menerkamnya, kesannya dia fine-fine aja. Oke, dia memang menolak. Tapi, cara menolaknya itu kurang banget. Bukannya, bisa dibilang Reya itu diperkosa, ya? Cuma, reaksi Reya setelah kejadian itu terlalu tenang. Nggak ada tuh, rasa trauma, atau syok khas orang abis kena pelecehan seksual.
Sorry tapi aku beneran gak bisa bertahan membaca dan menyelesaikan buku ini dg baik. For me, dari premis ceritanya aja udah kurang suka. The idea of raping your gf to marry you is such a bad idea no matter how good you as a man. Apalagi ketika dia salah sasaran. Uh how to handle it. Bacanya aja udah sulit apalagi bayangin terjebak di situasi tersebut gak bisa tahan.
Introductionnya terlalu singkat dan membuat aku kehilangan minat. Semuanya serba tiba-tiba. Lalu eksekusinya yang lemah menurutku juga gak memperkuat isi buku ini sih. Terlalu banyak konflik yang menurutku seharusnya mereka menikah in a certain condition itu aja udah sangat konflik loh. Harus ditambah berbagai macam drama ya.
Tapi penulis membuat si cowok sangat legowo dan si cewek kurang tegas and put a conflict here and there yang seharusnya dari awal ya cerita kalian bisa bersatu ini aja udah jadi konflik loh. Buatku sih jadinya lemah bgt di chemistrynya. Padahal di awal dijelasin bgt si Azka ini cinta banget sm pacarnya sampe have the craziest idea tapi ketika crazy idea ini salah sasaran dia legowo aja. Kemana seluruh cintamu itu??? Kalau tokoh cowoknya udah punya sifat senekat itu, sekalian aja buat dia beneran a jerk dulu dari awal ke istrinya karena in the end he still can’t have her. Biar makin drama. Gak usah tambahin drama dari orang luar juga harusnya cerita ini udh bisa sangat drama kok. Premisnya kan udah drama banget hamilin dan nikahin adik pacar sendiri.
Menurutku susah sih jadinya mau dibikin apapun plotnya akan tetap jd cerita yang lemah eksekusi. Mau dibuat merekanya saling benci dulu juga cowoknya kan salah, tapi dibuat kaya Azka jujur I can’t handle it. Apalagi liat ibunya ini yang malah diawal kesannya nyalahin perempuannya. Wow you’re a woman too. Intinya aku baca buku ini gak cocok aja dengan character developmentnya dan alurnya yang kupikir gabisa ditolerir yang ngebuat ke belakang-belakangnya pun jadi tetep gak suka.
Mungkin orang lain boleh gak setuju, but it’s my opinion. Maaf kalau ada yang tersinggung.
Saya berharap banyak dari novel ini, tapi hal yang saya dapat adalah: 1. Cinta Azka terlalu terburu-buru buat Reya. Pun dengan Reya, kemana 6 tahun perasaannya pada Adrian, wow ilang gitu aja. Moment yang menunjukan Azka sampai jatuh cinta sama Reya belum kuat. 2. Konfliknya mayan sih 3. Oh, di adegan pas pendarahan dikatakan Reya jalan jalan ke taman ketemu Adrian pas habis sarapan tapi dipesan singkat kakaknya Azka dikatakan Reya pendarahan pas malam hari. Saya yg kelewatan atau sarapan emang udah berubah jadi malam hari? 4. Mamanya Azka terlalu over, apa ya dia kan perempuan, masa nggak tahu sih posisi cewek yg diperkosa itu gimana, kan kasihan Reya. 5. Keluarganya Reya kayak dilupakan gitu aja, jadi nggak tahu deh hubungan Reya sa keluarganya gimana selain gambaran singkat di akhir akhir cerita. Kurang kalau menurut saya. 6. Kepergian clara yang engga dibahas lagi, bikin saya bingung. 7. Final antara ratna, tasya sama Marina yang gitu aja, saya bingung akhirnya jadi dipenjara berapa tahun? 8. Part part terakhir terlalu cepet sih, bacanya sampai ngos ngososan 9. Saya lumayan suka konsep pilot gini, jadi ngerti dunia pilot. Thanks penulisnya Tapi narasinya lumayan kok, typo wajar sih. Hehe, saya salut penulisnya masih sangat muda.
Yang bisa gue ambil dari novel ini adalah kesabaran dan keteguhan tokoh dalam memperjuangkan kebahagiaan disamping cobaan yang terus menerus menempa batin dan fisiknya. Dan dari sini gue sedikit tahu ada arti bahagia itu dan ternyata untuk mencapai sebuah kebahagiaan itu nggak murah ada harga yang harus dibayar. Banyak kejanggalan yang gue temuin di sini. But overall gue masih bisa nemuin nilai moral yang ingin disampaikan penulis.
Duh konfliknya bikin gregetaaannn... baper parah. apalagi baca detik-detik terakhir, banjir air mata😭 Meski idenya sedikit mainstream, tapi author mampu mengkemasnya dengan baik. Khususnya quotes2 yang berefek besar ke hatiku. Menyayat hati. Sejauh ini udah bagus.
mungkin krn aku bacanya the perfect husband duluan mkx aku ngasih 3 bintang aja. kemiripan cerita hampir 70%. but its okay lahh kalo isi ceritanya soal pilot, apapun lgsg terasa baguss ceritanya
This entire review has been hidden because of spoilers.
Membaca novel ini benar-benar mampu membuat emosiku naik turun. Antara gemas, sebel dan gregetan banget. Nggak nyangka aja baca awal sampai akhirnya, konfliknya dibuat sedemikian rupanya. Awal membaca di aplikasi wattpad, aku udah jatuh cinta sama ceritanya. Kenapa? Karena berkisah tentang pilot. Kan langsung bayanginnya pilotnya itu kece-kece.
Melihat usia penulisnya, benar-benar nggak nyangka banget kalau dia bisa menulis kisah cinta dengan latar belakang rumah tangga. Plus konfliknya benar-benar bikin pembaca nggak nyangka juga. Dari awal konflik sudah terlihat, kemudian konflik sebenarnya baru diperlihatkan di pertengahan hingga menjelang akhir. Padahal mengiranya konfliknya hanya seputar Reya – Azka – Adrian dan Clara. Ternyata ada yang lebih besar lagi dari mereka berempat. Bisa dibilang dia kunci dari konflik ini.