Jump to ratings and reviews
Rate this book

Si Tudung Merah

Rate this book
Si Tudung Merah hendak mengunjungi neneknya yang sedang sakit di hutan. Tapi di tengah jalan, dia bertemu serigala jahat. Nasib apakah yang menunggunya?

56 pages, Paperback

Published April 19, 2013

Loading...
Loading...

About the author

Kyowon Co.

81 books5 followers
Publisher (Korea)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (28%)
4 stars
1 (7%)
3 stars
9 (64%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for KodokHijau10.
109 reviews
August 21, 2025
Serigala di dunia nyata nggak berbulu lebat, ngakak berjalan pakai empat kaki, nggak punya taring dan geligi tajam, nggak tinggal di hutan, dan nggak bisa dikibuli. Serigala dunia nyata jauh lebih sadis, jahat, licik, dan ngeres. Mereka berjalan pakai dua kaki, tampilannya sangat manusia, dan membaur dengan masyarakat. 💔
Profile Image for Denny Suharto.
1 review
Read
June 11, 2022
Si tudung merah
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for fahmai.
24 reviews
February 16, 2017
aku belum pernah baca cerita si tudung merah sebelumnya, heheu.

kalau cerita ini diperkenalkan ke anak kecil (dan memang cerita ini diperuntukkan ke anak kecil, sih) aku jadi bingung menyikapi ceritanya. soalnya di sini keburukan dibalas dengan keburukan--sampai tewas malah, kan seram. aku merasa gimana gitu. tapi memangnya harusnya gimana, sih(?) *bingung sendiri* tapi kan maksud cerita ini baik; mengajarkan bahwa setiap melakukan sesuatu yang buruk pasti akan ada konsekuensinya. berarti benar lah ya si serigala diperlakukan seperti itu, lagi pula si tudung merah juga diperlakukan tidak baik sama si serigala, balas dikit gak masalah dong ya(??)

bagian saat pemburu membelah perut serigala untuk mengeluarkan si tudung merah dan si nenek mengingatkanku akan kronos yang memakan para titan. membuatku ketawa. receh banget ya T__T

"Nek, kok telinga Nenek besar sekali?
"Supaya aku bisa mendengar suaramu lebih jelas."
"Nek, kok mata nenek besar sekali?"
"Supaya aku bisa melihat wajahmu lebih jelas."
"Nek, kok tangan Nenek besar sekali?
"Supaya aku bisa memelukmu lebih erat."
"Tetapi, Nek, kok mulut nenek besar sekali?"
"Supaya aku bisa memakanmu."

aku ketawa (lagi) pas bagian itu. aku receh, sih. aku ngebayanginnya seorang anak kecil bertanya ke seekor serigala dengan tampang bingung, polos, sambil menyelidiki, gitu. wqwqwq.

jadi ya gitu, deh. heheu.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews