(Harlequin Romance, No. 3648) Kim Burnham loves running her own business, and finding a husband is far from the top of her agenda. But her friends are convinced they've found the perfect way to meet eligible men -- too busy with their careers to play the dating game, they decide to throw a party and each invite two gorgeous, unattached males.
Tanner Calhoun is surprised to be on the guest list, but not as stunned as Kim when she comes face-to-face with her biggest business rival -- who happens to be far too arrogantly sexy for her peace of mind. Only, Tanner seems convinced he can solve all Kim's "problems," professional and personal, with one proposition!
Leigh Michaels is the pseudonym used by LeAnn Lemberger (b. July 27 in Iowa, United States), a popular United States writer of over 85 romance novels. She has published with Harlequin, Sourcebooks, Montlake Romance, Writers Digest Books, and Arcadia Publishing. She teaches romance writing at Gotham Writers' Workshop (www.writingclasses.com) She is the author of On Writing Romance.
When Leigh was fifteen she wrote her first romance novel and burned it. She burned five more complete manuscripts before submitting to a publisher. The first submission was accepted by Harlequin, the only publisher to look at it, and was published in 1984.
Michaels was born in Iowa, United States. She received a Bachelor of Arts in journalism from Drake University in Des Moines, Iowa, after three years of study and maintained a 3.93 grade-point average. She received the Robert Bliss Award as top-ranking senior in the School of Journalism and Mass Communication, and won a national William Randolph Hearst Award for feature-writing as an undergraduate.
She is married to Michael W. Lemberger, an artist-photographer.
Karakternya sang tokoh utama, Kim, sangat nethink. Cenderung suudzon, keras kepala, dan labil. Status playboy Tanner dia sudah tau dari kapan hari, cuma dengan polosnya dia kasih ide Bazar Bujangan dengan Tanner sebagai sampel, "dia membuatku sinting, tapi mungkin dia tepat untuk kalian". Beneran? Cowok playboy disodorin ke sahabatnya?! Lalu, saat Tanner menjalankan aksi pendekatan ke Rissa dan Brenna, mulai Kim kalang kabut sendiri. Ancam Tanner, dengan GR nya bilang, "aku tahu kau kesal padaku, tapi jangan lampiaskan pada teman-temanku". Sekali lagi, kenapa kamu libatkan Tanner dalam lingkaran pergaulanmu?
Tanner sejak awal kentara sekali terlihat ada ketertarikan, tapi satu dua kali saya merasa dia melakukan itu hanya karena menyesal atas ulah pendahulu mereka yang menyebabkan mereka berselisih. Saya juga cenderung gak paham sama pendekatannya Tanner. Kentaranya nggak ada romance yang terjalin di antara mereka, hanya kebutuhan satu sama lain akan kelangsungan bisnis.
Karakter Letha bisa dihilangkan menurut saya. Nggak paham sama guna kehadirannya. Well, tanpa dipanas-panasin Letha pun, Kim juga sangat negative thinking sama Tanner.
Untuk alur, karena ini romance antar tokoh, sangat disayangkan alur semakin maju anehnya hubungan kedua tokoh cenderung mundur. Benar, mereka makin sering bertemu, tapi Tanner di mata Kim malah makin buruk. Semula Tanner hanyalah saingan bisnis, tapi makin hari malah nambah jadi; tukang peras, kemaruk yang deketin 2 teman seapartemennya, tukang tolong pakai pamrih. Banyak banget kan ya minusnya tapi jeduar tiba-tiba si Kim sadar itu cinta di bab-bab terakhir. Rasa-rasanya terlalu dipaksakan termasuk endingnya juga, sih.
Hal minus lain adalah cut off, cuma pakai 2 kali Enter gak pakai bintang tiga center. Pakai sih, tapi hanya jika adegan selanjutnya juga di halaman selanjutnya.
Percetakan sebagai bisnis kedua tokoh utama diceritakan dengan baik, bahkan daei segi penawaran, kontrak, pengerjaan mesin cetak, bahkan interior umum kantor percetakannya. Tapi, ya itu, saking lengkapnya hal itu, durasi romance seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya malah kurang.
Banyak minusnya ya, tapi novel ini cocok sebagai kudapan ringan. Hanya 10 Bab dengan halaman yang nggak terlampau banyak. Lalu, gak ada adegan dewasa serta ketertarikan fisik yang abnormal banyaknya dan ini buat saya betah berlama-lama membacanya.
Alurnya menarik, tapi interaksi Tanner dan Kim terasa kurang mengena. Alasan perpecahan perusahaan tersebut juga tidak dijabarkan dari dua pihak dengan jelas. Dan Letha seharusnya dapat disingkirkan dari kehidupan mereka, walaupun porsinya kecil tapi benar-benar sangat mengganggu.
Kejadian masa lalu yang berujung dengan pecahnya perusahaan percetakan antara ayah Kim dan ayah Tanner membuat Kim selalu menganggap Tanner adalah musuh besar dan saingannya.
Sayangnya, perusahaan percetakan Tanner maju pesat dan selalu menang tender dari perusahaan lain (termasuk perusahaan Kim), sehingga membuat Kim makin gondok dengannya.
Tapi, saat Kim dan kedua teman seapartemennya merencanakan pesta bujangan, entah kenapa Kim malah mengundang Tanner untuk menghadiri pesta tersebut. Saat di pesta, ternyata Tanner malah mengetahui tujuan diadakannya pesta tersebut, yakni ajang mencari jodoh dan Tanner mengancam Kim untuk membuka alasan pesta ke para pria yang menghadiri pesta. Jelas, Kim kelabakan, jangan sampai peserta pesta tau tentang hal ini.
Tapi sejak pesta itu, Tanner dan Kim makin sering bertemu, bahkan Tanner sampai meyakinkan salah satu pelanggan agar mau berbisnis dengan perusahaan Kim. Tanner juga mau kasih beberapa proyeknya pada Kim (CMT) agar perusahaan Kim bisa tetap dapat order.
Yang di atas tentang bisnis. Di kehidupan pribadi, Tanner jadi sering main ke apartemen Kim, bahkan berkencan dengan 2 teman Kim. Awalnya Kim tenang-tenang saja, sampai suatu waktu Kim merasa cemburu. Kim pun sadar bahwa dirinya mencintai Tanner.
Akhir cerita, ternyata Tanner pun mencintai Kim. Terlebih, usaha Tanner mengencani 2 teman seapartemen Kim adalah agar bisa berdekatan dengan Kim.
A man-garis bawahi kata "man", yang memiliki , well.. kepribadian lebih dari lumayan.. Perusahaan pribadi, mobil pribadi.. Kim, entah kenapa tidak pernah menyukai Tanner Calhoun- deskripsi di bagian atas. selain fakta bahwa mereka bersaing dalam usaha yang sama dan ayah mereka yang bermusuhan, Tanner menganggap Kim sangat menarik. tapi Kim selalu dan selalu saja curiga pada maksud pria itu.
Saat Kim dan teman seapartemennya memutuskan untuk megadakan pesta( tukar-menukar antara sesama teman wanitanya; barang yang ditukar adalah pria yang paling tidak ingin mereka kencani: Bazar bujangan) dan Kim terpaksa harus mengundang Tanner, dunia seakan runtuh saat Kim tahu Tanner mengetahui maksud dari pesta berkedoknya.. Apakah Kim bisa menghindari Tanner?
1. Chemistry nya ngga dapet uy 2. Terlalu detail pada hal yg ngga perlu didetailkan 3. Plot nya aneh, ngga jelas, dan muter muter tp tdk ada perkembangan yg signifikan diantara mereka berdua, tau tau merasa cinta 4. Klimaks nya pun tak ade lah, tau tau pendinginan masalah 5. Dan endingnya... Very bad, really, can't stand it! Dipaksakan dg amat sangat
Ps. Terjemahan nya kaku, kurang luwes, berasa baca naskah drama teater
Lumayan bagus ceritanya, nggak bertele-tele. Meski ending jelas kebaca seperti tipe Harlequin lainnya, tapi asyik juga mengetahui sedikit seluk beluk dunia percetakan. Satu point bagus dari buku ini adalah dia nggak ada adegan seks seperti Harlequin umumnya. :)