Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Detective's Son

Rate this book
Namaku Go Giwan. Baru lulus SD, lalu ditinggal Ibu bekerja ke Afrika. Paling tidak Ibu mengaku begitu. Akhirnya aku dan ayah pindah ke rumah yang... ah sudahlah. Tolong jangan bilang-bilang ibuku soal hal ini. Demi membayar sewa rumah, Ayah membuka kafe dan kantor detektif. Huh, seenaknya saja.

Kasus yang ditangani biasanya kucing hilang. Anjing juga bisa, sih. Suatu hari, klien datang meminta kami mencari The Only Luck Key, sebuah kunci keberuntungan yang hilang. Namun sebelum kasus itu terpecahkan, si pemilik kunci malah tewas. Jatuh dari atap sekolah. Hmm. Bagaimana ini?

Sayang, aku bukan detektif. Aku cuma anak detektif.

288 pages, Paperback

Published August 1, 2016

5 people are currently reading
28 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (23%)
4 stars
25 (48%)
3 stars
11 (21%)
2 stars
3 (5%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for Stef.
590 reviews190 followers
July 12, 2020
Terima kasih untuk mbk nina atas reviewnya akhirnya keracunan beli ini dan ngga nyesel beli buku nya pas ada di obralan. 😭😭

Kalau baca blurb nya ekpetasi baca bakalan mengira buku nya bercerita soal kantor detective yang fokus nya nyari kucing hilang. Emang bagian awal buku nya masih menceritakan kasus kucing hilang, makin ke belakang kasus nya semakin lebih pelik dan akhirnya sadar tema buku yang di angkat lebih berat dari judul nya, tentang bullying / perisakan di kalangan murid sekolah dari SD ataupun SMP. Dan well, efek dari keacuhan tindakan bully di sekolah atau kurang peduli nya orang tua memicu kejadian bunuh diri dan di normalisasi menjadi hanya kecelakaan.

Untuk karakterisasi nya aku lumayan suka sama Gikwang dan bapak nya ini yg emang model hardboiled detective dan smartass, analisa juga dah mirip detective di novel populer. Seneng nya lagi banyak nemu referensi novel detective lain dan kenalan hardboiled detective nya raymond Philip Marlowe. Dan emang bagian percakapan giwang pakai italic agak sedikit menggangu. Ga tau maksud terjemahan nya italic ,atau emang maksudnya buat beda'in tone nya kayak di buku asli nya.

Pesan : ya kenapa novel detective banyak disukai ? Karena setiap kasus akan selalu ada jawaban dan pelaku nya akan mendapat hukuman yang pantas, hal yg pembeda dengan kasus kriminal di dunia nyata, kejahatan tanpa ada hukuman atau jawaban yang pasti.

"Pura-Pura sakit pun baru berguna kalau ada orang yang menyadari. Biasanya, orang mengirim tanda sakit sampai ada yang menyadari. Makanya, menurutku pesan bunuh diri itu bukan berarti 'ingin mati', melainkan 'ingin hidup'."
Profile Image for Nina.
570 reviews53 followers
January 17, 2019
Reread. Masih sukaaa.


Temanya berat tapi penulis mengemasnya dengan gaya yg tidak kaku, naratornya membumbui ceritanya dengan humor sehingga bacanya tidak sampai nyesek banget.
Profile Image for nur'aini  tri wahyuni.
899 reviews30 followers
April 11, 2017
mungkin genre yang tepat untuk buku ini adalah : Young Adult Mystery wqwqwq.

cocok buat dedek gemes dedek gemes yang kepengen kenalan sama cerita detektif. bahasanya pas buat anak abg, bukan berarti yang udah berumur ((BERUMUR)) ga cocok baca ini. all age lah, bukan all size.

fans Agatha pasti seneng dengan banyaknya referensi buku beliau di dalam novel ini, buat yang kepengen coba kenalan dengan detektifdetektif kondang dunia fiksi juga banyak rekomendasinya.

ceritanya sendiri sederhana, bisa dibaca di keterangan bukunya. penyelesaiannya pun memang ala anak abg yang kebanyakan baca novel dan komik detektif. ringan, dan humor sarcamsnya itu loh, so loveable hahahaha.

pesan dalam ceritanya pun sangat menyentuh. bagaimana seseorang bertahan dalam keadaan tersudutkan padahal tidak bersalah, atau bagaimana akhirnya ia menyerah. dan apa akibat dari kediaman para 'penonton'. saya sendiri juga ga tau jika saya menjadi 'penonton' apa yang harus saya lakukan, ditengahtengah tekanan para pelaku.

suka dengan catatan penulisnya, bagaimana beliau memandang pekerjaan seorang detektif sebagai perkerjaan yang humanis.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
June 21, 2017
Cerita detektif hardboiled konyol dengan tema serius.
Begitulah deskripsi yg kuberikan untuk novel ini. Jangan percaya judul maupun sinopsis di cover buku ini yg mengatakan kantor detektif ini kerjaannya hanya mencari kucing hilang. Nyatanya, Go Giwang, si anak detektif malah menyorong-nyorongkan hidungnya pada kasus bunuh diri/kecelakaan/pembunuhan yg terjadi di atap sekolah tetangga. Dengan bakat deduktif ala Holmes, analisis ala Poirot, dibantu teman-teman tukang gosip ala Ms Marple dan ayah sok detektif cool Philip Marlowe, Giwang mencoba menyingkap kematian Yuri dan kucingnya, yang membawa pembacanya pada tema yg benar2 serius untuk dibahas dan dicermati, perundungan di sekolah.

Aku suka tema yg diberikan, suka gaya bahasa sok teu tokoh2nya, suka pembahasannya, suka endingnya..., tapi gak suka -bahkan sangat terganggu- dengan editingnya. Setiap dialog Go Giwang di buku ini dituliskan dengan font italic. SEMUANYA! Habis baca novel ini jd ngerasa kepala n mata jd ikut miring2. Gak tau apa edisi aslinya jg begini *tulisan hangul dibuat font italic kayak apa ya?* tp knp jg edisi terjemahannya spt itu? Aneeeh... gak sesuai eyd, pdhl tanda baca, tanda kutip juga lengkap. Ish.... jadi kurangin 1* deh.
Profile Image for Nia F. S. Kartadilaga.
168 reviews37 followers
December 3, 2016
Ini jenis buku yang blurb-nya terlihat menipu. Dalam arti, blurb The Detective's Son karya Choi Sang-hee ini menyederhanakan isi buku yang sebenarnya. Saya membaca buku ini tanpa mencari tahu dulu buku ini isinya tentang apa. Jadi saya cukup kaget (sekaligus suka sekali!) karena buku ini kaya dalam membahas isu-isu krusial di dalam masyarakat, terutama masyarakat Korea Selatan. Bisa dibilang, fenomena sama juga terjadi di Indonesia. Cukup banyak drama dan film Korea yang membahas isu serupa. School series (dari School 1 sampai School 2015), Sassy Go Go, dan Angry Mom adalah beberapa judul drama yang membawa tema serupa.

Kalau kalian menyukai cerita isu-isu terkait bullying di lingkungan sekolah (antar pelajar) dan kasus bunuh diri yang terjadi pada pelajar, kemungkinan besar kalian akan suka juga dengan buku terbitan Bhuana Sastra. See? Isi buku The Detective's Son tidak sesederhana blurb dan tampilan covernya...
Profile Image for Pipa.
235 reviews3 followers
Read
August 25, 2022
Tentang bullying. Entah kapan mata rantai itu akan putus.
Profile Image for Lady Dey.
81 reviews6 followers
September 9, 2016
dengan baca novel terjemahan ini, lagi2 kita disadarin pada fakta bahwa negara korea dan juga jepang adl negara2 dimana bullying adl hal yang gak tabu lagi di kalangan anak/remaja usia sekolah. bahkan sampek memakan korban pun, budaya itu kayaknya gak akan ilang gitu aja.

para pelakunya baik itu ngbully langsung ato pun gak langsung (dengan cara cuma sebagai penonton/penikmat tanpa ada usaha untuk menyelematkan rekannya yang terbully), ya mereka sadar mereka uda ngbully, tapi kalo ditanya apakah mereka menyesal, NO!
alasan mereka satu, itu adl cara mereka bertahan hidup. daripada mereka yang dibully, daripada mereka ikut keseret2, mendingan gak usah ikut campur dengan sok ngbantu, ato sekalian aja jadi pihak yang ngbully, ya separah itu budaya mereka.

saya suka novel ini justru karena kisah tentang bullying dan dampaknya. tentang seru2an kisah detektifnya, bagian itu nghibur banget karena dialognya konyol.

happy reading!
Profile Image for D. Frost.
1 review17 followers
May 13, 2017
Satu kata untuk Go Giwang: smartass.

Novel The Detective's Son adalah novel hardboiled detective, sebuah subgenre novel detektif yang jarang saya jumpai di Indonesia. Tokoh utamanya baru lulus SD, tapi ia sudah menjalani kehidupan yang terbilang keras untuk anak seusianya. Ia ditinggal ibunya, lalu harus mengurus ayahnya, seseorang yang ingin menjadi detektif 'kursi malas' (armchair detective) seperti Sherlock Holmes, padahal kenyataannya ia hanya ingin bermalas-malasan.

Biasanya novel-novel detektif yang saya temui di toko buku di Indonesia tak lepas dari pengaruh Sherlock dan Agatha Christie. Begitu pun novel ini. Banyak referensi tentang Sherlock dan Agatha Christie yang bertebaran di novel ini. Selain itu, ada pula referensi tentang detektif hardboiled macam Philip Marlowe, karya Raymond Chandler. Bahkan, salah satu bab di dalam cerita ini bernama dunia hardboiled! (oke, ini lebay). Hardboiled detective memang bukan hal yang baru, tapi berhubung variasi subgenre fiksi detektif di Indonesia masih minim, kehadiran novel ini sungguh menyegarkan. Akhirnya saya berhasil membangkitkan minat baca saya yang sempat meredup (yay).

Bukan hanya itu yang membuat novel ini menarik. Di dalam narasinya, Go Giwang menunjukkan pengetahuannya tentang genre misteri pada pembaca dengan kocak, sehingga tak terkesan menggurui. Karakter Go Giwang adalah karakter yang kompleks dan menarik, sehingga membuat saya tak bisa berhenti mengikuti kisahnya sampai akhir cerita.

Soal plot, saya tak bisa banyak bicara. Konflik utama dimulai ketika Go Giwang dan ayahnya menerima kasus hilangnya kunci 'keberuntungan' (Only Luck Key) milik seorang gadis. Setelah itu, situasi di dalam cerita makin lama makin memburuk (memburuk dalam arti baik). Sepanjang alur cerita, kamu mungkin akan terkejut ... atau tidak. Plot bukanlah kekuatan terbesar dari novel ini. Masih banyak novel yang memiliki plot twist jauh lebih menarik.

Hal yang menjadi kekuatan terbesar di novel ini adalah tema. Siapa sangka, novel yang awalnya terkesan ringan, dibawakan dengan gaya bahasa yang kocak, ternyata bercerita tentang realita yang tragis? Pembullyan, penindasan, adalah hal yang kerap terjadi di sekitar kita, sadar atau tidak. Tema ini pun sering digali di kisah-kisah dan novel-novel fiksi, dengan tingkat kesuksesan yang berbeda-beda. Bagi saya, novel ini berhasil memadukan tema bullying remaja dengan fiksi detektif (khususnya hardboiled detective) sehingga menjadi satu kesatuan yang menarik untuk dibaca.

D.F. Rost
Profile Image for Ratna Sari.
308 reviews12 followers
January 12, 2018
Sebenarnya tahun lalu aku sempet baca buku ini, namun belum sampai setengahnya udah aku tinggalin. Bukannya nggak bagus, tapi aku lebih memilih buku-buku yg lain. Nah, awal tahun ini aku mulai baca dari awal lagi (karna udah agak lupa ceritanya, biar afdol lah), dan akhirnya selesaaaiiiiii....

.

"Tampaknya keberuntungan ada untuk menguji manusia." (hlm. 255)
.
Go Giwang adalah anak seorang detektif. Detektif "abal-abal" yang khusus menangani kasus kucing yang hilang. Kenapa "abal-abal"? Karena yang lebih serius menangani penyelidikan adalah Go Giwang, sedangkan ayahnya hanya formalitas saja dan tukang molor. Ya mirip-mirip kaya Conan dan Kogoro Mouri deh 😅😅
.
Interaksi antara Go Giwang dan Ayahnya ini juga unik sekaligus aneh. Peran mereka seperti terbalik, yang mengurus dan memasak sehari-hari adalah Go Giwang, bukan Ayahnya. Parah kan? Namun sesebelnya aku dengan tokoh Go Myung Dal tersebut ada satu hal yg bikin aku senang, dia ternyata penggemar Agatha Christie 👍👍Bahkan sanking ngefansnya, kafe (sekaligus tempat tinggalnua) diberi nama "The Adventure of The Christmas Pudding sesuai dengan salah satu judul bukunya AC 😂😂 Keren kan? Padahal menunya hanya kopi, jus jeruk, dan susu. Semuanya siap saji alias yg dijual di supermarket 😂😂 wkwkw...
.
Keseriusan mereka diuji saat seorang mahasiswi yg pernah menjadi klien mereka meminta untuk menyelidiki hilangnya Kunci Keberuntungan milik adiknya. Kunci yg hanya dimiliki oleh 10 orang di seluruh dunia! Sayangnya, sebelum menyelidiki, sang adik bunuh diri. Duh, ini jadi buku ketiga yg aku baca awal tahun ini yg temanya bunuh diri 😖
.
Secara keseluruhan, kisah detektif ini cukup mudah dipahami karna memang tokoh utamanya seusia anak SMP. Tema yg diangkat juga nggak jauh dari permasalahan anak-anak seusianya. Ternyata bullying & suicide saling berkaitan. Sangat menyeramkan bila orang sekitarnya tak acuh.
.
Aku nggak tau alasan kenapa ucapan tokoh Go Giwang ditulisnya dengan italic (cetak miring), agak cukup mengganggu sih. Bahkan ada percakapan tokoh lain yg jg ikut tercetak miring. Selain itu, aku kurang sreg dgn penggunaan kata "you" saat Go Myung Dal (sang ayah) berbicara dgn klien. Seperti: "You pernah melihat ....". Mungkin itu menjadi stylenya dia, tp kan bs diperhalus 😊
Profile Image for Kurnia.
175 reviews10 followers
September 26, 2017
The Detective's Son adalah novel karangan penulis korea yang saya baca setelah dua tahun terakhir tidak baca karya penulis korea. Sebab biasanya saya baca novel korea dengan genre romance comedy, jadi membaca buku ini sebetulnya antara yakin dan tak yakin menikmatinya. But, at least, saya tertarik dengan premis yang disajikan.

Bertokoh utama seorang bocah lulus SD, Gong Gi Wan, yang karakternya sangat tidak bocah sekali menurut saya. Kenapa? Tersebab ia ditinggal pergi ke luar negeri oleh ibunya dan harus hidup dengan ayah yang menurutnya tidak membanggakan sekali. Belum lagi ia juga berteman dengan Monkey -saya jadi ikut-ikutan lupa nama aslinya- yang tak kalah luar biasa aneh. Ia dipaksa untuk dewasa lebih cepat. Belum lagi ayahnya yang akan mereleasasikan ide untuk membangun sebuah kafe berfungsi ganda pula sebagai kantor detektif. Yah, seperti blurp yang disuguhkan.

Cerita ini mulai seru saat Gi Wan, dkk, mendapatkan kasus tentang Kunci Keberuntungan. Tetapi kasus itu merembet ke dalam kasus kematian adik si Klien. Kepo-lah si Gi Wan ini tentang mengapa seorang pelajar SMP Wanita Shinbi ingin mati bunuh diri -versi dugaan awal- atau kecelakaan versi penyidikan polisi. Agar tidak spoiler, silakan cuss baca saja.

Pada akhirnya, novel Sang-Hee Choi ini tambah membuat saya prihatin dengan kasus-kasus kematian banyak pelajar di Korea yang bukan isapan jempol. Sebegitunya efek dari bullying hingga menjadi alasan untuk mengakhiri hidup.

Yang bikin novel ini krik-krik pada awalnya adalah, keheranan saya dengan Ayah si Gi Wan, tetapi seperti dugaan. Ini Ayah bukan sembarang Ayah. Bahkan saya banyak mencatat kutipan dari dialog Si Detektif yang gila dengan novel-novel Detektif yang kita akan tahu betapa terkenalnya. Selain itu, saya agak terganggu dengan monolog si Gi Wan ini. Saya jadi nggak bisa membedakan gara-gara kebanyakan efek italic sebagai pembeda kapan dia bermonolog dalam kepala, dan kapan dia berkata langsung. Duh, bikin matta harus lebih jeli pada tanda petik dua.

Last, novel ini, saya cukup menikmatinya. Untuk daftar kutipan favorit akan menyusul.
Profile Image for Afiff #bookwormindo.
104 reviews4 followers
November 4, 2020
Buat yang nyari rekomendasi buku bertema detektif untuk middle-grade ini cocok banget buat dicoba, bercerita tentang Go Giwang,  sebagai anak detektif yang baru lulus SD, ayahnya membuka kantor jasa detektif dengan kasus kebanyakan mengenai kucing dan anjing hilang.

Saat aku baca buku ini berasa nostalgia banget pas masih SMP aku sering baca buku² detektif semacam chasing vermeer series, mungkin buat aku sekarang ini biasa aja, tapi pas aku SMP dulu saking bagusnya aku sampai sambil baca buku ikut menghayal jadi detektif beneran😭🤣 Jadi mungkin kalau aku masih di Middle-grade ataupun baru baca buku² detektif feelnya bakal kaya gini.

Aku kira buku ini ringan banget, karena blurbnya ttg kucing dan anjing hilang, ternyata tidak sesimpel itu, makin kebelakang makin rumit, tentang bullying, juga kematian.

Yang aku bingung di terjemahan ini kok kata-kata tokohnya di cetak miring ya.. apa ikut originalnya apa gimana, karena pas aku awal baca aku bingung, aku kira dialognya dalam hati, tapi bukan ternyaa, jadi agak mengganggu pas baca.
Profile Image for Novella Dwisri.
213 reviews11 followers
February 8, 2022
Giwang, kamu sudah berusaha sekuat tenaga menjaga keutuhan keluargamu.
Kasus Oh Yu Ri hingga dirimu teringat kenangan pahit waktu SD menguatkanmu menjadikanmu sosok saat ini. Terus belajar dan bertahan. Tetap humanis itu detektif yg omong² disukai Yoo Garion lhoo..
Kamu masih SMP tapi sudah sedewasa itu teruslah dan tetaplah belajar biar humanis..
Gapapa sesekali bersandar di pundak Yoo Garion yg kokoh itu dan menganggap punggungnya manis kek bocah..
Monkey dan saya paham kamu.. pada Yoo Garion itu gemas bukan(?)
Untuk Mr. Go Myung Dal, tolong sikap idealisnya agak diturunin dikit demi putramu Go Giwang, tau sih kamu punya caramu sendiri untuk memiliki hubungan apapun dengan orang di sekitarmu, tapi Giwang butuh Anda sebagai ayahnya. Sesekali bersikaplah sebagai ayahnya meski bagus juga jadi temannya tapi bukan teman yg seenaknya.. Bagus Anda sangat pede dan percaya anak Anda saat dibutuhkan kalau bisa lebih lembut lagi biar Giwang juga sadar kalo Ayahnya sangat keayahan eh kebapakan yg sayang sama anaknya..
15 reviews
February 8, 2018
Read this on the bookstore and get addicted until someone finally bought me this book! Love this book so much, the story is simply about daily life, about bullying and so on. I think everyone can be a detective too!
Profile Image for Shiva Devy.
57 reviews37 followers
October 24, 2025
3.5 siih, bagus kok cuma kurang gresss aja akhir ceritanya. seru di bagian pencarian fakta-fakta yang sampe nyoba masuk sekolah korbannya. aduh tapi bener-bener gak kebayang seberapa kerasnya hidup remaja ini sampe niat bunuh diri...
55 reviews
August 15, 2017
agak rancu awalnya karena tokoh utamanya kaya mumbling. tp lama2 terbiasa. mengingat korsel memang banyak kasus suicide makanya bisa sedikit terbayangkan gimana stress nya kalo jd objek bullying.
Profile Image for Jamz.
62 reviews2 followers
November 5, 2017
The social issue was interesting and fun to read, though I think the Indonesian edition needs a better editing. Some parts felt disjointed and hard to understand.
Profile Image for Santi S. Aisyah.
96 reviews4 followers
March 19, 2017
Isu yang cukup serius dikemas dengan super ringan dan sangat rapi. Balutan suasana yang diciptakan riang, bahkan cenderung lucu, meski sebenarnya miris. Sang - Hee Choi, kamu cerdas! >.< And I want you to know, you're not alone. If there's a chance, I'm willing to be your friend. Saranghae..^^
Profile Image for Melinda.
40 reviews
October 2, 2016
Aku ngerasa kesal banget waktu baca novel ini. Bukan karena novel ini jelek atau cerita yang membosankan. Tapi novel ini membuat aku merasakan apa yang dirasakan sama shuttle. Aku kesal sama orang-orang yang gak mau tahu dan membela orang-orang yang dibully. Aku tahu mungkin karena mereka takut kalau mereka bakal ikut dibully karena membela. Tapi tetap saja itu sangat menyebalkan, setidaknya mereka mencoba kan?
Overall, novel ini bagus, pertamanya ragu waktu liat review di goodreads cuma sedikit, tapi ternyata aku gak menyesal beli novel ini.
Profile Image for Noni.
90 reviews
November 20, 2017
Intinya tentang bully di sekolah, betapa kegiatan itu sangat kejam bahkan bisa membunuh orang. Penulis buku ini mengemasnya dengan sangat baik dan dibalut aktivitas keren pasangan detektif Ayah-Anak.
Profile Image for Ira  Marby.
84 reviews
July 18, 2017
cocok dibaca segala umur. gara-gara baca buku ini saya jadi tau istilah wangta (which is so terrible) di negara korsel dan beberapa istilah lainnya. Korea selatan memang ngga seindah di drama.
Profile Image for Okuta Otherside.
137 reviews24 followers
April 13, 2017
I enjoyed read this book. The mystery is not really on point, but what makes me really love this book is how the author write her opinion about bullying and how she seeing it in her view.
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.