Ribuan tahun dari sekarang, Terra atau Bumi yang manusia tempati tiada akibat perang. Penduduk Terra berpencar mencari planet yang bisa mereka tinggali.
Badai Radiasi Rho-M mengancam keberadaan Starx sebagai penguasa antariksa. Bukan hanya karena badai ini akan menerjang semua benda alam di seluruh atat bintang, tetapi ada akibat lain yang lebih mencemaskan. Gelombang radiasi ini akan mengubah tingkah laku manusia yang semula berpikir dengan 'otak' kini mulai berpikir dengan 'hati'.
Karena 'hati' pula Vied nekat melakukan apa saja untuk menemukan broa dan sisanya. Termasuk memasuki Naz-5. Tapi apa yang didapatnya sungguh mengejutkan. Raz sudah menjadi seorang kapten. Dan Vied kini menjadi salah satu tawanan sisanya itu.
adalah seorang penulis buku Indonesia tahun 70 hingga 80-an. Dia dikenal sebagai penulis buku fiksi-ilmiah seperti seri Penjelajah Antariksa (Bencana di Planet Poa, Sekoci Penyelamat, Kunin Bergolak), Jatuh ke Matahari dan sekuelnya, Bintang Hitam. Selain menulis buku fiksi-ilmiah, Djokolelono juga dikenal sebagai penulis buku anak-anak, seperti seri Astrid, dan beberapa cerita wayang. Djokolelono juga adalah seorang penerjemah. Buku-buku yang ia terjemahkan antara lain Petualangan Tom Sawyer dan karya Mark Twain yang lain, seri Pilih Sendiri Petualanganmu, seri cergam Mimin, seri Mallory Towers dan buku-buku Enid Blyton yang lain, dan seri Rumah Kecil Laura Ingalls Wilder[1]. Karya-karyanya diterbitkan oleh Pustaka Jaya (PT Dunia Pustaka Jaya), Gramedia, dan BPK Gunung Mulia.
Radiasi sinar Rho-M berhasil merubah segalanya. Manusia, makhluk Terra dan semua makhluk di jagat raya kini tak lagi berpikir dengan 'otak'. Mereka mulai berpikir dengan 'hati'.
Mesi, gadis yang ditugaskan dalam Pasukan Badai Starx itu pun mengalaminya. Kini ia merasa 'tertarik' pada Veta. Pemuda Pao yang cerdas dan menakjubkan itu. Hah apa? Sejak kapan Mesi mulai memikirkan seorang pemuda?🤨
Di tempat lain, kudeta yang janggal sedang terjadi. Naz-5, satelit buatan planet Tula dikuasai oleh anak-anak! Oh apalagi ini? Bagaimana bisa orang dewasa dikalahkan oleh pasukan anak-anak? Dan mampukah Vied menemukan sisanya (saudara perempuan) di sana? Lalu bisakah Hon Gradi bertemu dengan broanya (saudara laki-laki) lagi??? Yuk baca novelnya dan ikuti petualangannya!!! 🚀
🪐🪐🪐 Awalnya aku merasa sulit 'menyatu' dengan novel ini. Entah karena aku terlalu lama tak membaca genre Sci-Fi sehingga terasa berat, aku nggak baca dari seri pertama + seri² sebelumnya atau novel ini memang berat(?)🤷🏻♀️
Lalu kupikir aku merasa berat karena sejak awal novel ini telah menghadirkan tokoh yang banyak! Dengan nama yang tak familiar. Ditambah lagi latar tempatnya yang beragam! Nama tempatnya (pulau, benua, planet, dan satelit) sulit dihafalkan juga karena menggunakan nama fiksi yang belum ku kenal. Aku sampai membuat daftar nama orang dan tempat yang ada di novel ini lho (slide 4) untuk memudahkanku mengingat🤭
🚀🚀🚀 Namun semakin ke belakang (halaman 60+) aku mulai bisa menikmatinya! Menjadi lumayan paham dengan alurnya dan mulai menyukainya😄 Ku rasa novel ini asyik juga! Alur ceritanya tak terduga! Dan bikin aku jadi mikir: selama ini aku lebih sering mikir pake hati atau otak yaaa???😦
"Ke mana pun kau lari, sejauh apa pun, aku pasti dapat menjangkaumu." (hlm. 30) 🎠 Setelah mengalami kecelakaan dan terdampat di suatu pulau di planet Kunin, Veta, Stri, Omodu, Mesi dan Kapten Verea berusaha mencari berbagai cara untuk dapat menghubungi Jenderal Roon. Walaupun Kapten Verea mengalami cidera akibat kecelakaan tersebut, namun Veta tidak bisa melarikan diri bersama sisa'nya, Stri. Hal ini diakibatkan alat peledak yg ditanam di dalam tubuh Stri. Mau tak mau Veta harus selalu mematuhi perintah dari Jenderal Roon maupun Kapten Verea. Mesi yg akhirnya mengetahui hal itu pun menjadi simpati terhadap Veta. 🎠 Di tempat lain, Vied bersama Cette, Artap dan Putri Gradi, memutuskan pergi ke Naz-5 untuk menjemput Raz yg sedang dirawat di sana. Namun, mereka terkejut saat mengetahui ternyata Raz sudah menjadi seorang Kapten dan melakukan kudeta di sana. Sayangnya, Raz tidak mengingat sama sekali kepada Vied. Bahkan Vied dijadikan seorang tahanan. Bagaimana usaha Vied mengembalikan ingatan Raz? Berhasilkah dia? 🎠 Jujur, aku semakin menikmati alur cerita di penjelajah antariksa ini. Menurutku, seri ini semakin menarik. Banyak hal yg tak terduga yg disisipkan oleh penulis. Bila di buku yg ke-4 penulis sudah menyisipkan "percikan-percikan" cinta diantara Putri Gradi dan Artap, di buku yg ke-5nya ini dibangun love story antara Mesi dan Veta. Kisah mereka berdua lebih gereget. Dan di endingnya, WOW bikin aku menarik nafas! 😱 Kamu mesti baca buku yg ke-5nya ini 😉
Sebagai pembaca setia serial ini, menurut saya Kapten Raz adalah bagian yang lemah, bising, terlalu banyak informasi. Penempatan isu cinta karena radiasi sinar Rho-M menurut saya juga informasi yang tidak pengaruh-pengaruh amat. Pak Djoko sebagai penulis sepertinya ingin bicara banyak yang akhirnya terlalu banyak, sulit sekali rasanya tertarik pada karakter-karakter baru yang terasa muncul begitu saja. Sementara karakter-karakter lama seperti tidak berkembang.
Buku 4-5 dan mungkin 6 sepertinya bisa diringkas jadi satu buku saja.
Eyang Djoko emang hebat dalam rincian petualangan semacam sci-fi. Sesuatu yang terdengar canggih, namun tidak bikin mumet dengan istilah-istilah teknologi dalam cerita ini. Segala sesuatu jadi tampak wajar.