Jump to ratings and reviews
Rate this book

Natisha: Persembahan Terakhir

Rate this book
Pada Maret 1998, ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi, kekacauan terjadi di Sulawesi. Seorang putri bangsawan Makassar bernama Natisha kabur bersama Rangka sehari menjelang pernikahannya dengan Tutu, kekasihnya. Rangka adalah seorang penganut parakang, ilmu kuno yang mampu membuat penganutnya kaya raya, awet muda, serta kebal segala jenis senjata. Akibat guna-guna, Natisha terpikat untuk pergi dari calon suaminya. Demi kesempurnaan ilmunya, Rangka harus mempersembahkan 4 perempuan: 2 pernah melahirkan, 2 masih perawan. Tabiat masing-masing persembahan harus selaras dengan 4 sifat unsur alam sesuai ritual yang dijalaninya: Air, Tanah, Api, Angin. Dan Natisha yang lincah bakal dijadikan persembahan terakhir. Manusia yang beralih rupa menjadi serigala, yang menyanyikan kidung-kidung purba, telah menyambut tetes-tetes darah perawan Natisha!

Akan tetapi, sebelum itu terjadi, melalui secarik pesan rahasia yang ditemukan di loteng rumah Rangka, Tutu lalu berusaha memecahkan kode-kode rahasia di dalam kitab kuno tentang ilmu parakang, demi melawan Rangka dan merebut kembali Natisha.

Diracik dari khazanah tradisi, disajikan dalam narasi-narasi tak terperi, novel ini bakal menghipnosis Anda untuk menyusuri lorong-lorong gelap di salah satu penjuru Nusantara, siap memerangah Anda betapa cinta dan angkara murka begitu tipis bedanya.

424 pages, Paperback

First published May 10, 2016

25 people are currently reading
178 people want to read

About the author

Khrisna Pabichara

17 books54 followers
Khrisna Pabichara lahir di Borongtammatea—sebuah kampung di Jeneponto, Sulawesi Selatan—pada 10 November 1975. Kumpulan cerpen debutnya, Mengawini Ibu, terbit pada 2010. Novel debutnya, Sepatu Dahlan, terbit pada 2012. Sedangkan kumpulan puisi pertamanya, Pohon Duka Tumbuh di Matamu, terbit pada 2014. Penyair yang kerap diundang sebagai pembicara dan pembaca puisi ini memulai karier kepengarangannya di dunia buku-buku seputar neurologi. Penyuka FC Barcelona ini sekarang bekerja sebagai penyunting lepas dan aktif dalam kegiatan literasi. Bisa diajak berbincang berbagai hal, terutama #bahasaIndonesia, lewat akun twitter @1bichara dan instagramnya @khrisna_marewa.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
36 (35%)
4 stars
40 (39%)
3 stars
15 (14%)
2 stars
6 (5%)
1 star
5 (4%)
Displaying 1 - 30 of 31 reviews
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
October 21, 2016
"Natisha: Persembahan Terakhir" bercerita tentang Tutu, seorang dokter dan ahli bela diri dari Turatea. Setelah lama berpacaran dengan Natisha, Tutu dan kekasihnya itu akhirnya akan melanjutkan hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Malangnya, pada hari pernikahan mereka, Tutu memperoleh secarik kertas yang berisi ucapan selamat tinggal dari Natisha.

Penyelidikan Tutu selanjutnya membawa dirinya pada kenyataan bahwa Natisha melarikan diri dengan Rangka, pria yang telah lama menjadi sahabat serta saingan Tutu. Ketika Tutu menyadari bahwa Rangka ingin menggunakan Natisha untuk menyempurnakan ilmu parakang-nya, dimulailah sebuah perlombaan dengan waktu. Tutu harus menyelamatkan Natisha sebelum gadis itu menjadi persembahan terakhir.

"Natisha: Persembahan Terakhir" memang sebuah novel yang beda dari novel-novel lainnya. Kapan lagi coba bisa baca novel yang bersentuhan dengan ilmu parakang? Saya bahkan yakin kalau tidak banyak yang tahu apa itu parakang.

Parakang itu sejenis manusia jadi-jadian yang, kalau ilmunya sempurna, akan "dianugerahi" dengan kekayaan, awet muda, dan kekebalan akan senjata tajam. Saya juga baru tahu loh, kalau parakang itu aslinya manusia. Selama ini saya pikir parakang itu sejenis roh atau makhluk halus. Hehehe...

Novel ini memiliki dua alur. Yang pertama adalah alur maju yang memperlihatkan usaha Tutu untuk mencari Natisha. Satunya lagi adalah alur mundur yang mengisahkan masa lalu antara Tutu dengan Rangka, serta bagaimana Tutu bisa jadian dengan Natisha. Kisahnya Tutu dan Natisha betul-betul penuh dengan keringat, air mata, dan bahkan darah :').

Tuhan sudah menentukan jodoh setiap manusia. Marah lantaran tidak berjodoh tak ada bedanya dengan menggugat takdir." (hal. 241)


Untuk misteri pencarian Rangka juga cukup menarik. Sayangnya bagian ini terlalu sering diinterupsi oleh alur mundur, sehingga rasanya agak tersendat-sendat. Padahal bagian ini seru, loh.

Ceritanya sudah cukup pas buat saya. Misterinya dapat, romansanya juga dapat. Kalau ada yang saya sayangkan, paling mengenai kurangnya adegan aksi dalam cerita. Soalnya Tutu dan Rangka tidak pernah berinteraksi langsung hingga menjelang akhir.

Untuk karakter, Tutu ini tokoh yang menarik. Soalnya dia digambarkan sebagai seorang jagoan (yang pada satu titik bahkan kebal pada senjata), tapi berhati lembut. Entah berapa kali matanya basah dalam novel ini. Untuk tokoh-tokoh yang lain, rasanya sudah cukup oke buat saya. Sebenarnya saya masih mau lihat lebih banyak lagi dari Natisha. Ruang yang diberikan untuknya kurang besar di sini.

Secara keseluruhan, "Natisha" ini adalah novel tentang romansa dan mistisisme yang menarik. Ceritanya seru dan unik. Patut dicoba untuk yang mencari bacaan yang tidak biasa.
Profile Image for Pangi Marpaung.
29 reviews9 followers
May 27, 2018
Kenapa semuacdialog, deskripsi, narasi selalu dipuisi-puisi-in sih. Pegel
Profile Image for Siraa.
260 reviews3 followers
April 21, 2021
Membaca novel ini seperti membaca sebuah curhatan seorang laki-laki perkasa dari daerah Makassar. org yang terlahir berbeda dan memiliki kemampuan untuk menyentuh ranah gaib. orang yang menceritakan hampir semua isi novel sendirian dengan perasaan dan pengalamannnya

Novel ini memiliki aspek budaya yang agak kental dan terbilang jarang diangkat. parakang, makhluk mistis dari bumi Sulawesi selatan. mungkin tidak seterkenal pocong atau kuntilanak dari jawa tapi tetap membawa rasa yang berbeda dari makhluk tersebut

aku suka dengan novel ini pada beberapa bagian dan bosan pada hal-hal yang lainnya. seperti kubilang, ini buku penuh curhatan. saya kesal pada tokoh utama yang kebanyakan menceritakan hatinya hampir pada seluruh isi buku. judul yang digunakan bahkan mungkin akan lebih baik jika diganti dengan Tutu saja. Natisha yang akan diceritakan terasa mendapatkan porsi yang kurang dalam cerita padahal harusnya dialah yang harus menjadi tokoh fokus para pembaca.

hal yang tidak kusuka lainnya ada pada ketidakkonsistenan cerita yang disuguhkan. tokoh2 seperti bapak natisha, pak polisi, kakek tutu seperti menghilang saja seiring dengan jalannya cerita. kemana mereka tak ada yang tahu cerita terlalu dipaksakan.
separuh novel bagian awal terasa cukup hambar untuk masa perkenalan dan masa iba untuk para pembaca.

meskipun begitu, saya suka pada beberapa bagian yang lain. aspek budaya dan suspensi cerita pada separuh akhir terasa meningkat. dan itu cukup menyenangkan. meskipun dengan akhir yang cukup. aaahh..
dengan alasan itu, 3 bintang adalah semua yg bisa saya berikan
Profile Image for Aisyahfadh.
21 reviews
June 28, 2016
"Jangan bersikap terlalu manis, jangan pula bertutur terlalu pahit. Jika terlalu manis, engkau akan ditelan. Bila terlalu pahit engkau dimuntahkan." (Hal. 103)

Novel dengan tebal 421 halaman ini telah mengalihkan perhatianku dari beberapa hal. Yang pada akhirnya membuatku nekat mengupasnya seharian.

Natisha, sebuah novel dengan latar kebudayaan Bugis-Makassar ini ditulis oleh penyair yang juga merupakan penulis Sepatu Dahlan, Khrisna Pabichara. Mengisahkan tentang perjalanan Daeng Tutu mencari Natisha yang dibawa kabur oleh Rangka (saudara sepersusuan yang ternyata menyimpan dendam pada Tutu) jelang di hari pernikahannya. Dalam surat yang ditemukan Tutu dirumah Rangka beberapa hari setelah kabur, tertulis bahwa Rangka hendak menyempurnakan ilmunya (yang tak lain adalah Parakang Sukkuk). Dan atas nama kesetiaan cinta, Tutu bertekad untuk mencari dan menemukan Natisha.
.
"Jika kamu mencari seseorang yang pergi, pencarian itu harus bermula dari mana ia berangkat." (Hal. 66)

Dalam pencarian Tutu menemukan kekasihnya, ia akhirnya mengetahui bahwa Natisha telah di guna-guna oleh Rangka dan akan dijadikan sebagai persembahan terakhir untuk menyempurnakan ilmu hitamnya.

Dalam novel ini, Khrisna menggoreskan setiap peristiwa dan gejolak perasaan yang dialami tokoh Tutu dengan sangat detail. Ditambah kisahnya yang memiliki alur maju-mundur, tampak ketika Tutu kerap kali mengingat masa lalu. Tak hanya soal cinta yang dibahas, tapi sejarah, politik, dan budaya juga kental disisipkan dalam setiap lembarnya.

Yang menarik dan masih ku ingat dalam novel ini adalah kegigihan Tutu memperjuangkan dan menerima kembali cintanya yang nyaris direnggut seutuhnya. Serta sebuah pepatah Makassar yang disuarakan Natisha pada Hal. 144 berbunyi; "Toddoppuli tamalanre ilalang ati maciknong, silessorang katojengang" yang berarti "Teguhkan hati sucimu dan jangan goyah sedikit pun dari kejujuran."

Novel yang sangat menggugah pembaca! Coba saja!
Profile Image for Intan Hartaty.
3 reviews
August 22, 2016
SPEECHLESS
Aku benar benar terperangah hingga akhir, persis seperti apa yang tertulis dalam sinopsis covernya.
Aku terhipnotis, selemah Natisha yang kena guna guna Rangka untuk dijadikan persembahan terakhir dalam upacara penyempurnaan ilmu menjadi "Parakang Sukkuk".
Ilmu Kuno yang berkembang pesat pada masa Karaeng Binamu II berkuasa. Meski Raja Binamu ini telah mengklaim telah memusnahkan seluruh keturunan parakang yang ada di butta Turatea, yang tercantum di Kitab Perkara Parakang.
Tak banyak yang tahu kalo Rangka mewarisi Kitab Nyanyian Parakang yang didapatkan dari ibunya sebagai cucu keturunan I Kella Daeng Rangka, satu satunya parakang yang lolos dari perburuan Karaeng Binamu II, hidup berpindah tempat, dari gunung ke gunung, lembah ke lembah, dan beranakpinak.
Barangkali ini salah satu sebab mengapa parakang tidak pernah hilang dari bumi turatea ..
Awalnya kupikir terlalu banyak "plothole" dalam Natisha, ternyata justru plotnya dibuat seolah pembaca naik jetcoaster di Ancol, menegangkan mengikuti pencarian jawaban atas segala hal misterius yang dilakukan Rangka : mulai dari menculik Natisha, hingga membunuh isteri isterinya. Dalam ketegangan, pembaca dibuat terbuai masyuk dengan pernyataan cinta dalam dialog batin Tutu kepada Natisha.
Plot kilas balik masa lalu dan masa kini diramu sangat apik, lewat serpihan kenangan masa kecil dan remaja bersama Rangka dan Natisha, hadir dalam setiap kegelisahan akan penyempurnaan bukti cinta Tutu pada Natisha di masa kini.
Everything is almost perfect!!!
‪#‎Natisha‬
Profile Image for M. Agfian.
21 reviews8 followers
June 23, 2016
Ada dua hal yang ku benci dari buku ini.
Pertama, curahan hati Tutu yang membosankan. Hampir 1/2 atau 1/3 nya ku anggap membosankan. Akibatnya harus rehat sebentar membaca sesuatu yg lain.

Kedua, sy menilai bahwa Tutu itu sangat Baikk. Sy tdk bisa membayangkan kalau saya adalah Tutu!

Selebihnya, saya cukup menikmati ceritanya. Sejarah, kebudayaan, bahasa, asal usul, terutama cerita tentang parakang!

Alasan saya membeli novel ini karena sinopsisnya dapat memantik rasa penasaran.

O, ya. Ada kesalahan pada halaman 217. Editornya kurang jeli juga nih. wkwkwk
Profile Image for Pringadi Abdi.
Author 21 books78 followers
May 30, 2016
kekuatan dari buku ini ada pada penokohan karakter, latar cerita, kisah cinta dan kuat, hingga adanya sentuhan politik. Khrisna membuka tulisannya dengan luar biasa, serta memiliki nilai lokalitas yang kuat. Hal ini bisa menyuarakan suara dari timur yang belum banyak diketahui orang.
Profile Image for Shalahuddin Gh.
31 reviews12 followers
May 13, 2016
Serupa permadani fiksi yang dirajut dengan ribuan puisi.
Profile Image for Puspa.
168 reviews2 followers
August 10, 2020
Pada tahun 1998 ketika situasi politik Indonesia sedang panas, dua keluarga di sebuah daerah di Makassar sedang berduka. Tutu kehilangan kekasihnya, Natisha, tepat pada hari ia akan melangsungkan pernikahannya.

Natisha melakukan silariang. Lebih hancur lagi perasaan Tutu ketika pria yang bersama Natisha adalah Rangka, teman masa kecilnya. Kisah silariang dan misteri parakang ini dikupas dalam buku fiksi berjudul "Natisha: Persembahan Terakhir".

Silariang dianggap malapetaka bagi keluarga perempuan. Ia bisa disebut aib bagi sebuah keluarga karena dianggap tidak bisa menjaga putrinya dengan baik.

Bagi pasangan yang melakukan silariang ada berbagai penyebab yang membuat mereka terpacu melakukannya. Tutu tak menemukan alasan kekasihnya melakukan hal tersebut.

Keduanya telah bersama selama 15 tahun. Mereka telah melalui sejumlah peristiwa yang mencoba memisahkan keduanya karena berbeda 'kasta', Natisha adalah pemilik gelar Karaeng, gelar kebangsawanan. Tutu hanya seorang Daeng.

Tutu, kekasihnya, merasa ingin mati. Tapi hati kecilnya merasa ada sesuatu yang ganjil. Bersama kedua sahabatnya dan kakak Natisha mereka pun memutuskan untuk mencari Natisha dengan batasan waktu tiga bulan.

Hingga akhirnya mereka menemukan petunjuk, Natisha akan dijadikan tumbal oleh Rangka yang hendak menyempurnakan ilmu hitamnya. Ilmu parakang. Pemilik ilmu ini akan bisa menghilang dan berubah wujud.

Namun untuk menguasai ilmu ini ada ritual dan tumbal. Tutu dkk berlomba dengan waktu. Rangka begitu cerdik dan ia seolah-olah selalu unggul selangkah di depan.

Sebuah Buku Misteri Ala "Angels and Demon"

Ketika mendapat hadiah buku ini dari mba Muthiah Alhasany, aku lantas mengagumi covernya. Sederhana dan elegan dengan menampilkan sosok wanita yang memiliki kepribadian kuat dengan latar hitam. Ketika kubaca penulisnya aku tersenyum. Ia adalah Khrisna Pabichara, novelis yang juga kompasianer.

Buku ini begitu tebal. Tebalnya 415 halaman. Aku merasa ragu apakah kiranya aku berhasil menyelesaikannya. Tapi rupanya kemarin aku tergerak untuk membacanya.

Selama lima jam aku membolak-balik lembar demi lembar hingga tamat. Yang tersisa di benak kemudian adalah sebuah petualangan mengungkap sebuah misteri.

Cerita "Natisha" kental dengan nuansa lokal Makassar. Khrisna memberikan pengetahuan kepada pembacanya tentang 'strata sosial' di Makassar, adat pinangan, silariang, dan misteri dari parakang. Ia juga menceritakan kitab kuno dan kisah kepahlawanan rakyat Makassar dalam mengusir penjajah.

Kisah dalam buku ini disampaikan dengan alur maju dan mundur. Dalam flashback disampaikan awal pertemuan Natisha dan Tutu, kemudian bagaimana Tutu dan ayahnya kemudian menghadapi masalah bertubi-tubi dikarenakan keluarga Natisha tak menyetujui hubungan Natisha dan Tutu.

Memang kisah penderitaan yang dialami Tutu dan ayahnya agak berlebihan. Begitu juga dengan kisah asmara Tutu dan Natisha yang menurutku 'melampaui' kisah cinta remaja umumnya di daerah pada tahun 80-an, dengan ciuman dan pelukan pada masa SMA.

Poin plus dalam buku terbitan Javanica ini adalah unsur perburuan dan misterinya. Gaya Tutu mengungkao misteri ala Mi

Tutu seperti Robert Langdon dalam menyingkap misteri dalam "Angels and Demons". Ia memecahkan bait pantun kuno dengan berbekal kitab kuno dan pengetahuan tentang situs-situs kuno untuk menemukan lokasi Rangka membawa korbannya. Pembaca diajak ikut menelusuri situs-situs pagan yang kemudian keberadaannya dilupakan orang setelah Islam datang.

Sebuah buku percintaan dengan bumbu kultur dan mistik ala Makassar. Beberapa bagian cerita terasa mencekam. Penutup kisahnya membuka kesempatan akan ada lagi kelanjutannya.

Ulasan juga tayang di: https://www.kompasiana.com/dewi_puspa...
Profile Image for Day Nella.
256 reviews5 followers
April 10, 2025
"Sejarah memang tidak semenarik uang, daya pikatnya rendah. Padahal sejarah adalah cermin. Karena sejarah, kita bisa menghindari kesalahan yang sama." Hal 367
-
Natisha
Khrisna Pabichara
Penerbit Javanica
Tebal 424 Halaman
-
Akhirnya selesai baca buku ini. Hadiah dari @kubu_setengahtujuh karena menjadi Warga Ramah. Terima kasih komplek🤎
-
Aku suka ide ceritanya, mengangkat tema budaya di Kota Makasar yang jarang orang ketahui. Salah satu Budaya akan Ilmu kuno yang memang sengaja ternyata dihilangkan dari sejak jaman penjajahan dulu karena merugikan banyak orang. Sampai pada masa pemerintahan Presiden kedua Indonesia, ya di Tahun 1998.
-
Natisha calon pengantin dari Muhammad Jamil Daeng Tutu, dinyatakan kawin lari dengan seorang pria pada hari pernikahannya. Membuat Desa tersebut gempar. Dan Daeng Tutu serta keluarga yang lain bisa menebak siapa pria yang lari bersamanya. Saudara sepersusuan Daeng Tutu yakni Rangka.
Nyatanya ada rahasia dibalik perginya Natisha yang menguak misteri akan ilmu hitam yang digariskan secara turun temurun oleh Nenek Moyang Rangka.
-
Diceritakan dari sudut pandang Daeng Tutu dengan alur maju mundur. Kita akan diajak kilas balik atau menyelami dan mengetahui apa saja yang dilalui Daeng Tutu dari kanak-kanak, remaja dan saat jatuh cinta pertama kali pada Natisha hingga saat ini. Banyak peristiwa kelam yang dialami Daeng Tutu ketika mencintai Natisha, putri seorang Bangsawan Makasar.
-
Konfliknya seru, sayang tertutupi sama alur mundur. Jadi ketika sudah masuk fase mengetahui kebenarannya, tiba-tiba alur berubah menjadi menguak masa lalu Daeng Tutu. Lalu kembali ke masa kini. Terus seperti itu dan jujur membuatku sebagai pembaca kurang nyaman. Apalagi perpindahan alur itu tiba-tiba dan tidak mulus. Hingga suka berpikir ini udah balik apa belum, nggak ada tanda apa pun.
-
Dan untuk penyelesaiannya aku cukup menikmati dan suka, meski ditutup dengan open ending dan berpikir akankah ada Natisha kedua. Maklum ya, namanya pembaca kalau open ending itu tetap bikin nggak nyaman. Karena harus berspekulasi sendiri akhirnya seperti apa, ehe.😁
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Auliya Ulfa.
4 reviews1 follower
January 26, 2019
Novel ini akan membawa pembaca ke masa lalu. Keunikan novel ini adalah khazanah budaya yang begitu kental di dalamnya. Banyak hal dalam kebudayaan Sulawesi yang dapat dipelajari. Ilmu-ilmu kuno yang diangkat menjadi pengetahuan baru untuk pembaca.

Kisah Natisha yang dibawa pergi oleh Rangka di satu hari sebelum pernikahannya dengan Tutu demi penyempurnaan ilmu Parakang yang dianutnya. Kisah Tutu yang harus banyak memecahkan kode-kode asing baginya untuk menyelamatkan calon istrinya dari dekapan Rangka. Kisah Rangka dengan kepala dipenuhi angkara murka yang justru menghabisinya sendiri di akhir novel ini.

Daeng Khrisna begitu pas membuat resep novel ini menjadi hidangan yang begitu nyaman dibaca. Beberapa bagian aku menemukan kalimat "makna-able" yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh kepala manapun.

Meski Daeng Khrisna ini adalah salah satu penulis yang begitu mengindahkan EBI (Ejaan Bahasa Indonesia), namun diksi yang dipilih tidak lantas membuat bahasa novel ini menjadi kaku.

Worth to read!
2 reviews
December 25, 2021
Buku ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Natisha, anak dari seorang bangsawan (Karaeng) di Jeneponto, Sulawesi Selatan. Di sana, berkembang ilmu hitam untuk menjadi seorang parakang. Parakang dapat berubah-ubah menjadi pohon pisang, keranda, serigala, dll. Orang yang ingin menyempurnakan ilmu parakang, dalam buku Kitab Sukku Parakang, harus menumbalkan 2 gadis perawan dan 2 perempuan yang telah melahirkan. Natisha menjadi salah satu dari yang hampir ditumbalkan.

Cerita ini sangat bagus untuk mengetahui sosial dan budaya di Kabupaten Jeneponto. Bahwa disitu merupakan tempat Kerajaan Binamu. Terdapat sumur yang keramat, dan kepercayaan atau tragedi mistis yang pernah terjadi.
Profile Image for Irfan Rizky.
Author 1 book3 followers
March 2, 2018
BUKU TERBAIK (kedua dalam list yang ngga tahu sampe berapa ehe) TAHUN 2018!

Sudah diwanti-wanti sedari awal kalau cerita akan berjalan lambat di bagian awal, dan terbukti benar. Tapi menurut saya oke-oke saja (saya tak merasakannya di awal, mongomong. saya merasakannya di pertengahan buku).

Kalau kau mencari buku yang diksinya mantep, kearifan lokalnya josgandos, dan eksyen plus romance yang ulala, kamu harus mencoba membaca buku ini. Tapi membacanya kudu sabar-sabar yha, sifat page-turner tidak ada di buku ini.

Cita-cita saya jangka menengah: menjadi parakang.
Profile Image for Melanie Gani.
14 reviews1 follower
May 27, 2020

Membaca buku ini serasa ditarik pulang ke kampung halaman. Dimana para tokoh banyak menggunakan bahasa daerah.
Tak ketinggalan beberapa kalimat yang membekas hingga akhir :
* Jika kamu mencari seseorang yang pergi, pencarian itu harus bermula darimana ia berangkat.
* Jangan bersikap terlalu manis, jangan bertutur terlalu pahit. Terlalu manis akan tertelan, terlalu pahit akan dimuntahkan.
* Pengaruh uang lebih kuat dibanding kebaikan.
* Suatu saat pengetahuan yang kamu anggap sepele akan berguna.
Rate : 4/5. 421 pages. Culture, mistic.
note : jatuh cinta sama gambar Natisha nya 😍
Profile Image for Yoyovochka.
312 reviews7 followers
March 19, 2024
Karya Khrisna Pabichara nggak pernah mengecewakan saya. Selain Lakuna, Natisha juga berhasil membawa saya menyelami budaya Makassar dan Sulawesi pada umumnya. Meski ada banyak pengulangan di beberapa bab tentang suatu informasi, yang menurut saya adalah nilai kurangnya sedikit, Natisha ini sangat layak dibaca. Ide ceritanya segar, isinya padat, dan penulis ini adalah penulis paling sabar karena segala sesuatunya dijabarkan dengan baik sehingga emosi tokohnya bisa saya dapatkan dengan jelas.
5 reviews
December 4, 2024
Sebagai orang makassar, saya sungguh menyukai penyajian mengenai makhluk yang disebut Poppo juga Parakang. Saya jadi lebih tau banyak mengenai Parakang karena buku ini, Terima kasih saya ucapkan kepada penulisnya.
Profile Image for Hanif Nusrotul.
5 reviews4 followers
March 15, 2017
Saya tertarik membaca Natisha karena covernya. Aura misterius digambarkan dengan apik didalam cover Natisha.
Hanya saja alur cerita Natisha yang maju mundur cukup mengganggu. Ketika sedang asik membaca masa lalu Tutu tiba-tiba harus diseret ke masa sekarang dimana alurnya sangat lambat dan bikin gregetan. Pergantian alur waktu yang relatif sangat cepat membuat saya seringkali kehilangan fokus. Mungkin ini memang salah satu strategi author untuk memancing rasa penasaran pembaca. Tapi saya jadi cepat bosan membaca novel dengan alur demikian. Meski saya cukup penasaran dengan rahasia keluarga Rangka kenapa dia bisa menjadi parakang, tapi jujur, membaca Natisha terasa begitu melelahkan. Akhirnya saya skip beberapa halaman, yang penting sudah tau bahwa ada happy ending di belakang.
Hal yang lumayan dari Natisha adalah latar tempatnya dan segala macam penggambaran kebudayaan disana. Itung-itung belajar kebudayaan masyarakat Indonesia secara gratis.
Profile Image for Lantip Sukaswanto.
36 reviews10 followers
April 23, 2018
Kelamaan dengan gaya puitis yang muter-muter jadinya kurang fokus dengan ceritanya
Profile Image for Rosmala Dewi.
8 reviews
March 23, 2020
Wow, novel ini membuat saya penasaran dan tidak ingin berhenti membaca peristiwa-peristiwa lanjutannya lagi dan lagi
Profile Image for chika.
47 reviews
August 17, 2023
Pengalaman baca buku ini ada nyeseknya, sedihnya, ngakak nya, terlebih lagi main Character si tokoh Rangka asliii bikin naik darah🙂🙏🏻
Profile Image for Alinnarossa .
247 reviews5 followers
April 22, 2024
hear me out, I've read more than 500 books and tutu is the most patient guy and loyal and give the most effort so far and he wasn't even being dramatic. all the things, the problem, how he got away from it, the healthy competitive environment between him and natisha, the dedication to his own principles despite the fact how much he loves her. it's all still realistic and not exaggerating (relating to the 18th century & their culture).

this is, i would say, a very mixture of slow and fast paced book. from the event where natisha ran away to the point tutu started to look for her took more than half the book! this part might bring you to boredom, but again, believe me you gotta keep going and the story will pay you back. the flashback parts were the reason it felt fast paced.

at first, i thought "what the hell is tutu doing??? go find your girl, dude. you do literally nothing here!" and oh, OH, now i get it. now i understand why he did nothing! ffs. it's all made so much sense. it was so contradictory to me how he said & seemed so in love with his girl and yet he did nothing about it. but yeah, you'll get the answer later haha.

many people commented about the poetical narrative, which for me wasn't annoying at all. or probably because i am a very fast reader so it just went through without getting enough of my attention so i didn't really notice it. but anyway, it didn't affect anything to the plot, maybe affected a bit of how people picture tutu's personality.

and oh my god, nusantara vibes is always my instant plus point. the cultural environment is so bold and as a local we can feel it for sure. such a very good reading!
Profile Image for Adek.
195 reviews4 followers
December 22, 2016
Novel yang kaya akan sejarah dan khasanah budaya Makassar. Penulis menyandingkan cinta, perjuangan, mistis, dan kisah klasik dengan alur maju-mundur nan mendebarkan sekaligus menegangkan. Yang agak membingungkan bagi saya, penulis seperti memaksakan kaitan tragedi Mei 1998 dengan cerita dalam novel ini, yang notabene tidak ada hubungannya selama ini. Sepertinya akan ada sekuel setelah Natisha, tentu saya akan menunggunya.
Profile Image for Sulhan Habibi.
806 reviews62 followers
September 29, 2016
Natisha - Persembahan Terakhir karya Khrisna Pabichara

Rating ⭐⭐⭐

Buku ini sebenarnya sangat asyik karena muatan daerahnya sangat kental, terutama tentang adat, budaya, dan kepercayaan daerah Turatea (Kab. Jeneponto) Sulawesi Selatan. Bahkan bumbu-bumbu mistis berkaitan dengan Parakang (sejenis leak) juga sangat menarik.

Namun yang membuatku memberikan 3 bintang karena adegan flashback yang terlalu banyak dan beberapa terkesan diulang maksudnya sehingga timbul rasa bosan.
Maksudnya bagus yaitu untuk pendalaman karakter, namun porsinya terlalu banyak. Kisah cinta dan perasaan Tutu kepada Natisha seharusnya bisa dipadatkan kembali.
Selain itu, setelah dijejali masa lalu Tutu dan Natisha, paruh akhir terasa terburu-buru. Jadi, rasanya sudah kurang sedap lagi.
Masih sedap, namun bukan rasa yang nikmat lagi...

Jadi, layak baca gak buku ini?

Kesimpulannya layak kok
Profile Image for Diza Permatasari.
67 reviews1 follower
August 1, 2016
Pertama membaca sinopsis buku ini di toko buku dan langsung tertarik untuk membelinya karena ceritanya yang sepertinya seru. Ketika membaca bab-bab pertama buku ini, saya tidak kecewa karena langsung di awali dengan pembuka yang kuat. Namun di bab-bab selanjutnya ternyata lebih banyak flash back-nya dan jujur... ketika sedang menggebu gebu ingin tahu action apa yang akan di ambil oleh si tokoh utama dan malah dikasih flash back itu tuh kaya....

Dari segi cerita dan penyampaian sih bagus banget, cuma saya agak kurang sreg dengan banyaknya flashback di tengah-tengah cerita.

Aside from that, saya suka dengan isinya, 4 bintang lah, cuma berkurang karena flash back yang kebanyakan dan klimaks yang agak anti klimaks.
Profile Image for Heni Mujaa.
168 reviews22 followers
October 7, 2016
4.5/5

to be honest, dari segi bahasa dan juga pelajaran yang bisa dipetik dari buku ini, I'd go with 5 but romanticism part sucks. selebihnya ... dari segi sejarah, baik sejarah di Sulawesi Selatan maupun nasional (dengan latar belakang peristiwa negeri tahun 1998) ... dari segi budaya Makassar, misalnya stratifikasi di masyarakat Makassar (pakkaraengang, paddaengang, dll) ... dari segi cerita rakyat, lebih tepatnya hal mistis seperti parakkang dan poppo ... dari segi misteri yaitu berburu parakkang dan menyelamatkan nyawa para tumbal ritual ... PERFECT! bahkan sampai ke endingnya ♥
Profile Image for Isom Rusydi.
11 reviews
June 29, 2016
Gaya bahasanya arkais, menampilkan budaya lokal yang kental dibalut dengan kisah cinta yang asik. Perjuangan Khrisna selama 11 tahun untuk melahirkan karya tidak sia-sia. Natisha mengokohkannya sebagai penulis yang unik dengan segudang observasi budaya yang kaya. Recomended.
4 reviews
August 19, 2016
sebuah kisah perjuangan pria yang inspiratif. tidak melowdramatis seperti novel drama modern. walaupun latarbelakang nya adalah adat dan budaya lokal, tetapi tetap menarik untuk dibaca. Indah sekali.
Profile Image for Willy Akhdes.
Author 1 book17 followers
April 7, 2017
Saya baca novel karya Khrisna Pabichara, penulis novel best seller Sepatu Dahlan, ini karena di kasih cuma-cuma oleh komunitas menulis sebagai hadiah lomba menulis. Butuh waktu lama saya menamatkannya karena tema utama cerita yang tidak terlalu menarik minat saya. Bercerita mengenai seorang putri bangsawan yang melarikan diri dari rumah beberapa saat sebelum pernikahannya. Berlatar di Makassar dan kebudayaan bugis.
Displaying 1 - 30 of 31 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.