Perasaan itu tetap saja ada. Meski berkali-kali aku melupakannya, berkali-kali lipat pula ia tumbuh. Apakah kau tidak pernah merasakan hal yang sama? Sementara dulu, sering kali kita tanpa disengaja sama-sama ingin menelepon, sama-sama ingin mengucapkan rindu yang sama. Apakah semudah itu bagi lelaki untuk melupakan? Apa kau tidak pernah tahu bahwa perempuan sering kali begitu sulit lepas dari kenangan. Lalu, sudah matikah hatimu pada janji-janji yang kau katakan padaku?
Sungguhlah, hal paling menyedihkan untuk ditatap di dunia ini adalah perempuan yang sedang patah hatinya. Walau kau tahu, setelah patah hati selalu ada cinta yang lebih baik. Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang salah. Sesuatu yang seolah menyakitimu. Kau dan aku pernah sepakat, bahwa bukan cinta yang menyakiti manusia. Sebab pada hakikatnya, cinta adalah kebahagiaan, walaupun patah hati tetap saja bisa menjadi kenangan tidak menyenangkan yang berulang.
Beberapa orang tak akan percaya, bahwa kenyataan kadang terlalu sakit baginya, hal yang menjadi alasan untukku menulis cerita-cerita di buku ini. –Boy Candra
Ceritanya lumayan menarik. Hampir semua cerita menyimpan twist di penghujungnya. Banyak quote menarik yang bertebaran di sepanjang cerita. Akan tetapi, saya kurang suka cara Boy bercerita. Kalimat yang seharusnya ditulis dengan kalimat majemuk bertingkat atau setara pun, sering dipenggal oleh titik menjadi kalimat singkat yang kehilangan makna sevuah kalimat, sehingga kadang bikin kehilangan fokus.
Kalau lagi ke Gramed, gue suka liat-liat dan baca buku-buku roman populer atau chicklit2 gitu karena iseng aja pengen tau apa sih yang membuat buku2 tersebut digandrungi remaja-remaja abg. Dan, semakin gue baca semakin ga paham kenapa cerita2 yang ditawarkan begitu disukai. Bung Boy Candra ini termasuk penulis roman populer/chicklit yang karya2nya masuk best seller dan punya rak tersendiri di Gramed selain Te*e L**e. Cerita-cerita dalam buku ini adalah kumpulan cerita/tulisan pendek bliau, yang premis2 utamanya tentang hal2 yang sangat sederhana; perpisahan, cinta, pertemuan, kerinduan dan sebangsanya.
Ini buku pertama Boy yang berhasil saya tuntaskan sampai lembar terakhir. Saya merasa kurang nyaman membaca beberapa karya Boy dari cara penyampaiannya, meski sebenarnya di akhir-akhir buku justru saya menemukan hal menarik. Seperti buku ini yang ternyata kumpulan cerpen, saya justru dengan mudah menebak akhir kisah tiap cerpen. Justru saya merasa cerpen-cerpen yang ditempatkan di akhir-akhir bab lebih baik, mungkin cerpen yang diunggulkan bisa diposisikan di awal dan akhir sehingga pembaca merasa penasaran untuk mengeksplor cerpen lainnya. Ini salah satu contoh karya bahwa quotable sentences tidak selamanya memukau pembaca.
Karya Boy Chandra ini ialah karyanya yang keenam, tetapi karya pertama penulis dari Indonesia ini yang saya baca.
Bila mula membuka dan membaca karya dari Indonesia, antara kerisauan saya ialah sekiranya saya sukar memahami ayat dan kalimah yang dipersembahkan. Ya, kami satu rumpun pada asasnya tetapi perbezaan maksud untuk sesetengah perkataan amat ketara. Dan sekiranya salah digunakan maksudnya menjadi agak berbeza.
Berlainan dengan karya Boy Chandra ini, saya mudah memahami setiap butiran kata dan susunan ayat yang jelas. Ringan dan maksud penceritaan mudah saya fahami dan selusuri.
Ada 15 cerpen pendek dalam buku ini. Dan tema utama ialah CINTA. Setiap cerpen mewakili maksud cinta yang berbeza. Ada cinta sehingga ke hujung nyawa, cinta yang membawa kebahagiaan, cinta yang membawa kepada kemusnahan, cinta yang penuh misteri dan tanda tanya, juga cinta buta sehingga melanggar adab dan tatasusila.
Susunannya ceritanya teratur. Yang mana akhirnya pembaca akan dikejutkan dengan plot twist. Tidak perlu meleret-leret, tidak perlu kisah yang berjela-jela. Kisah-kisah cinta yang terakam di dalam buku ini turut dihiasi dengan madah pujangga, kata-kata mutiara yang puitis dan syahdu.
"Dan aku paham, menunggu tak selalu untuk menemukan kedatangan. Terkadang, menunggu adalah usaha untuk menemukan kehilangan." (Hal. 90) Buku ini merupakan buku keenam Boy Candra yang berisi 16 judul cerita pendek dengan konflik yang ringan. Kalian dapat menemukan kisah cinta pasangan atau juga kisah persahabatan. Beberapa cerita bahkan mempunyai ending yang mengejutkan. Cerita dengan judul "Laut dan Hal-hal yang Aku Benci" pada halaman 93 menjadi cerita favoritku. Berkisah tentang seseorang yang tertegun di pantai karena patah hati akibat diputuskan secara sepihak oleh kekasihnya. Kata-kata yang lebih banyak berisi monolog ini mempunyai ending yang tidak tertebak. Pun demikian dengan beberapa kisah lainnya. Buku ini cocok dibaca saat jam istirahat karena tidak terlalu berat dan terdapat banyak kutipan-kutipan yang sangat terkait dengan perasaan dan kehidupan. "Di mataku, hidup tak lebih dari cara menuju mati dengan lebih teliti. Atau mati untuk menyelesaikan segala urusan dunia yang tak pernah selesai." (Hal 58)
Buku pertama karya Boy Candra yang aku baca. Buku ini berisikan kumpulan cerita pendek tentang cinta, yang di setiap ceritanya memiliki plot twist dan makna masing - masing. Dalam buku ini disuguhkan berbagai rasa cinta, mulai dari cinta yang terlalu mendalam, cinta terpendam, cinta tak sampai, dll. Selain itu dalam buku ini juga diceritakan bahwa siapapun berhak memiliki rasa cinta tak melulu cinta itu tentang sepasang adam dan hawa, ada cinta orang tua kepada anaknya, cinta kepada temannya, cinta kepada hewan peliharaannya, bahkan dalam hal perselingkuhan. Pada hakikatnya dalam novel ini ingin ditekankan bahwa siapapun berhak untuk mencinta, hanya terkadang manusia suka lupa cinta yang sesungguhnya itu bahagia dan ikhlas, jika tidak mungkin itu bukan cinta. Sebenarnya ini novel yang bagus, hanya saja dalam proses membacanya ada suatu hal yang membuat aku bosan dan tidak semangat dan butuh perjuangan keras untuk melanjutkannya.
Awalnya aku tidak mengetahui kalo novel ini merupakan kumpulan cerita pendek. Dan setelah membacanya, cukup menarik. Setiap cerita menyimpan satu twist yang akan dipaparkan di akhir cerita. Namun, ada beberapa yang bisa tertebak. Hal yang aku tangkap adalah cerita-cerita pendek dalam novel ini banyak berkisah tentang cinta yang terlalu dalam, terlalu buta. Ada orang tua yang membunuh anaknya karena cinta, ada anak yang membunuh orang tua pacarnya juga karena alasan cinta, serta kisah perselingkuhan. Sepertinya penulis ingin menunjukkan sisi lain dari cinta yang bisa membutakan siapa saja. Terakhir, novel ini menyimpan banyak quotes di dalamnya serta ilustrasi yang menarik yang bisa menggambarkan isi cerita
Untuk sebuah karya dengan judul yang sederhana namun menyimpan banyak arti di setiap kisah, benar-benar mampu membuatku terpukau. Gaya bahasa yang mudah dipahami dengan segala pesan dan kesannya. Tetap tentang cinta, akan tetapi pengertian cinta yang menurutku lebih kuat dan hampir dilupakan oleh manusia sekarang. "Bila cinta tidak harus memiliki, untuk apa kamu mencintai?" Ini salah satu penggalan kalimat dalam satu kisah di dalamnya. Yah, cinta dan perjuangan. Mereka seakan sebuah sandal kanan dan kiri. Selalu sejalan dan membutuhkan. Tanpa salah satu, mereka hanya kata tiada arti. Selesai membaca karya Boy Candra yang ini, aku lagi dan selalu dibuat baper. See You pada kisah cinta yang lain dalam novel selanjutnya.
Ini salah satu buku karya Boy Candra yang paling gue suka. Buku nya tidak terlalu tebal yang membuat gue tertarik baca karena tidak membuang banyak waktu. Tidak menyangka di buku yang tipis itu terdapat kata-kata yang sangat menyentuh gue.
Sayang nya buku itu judul nya menunjukkan latar waktu yang sangat spesifik. Pada saat gue baca di awal tahun 2018, buku itu menjadi inspirasi untuk gue. Saat gue mau membaca ulang di tahun-tahun berikutnya, seperti rasanya udah tertinggal aja. Udah gabisa relate karena spesifik waktu yang ditujuk.
Berharap buku nya bisa dikeluarkan setiap tahunya. Tidak perlu tebal, yang penting makna nya. :)
Sekumpulan cerita yang mengajak pembaca untuk meresapi kisah-kisah dengan ending yang tidak happy. Bahwa sejatinya, cinta akan membawa manusia pada cerita-cerita yang luar biasa-sebuah kisah yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Dan tentang cinta tak slalu berakhir bahagia, bukan? Yaa, kurasa boy candra dalam bukunya ini ingin menyadarkan para pecinta bahwa cinta-bukan hal yang harus ditutup dengan senyum bahagia-malah kadang harus dengan tangisan, kepiluan dan setumpuk perasaan menyakitkan lainnya.
Di toko buku besar pasti saya akan mendapati buku-buku Boy Candra berjejer di rak yang mudah terlihat oleh pengunjung. Jadi penasaran kan. Karena pasti penulis ini sudah punya pembaca tersendiri.
Saya cukup suka dengan tema yang diangkat. Sayang twist dari masing-masing cerpen sering sangat mudah ditebak. Tentang bagaimana cara cerpen-cerpen di sini dituturkan juga buat saya nggak bikin greget, semacam nggak 'hidup'. Yah memang bukan selera bacaan saya aja.
Tapi desain grafis di buku Boy Candra bagus-bagus dan bukan cuma di buku ini ternyata.
Baca di akhir 2018. Ini adalah kumpulan cerita dari Boy Candra yang sebenarnya saya kasih 2,5 bintang, tapi belum bisa jadi 3 bintang. Di awal masih bisa dinikmati ceritanya, ada twist di bagian akhir cerita, yang walaupun sudah bisa ditebak tetap saja tragisnya lumayan bagus, sayangnya di akhir-akhir justru kok gak dapet enaknya lagi ya? Ada beberapa cerita yang terasa seperti perulangan saja. Tapi, ya setelah baca tiga buku dari Boy saya sadar kenapa banyak remaja yang menyukai tulisannya, ini semua tentang romansa, tentang jatuh cinta, patah hati dikemas dengan bahasa puitis.
suka sama isi cerpennya. setiap cerpen ada moral value dan quotesnya. ngena dan ngenak banget bahasanyaaaa. tapi kalo menurutku rada menye-menye, bikin bapernya keterusaaan. tiap baca pasti ngras "ih kok ini aku banget" jadi gagal move on deh heu *garuk-garuk tembok*. Tapi aku sukaaaa sama karyanya Boy Chandra. Salah satu penulis idola hihi ditunggu karya selanjutnya Kak Boy Chandra :)
This entire review has been hidden because of spoilers.
A totally awesome read as I'm able to indulge in the writer's emotions. The quotes and phrases used were magnificent as well. Just the Indonesian language made it alittle harder to read as I'm not Indonesian. But, reading a foreign book is always fun! Recommended for all who enjoys romance and is healing from heartbreaks!
Sebenarnya 3.5, mungkin karena ga terlalu match sama aku yang emang sering baca thriller and mystery jadi waktu baca ini, aku udah bisa menebak semua alur yang tertera dalam setiap ceritanya. Tapi ini buku yang bagus banget kok.. we got so many moral value.. dan bacanya bisa santai karena gak berat sama sekali.. love this
Ceritanya lumayan menarik. Tidak seperti yang saya bayangkan.
Awalnya saya mengira buku ini akan menjadi omnibook galau yang manis sekaligus perih. Tetapi ternyata buku ini menyimpan sepercik horor dan misteri. Menarik! Sebuah kejutan yang tak saya tebak sebelumnya.
Beberapa kritik untuk Kak Boy, di cerpen kakak, rasio narasi dan dialog kurang seimbang. Kakak lebih sering menggunakan tell ketimbang show. Misalnya, suatu adegan yang normalnya diceritakan lewat dialog, kakak paparkan saja lewat narasi. Jadi ceritanya kurang berkesan. Namun plot twist di penghujung cukup menambah kesan cerita.
Itu saja yang agak mengganggu saya saat membaca. Selebihnya sudah oke. Terus berkarya kak Boy!