Jump to ratings and reviews
Rate this book

心霊探偵八雲 ANOTHER FILES

心霊探偵八雲 ANOTHER FILES 裁きの塔

Rate this book
大学内の時計塔で晴香が錯乱状態で発見された。「私が殺した」――晴香に殺人の容疑が降りかかるなか、八雲は彼女の無実を信じて独自の捜査を始めるが――。どこから読んでも楽しめる外伝シリーズ、待望の新作!

365 pages, Paperback

First published September 25, 2015

6 people are currently reading
43 people want to read

About the author

Manabu Kaminaga

143 books67 followers
1974(昭和49)年山梨県生れ。日本映画学校卒。2004(平成16)年『心霊探偵八雲 赤い瞳は知っている』でプロデビュー。小説の他、舞台脚本の執筆なども手がけている(本データはこの書籍が刊行された当時に掲載されていたものです)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (47%)
4 stars
12 (27%)
3 stars
9 (20%)
2 stars
1 (2%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews125 followers
April 26, 2020
Seri Another Files dalam cerita Yakumo semakin berkembang dan bertambah seru. Dalam seri Another Files ini, Kaminaga seperti ingin mengorek dan menceritakan sisi lain dari setiap tokohnya. Sebelumnya Gotou dan Ishii sudah mendapatkan porsi mereka di dua buku Another Files lainnya, kini dalam The Tower of Judgement Haruka yang menjadi pusat utama ceritanya. Mungkin kita tidak akan mendapatkan masa lalu mengenai Haruka. Namun, di sini kita bisa melihat sifat Haruka yang ramah dan selalu memikirkan orang lain dengan lebih dalam lagi. Bagi saya sampul bukunya terlihat menarik dan berbeda dari sampul-sampul Yakumo yang lainnya. Kini dalam The Judgement of Tower ditampilkan tokoh Haruka yang menemani Yakumo. Adegan dramatis yang ditampilkan dalam sampul bukunya mencerminkan kisahnya yang menekan emosi. Bagaimana Haruka terlihat tersedot dalam sebuah cermin dan Yakumo berusaha untuk menyelamatkannya. Sayangnya warna latar dan judul bukunya yang sama-sama hitam membuat tulisan judul bukunya terlihat samar. Mungkin jika warna tulisan bukunya putih sampul bukunya akan terlihat lebih bagus lagi.

Formula yang ditulis oleh Kaminaga tidak pernah berbeda, yaitu ada beberapa kasus yang terlihat berbeda, tapi sebenarnya saling berhubungan. Kali ini tokoh Haruka yang menjadi sorotan. Bagaimana Haruka yang kerap kali menolong orang-orang di sekitarnya harus tertimpa masalah akibat sikapnya yang terlalu baik. Haruka ditetapkan menjadi tersangka pembunuhan. Kasusnya sendiri masih terlihat samar dan abu-abu. Hanya saja yang memberatkan adalah pengakuan Haruka dan kesaksian satpam kampus yang melihat kejadian tersebut. Di sini kita akan melihat perdebatan batin seorang Yakumo yang meragukan kepercayaannya terhadap Haruka. Yakumo ragu karena setelah Haruka ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan, Yakumo baru menyadari bahwa dirinya selama ini tak mengenal pribadi Haruka secara mendalam. Tema cerita yang diberikan masih seru dan dapat dinikmati seperti biasanya. Walaupun elemen kejutan tak akan kita temukan di dalamnya, namun gaya khas cerita Kaminaga masih bisa menghibur pembacanya. Saya juga suka dengan usaha penulis dalam menunjukkan sisi lain seorang Yakumo melalui kasus yang menimpa Haruka.

Dari segi tokoh tak ada yang berbeda. Kita masih bisa melihat Yakumo, Haruka, Gotou, Ishii, dan Makoto. Tokoh Yakumo yang cuek dan ceplas-ceplos. Haruka yang polos dan baik hati. Gotou yang emosional. Ishii yang penakut. Serta Makoto yang perhatian masih bisa kita temukan dalam jalan ceritanya. Tidak ada tokoh baru yang mengesankan atau menarik perhatian. Semua peran tokohnya tergolong pas sesuai dengan porsinya. Chemistry antar tiap tokohnya masih terasa hangat dan menenangkan. Yakumo dan Gotou yang bagaikan kucing dan anjing, tapi saling perhatian. Makoto dan Ishii yang saling mengagumi. Yakumo dan Haruka yang saling ledek. Hingga Gotou dan Ishii yang kerap mengundang gelak tawa. Kaminaga masih berhasil mempertahankan jalinan interaksi antar tokohnya dengan sangat baik. Saya jamin bagi kalian yang baru pertama kali membaca Yakumo pasti akan langsung ikut tersedot dalam chemistry para tokohnya. Melalui dialog-dialog singkat nan memikat Kaminaga menciptakan sebuah karakter yang kuat bagi masing-masing tokohnya.

Menggunakan sudut pandang orang ketiga pengamat lewat hampir semua tokohnya, kecuali Yakumo. Melalui sudut pandang ini pembaca akan diperlihatkan isi pikiran dan pandangan dari setiap tokohnya. Saya sendiri bisa mengumpulkan beberapa potong kepingan fakta dari masing-masing tokohnya melalui sudut pandang ini. Gaya bahasa dan bercerita Kaminga masih renyah, ringan, dan mengalir. Percakapan dan narasi yang ditulis terasa dekat dan apa adanya. Chemistry yang terbangun dengan kuat antar tiap tokohnya menciptakan atmosfer yang akan membuat pembaca nyaman untuk masuk ke dalam gaya berceritanya. Alur ceritanya berjalan cukup cepat dan mengalir. Kaminaga masih menerapkan treatment yang sama, di mana di setiap bagian cerita ditebarkan berbagai klue yang akan memecahkan misterinya. Hasil terjemahannya apik, nyaman, dan enak dibaca. Pembaca tak akan dibuat kesulitan dengan terjemahan bukunya. Latar tempat yang dipakai kali ini adalah menara jam tua yang ada di Universitas tempat Yakumo dan Haruka berkuliah. Deskripsi akan menara jamnya sendiri terasa menyeramkan dengan berbagai detail yang ditulis.

Konflik yang harus Yakumo hadapi kali ini adalah status Haruka yang ditetapkan sebagai tersangka gara-gara ingin menolong temannya. Yakumo merasakan gejolak batin yang di satu sisi ia ingin percaya pada Haruka, tapi di sisi lain juga dirinya tak begitu mengenal pribadi Haruka secara mendalam. Peperangan batin yang dialami Yakumo ini menjadi konflik batin yang menarik untuk dilihat. Selain itu terdapat pula Gotou dan Ishii yang terus berusaha meyakinkan Yakumo jika Haruka bukanlah pelaku pembunuhan tersebut. Saya menikmati konfliknya dengan emosi yang dimasukan Kaminaga melalui tokoh Yakumo. Jujur konfliknya sendiri tergolong berbelit-belit dan rumit. Ada beberapa bagian dalam permasalahannya yang terlalu dipaksakan agar cocok. Sebagaimana cara Kaminaga meramu konflik tiga masalah yang disatukan oleh benang merah yang sama menjadi ciri khasnya. Nuansa horor kali ini tidak begitu menonjol dan lebih kepada sisi psikologis tokoh-tokohnya. Bagi saya konfliknya kali ini yang menyoroti Haruka masih kurang begitu memuaskan, tapi cukup seru untuk diikuti.

Seri Another Files kembali mengungkap sosok tokoh-tokoh yang selama ini selalu menemani Yakumo dalam memecahkan kasus. Haruka mendapat gilirannya dengan terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan. Kaminga seakan-akan ingin memperlihatkan sikap Yakumo akan penilaiannya terhadap Haruka selama ini. Rasa percaya yang sulit untuk Yakumo bangun terhadap orang lain akan diuji lewat kasus yang menimpa Haruka. Formula cerita yang diramu oleh Kaminaga tetap sama sesuai dengan ciri khasnya. Tempat angker, masalah yang berbeda dipersatukan lewat benang merah yang sama, dan Haruka yang membawakan masalah untuk Yakumo pecahkan. Semua itu masih bisa kita temukan di sini. Kekuatan dari chemistry para tokohnya juga masih sangat terasa. Interaksi antara Gotou dan Ishii selalu menjadi favorit saya karena mengundang gelak tawa. Kekurangan yang saya rasakan terletak pada nuansa horor yang kurang terasa. Keterlibatan makhluk gaib di sini bisa dibilang sangat sedikit. Dan kasusnya pun terasa berputar-putar dan terlalu berbelit-belit. Secara keseluruhan The Tower of Judgement sebuah selingan yang akan memuaskan penggemar akan sisi lain dari para tokohnya.
311 reviews11 followers
March 16, 2022
Enggak jadi nangis deh gue. Ending-nya manis sih soalnya.

Seperti biasa ya, seri Yakumo ini selalu bikin deg-degan. Apalagi kali ini yang terlibat kasus tuh Haruka. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya semua petunjuk udah tersaji—walau tersirat sih—tapi yah, kayak biasanya, gue enggak bisa menyambungkannya, wkwk. Beberapa ada sih yang masih bisa gue sambung-sambungin, tapi ya, enggak selengkap deduksinya Yakumo.

Kali ini Yakumo dikit ya interaksi sama makhluk gaibnya. Interaksi-interaksi sama roh-roh ini kayak sebatas cuma bertukar dua tiga patah kata.

Buku ini hampir sempurna. Pokoknya keluhan gue cuma di salah pengetikan yang dikit banget. Makanya gue ngasih bintang 5.

Kalau buat pembaca baru—yang langsung terjun ke buku ini atau baru baca 2 - 3 seri Yakumo, gaya penulisan Manabu Kaminaga sensei pasti kesannya aneh. Banyak tanda "—" di akhir dialog dan kalimat, jadi kesannya kayak ngomongnya kepotong, terus lanjut ke baris berikutnya. Itu yang jadi salah satu ciri khasnya Kaminaga sensei—atau yah, mungkin ciri khas penerjemahnya. Entahlah, kan gue enggak pernah baca versi Jepangnya—dan enggak akan mungkin, karena gue enggak bisa Bahasa Jepang.

Terus juga, cara Kaminaga sensei menjelaskan ulang peran masing-masing tokoh di awal kemunculan mereka, itu bagus. Jadi pembaca yang masih baru pun bisa paham sama tokoh-tokoh di sini. Walau yah, dulu gue pernah ngeluh hal ini ngebosenin sih, wkwk. Sekarang gue udah terbiasa. Itu juga ciri khas dari Kaminaga sensei.

Puas gue baca novel ini. Enggak senengnya karena kecepetan bacanya. Sekarang gue kekurangan asupan bacaan misteri nih.
Profile Image for FlySirius.
125 reviews5 followers
December 11, 2020
Its really hard to trust someone, but when he trusted you, he’ll do anything to support and defend you
Profile Image for Bey.
3 reviews
September 20, 2020
It got tensed up in the middle until near the end of the story, a typical conflict-to-resolution mystery with plenty of plot twists. A plus point as the actual person behind the case was unexpected and I didn't see it coming.

Minus: I guess this is more because Detective Yakumo's series were also adapted in form of manga and anime, hence the way Kaminaga narrated the story through novel way of writing made it kinda uncomfortable for me to read. You don't have to explain every single thing, moreover explaining some unspoken / unseen emotions. Alternatively, you could've just put a brief explanation about someone / something vague in the story through implicit dialogues and texted gestures.

It more or less revolves around some fairly common / cliche topics (love & revenge) overall, but not so bad. Kudos for the proper Bahasa translations as well. There might seem like plenty of plot holes were there but it would be explained during the case resolving.
106 reviews
July 26, 2020
Kesan seperti sedang menonton anime masih saja terasa saat membaca serial Yakumo.

Cara Yakumo membeberkan kebenaran kebenaran dari kasus ini agak berbelit menurutku. Yah, kasusnya juga berlipat-lipat sih. Ada banyak yang terlibat.

Kalau nggak salah tadi ada disebutkan sekilas kalau polisi yang menjaga TKP sudah tidak ada karena Yakumo yang 'bergelut' mereka. Yaudah. Anime logic. Anime logic:")

Tapi sempat kepikiran sama hal yang membuat Yakumo kalut. Bagaimana bisa memercayai seseorang padahal tidak terlalu mengenal mereka? Aku punya seseorang yang seperti itu:)
Profile Image for Natsume Natsuki.
110 reviews22 followers
March 13, 2022
Agak kaget dengan pemecahan masalahnya yang ternyata akar dari kasusnya aja gak keliatan. Akhirnya agak susah untuk menebak siapa saja yang terlibat dalam kasus ini.

Walaupun inti kasusnya tidak disangka-sangka, aku cukup enjoy membaca ini. Sejauh aku membaca series Detektif Yakumo, spertinya buku ini yang kasusnya paling rumit dan belibet.

Oh, iya, yang paling menggemaskan di buku ini adalah Yakumo mulai berusaha untuk mengenal Haruka lebih lanjut. Sumpah, lucu banget pas dia bilang ke Haruka kalau dia mau kenal Haruka, apa yang dia sukai, dan cerita-cerita tentang Haruka.
Profile Image for Kadin.
6 reviews
March 26, 2024
Aku tertipu sama covernya, tidak sesuai dengan bayanganku. Mungkin aku terlalu berlebihan membayangkan ceritanya ya hehe. Tapi tetep suka sama alur ceritanya. Satu kasus utama dengan diceritakan oleh beberapa sisi. Aku kira akan seram terus karena ada hubungannya dengan rumor hantu, ternyata disinggung sedikit aja. Jadi ga takut baca dan malah tambah penasaran.
Kasus yang sangat panjang. Penasaran banget siapa pelakunya. Ceritanya cukup lambat dan mudah dipahami. Dan wow wow wow, ga nyangka banget dengan kesimpulan akhir yang diberikan Yakumo. Ternyata oh ternyata. Sangat tidak terduga.
Profile Image for cindy.
1,981 reviews156 followers
May 29, 2021
Aku si memang sdh default suka sama semua cerita Yakumo -dengan semua keasyikan dan kekurangannya-, tapi cerita sempalan another files yang ini rasanya yang paling kusukai. Selain terasa lebih emosional gara2 yg jd tersangka pembunuhan adalah Haruka dan melihat Yakumo yg cool kyk gitu ternyata bisa terguncang juga, aku suka jalin menjalin cerita semua karakter yang terlibat kasus ini dan kasus 3 tahun sebelumnya. Njelimet, rumit dan lumayan tragis. Apalagi stlh tahu motif sebenarnya dari hantu-hantu masa lalu itu.

Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.