Di tengah-tengah ingar-ingar pesta ulang tahun, seorang laki-laki mati di kolam renang wanita yang diperasnya. Siapa yang membunuhnya? Suami wanita itu atau saudaranya? Atau mungkin wanita itu sendiri? Dr. Leo Tarigan takut kemenakan tersayangnya terlibat. Karena itu dihubunginya Kapten Polisi Kosasih, sahabat lamanya, untuk ikut menangani kasus ini. Dia merasa yakin kemenakannya sama sekali tidak terlibat. Tapi apa yang berhasil diungkap polisi malah memperburuk keadaan. Bukan saja bukti-bukti yang bermunculan menunjuk kepada keterlibatan Erik Yunus, bahkan motif pembunuhan pun ikut terkuak. Ini merupakan kasus terberat yang harus dipecahkan Gozali sementara hatinya sedang dirundung bingung menghadapi masalahnya dengan Dessy. Bagaimana dia bisa berpikir dengan jernih jika hatinya sedang galau?
Berawal dari menerjemahkan novel-novel Agatha Christie, S. Mara Gd mulai menulis novel pertamanya, Misteri Dian yang Padam pada tahun 1984 (diterbitkan tahun 1985). Tokoh yang diciptakannya adalah seorang kapten polisi bernama Kosasih dan sahabatnya yang punya latar belakang hitam, Gozali. Sejak itu novel-novel tentang petualangan dua serangkai, Kosasih dan Gozali, dalam melacak para kriminal mengalir terus. S. Mara Gd memadukan logika dan humor dalam bahasa sehari-hari yang menarik, di sana-sini diwarnai oleh dialog Suroboyo-an. Lokasi ceritanya umumnya mengambil tempat di Surabaya dan sekitarnya.
Banyak porsi kisah Gozali dan Dessy. Ternyata judulnya kurang menggambarkan isi buku. Peran kunci tersebut kurang signifikan. Namun tetap menarik untuk dibaca dan penyelesaiannya cukup gemilang.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Salah satu novel kesekian yang saya selesaikan dalam 3 hari, untuk ketebalan lebih dari 500 halaman, itu termasuk rekor yang luar biasa untuk saya.
Seperti novel S. Mara Gd lainnya, isi novel ini runut dan rinci. Latar belakang dimulainya konflik, klimaks, dan penyelesaian, tergambar baik dan teratur. Ditengah cerita saya sudah mulai bisa mendeteksi siapa pelaku, hanya saja baru berupa feeling dan tebak menebak. Dan ketika akhirnya bukti yang menguatkan pendapat saya tentang si pelaku muncul, kesenangan membaca novel ini jadi serasa dua lipat. Dan (akhirnya) tarik ulur Gozali - Dessy selesai. Sebenarnya untuk cerita mereka, kalau melihat dari penilaian Gozali, Saya setuju mereka tidak menjadi apa - apa lebih dari hubungan mereka yang sekarang. Tapi kalau melihat dari keyakinan dan keputusan Dessy, Saya juga setuju mereka bisa mencoba untuk merubah apa yang ada. Jadi bagaimana akhirnya mereka berdua di novel ini, Saya lebih merasakan lega daripada senang dan bahagia. Lega karena mereka memiliki akhir yang jelas.
Kosasih - Gozalinya S. Mara Gd adalah penghuni Kumpulan Novel Detektif saya selain Hercule Poirotnya Agatha Christie. Saya suka dengan cara beliau bercerita dan penggambaran nilai kehidupan dalam narasi dan dialog yang ada di novelnya.
Bacaan pas halloween, hihihi... Nggak nyangka bakal selesai secepat ini, habis ceritanya bagus dan bahasanya enak. Runut gitu pas dibaca jadi pengen balik-balik terus halamannya. Novel kedua dari S. Mara Gd yang kubaca dan kuputuskan aku suka dengan penulis ini. Setelah ingat fakta penulis juga penerjemah buku Agatha Christie emang nggak salah kalau novelnya sedikit banyak mengingatkanku dengan buku AC. Karena settingnya didaerah Surabaya, kalau baca tiba-tiba brasa ada logat khas sana, hihihi... Sebagai pembaca merasakan kedekatan dengan budaya Indonesia. Ceritanya tragis sih menurutku, dan kali ini berhasil menebak pelakunya. Sudah curiga pas bagian wawancara dengan pelaku dan sudah tahu motifnya, hoho. Kasihan juga sih sama kehidupan korban, siapa yang menanam dia yang memetik. Banyak pesan moral dan banyak kata mutiara yang bagus dibuku ini. Baca kisah Goz dan Dessy bikin gemes dan senyum-senyum sendiri. Kayaknya aku harus hunting lebih banyak serial ini deh, hehe...
Novel ini adalah novel misteri s. mara plg bagus klo mnrtku. Bljr bnyk hal ttg nilai2 kejujuran, keterbukaan, n juga pengampunan. Apalg novel ini adl nvl plg banyak yg nyritain ttg Dessy&Gozali, keren dah!!!!