Meski Mama telah menyulap rumah tua itu menjadi salon sekaligus hunian yang layak ditinggali, sejak awal Elena menyadari ada yang tidak beres. Rumah itu menyimpan misteri. Elena sering mendengar suara-suara ganjil dari kamar sebelahnya, yang kosong. Bau tak sedap juga menguar dari situ. Dan, betapa kagetnya Elena ketika sosok itu datang menghampirinya. Gadis berambut panjang dengan muka rusak mengerikan.
Apa ini ada hubungannya dengan musibah kebakaran dan pembunuhan yang konon terjadi di rumah itu 20 tahun yang lalu?
Rumah semakin diliputi hawa mencekam sejak Mama memperkerjakan dua karyawan di salonnya. Keganjilan demi keganjilan mengusik Elena setelah itu. Hingga puncaknya ,pelanggan-pelanggan salon Mama menghilang, lalu ditemukan beberapa hari kemudian dalam keadaan tewas mengenaskan, dan…
Perceraian kedua orangtua Elena meninggalkan luka yang dalam di hati Elena. Apalagi papa Elena dengan tega malah mengusir mama dan Elena dari rumah yang selama ini mereka tinggali. Karena keterbatasan dana, Mama Elena akhirnya membeli sebuah rumah tua di pinggiran Bogor. Rumah tua yang dulunya berfungsi sebagai sebuah salon, namun telah sekian tahun dibiarkan tanpa penghuni. Rumah yang punya cerita kelam tentang kehidupan penghuni sebelumnya.
Sejak awal kepindahan, sudah banyak desas desus yang beredar terkait rumah baru Elena. Gosip yang perlahan-lahan cukup mengusik kehidupan Elena dan mamanya. Apalagi walau sudah berusaha dibersihkan, masih saja ada kamar yang berbau amis darah dan gosong bekas terbakar.
Apalagi kejadian demi kejadian yang terjadi makin membuat Elena ketakutan, tapi mamanya tetap optimis tidak ada apa-apa, itu hanya gosip yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, ketika satu per satu pelanggan salon mama Elena menghilang semua tidak lagi bisa dibiarkan. Apa yang sesungguhnya terjadi? Sanggupkan Elena dan mamanya menghadapi semua bencana yang hadir?
Ah, jujur novel seperti ini bukan "cangkir tehku" banget. Aku bahkan seringnya menghindar membaca novel seperti ini, karena aku tipe pembaca yang suka membayangkan adegan-adegan dalam novel dan jujur aku takut sekali. Tetapi selalu ada yang pertama untuk mengawali semuanya.
Melihat covernya saja aku sudah merinding, apalagi ilustrasi di setiap bab makin menambah kengerian novel ini. Walau aku akhirnya berani mengalahkan rasa takut dan membaca novel ini, tetap saja aku memilih di pagi atau sore hari saat membacanya. Aku belum berani membacanya ketika malam hari, takut kebawa mimpi.
Membaca novel ini cukup menegangkan, dengan menggunakan alur maju mundur, kita jadi tahu ada apa yang sesungguhnya terjadi di masa lalu terkait rumah tua itu. Ternyata ada kisah kelam yang begitu menyakitkan di masa lalu, yang membuat seseorang sanggup menghabisi keluarganya sendiri. Kisah yang mengingatkanku sebagai orangtua, jika kelak mempunyai anak, jangan sampai berlaku tidak adil bahkan sampai membanding-bandingkan anak yang satu dengan yang lain karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Bagaimana pun setiap anak unik dan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Tokoh-tokoh dalam novel ini pun punya peran masing-masing untuk mengurai konflik yang hadir. Semua saling mendukung, baik Elena, mama Elena, pelanggan salon hingga sahabat Elena, Bintang dan Aldo.
Banyak sekali adegan-adegan yang membuatku merinding bahkan seram, aduh apalagi ketika ketegangan makin memuncak dengan hilangnya para korban dan kemudian ditemukan tanpa rambut, aduh aku sudah ketakutan sendiri. SERAM BANGET.
Aku dibuat menebak-nebak siapa sebenarnya sang psikopat yang membuat pelanggan menghilang dan dengan teganya membunuh para korban. Dan ternyata dugaanku sejak awal benar dan tidak meleset. Kecurigaan yang kian lama kian memuncak. Namun, ketika mengetahui alasan dibalik semua perilakunya yang kejam, aku malah sedikit simpati kepadanya. Bagaimana pun tidak mudah menjadi seorang anak yang tersisih.
Untungnya walaupun novel ini cukup menegangkan, Kak Christina tetap menyelipkan sedikit kisah romansa Elena dan Aldo, yang lumayan sedikit mengurangi ketegangan yang ada. Namun, ketika menjelang ending jujur aku kaget setengah mati. Aku tidak menyangka akan disuguhkan twist seperti itu, di luar bayanganku selama ini. Ternyata ada 1 fakta yang luput saat aku membaca novel ini, yang membuatku tak mengira bahwa akan menemukan twist seperti itu.
Kak Christina mampu menghadirkan sebuah kisah yang "gelap" dan menegangkan, menguji adrenalin saat membacanya tetapi tetap menyisipkan pesan moral yang luar biasa sekali buat para orang tua di luar sana. Nah, kamu ingin mencoba membaca novel yang menegangkan dan seram ini, silahkan ke toko buku terdekat atau bisa dibeli di toko buku online.
Sebenarnya lumayan seram. Adegan penampakan/supernaturalnya juga tidak terlalu dipaksakan muncul di setiap bab. Cuma rasanya geregetan sama beberapa interaksi tokoh dan pengambilan keputusannya.
Sebenarnya bisa dibilang suka, bisa dibilang juga enggak suka sama buku ini. Mau nandain buku ini bintang 5 tapi menuju ke ending, keputusan final 2 aja deh, ya..
Ringkasnya untuk cerita,
Berawal dari alasan masalah pribadi keluarga, elana dan mamanya membeli rumah dan memutuskan tidak tinggal lagi dengan ayahnya yang memilih istri baru. Di kampus, dia juga bertemu dengan bintang dan aldo. Teman yang dikiranya teman awalnya. Ternyata menuju ending, plot twist banget. Semua orang yang dikenal elana meninggal gara -gara angela dan dia juga ikut bersama mereka yang telah pergi diakhir cerita...
Untuk kebahasaan, Gaya bahasanya ringan, diksinya juga benar-benar berkaitan satu dengan lain. Alurnya mungkin bisa dibilang alur campuran karena gabungan flashback masa lalu dan alur maju setelah kejadian sebelumnya.
Untuk alurnya, bisa dibilang berhasil iya, bisa dibilang enggak, juga iya. Soalnya memasuki bagian puncak konflik sampai ke ending, penulis benar-benar enggak mengeksekusi cerita dengan baik. Benar-benar berantakan :)
Bagian yang paling bikin aku gak paham, kenapa tokoh utamanya bisa sebodoh itu buat gak nelfon polisi setelah kealamat yang dikasih mamanya. Ada korban, benar- benar korban yang meninggal dan dia langsung lari melenggang balik ke gubuk sarang pembunuh itu, setelah dari gubuk pun malau dikejar angela yang berniat membunuh dan kemudian mutusin balik lagi ke rumahnya :)
Kenapa gak ke rumah sakit aja buat nolongin mamanya yang habis disekap atau ke tempat lain?? Atau minta bantuan tetangganya atau menghubungi nomer darurat rumah sakit atau polisi deh segampang itu aja dulu sebelum menghampiri bahaya tanpa persiapan...
Masih gak habis pikir membaca bagian klimaks dan ending yang jadi berantakan hanya gara-gara pertanyaan sepele ini..
Satu lagi, Awalnya latar tidak jadi permasalahan tapi ketika memasuki puncak penyelesaian cerita, kekurangan bagian latar lebih dominan tersandung juga disini.
Ketika menjelaskan bagian berpindah latar (tempat) dari satu tempat ke tempat lain selanjutnya. Penulis benar-benar kurang menjelaskan secara deskriptif dalam narasi yang mungkin bisa ditambahi alasan logis, satu paragraf atau dua paragraf.
Dan ya, plot twistnya dipaksain banget. Aku merasa jadi banyak kejanggalan setelah muncul plot twist kalau ternyata aldo dan bintang itu sudah tidak ada. Benar-benar gaib dong, yang anterin elana pulang naik mobil bareng kan aldo, ngasih nomer hp juga gimana caranya kalau hantu :)
Dan parahnya sampai selesai cerita, mamanya gak ngerasa ganjil sampai perlu ngasih tahu anaknya. Atau teman-teman satu fakultasnya gak peduli ya kalau dia suka ngomong sendiri?
Kalau buat karakter angela, clara (mamanya ) sudah cukup masuk diakal dan nyambung. Hanya bagian bintang dan aldo terasa janggal banget kalau sampai masuk ke plot twist.
Intinya aku suka awal cerita, pengenalan karakternya, gaya bahasa, alurnya juga kalau enggak dipaksain banget diending cerita.
This entire review has been hidden because of spoilers.
❓️ Setelah ibunya diceraikan dan mereka diusir dari rumah si Ayah, Elena dan si Ibu terpaksa membeli rumah tua yang dijual dengan harga sangat murah. Namun, rumor mengatakan bahwa keluarga yang dulu tinggal di sana tewas mengenaskan karena kebakaran yang disengaja oleh anggota keluarga itu sendiri.
Secara keseluruhan, novel ini berbahasa mudah dan enjoyable. Pertama-tama, aku membacanya ketika hari sudah mulai gelap dan aku pun merinding, apalagi ada ilustrasi mengerikan begitu di awal bab.
Aku sangat menyukai interaksi anak-ibu. Mereka manis sekali. Aku yang kasihan sampai-sampai berkomentar "kenapa enggak orang jahat nan kaya raya saja yang beli rumah baru terus mendapatkan teror dari penghuni lamanya begitu?". Maksudku, kenapa selalu orang kurang mampu yang terpaksa membeli rumah murah dan terus mengalami hal seperti "sudah jatuh, tertimpa tangga" yang selalu jadi korban? 😭
Aku enggak begitu ingat apa saja yang sebenarnya ingin kubahas karena ini sudah hampir seminggu seusai menyelesaikan ST, tetapi hal yang paling ingin aku protes ada di bagian akhir cerita. Deskripsi bagian aksinya terasa seru. Oke, nice.
Namun, ada beberapa aksi teledor yang dilakukan oleh Elena ketika menghadapi musuh dan itu sangat membuatku kesal. Oke, dia panik dan mungkin tak begitu cerdas, namun bukankah secara sekilas setidaknya dia bisa memilih jalan yang lebih aman dan efisien? Dia sebenarnya enggak perlu bertarung sampai seperti itu loh. Untuk ending-nya, personally, aku lebih berharap itu bernuansa emosional dan menyakitkan daripada bittersweet.
Ada juga pertanyaan mengganjal yang tersisa di kepalaku. Pertama, akan lebih baik jika diceritakan soal pemilik dan kegiatan di salon itu pada masa lalu karena rasanya kebetulan sekali si Ibu bisa dapat rumah murah yang dilengkapi dengan tempat yang membuatnya bisa mencari penghasilan. Hal itu akan memperkuat judul Salon Tua pada buku ini. Kedua, soal sikap dua sohib yang rasanya terlalu berputar-putar jika mereka memang peduli dan ingin menyelamatkan nyawa Elena, apalagi yang menuju akhir.
Sepertinya, pendapatku lebih panjang di versi reading vlog KIOUI Juli 2025 di channel YouTube-ku, silakan dengarkan jika tertarik.
Sebuah rahasia terkubur... Di setiap sudut rumah itu. Sesuatu yang mengerikan terus menguasainya. Jika tidak ada yang menghentikannya... Maka... Tidak ada seorang pun yang akan selamat... . Elena dan mamanya, Clara, pindah ke sebuah rumah tua yang merangkap menjadi salon di pinggiran kota Bogor, yang sudah 20 tahun tidak berpenghuni. . Elena selalu mencium bau busuk dan gosong dari sebelah kamarnya, tempat terjadinya kebakaran dan pembunuhan. . Sosok boneka dengan rambut seram dan gadis berambut panjang dengan muka rusak selalu mengusik ketenangan Elena yang ternyata seorang indigo. . Rumah semakin mencekam setelah kehadiran 2 orang karyawan salon, Pelanggan salon menghilang, lalu ditemukan beberapa hari kemudian dengan keadaan tewas dan tanpa rambut. . "Terkadang orang yang kita anggap dan lihat baik di mata kita, nyatanya malah sebaliknya. Sedangkan orang yang selalu kita curigai ternyata tidak berlaku aneh-aneh." _[hal 132] . . Aku suka ceritanya, walaupun serem tapi bikin penasaran. Apalagi cara menghubungkan benang merahnya yang membuat aku ikutan menebak-nebak siapa pelakunya.
lowk plotnya kebaca karena ada beberapa situasi yang gak dijelasin dengan jelas jadi ketika baca ending, kayak "nah kann bener kata gua" wkwkwkwk + kurang puas ah masa endingnya begitu (emot sad cry)
Sejak baca seri DARKLIT karya Vinca Callista, saya jadi ingin mencicipi semua serinya. Penasaran, kisah dengan cerita jenis horror yang bagaimana saja yang akan saya sajikan. Dari buku ini dan Nyawa saya menemukan kesamaan yakni sama-sama bergenre psychothriller. Sama-sama jenis cerita yang dapat membuat merinding dan mual, hanya saja pada buku ini tidak begitu kental terasa. Yang paling mendominasi hanyalah rasa penasaran yah walau diakui kalau baca cerita ini malam-malam saya nggak akan begitu berani juga haha.
Alurnya berjalan dengan ritme yang saya sukai, kehidupan tokohnya berjalan pasti dengan keganjilan dan fenomena aneh yang menghampirinya. Sempat sedikit kecewa karena mengira tidak akan menemukan penjelasan logis akan keberadaan Aldo dan Bintang yang akan sangat tidak cocok jika dikatakan hanya sebagai pelengkap atau tokoh numpang lewat seperti para pelanggan Salon Elena, tapi itu terbayar saat mencapai ending cerita walau yah agak kurang suka degan akhir ceritanya. Terasa agak dipaksakan. Selain itu, perubahan sikap Bintang dan sebab yang diceritakan Aldo saya rasa agak kurang berperan dalam buku ini. Bikin bertanya-tanya akan kebenarannya yang sampai akhir nggak diketahui pastinya.
Namun, bukunya seru, Saya menuntaskannya nggak lebih dari dua hari saking penasarannya. Oh iya bumbu romannya saya suka, walau terasa amat kurang (nasib pencinta roman mau baca horror atau thriller pasti nunggu bagian cinta-cintaannya).
Buat yang suka baca genre psychothriller, buku ini saya rekomendasikan. Konfliknya bermula dari hal yang tak sederhana namun terdapat pesan tersirat yang amat bermakna yang dapat kita tarik atasnya.
Elena bersama ibunya pindah ke bogor, setelah orang tuanya bercerai. Ibunya membeli sebuah rumah dengan harga yang sangat murah. Sejak pertama masuk ke rumah tersebut, Elena sudah merasa tidak nyaman. Terlebih di salah satu kamarnya, tercium bau amis dan gosong yang disebabkan oleh kebakaran. Banyak desas-desus yang menyelimuti rumah yang sejak 20 tahun yang lalu tidak berpenghuni. Sayangnya, Elena terpaksa harus tetap tinggal di rumah itu, karena di rumah itu Ibunya bisa membuka salon yang sejak dahulu menjadi cita-citanya. Apakah Elena sanggup tinggal di rumah itu? Apakah pembunuhan yang terjadi di rumah itu 20 tahun yang lalu hanya sekedar gosip atau benar-benar terjadi?
Sebenarnya agak kecewa sih, ternyata ceritanya cuma begitu doank. Gampang ditebak. Ceritanya juga gak serem. Gw juga ngerasa judul sama ceritanya agak kurang sinkron ya. Judul "Salon Tua", tapi misterinya ada di kamar, di lantai dua pula. Cuma karna tokoh antagonisnya yang seneng motong rambut & ngoleksi rambut. Ditambah lagi, gak diceritain salon yang ada di rumah itu milik siapa. Plusnya cuma satu, yaitu di setiap awal bab terdapat ilustrasi seorang perempuan berambut hitam panjang yang menutupi sebagian wajahnya, bikin serem. Hahaa
Horor bukan sembarang horor. Aku suka sekali cerita di Salon Tua ini. Bukan hanya menyajikan adegan-adegan mencekam yang bikin merinding, namun juga mengungkap sebuah rahasia masa lalu. Rahasia yang menjadi sumber atas segala perkara yang tengah dihadapi Elena dan Mama Clara di rumah barunya sekarang. Beberapa tokoh yang dirasa tidak penting, ternyata memiliki kaitan yang erat dengan masa lalu tersebut. Justru, merekalah yang menjadi benag merah atas semua permasalahan ini. Aku sangat suka, konsep ceritanya baik. Penokohannya juga khas, setiap tokoh memiliki karakter masing-masing yang kuat. Menjelang akhir, buku ini juga banyak menyajikan adegan penuh darah. Pokoknya seru lah untuk ukuran horor. Review selengkapnya: http://ach-bookforum.blogspot.co.id/2...
Lumayan suka. Twist-nya kurang ngena sih, endingnya juga tidak seperti harapanku. Udah banyak cerita yang sejenis dan menurutku, sebetulnya masih banyak hal yang bisa dikembangin. Aura seremnya juga baru nampak di akhir cerita. Untungnya gaya bercerita Mbak Christina enak diikuti. Jadi meskipun nggak ada tokoh yang benar-benar membekas, aku tetap bisa menyelesaikan buku ini dengan cepat. Bagi yang pengen baca cerita-cerita serem, boleh banget nyoba novel 'Darklit' satu ini.
Kayaknya aku bakalan mabok 'Darklit' sampai beberapa hari ke depan gara-gara ebook gratisan Bentang Belia. Masih ada enam judul yang nunggu dibaca. Makasih Bentang... :D
idenya lumayan, ceritanya seru dan bikin penasaran. meski udah bisa ditebak pelakunya,tapi endingnya bikin saya penasaran buat baca lagi. ini emang penulisnya ngga ngasih petunjuk, apa akunya yang kelewat lempeng aja bacanya ya x___x btw plis pliiis. covernya ngga bangeet deh.