Jangan tanyakan keadaanku sekarang, aku baru selesai baca ini dengan bercucuran air mata alias menangis.
Kayaknya setelah aku baca novel ini sampai akhir, yang paling bikin aku kepikiran malah si karakter pendukungnya, yaitu Pieter. Kayak… dia beneran yang bikin aku nangis banyak, mungkin karena karakter dia adalah karakter yang menurutku paling setia sama tokoh utamanya, Johanne. Kalau Jayantaka x Johanne aku emang ship mereka banget. Tapi Pieter? AKU SAYANG BANGET😭🤧
⸻
PIETER & ENDING
Apalagi dengan fakta yang disebutkan di ending yang menurutku fakta itu sangat menarik untuk diletakkan di akhir cerita. Dampak emosionalnya benar-benar menghantamku. Aku merasa Gigrey menyadari kekuatan dari karakter ini sehinngga ia memberikan gong di akhir dengan cara begitu, dedikasiku yapping di ending kayaknya pinginnya aku persembahkan untuk Pieter deh.
Kemunculannya tuh terkesan sebagai tokoh pendukung saja, tapi dari semua tokoh yang berada disisi Johanne, Pieter adalah yang paling setia, paling berani, paling tulus, paling kuat, yang rela mengikuti perintah Johanne tanpa bertanya, bener-bener mengikuti secara buta gitu. Pengawal yang bahkan rela untuk ikut ke neraka bersama Johanne.
Aku rasa dia adalah tokoh yang paling gak ada penyesalan karena tujuan hidupnya adalah mengikuti setiap permintaan Johanne dan dia gak pernah, sekalipun, melakukan sebaliknya. Kecuali 1 hal itu, yang berakhir bikin mataku sembab🤧. Makannya aku bilang, meskipun aku suka Jayantaka, sejak awal cerita, tokoh Pieter sudah mencuri hatiku.
Aku bahkan nggak tahu apa yang dia rasakan selama ini selain apa yang dia tampilkan di hadapan Johanne maupun para pembaca cerita ini yang mungkin lebih banyak fokus ke tokoh-tokoh paling pentingnya saja.
Oh dear💔
⸻
ALUR CERITA & 150 HALAMAN TERAKHIR
Di awal novel ini memang terasa lambat alurnya, menurutku pribadi. Tapi 150 halaman terakhir membayar itu semua. Bisa dibilang itu adalah best part dari perjalanan membacaku untuk novel ini.
Dalam waktu singkat, aku dibuat kagum oleh keberanian dan kejujuran Johanne, aku dibuat mixed feeling sama perasaan Jayantaka, lalu akau dibikin nangis sama kisah cinta dua manusia ini. Dan menutup buku ini dengan menangisi Pieter.
FUNFACT aku nangisin Johanne di novel ini di halaman 349
Johanne yang kukenal selama membaca novel ini adalah seorang yang siap menanggung dosa demi me ambisinya. Tapi waktu aku baca novel ini, semakin ke belakang, semakin mengenal Johanne aku menyadari bahwa wanita ini menjadi dingin dan kejam hanya karena itu satu-satunya cara untuk bertahan hidup.
Jadi ketika ia berdiri tegak dan menunjukkan keberaniannya untuk menunjukkan jati dirinya, aku nggak nyangka aku akan terbawa seemosional itu di titik ini. Aku merasa jadi Pieter yang seolah sedang melihat tuannya sedang berhadapan dengan kehancurannya sendiri. Mungkin aku menangis karena bangga, melihat Johanne akhirnya menemukan keinginannya.
Aku banyak menangis, aku banyak menyayangkan tragedi yang terjadi, tapi sekaligus aku bangga dengan keputusan-keputusan nyang masih bisa diambil Johanne di tengah keputusasaan. Dan aku bisa merasakan kesedihannya yang mendalam atas segala hal yang telah direnggut dari hidupnya, serta perasaan bersalah teramat dalam yang pada akhirnya menghalanginya pada kemungkinan kehidupan yang bahagia. Meski pada akhirnya, tragedi tetaplah tragedi. Tidak ada yang benar-benar bahagia disini.
Aku tahu bahwa aku gak bisa berharap banyak dengan kisah-kisah historical lokal, karena memang pada kenyataannya sejarah bangsa ini lebih banyak diisi dengan tragedi.
⸻
JOHANNE — ANTI HERO
kali ini, selain genrenya fokus di historical karakter utama wanitanya juga mengambil pendekatan yang berbeda.
sosok Johanne digambarkan sebagai wanita yang berwibawa, berkharisma, ambisius, dan tegas. Karakter yang dingin dan memiliki dendam dalam dirinya.
Aku langsung sadar gaya tulisan gigrey di novel ini terasa fresh walaupun pendekatan latarnya masih mengambil tahun-tahun Hindia Belanda.
Tokoh Johanne adalah anti hero yang membuatku merasa ingin menaruh loyalitas yang tinggi terhadap karakternya seperti halnya Pietere. Rasanya aku begitu terbawa arus dari keberadaannya sebagai tokoh utama. Aku sebagai pembaca rela mengikuti kemanapun langskah Johanne, karena kemanapun itu, sebetulnya ia selalu sendiri.
Dan sama halnya Pieter, aku merasakan keinginan untuk melindungi, menjaga, dan berada disisinya kemanapun ia melangkah. Dan seperti halnya Jayantaka, aku ingin Johanne merasakan kedamaian dan ketenangan sertaa menjadi dirinya senndiri untuk bisa merdeka dalam mencintai dan dicintai.
⸻
JAYANTAKA — MMC & DINAMIKA KONTRAS
Sedangkan Jayantaka, MMC di novel ini, adalah karakter yang juga terasa berbeda di awal kemunculannya dibandingkan MMC2 biasanya Gigrey. Jayantaka digambarkan sebagai karakter yang manis, lugu, charming, tapi juga agak canggung. Tapi dia juga ramah, rendah hati, dan positif.
Kali ini tokoh utamanya adalah anti hero. Aku dibawa untuk percaya bahwa takdirnya bukanlah untuk menjadi orang baik di mata dunia melainkan untuk dirinya.
Disini karakter Johanna dan Jayantaka terasa berkebalikan. Seolah Johanna di sisi gelap dan Jayantaka di sisi terangnya.
⸻
ROMANCE & CHEMISTRY
Oleh karenanya, aku sangat suka momen2 dimana Johanne menemukan kedamaian saat berada di lingkungan sekeliling Jayantaka. Saat ia tidak sadar bahwa disitulah tempat yang ia inginkan hatinya berlabuh.
Dan aku ternyata sangat menyukai bagian romance di novel ini. Walaupun romancenya terasa seperti bumbu saja ya, tapi setiap kemunculannya selalu bermakna dan kedua tokohnya memiliki chemistry yang membuatku sangt menginginkan mereka menjadi pasangan.
Bersama Jayantaka, Johanne yang keras bisa meluruhkan dinding2nya dan menjadi wanita yang diijinkan rapuh dan bergantung. Dan meskipun Jayantaka sekilas terlihat tidak memiliki ambisi sebesar Johanne untuk berkuasa, tapi ia ternyata sangat tulus, dan lembut. Greenflag banget!
Aku sempat skeptis karena Johanne selalu terlihat lebih dominan dan maskulin dibandingkan Jayantaka, tapi semakin belakang aku bisa merasakan keberanian Jayantaka yang membuatku menghrapkannya jadi sosok yang akan menarik Johanne dari dunia gelapnya.
Jayantaka itu tipikal yang so sweet banget. Hatinya lebih kuat daripada yang aku ekspektasikan. Lebih maskulin dari yang aku bayangkan. Dia bisa menopang dan bisa menjadi sandaran. Dan akhirnya aku akhirnaya memahami kenapa dari interaksi2 kecil Jaka dan Johanne, Johanne jatuh cinta pada pria ini. Jaka diam2 mengetahui Johanne terluka dan ia cukup bisa kupercaya untuk bisa melindungi Johanne.
⸻
TEMA MORAL, FILSAFAT, & HISTORIKAL
Aku merasakan dilema moral mengikuti karakter Johanne apalagi momen2 ketika ia berhadapan dengan Paman Gus dan obrolan filsafat yang tertuang dalam percakapan mereka. Tema yang diangkat novel ini: kekuasaan tapi juga sempat ada bumbu keTuhanan.
banyak obrolan-obrolan yang menyinggung filsafat dan itu menarik sih untuk diselipkan dalam novel ini. Ada juga reminder2 kecil di novel ini.
Kesan historikalnya disini sangat kuat dan cukup dominan tapi aku tetap menikmatinya karena pembawaan Johanne sendiri membuatku tertarik mengikuti dilema moralnya.
Johanne percaya bahwa dirinya adalah pendosa, tapi aku justru merasa ia hanya sibuk membohongi dirinya sendiri, karena merasa sebaliknya akan menghilangkan jati dirinya. Tapi itu membuatku meliht kehidupannya menjadi penuh ironi. Karena ia hanya menyiksa dirinya sendiri karena berusaha menjadi sesuatu hanya untuk pembuktian dan bukan untuk dirinya sendiri.
⸻
AFTER READING FEELING
Gigrey selalu ya, berhasil dengan caranya membuatku merasa seperti ini. Buku ini sudah tamat aku baca, tetapi perasaannnya masih tertinnggal. Ingatan, momen-momennya, kalimat-kalimat di akhir cerita, masih tercetak jelas diingatan. Bahkan setiap kali aku buka bukunya lagi, kembali ke halaman-halaman yang tadi bikin aku nangis itu, aku bisa langsung nangis lagi.
As always seperti yang aku rasakan setelah menmbaca surat untuk jenaka. Perasaan tidak berdaya, dan mengharapkan adanya kesempatan lain. Meskipun begitu, untuk yang ini, cerita sudah selesai. Sudah. Tamat. Dan aku harus menyembuhkan diriku sendiri untuk bisa move on.
⸻
Overall, aku suka gaya bercerita dan tulisan Gigrey disini. Walaupun tema yang diangkat membuatku cukup takut karena ini full mengambil latar historical, tapi ternyata aku masih bisa menikmatinya dan terjerat secara emosional ke dalam ceritanya. Gigrey menulis dengan sangat baik dan mengalir sekali. Meskipun alurnya terasa lambat, tapi itu memberi ruang bagi masing-masing tokohnya untuk menunjukkan peran mereka dalam cerita ini. Dan semakin ke belakang, novel ini semakin membuatku emosional dengan latar belakang Johanne, dengan perasaan Jayantaka, dengan masa depan mereka, dan tentang bagaimana cerita ini akan berakhir.
Aku suka banget sama eksekusi endingnya. Sama eksekusi tragedi di part romansanya. It’s heartbreaking 😭💔. Aku ngerasa dibikin patah hati berkali2. Tapi aku puas banget, kayak. Well, memang begini lebih baik.
Aku tadinya mau kasih 4/5 karena ada bagian yang meskipun wajar, tapi terakhir soal Jayantaka itu membuatku sangat sedih dan kecewa dengan keputusannya. Tapi waktu aku tahu apa yang ia sembunyikan dari Johanne, aku langsung nangis😭. Oh ternyata sebenernya gitu😭🤧🤧😭. Aku jadi paham.
Sedangkan bagian Pieter. Kenapa ternyata dugaanku benar tentang dia? KAN AKU GA TEGA😭🤧 Meskipun begitu, aku memahami kenapa dia selalu mengikuti buta perintah-perintah Johanne. Dia lucu, menggemaskan, kayak seorang adik, TAPI DISITULAH YANG PALING BIKIN AKU SEDIH HUHU AH SEDIH BGT AH😭😭😭.
Romansa opium adalah buku keempat karya kak gigrey yang aku baca setelah seri jenaka. Aku suka sekali dengan pembawaan cerita kak gigrey ini… aku merasa cocok sekali!!
Romansa opium ini bukan hanya cerita romansa biasa. menurut aku, ini memberikan pandangan baru untuk aku tentang romansa. Bagaimana jadinya jika cinta itu datang di saat seharusnya itu tidak pernah hadir? Aku sedikit memahami pergulatan batin johanne perihal bagaimana ia mencari cara untuk cintanya.
Romansa opium juga membuat aku berfikir tentang percakapan antara paman gus dan johanne. Membuat aku penasaran bagaimana rasanya ketika keinginan diri sendiri itu benar” kita ketahui. Bagaimana rasanya saat itu singgah kepada aku, aku penasaran sekali rasanya… Aku mulai kembali bertanya apakah hal yang aku putuskan hari ini untuk diriku adalah hal yang benar aku inginkan.
Setelah menyelesaikan buku romansa opium ini, aku merasakan lega yang didapatkan johanne pada kehidupan pertamanya. Seharusnya aku merasa sedih karna johanne dan jayantaka tidak bersatu di masa itu, tapi aku berfikir jika mereka tetap memaksa, jika seandainya johanne sedikit egois mungkin mereka tidak akan merasa lega. Masih banyak pergelutan batin diantara mereka yang belum selesai.
mungkin begitulah caranya agar dosa itu melebur.
Meski begitu, aku selalu suka momen ketika johanne menemukan nyaman dan tenangnya pada jayantaka. Sosok yang hangat, lugu, dan agak kikuk. Jaka mampu menjadi damai paling hangat bagi johanne. Ia selalu merindu pada johanne dan johanne yang berusaha menahan ego agar tetap fokus menyelesaikan perseteruan. Dan aku sama sekali tidak membayangkan jayantaka yang berakhir menjadi tubuh yang dingin dipelukan johanne. Tetapi membuat Kata” cinta akhirnya keluar dari mulut johanne. Momen mereka berdua sederhana namun sangat membekas. Baik bagi johanne, jayantaka, maupun aku sebagai pembaca kisah mereka. Oh dan jayantaka itu sungguh menggemaskan ketika ia gugup berbicara pada johanne.
Lalu plot twist inilah yang membuat aku kembali menangis… aku sedari awal membaca sudah curiga jika pieter ini akan menaruh hati. Setelah perlakuan johanne yang begitu lembut ke pieter, pasti akan membuat pieter jatuh hati pada johanne. Apalagi melihat sikap cemburunya itu saat johanne mencium pipi jayantaka, SUNGGUH MENGGEMASKAN!!!! oh pieter itu sunggu pria paling menggemaskan!!! Aku ingin sekali mengelus rambut pirang berkilauan miliknya itu dan menghapus air matanya ketika ia menangis. Oh jika pieter itu ada di realita ini, sudah ku pastikan akan menghujami pria menggemaskan itu dengan ciuman dipipinya bertubi-tubi!!
Jayantaka itu seorang gentleman sejati, tetapi pieter sungguh menggemaskan!!! Mungkin aku akan mencari sosok yang seperti jayantaka dan pieter di realita ini. Pria yang tidak terlalu mendominasi dan tetap memberi ruang gerak untukku. Jayantaka itu seorang gentleman sejati, tetapi pieter sungguh menggemaskan!!!
Buku ke 6 Gigrey yang berhasil aku tamatin, jujur aku gapernah kecewa sama karya2 nya dia. Romansa opium ini sukses bawa aku sebagai “traveller” yang menyaksikan kisah Johanne di dunia gelap yang diciptakan oleh kakeknya. Buku ini sepertinya sangat well-researched mengenai peredaran opium di zaman Hindia-Belanda, lalu dikemas menjadi buku fiksi yang sangat menarik untuk dibaca. Good job ka Gigii, tolong sehat selalu agar kita bisa menikmati lebih banyak karya dari kamu!
FINISHED THIS BOOK IN ONE DAAYYYY!! Seru banget asli karya kak Gigrey gaada yang gagalll, aku suka banget karena ini bukunya ga full romance, tapi juga ada dampak rasisme yang sampe sekarang masih bikin relate. Dan plot twist nya kerasa bangettt, PLEASEEEEE kak Gigrey, lanjutin bukunya jadi series pas mereka di londonnnn >o<
Ceritanya bagus banget, banyak banget hal bikin kagum sama karakter Johanne ini terus juga plotwisnya dapet sih cuman agak menyayangkan aja sama karakter Jayantaka karena ku kira bakal banyak gitu tentang Johanne sama Jayantaka ternyata tidak terlalu banyak muncul disetiap bab tapi Karakter Jayantaka tuh kalo muncul berhasil juga bikin aku jatuh cinta tentang apa yg dibicarakannya bersama Johanne ataupun tidak tapi aku pengen banget lebih banyak scene Jayantaka soalnya aku pengen lebih dalam mengenal gitu tentang Jayantaka soalnya karakter dia tuh keliatan lembut, bijaksana, penyayang ya. Jujur aja untuk peran sih Johannya ini bisa banget bikin aku kesel sama tingkahnya mungkin kalo aku jadi Johanne aku juga akan bersikap seperti itu terhadap Johan karena berasa di bohongi dan juga kan Johanne diiming iming tentang kekuasaannya Johan ini. Aku gak masalah deh kalo Jayantaka sama Johanne gak bareng walaupun agak nyesek ya soalnya dia orang itu sama sama cinta pertama apalagi pas Johanne tau surat yg dibaca pas Johan tunjukin itu, sakit sih karena udah relain Jayantaka agar selamat tapi malah kaya gitu. Peran Pieter disini juga bikin aku senang dan sedih pas ending dia benar-benar setia dan menjaga Johanne dengan baik. Oh iya aku kira tuh peran sih Pieter ini sama Jayantaka tuh bakal berteman gitu atau gak dekat juga jadi Jayantaka, Johanne, dan Pieter aku kira tuh bakal sahabat gitu temenan lah mereka bertiga tenyata gak ya untuk Jayantaka dan Pieter nya soalnya tuh ilustrasi dibelakang nya kaya begitu dan juga kenapa gak ada warna nya ya ilustrasi paling terakhir. Tapi buku ini seru sih gak bikin bosen dan pengen terus tau kelanjutan cerita Johanne ini.
Ide cerita Romansa Opium sendiri muncul saat aku menulis buku Kembali Ke Batavia. Di saat aku melakukan pencarian terkait artikel opium dan rumah bordil, aku berpapasan dengan buku "History of the Opium Problem: The Assault on the East, ca. 1600-1950" by Hans Derk. Melalui buku itu aku belajar banyak tentang distribusi Opium yang terjadi di Hindia Belanda hingga monopoli Belanda melalui Opiumregie.
Buku ini sengaja tidak aku unggah melalui platform mana pun karena aku rasa, buku ini akan jadi buku yang sangat berbeda dari buku-buku yang pernah aku tulis sebelumnya.
Romansa Opium bukan sekadar cerita romantis antara dua tokoh protagonis. Aku ingin mengeksplor kata "romansa" lebih dalam lagi. Aku juga memberanikan diri untuk mengulik emosi yang tidak hanya hitam dan putih. Dan dengan segala pertimbangan, aku juga membuat akhir kisah yang berbeda dari buku-buku ku sebelumnya. Karena buku ini spesial, aku pun mencoba untuk menulis sesuatu yang spesial untuk kisah cinta ini.
Banyak hal yang aku racik untuk membangun cerita yang solid. Seperti mencari karakter apa dan siapa untuk membangun relasi kuasa yang tak sepadan. Siapa yang harus kujadikan pemeran pembantu dan sebanyak apa mereka berguna untuk cerita. Seperti karakter kakek (Johan), di draft awal, aku membuatnya menjadi seorang ayah dari Johanne, namun menurutku konflik batin Johanne tak akan pelik jika ayahnya adalah seorang penyayang maka dari itu aku ganti jika sosok ayah Johanne adalah orang yang tak berguna. Karena saat Johanne menjadi sosok fatherless, dia akan mencari orang lain untuk mendapat kasih sayang.
Kemudian sosok tersebut kuganti menjadi nenek. namun sayangnya, opresi terhadap perempuan cukup besar dan akan terasa kurang dalam perjuangan Johanne karena jika yang menyayanginya adalah sosok perempuan, maka Johanne akan merasa memiliki teman seperjuangan. Sedangkan yang aku inginkan adalah perasaan Johanne yang putus asa ingin mendapatkan kesetaraan. Maka dari itu aku memutuskan menjadi sosok tersebut sebagai Johan, seorang kakek. Seseorang yang bisa menjadi pelindung dan pemberi kasih sayang namun juga dengan jarak.
Hal-hal seperti itu banyak kulakukakn. Mencoret dan mengubah adegan cerita, menghapus dan menambah detail karakter hingga mengubah ending pada draft pertama.
(Spoiler) Ending yang ada di buku adalah ending ketiga yang kutulis. Banyak orang yang kutanyakan pendapat terkait ending bagaimana yang bisa memberikan closure terbaik akan semua konflik tanpa harus membuka konflik baru (karena aku hanya ingin menjadikan buku ini standalone). Dan setelah mencoba menarik benang merah pada plot dan detail, aku memutuskan bahwa enidng ketiga ini adalah yang terbaik yang bisa kutulis untuk menyelesaikan semua permasalahan yang Johanne hadapi.
Mungkin secara teknis, buku ini masih memiliki banyak sekali kekurangan. Tapi aku percaya diri, bahwa Romansa Opium ini adalah bentuk improve yang aku pelajari dari segala krtik dan saran yang sudah banyak masuk di buku-buku ku sebelumnya. Meskipun buku Romansa Opium ini masih jauh dari sempurna, aku yakin bahwa buku ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.
Tujuan dan cita-citaku mungkin masih jauh, tapi dengan adanya Romansa Opium, aku percaya bahwa aku telah menapaki satu tangga lebih tinggi. Dan perlahan, aku akan tetap terus belajar untuk bisa improve dan berani beranjak ke jutaan tangga yang ada di depanku.
Romansa Opium merupakan salah satu novel Gigrey yang bisa aku terima dari pada judul yang lainnya. Karena Gigrey berhasil improve soal narasi yang dulunya ada beberapa baris yang terkesan sebagai nempel aja, sekarang jadi full penuh narasi bermakna.
Aku suka banget sama karakter Johanne yang tegas dan ambisius walaupun itu sebagai akibat dari caranya melawan dunia dengan kondisinya yang memiliki darah pribumi. Aku jadi berkaca pada diri sendiri haha.
Romansanya juga manis sekali. Seperti jadi oase bagi Johanne walauupun dia awalnya mau manfaatkan Jayantaka aja. Eh tapi ujungnya luluh juga hahay (aku juga hehe). Siapa si yang luluh kalau dihadapin sama cowok gentlemen, manis, kikuk klo deket cewek yg dia suka? (AKU AKU AKU)
Serta tidak kalah dengan karakter pendamping satu ini, my lieve Pieter 🥺 Pieter kesayangan akuu♥️ Anaknya memang tulus dengan Johanne dan ia nurut banget. Terus cerewet kayak nona2 kalo Johanne kegores dikit! Ahh pokoknya cowok satu ini imut banget, aku jatuh cinta! (Pieter sama aku aja, yuk!)
Tapi yah aku nangis deres juga waktu menuju ending. Oh tragedi kehidupan dan romansa yang dibuat Gigrey sukses sekali. Sampai hari ini aku belum move on. Sedih sekali. Rasanya tiada adil. Aku juga tercengan sama keputusan Pieter untuk selalu berada di samping Johanne sampai mati. Syok juga tiba-tiba Jayantaka di dor, omg.
Tapi, untuk main couple kita, aku merasa sedikit kecewa. Karena dalam prinsipku cinta sejati itu kamu akan selalu memilih cintamu tanpa pernah melibatkan orang lain. Walaupun aku jadi tau kenapa Jaka nikahin gadis lain itu, dengan segala alasannya tetap akan mencintai Johanne, bagiku itu bukan alasan sih. Itu bukan tanggung jawab Jayantaka buat mikirin perasaan gadis lain padahal Jaka sendiri mendeklarkan cintanya yang "setia" pada Johanne. Aduh part ini bikin aku kecewa sih, karena pandanganku soal cinta ya begitu.
Last but not least, ini novel buagusss bgt apalagi klo demen FL girl boss. Keren! Semoga Gigrey bisa menciptakan masterpiece lagi yang seperti ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Oke, aku benar-benar tidak baik-baik saja! Romansa Opium memberiku sudut pandang baru tentang cinta—bagaimana jika cinta datang justru di saat seharusnya ia tak pernah hadir? Kisah ini juga membuatku mempertanyakan tujuan hidupku. Apakah cara hidupku sekarang benar-benar yang aku inginkan?
Johanne, yang sejak kecil ditempa keras oleh keluarga dan lingkungannya—terutama karena warna kulitnya dan status ibunya sebagai pribumi—tumbuh menjadi pribadi dingin dan tegar. Hingga akhirnya Jayantaka hadir, membawa kehangatan dan ketenangan yang perlahan menenangkan hatinya.
Dan juga cinta Pieter yang begitu tulus kepada Johanne, meskipun dia bukanlah our MMC. But still dia mencurii hatikuu.
Pokoknya aku suka sekali!!! Semua elemen ada di dalam buku ini, sejarah, budaya, politik, dan juga romansa.
Aku mulai menyukai Gigrey sejak aku membaca Mada, lalu aku mulai koleksi novelnya satu per satu. Untuk Romansa Opium, aku baru masuk bab 3. Aku baru mulai membaca karena paketannya datang siang tadi.
Dan sejauh ini, aku merasa ceritanya agak mirip dengan Ruler: Master of the Mask.
definitely life changing. the plots were so good that i had to take small breaks from each chapter :’) can’t deny that i in fact had a few crash outs but that just proved how good the story line is. if you feel lost, maybe this book could inspire you, but don’t forget it can also leave a deep scar in your heart after you read it.
beneran karya dari Gigrey yang menurutku paling matang!! Aku beneran suka banget dengan karya genre historical fiction begini, apalagi cerita yang diangkat serta konflik-konfliknya beneran se-rich itu! Kompleks banget sampai betah banget bacanya. Cukup emosional sampai mood-ku juga ngikut flow seorang Johanne ini. Jujur, aku gamon banget sama buku ini aslii😭🫵🫶