Jump to ratings and reviews
Rate this book

Under the Southern Stars

Rate this book
Aku mengulurkan tangan ke atas, menggapai udara. Berusaha meraih bintang di angkasa. Pikiranku seperti bintang-bintang itu. Tersebar secara bebas dan acak.

“Cantik, ya, cahayanya?” Thomas berkata dengan tenang dan pelan. “Ini adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat jutaan bintang dengan mata telanjang,” lanjutnya.

Aymeric menarik napas panjang. “Ribuan kilometer dari sini, teman-teman kita mungkin sedang makan malam di restoran atau menikmati sejuta kemewahan dan kenyamanan.” Ia lalu tersenyum. “Tapi, aku lebih memilih kebebasan ini.”

Aku mengangguk setuju.

***

Alam menawarkan kebebasan penuh untuk bertualang tanpa akhir. Mengarungi hutan, gunung, dan laut yang seakan tak bertepi.

Dengan penuh rasa penasaran, empat petualang memulai perjalanan road trip untuk menjelajah dunia yang belum mereka jejaki. Dengan penuh kebebasan—Anida dari Indonesia, Thomas dan Aymeric dari Prancis, serta Judith dari Jerman—mereka mengarungi alam Australia. Menjelajahi hutan eukaliptus, melintasi gurun, meniti patahan Antartika, hingga bertemu kanguru dan koala. Namun, kebebasan tiap individu mulai bersilangan ketika mereka memilih langit dan perjalanan yang berbeda.

Perjalanan telah mengajarkan mereka banyak hal, tentang bertahan hidup, pertemanan, juga kebebasan yang bersyarat.

332 pages, Paperback

First published October 1, 2014

6 people are currently reading
118 people want to read

About the author

Anida Dyah

1 book12 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
57 (41%)
4 stars
63 (45%)
3 stars
14 (10%)
2 stars
3 (2%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 35 reviews
Profile Image for Indri Juwono.
Author 2 books307 followers
January 29, 2015
aku membaca buku ini lama sekali. hampir satu bulan lamanya.
penuturannya lambat dan pelan, dan karena aku tidak sedang dalam perjalanan, maka aku lebih sering menulis ketimbang membaca. dan satu hari ketika aku sedang stuck dalam menulis, aku membacanya lagi.

aku melihat lagi pribadi anid yang tertutup, yang tersembunyi di balik cerita-cerita serunya. aku salut bahwa ia berani untuk bercerita di dalam bukunya, tentang motivasi, tentang masa lalu, tentang harapan seseorang, tentang hal-hal yang mungkin tidak mudah diungkapkan.

dan seperti seorang teman pernah berpendapat padaku, tulislah dengan jujur, beranilah membuka hati, dengan begitu kamu akan merebut pembacamu. dan aku melihat itu lagi dalam cerita-cerita anid ini. bagaimana konflik tidak terselesaikan, bagaimana rindu yang melanda, bagaimana keberanian ditantang, dan bagaimana tetap menyembunyikan pribadi. anid bercerita tentang dirinya dalam porsi yang cukup, tidak cengeng dan minta perhatian.

pada akhirnya, perjalanan bukan sekadar pernah melangkah di destinasi-destinasi yang dituju, tapi tentang memahami orang lain dan juga diri sendiri. membacanya memang membuat aku bersyukur pada perjalanan yang pernah kulalui, tak hirau lagi akan patah dan kesal yang pernah kulewati.

perjalanan memiliki makna pribadi, dan jalur yang dilintasi amat menantang emosi. dan ketika menutup buku ini, aku diam. tidak ada lagi hal yang diirikan dari sebuah kisah happy ending. life is about how you look at.

Profile Image for Priska Pavita.
70 reviews4 followers
November 22, 2019
Menemukan buku ini seperti menemukan harta karun. Awalnya enggak tertarik sama sekali baca memoar perjalanan ataupun buku nonfiksi. Masih ada buku tentang perjalanan yang juga dari penerbit ini yang dari bulan lalu mandek enggak selesai dibaca padahal penulisannya bagus. Simply because it's not my cup of tea. Tapi buku ini beda. Dari awal iseng-iseng baca previewnya,bikin langsung tertarik. Gaya penulisannya enak. Deskripsi tempat-tempatnya enggak kayak lagi baca travel guide dengan terlalu banyak informasi. Ide utama tentang career break juga benar-benar menyentuh. Cara berpikir penulis pun di sini memberi perspektif baru dan terasa open minded. So overall, an unexpectedly awesome novel :)
Profile Image for Putri Review.
74 reviews13 followers
January 21, 2016
Baca lebih lengkap review novel ini di blog Putri Review : Travelling Book : 30 Hari Menjelajah Australia dalam "Under the Southern Stars" by Anida Dyah

Saya membaca buku ini atas rekomendasi seorang kenalan di dunia maya, dan saya benar" bersyukur saya menuruti sarannya. Dari semua buku travelling karya penulis lokal yang pernah saya baca, sepertinya novel Under the Southern Stars karya Anida Dyah ini adalah favorit saya.

Untuk sebuah buku non-fiksi bertema travelling, cara Anida membawakan kisahnya begitu menarik, mengalir seperti novel. Saya beberapa kali menemukan novel travelling karya anak negeri yang terlalu sibuk memberikan tips dan trik perjalanan dalam bentuk list, atau malah menjadi ajang pameran foto" (yang mana, seringkali fotonya berformat hitam-putih, jadi kurang bisa dinikmati juga keindahannya). Bukannya salah, tentu saja isi buku travelling yang mereka tuliskan berguna, hanya saja lebih terasa seperti katalog, seperti buku petunjuk, berbeda dengan novel karya Anida Dyah ini yang benar2 terasa seperti cerita yang menginspirasi.

Oh, ya. buku Under the Southern Stars juga diselipi peta dan foto, tapi isinya lebih bertitik berat pada cerita, sisanya hanya sebagai pendukung imajinasi saja ^^

Di dalam buku ini, Anida menceritakan pengalamannya roadtrip menyusuri benua Australia selama sebulan lamanya. Ada 3 backpacker lain dari negara" berbeda yang ikut serta : Judith dari Jerman, Thomas dan Aymeric dari Perancis. Mereka pergi menyusuri dataran Australia yang keras dengan bermodalkan mobil station wagon tua yang pendinginnya tak bisa digunakan, sebuah box pendingin, alat pancing. tenda dan peralatan kemping lainnya.

Tempat-tempat wisata yang Anida kunjungi dideskripsikan dengan cukup baik, begitu pula dengan hal-hal krusial tentang backpacking di Australia yang tak boleh dilewatkan : buku Camp 5, website Gumtree, juga tips and trik yang diungkapkan sambil lalu tapi penting adanya.

Kisahnya juga tidak sepenuhnya jalan" saja, Anida juga mengungkapkan beberapa pemikiran terdalamnya, kisah pribadinya, membuat buku Under the Southern Stars mempunyai kedalaman yang lebih dari novel" travelling lainnya.

Yang jelas, gara" buku ini, saya jadi benar" penasaran dengan sebuah tempat bernama Valley of the Giants di Australia sana. Mungkin saya tidak akan seberani Anida, tapi saya benar-benar berharap saya bisa melihat tempat itu dengan mata dan kepala sendiri sebelum mati.

Buku ini recommended sekali untuk para pembaca yang ingin mendapatkan bacaan travelling yang terasa seperti novel fiksi yang mumpuni, orang" yg tertarik backpaking ke Australia, atau pembaca yang jenuh dengan pekerjaan rutin sehari" dan membutuhkan dorongan semangat untuk keluar dari comfort zone.

Bravo Anida, saya harap saya bisa membaca catatan perjalananmu di tempat lainnya. Kalaupun tidak, tidak apa", novel ini sudah lebih dari cukup untuk menginspirasi saya sepanjang hidup. Terimakasih ^^
Profile Image for Dini Novita  Sari.
Author 2 books37 followers
December 4, 2014
Wow! Speechless saya. I really like, ehm, LOVE the way Anida tells her story! Benar-benar berkisah, dari halaman2 awal saya sudah merasakan gaya novel di dalam cara bertuturnya. Bukan, bukan berarti saya meragukan keabsahan ceritanya karena ini jelas nonfiksi. Tetapi, Anida dapat merangkai kata dengan apik seolah sedang menuturkan cerita2 tokoh buatannya sendiri. Buku ini merangkum road trip-nya di Australia bersama tiga teman barunya--benar=benar baru kenal karena sebuah iklan. Tentunya karena ini buku perjalanan maka Anida banyak memaparkan deskripsi tempat. Tetapi saya hampir tak pernah merasa penuturan keterangan tempatnya itu monoton. Kalau mau lebih tahu maksud saya, bisa cek status-status yang saya tulis selama membaca buku ini. Banyak kalimat yang "quotable", didapat dari perenungan Anida ketika bercumbu dengan alam, dan tentunya hasil interaksinya bersama Thomas, Judith, dan Aymeric. Membuatku semakin mantap memasukkan solo traveling dalam jangka waktu panjang sebagai bucket list-ku!

Hmm... I'd love to tell you more about my feeling after reading this, but I'm still out of words. :D
keren. pake. banget. saya takut terlalu spoiler kalau menguraikannya satu-satu, hehehe. Jadi sementara ini dulu, will tell you more in my blog!

Thanks a lot Anida for sharing us this amazing experience! :)
Profile Image for Nidos.
302 reviews78 followers
January 7, 2016
Bagus. Banget!

I don't even remember when was the last time I read such an enjoyable nonfiction. And inspiring and quotable and informative at the same time. I did yawn few times in the middle but the whole journey left me speechless. And it's all real. What amazed me the most was how Anida used her words--so engaging.

And yes, the name. It's my first time finding my name in a story and I was excited everytime those five letters popped out--eventho no one call me "Anida" anymore these days (except Mom when she's angry). Somehow the fact that Thomas and Aymeric are both French, it reminds me of how Madame Coudert used to pronounce my name the French way. Oh those harsh time at college--yet I miss them now.

In the end it's not to quit your job and make your own journey that the author told us to do, it's to not stay put and say you're stuck when you know that life gives us so many choices to take--so live it to your own definition of "the fullest".

Four bright stars!

Ps: beautiful cover by the author herself, plus she's a solo traveler and word crafter, can't help being a fan of hers!
Profile Image for Naning Pratiwi.
17 reviews4 followers
April 11, 2016
Australia???

Buku ini buku traveling pertama yang berhasil membuat mupeng jalan-jalanku kembali bangun. Pesona alam negeri Kanguru dengan banyak pohon Eukaliptus raksasa, jalanan panjang tanpa pemandangan, hingga Kanguru dan Koala yang berjajar mengintip, sedikit banyak menggugah nurani untuk melangkahkan kaki ke dunia luar.

Bukan hanya antar kota, setidaknya bisa jalan-jalan melewati batas pulau cukup menarik juga ya..

Cerita yang lainnya sangat ditunggu. Apalagi tentang traveling ke berbagai penjuru dunia
:D
:D
Profile Image for Syifa Luthfianingsih.
251 reviews95 followers
December 16, 2014
Travel brings the best and the worst out of you. Sebuah perjalanan bersama orang-orang yang tidak kau kenal seperti sebuah seleksi alam. Tidak ada tempat untuk memasang topeng atau menjual kepura-puraan. Kalau tidak cocok, mereka akan menghilang. Namun, jika lulus ujian, kau akan mendapat sahabat yang selalu bisa diandalkan.
Profile Image for Kinanti Rana.
1 review1 follower
November 5, 2015
My favorite Indonesian travel memoir! Buku ini indah karena ditulis dengan hati. Deskripsi tempatnya tidak monoton, bahkan membuat saya berada di sana walaupun belum pernah ke Australia. But the best thing about this book is: setiap cerita terdengar personal, tetapi setiap refleksinya tentang berbagai hal mulai dari kebebasan, rekan perjalanan, hingga kehilangan, terasa sangat universal.
41 reviews1 follower
December 1, 2018
Salah satu buku tentang perjalanan (traveling) yang saya kagumi dan berhasil kembali membangkitkan jiwa petualangan. Awalnya saya mengira fiksi, ternyata kisah yang disajikan benar-benar terjadi pada sang penulis (nonfiksi).

Secara keseluruhan bercerita mengenai perjalanan penulis bersama travel mate-nya yang baru dikenal beberapa hari di Australia dan dikemas dengan sangat baik, menarik, juga ringan. Berbeda dengan buku perjalanan pada umumnya yang mungkin lebih banyak informasi mengenai tips dan penggambaran tempat (layaknya katalog), buku ini berhasil menggambarkan kondisi perjalanan awal mereka hingga berpisah kembali dengan suka dukanya. Sehingga kita bisa lebih mengenal setiap karakter dari tokoh-tokoh yang ada, terlebih disajikan pula beberapa foto, juga masa lalu setiap tokoh untuk melakukan perjalanan tersebut. Selain itu, selalu terdapat beberapa informasi mengenai destinasi yang dikunjungi, seperti dari sejarahnya. Paling menarik terdapat ilustrasi peta perjalanan, sehingga saya seringkali melihatnya saat mereka berpindah tempat dan merasa ikut berpetualang di Australia bersama semua tokoh cerita.
*

"Sebuah perjalanan menjadi bernilai karena pengalamannya, bukan cara melakukannya." (hal. 117)
"Sebuah perjalanan bersama orang-orang yang tidak kau kenal seperti sebuah seleksi alam. Tidak ada tempat untuk memasang topeng atau menjual kepura-puraan. Kalau tidak cocok, mereka akan menghilang. Namun, jika lulus ujian, kau akan mendapat sahabat yang selalu bisa diandalkan." (hal. 297)
Profile Image for Aisyia Zahra.
61 reviews2 followers
October 1, 2018
Dulu banget pas awal terbit, pernah liat promosi buku ini (kalo nggak salah) di twitter. Tertarik banget dan sempet baca previewnya di GoogleBooks. Makin kepincut karena punya bahasa yang rapi dan mantep, dan setiap paragrafnya bermakna. Lalu nyari buku ini di gramed dan nggak ketemu. Ikut kuis buat buku ini dan menang, tapi nggak diambil. Akhirnya setelah beberapa tahun kemudian, ketemu juga sama buku ini di grobmart. Plus, dapet tanda tangan penulisnya.

Emang jodoh tuh nggak kemana yha, hahaha.

Seperti yang saya bilang, setiap paragraf bermakna, setiap cerita punya makna. Rasanya seperti, seluruh dunia harus membaca buku ini. Karena tiap saya baca pasti, "ahh iya", "nah ini", "ih bener banget".

Lebih dari sekedar buku perjalanan, buku ini tentang kehidupan.

Oh ya, buku ini membuktikan kalo cowo-cowo romantis nggak cuma ada di dunia fiksi. Ada Thomas yang kayanya terlalu indah untuk menjadi nyata. Thomas is one of a million, TELL ME WHERE I CAN FIND A GUY LIKE HIM PLZ.

Dan yang bikin saya ngincer banget buku ini adah.. COVERNYA YANG CATCHY BANGET. Udah gitu pas tau ternyata design covernya dari Anida Dyah sendiri, duh udah deh. Panutan banget.

I hope she'll wrote another book.
Profile Image for Saffana Ramadhani.
1 review
November 27, 2018
hi. i just want to say, thank you SO SO much for writing this book and sharing your wonderful experience with us. you've brought out the best and worst situations of traveling and i'm forever grateful to have laid my eyes on the way you tell your stories beautifully.

i actually shed a tear when i finished reading, not gonna lie. i'm only sixteen and my dream has always been to travel the world. if outside Indonesia sounds pretty impossible for me right now, traveling around Indonesia would already be amazing enough for me. i really hope that someday i can live up to my dreams to travel the world and meet awesome people along the way.

note, this is my first time ever writing a review on a book on goodreads. well, anywhere really. but,

thank you, Anida, for this book. 💙

may our young souls always be fueled with wanderlust and a desire to travel and adventure the world.
Profile Image for pit.
106 reviews1 follower
February 19, 2019
4,5☆
I love this boook!! It makes me want to travel Australia💙. Actually, its my first time reading a travel book and I already fell in love with this book since the beginning... When I read this book, I didn't feel like reading a travel book or a nonfiction but I feel like reading a novel and travel them(I just love how she told her story so muchh)💙💙
Profile Image for Annisa Rachmah.
11 reviews
April 4, 2020
Buku ini sangat underrated, tulisan Anida Dyah sangatlah menyenangkan. Untuk sebuah buku traveling buku ini benar-benar bisa menjelaskan sebuah destinasi dengan sangat mudah namun tetap mengesankan. Ditambah dengan potongan foto yang sangat artistik di sela-sela bagian buku ini. Sangat suka sekali.
Profile Image for Jessica Huwae.
Author 7 books32 followers
April 6, 2018
A beautiful written yet underrated book. Not kinda travelogue-ish book, but in depth story which is the way any travel memoir should have written.
Profile Image for sablc.
13 reviews
September 13, 2020
it's light and fun reading yet it takes you right to the heart of the journey easily!
Profile Image for Nia F. S. Kartadilaga.
168 reviews37 followers
December 20, 2016
http://www.niafajriyani.com/2016/10/U...

Under the Southern Stars memuat catatan perjalanan yang dilakukan oleh Anida Dyah setelah dia memutuskan untuk berhenti bekerja, dengan karir yang sudah cukup lumayan, dan mengambil Work and Holiday Visa (WHV) Australia pada tahun-tahun pertama ketika program WHV muncul. Jika ingin membaca pengalamannya untuk akhirnya memutuskan mengambil WHV, bisa dilihat di sini.

Visa WHV merupakan visa yang memungkinkan warga Indonesia berusia 18-30 tahun untuk berlibur ke Australia sekaligus bekerja demi mendapatkan dana berlibur tersebut, asalkan sudah memenuhi syarat.

Cerita perjalanan Anida dimulai dengan bagaimana dia merefleksikan pilihannya untuk memulai pengalaman baru ketika dia baru sampai di Australia, pasca meninggalkan karir di Indonesia (p. 2).

Ini bukan liburan. Setidaknya itu yang kulakukan. Berhenti bekerja kantoran di akhir usia dua puluhan dan membeli tiket sekali jalan ke Australia, pemberhentian pertama dari rangkaian perjalanan mengitari dunia.
Tapi, kenapa?
Kenapa meninggalkan karier yang telah dibangun bertahun-tahun demi sekadar jalan-jalan?


Anida pun menyadari dengan benar bagaimana konsekuensi dari memilih menggunakan visa WHV dan bagaimana susahnya mendapatkan pekerjaan di Australia meskipun sudah mengantongi visa WHV. Sementara, mendapatkan pekerjaan adalah prioritas utama jika ingin bertahan hidup dan bisa berjalan-jalan sesuai rencana.

... Jika keuanganmu di level biasa-biasa saja dan tak tahu kapan akan kembali, berjalan-jalan di Australia tanpa uang yang cukup adalah bunuh diri, tercekik dengan nilai tukar dan harga barang yang sangat tinggi. Ketika melihat harga sepiring nasi goreng lebih dari seratus ribu rupiah dan harga sebotol air mineral 600 ml lebih mahal daripada harga satu liter bensin, aku tahu aku harus mencari pekerjaan sebelum melanjutkan perjalanan (p. 21).


Under the Southern Stars bukan sekadar catatan perjalanan layaknya sebuah diary. Ini adalah sebuah catatan hidup. Dengan konten seperti sebuah novel yang bercerita tentang sebuah petualangan, buku ini memang tepat untuk dianggap sebagai sebuah memoar, seperti yang tertulis di halaman awal buku ini.

Memoar ini ditulis berdasarkan catatan pada jurnal kecil yang selalu berada di dalam ransel, jika tidak sedang tersimpan di dalam saku. Jurnal itu digunakan untuk menandai urutan tempat, waktu, pikiran, kejadian menarik, serta percakapan yang membuat tertawa maupun tertohok dibuatnya. Tak hanya peristiwa, tercatat pula berbagai kesan akan rasa, suara, aroma, cahaya, hingga ekspresi wajah yang tidak tertangkap dalam ingatan dan kamera. Sebuah riset dilakukan untuk menunjang fakta dan sejarah dari tempat-tempat yang dilalui. Beberapa tokoh, kejadian, dan tempat dihilangkan untuk menjaga alur tanpa mengurangi kebenaran dan esensi cerita.

Profile Image for Nisa Misha.
212 reviews1 follower
July 26, 2021
Buku travelling yang paling menyenangkan untuk dibaca yang pernah dibaca.
Memoir perjalanan anida yang menelusuri benua australia dengan tiga orang teman asingnya yang dikemas dengan sangat menyenangkan, pembaca seakan diajak menikmati perjalanan road trip, worth the time!
Profile Image for Anna.
59 reviews
September 6, 2015
4,5 bintang tepatnya.
awalnya ingin menyelasaikan buku ini perlahan saja, but it's sunday n i just wanna waste my time with reading. maka jadilah buku ini habis terbaca. buku ini jenis buku traveling yg tidak hanya menawarkan deskripsi keindahan tempat yg dituju penulis tapi juga cerita di balik perjalanannya, tipe penulis yg tidak hanya melakukan traveling namun juga sembari mengamati sekitarnya. banyak cerita menarik yg disuguhkan dan untungnya tidak ada drama yg sebelumnya saya khawatirkan. so, Anida menjadi penulis tentang buku traveling kedua yg saya sukai setelah Windy. mungkin yg kurang di sini adalah foto-foto dr tempat menarik yg sekedar disuguhkan dengan kata-kata, dan mungkin juga kurang sedikit banyak tips2 bagi para traveler lain yg mungkin ingin melakukan perjalanan yg persis dengan penulis. tapi selebihnya tidak ada yg mengecawakan, bagus-bagus saja, i enjoyed it. :)
(saya tunggu buku selanjutnya, mungkin tentang petualangan penulis saat di New Zealend?)
Profile Image for wali_yeah.
58 reviews6 followers
May 20, 2015
Baca buku ini sebenernya mengingatkan gue sama "amy and roger epic ditour" tapi berhubung ini non fiksi jadi nggak bisa disebut plagiat. Everything is personal about this book, karena langsung dari sudut pandang si penulis.

Buat orang kantoran yang setiap hari 9 to 5 dan punya mimpi buat travelling tapi nggak berani bertindak, wajib baca!!! Buat gue sih buku ini ngena banget tapi reverse soalnya dulu kerjaan gue mobile yang kemana-mana dan sekarang kerja 9 to 5 behind desk, dan pasti bisa pulang ke rumah setiap hari.

Yang gue sayangkan kenapa buku ini nggak booming ya???? Mungkin orang sini lebih suka sama kisah inspirasi yang cuma berdoa aja terus simsalabim dapet. Padahal Anida ini menurut gue sih cukup layak disandingkan dengan Merry Riana, orang-orang yang bisa mewujudkan mimpinya tanpa embel-embel modal doa, ayat-ayat setan eh cinta.
Profile Image for Audrey.
28 reviews12 followers
January 12, 2015
Untuk mereka yang merasa stuck di balik kubikel kerjanya
Untuk mereka yang selalu ditanya 'kapan nikah?'
Untuk mereka yang sering meragukan,padahal sebenarnya ingin melakukan,tetapi tidak memiliki keberanian.

Buku ini sukses membuat saya ingin melarikan diri dari kenyataan hidup yang saya hadapi saat ini & membuat saya bertanya tanya kapan saya bisa mengalami perjalanan seseru ini & bisa menciptakan kisah indah dalam hidup saya sebelum usia saya 30 tahun. Dan tentunya membuat saya gigit jari karena penulis punya travel partner sekeren Thomas (duuuh)

Hanya satu yang membuat saya masih dihantui rasa penasaran. Kelanjutannya dengan Thomas setelah halaman 277 - 278 gimana ? hahahaha. #fansnyathomas
Profile Image for Farisa.
97 reviews2 followers
March 30, 2015
My favorite blind buy! :)

Awalnya saya pikir buku ini adalah fiksi, ternyata Under the Southern Stars merupakan jurnal road trip sang penulis di Benua Australia. Ooh... even better!

Saya salut pada keberanian Anida Dyah berpetualang sejauh beribu-ribu kilometer bersama tiga orang yang baru dikenal di Australia dalam satu mobil. Cara Anida Dyah bercerita juga mudah dinikmati: mengalir, deskriptif, dan kaya diksi. Bonus poin: foto-foto perjalanan ditambilkan dalam ukuran besar dengan jumlah cukup banyak. Seandainya foto-foto tersebut dicetak berwarna, pasti akan bagus sekali! (Ahhh... tapi nanti jadi mahal dong).

Recommended for:
penyuka travelling, backpackers, dan fans Amy & Roger Epic Detour
2 reviews
April 16, 2015
it's your trip too. You can do anything you want.
Buku karangan Anida Dyah ini berhasil membangkitkan jiwa petualangku. Keinginanku untuk kembali berpetualang, dan menjadikannya bagian dari "list to do", dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
Setiap kali rasa jenuh dengan rutinitas hinggap, aku selalu membaca buku ini, lagi dan lagi. Penuturannya enak sekali.
Sekolah, kuliah, bekerja, menikah. Lalu kapan kita punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi untuk melihat dunia ?
Pertanyaan sama yang sering muncul dibenakku dan belum terjawab. Kerenlah bukunya.
Profile Image for Adita Mubarika.
30 reviews
November 13, 2015
it is a great book. cocok untuk yang berjiwa petualang, yang ingin keluar dari zona nyaman, atau yang memang menyukai travelogue. kontemplasi dan perenungan hidup banyak bertebaran di halaman buku ini, tak pelak membuat pembacanya juga ikut berkontemplasi atas hidup mereka masing-masing. setelah membaca buku ini, dijamin bucket list-nya jadi tambah satu : bikin WHV Australia
Profile Image for Perwita Safitri.
10 reviews
June 23, 2019
Saya dapet buku ini karena menang lomba bikin pantun di twitter. Sesungguhnya saya tidak begitu suka buku-buku petualangan kayak gini. Tapi begitu mulai membaca dan membaca terus membaca sampai habis. Wew. Luar biasa Mbak Anida. Keren sekali bukunya. Bahkan saya sudah membacanya berkali-kali bener-bener berkali-kali banget. ^^
Profile Image for Enlik Lee.
101 reviews6 followers
November 19, 2018
It's Anida's story about her Working Holiday in Australia and more about her adventure during a road trip around the southern part of Australia. For those who love about a road trip, it's a great insight about what will happen during a road trip especially about your friendship with your travel mate.
Profile Image for Amalia.
72 reviews8 followers
January 24, 2015
Yes! Aku suka banget sama buku ini. Cara Anida deskripsiin buku ini pas banget. Porsinya juga pas. Aku ngabisin buku ini cuma sehari, tapi sehari baca itu bener-bener layaknya jalan-jalan beneran ke Australia. Jadi pengen travelling beneran ke Australia.
Displaying 1 - 30 of 35 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.