Masih sama kelucuannya dengan si Bandel. O Mungil ini adiknya si Bandel, anak bungsu dari keluarga Peep Larsson. Kisah-kisahnya tak kalah seru dan kocak dengan si Bandel.
Gaya bercerita Unnerstad masih sama di buku ini, polos dan sangat khas anak-anak. Sedangkan untuk gaya terjemah, sepertinya ada sedikit perbedaan. Jika di buku Si Bandel, banyak ditemukan kata-kata nggak baku, dan banyak imbuhan seperti 'tuh', 'deh', 'dong' (dan maksud saya banyak artinya beneran banyak), di buku O Mungil, kata-kata nggak baku dan imbuhan seperti itu sedikit berkurang. Entah karya aslinya begitu, atau memang lebih dirapikan lagi di seri yang ini.
Setelah membaca dua karya Edith Unnerstad ini, saya jadi makin ingin baca dua buku sebelumnya. Tamasya ke Laut dan Tamasya Panci Ajaib.