Jump to ratings and reviews
Rate this book

Finally You

Rate this book
Luisa dan Raka, dipersatukan oleh luka.
Luisa yang patah hati setelah ditinggal Hans, memilih menghabiskan waktunya di kantor sampai malam. Bekerja tak kenal lelah. Siapa sangka, ternyata bos di kantornya juga baru putus cinta. Mereka sama-sama mencari pelarian. Mengisi waktu-waktu lengang selepas jam lembur dengan menyusuri jalan-jalan padat ibu kota. Berdua. Membagi luka dan kecewa.

Antara bertahan pada kenangan, atau membiarkan waktu yang menyembuhkan. Baik Luisa ataupun Raka membiarkan hubungan mereka berjalan apa adanya. Hubungan yang dewasa tanpa ungkapan cinta. Mungkin rasa aman dan nyaman bersama kenangan, membuat Luisa dan Raka malas menyesap rasa baru dalam hubungan mereka.

Namun, bagaimana jika seiring berjalannya waktu, Raka mulai benar-benar jatuh cinta ketika Luisa justru sedang berpikir untuk kembali kepada Hans? Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu.

277 pages, Paperback

First published June 30, 2014

1 person is currently reading
35 people want to read

About the author

Dian Mariani

9 books14 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (16%)
4 stars
34 (46%)
3 stars
15 (20%)
2 stars
10 (13%)
1 star
2 (2%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for Khansa.
51 reviews
April 17, 2016
I hate Luisa. Tipe yang saya jauhin di lingkaran pergaulan saya, for sure. Nggak tahu sih, tapi saya nggak suka sama semua tokoh di novel ini. Ya Luisa, ya Raka. Ya mungkin ini mah masalah selera aja, kali.

Saya juga nggak suka dengan percakapan mereka yang sepenggal-sepenggal gini:


Ajegile. Ini bener-bener penggalan percakapan deh, bukan dialog!
Profile Image for Agatha Vonilia.
27 reviews4 followers
November 17, 2014
"Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu."

Prolog yang sangat menarik! Pertemuan itu memang ajaib. Tuhan selalu saja punya rencana untuk mempertemukan sepasang kekasih. Betapa tidak, Luisa dan Raka yang selama ini tidak pernah berbicara atau pun bertemu malah dipertemukan oleh sebuah kesalahan. Kesalahan memencat nomor dial. Awal pertemuan yang sungguh romantik.

Pertemuan-pertemuan dan dinner rahasia mereka sudah menjadi rutinitas sehari-hari Raka dan Luisa. Luisa, cewek yang menjunjung tinggi makan-makanan sehat, suka ngatur, cerewet, memiliki senyum manis dengan lesung pipinya membuat Raka tidak dapat berpaling darinya. Raka, cowok posesif, workaholic, tanpa ekspresi atau dapat dibilang tidak dapat mengekspresikan emosinya, dan satu lagi dia paling tidak bisa menyusun kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya serta Raka adalah cowok apa adanya. Itu yang paling penting bagi Louisa. Sedangkan Louisa selalu saja memberikan surprise kepada Raka. Setiap kata-kata Luisa selalu membuat Raka merasa sangat nyaman di dekatnya. Mungkin selama ini hanya Louisa lah yang memberikan perhatian lebih padanya. Terutama masalah kesehatan.

Percintaan antara bos dan karyawan sering terjadi di dalam kehidupan nyata. Akan tetapi, di novel ini Dian Mariani menyuguhkan cerita percintaan berbeda dari kehidupan nyata. Masa lalu seakan tidak dapat lepas dari kehidupan mereka berdua. Sekeras apapun mereka berusaha untuk move on tetap terlalu sulit bagi mereka. Malah mereka saling tersakiti pada saat cinta mulai bersemi di hati mereka.

"Masa lalu nggak penting. Kalaupun penting, nggak sepenting kamu. Kamu lebih penting dari masa lalu kamu." (Hal. 222)

Yah... Luisa hanya terpaku pada dosa-dosa masa lalu Raka bersama Saskia. Raka pun berusaha berdamai dengan masa lalunya dan memutuskan untuk mengakhiri masa lalunya. Dia melepaskan Saskia. Sangat sulit baginya karena tubuhnya menginginkannya tapi hatinya tidak. Di hati Raka telah terisi penuh oleh Luisa. Hampa... Rasa itulah yang menggelayutinya saat berpisah dengan Luisa selama 3 bulan.

Luisa berusaha keras menjauh dari Raka. Dia belum siap untuk menerima kenyataan pahit dari masa lalu Raka. Dia pindah ke kantor lamanya. Di kantor itu, dia malah berusaha menjalin hubungan dengan Hans. Mantan pacar Luisa 4 tahun lalu. Bekas luka itu tidak akan pernah hilang. Tapi apa salahnya kesempatan kedua? Semoga segalanya baik-baik saja.

Di tengah perjalanan hubungan Luisa dan Hans, Luisa merasa ragu. Ada yang salah. Tapi apa?

Baca deh novelnya. Bikin penasaran deh. Dari awal hingga akhir kalian akan dibuat terhanyut dalam balutan alur dan plotnya.
Profile Image for Emilya Kusnaidi.
Author 3 books40 followers
July 24, 2015
Awalnya penasaran banget dengan buku ini karena reviewnya bagus-bagus. Tapi ini mungkin masalah selera aja sih, saya merasa kurang connect sama tokoh-tokohnya.

Bagi saya, salah satu resep novel yang bagus adalah karakter yang kuat dan loveable. Sayang di novel ini saya kurang suka dengan Luisa. Luisa, si tokoh utama di novel ini rada mellow, suka galau, dan nggak bisa independen (singkat kata: cewek dan cenderung drama). Saya nggak suka dengan sikap Luisa yang mencla-mencle. Memang sih, salahkan perasaan, tapi saya nggak suka dengan sikapnya yang abis putus dari Hans, eh pindah ke Raka. Sehabis sama Raka, eh balik lagi sama Hans.

Begitupun tokoh Raka. Wataknya terasa campur-campur. Kontradiktif. Katanya menganut adat ketimuran dan berasal dari Jogja, tapi ngomong boso inggris. Begitu pula dengan hubungannya sama Saskia. Raka selalu dibilang tegas dan otoriter, namun hanya dilukiskan dengan kata-kata, bukannya tindakan.

Oh iya, saya juga kurang suka dengan narasinya yang terlalu banyak telling, bukannya showing. Perpindahan setting yang tidak begitu ketara dan percakapannya juga banyak yang dibuat sepenggal, kadang kurang terasa menggigit.

(Ish, saya pembaca yang cerewet banget ya *self-toyor* )

Poin plusnya... ceritanya mudah diikuti, dan mengalir aja gaya penceritaannya. Banyak kalimat quotable, yang pastinya disukai kaum hawa.

Overall, it was okay for me. So, 2 stars :))
Profile Image for Ainun Nufus.
Author 18 books50 followers
August 13, 2014
Waktu aku liat cover depan dan baca kata-kata di pojok kiri bawah aku punya keyakinan novel ini pasti bagus. Kata-katanya sangat menarikku untuk membaca sisi novelnya, "Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat dalam hidupmu".

Di halaman persembahan ada kata-kata yang menarik lagi untukku, "Relathionship last long not because they're destined to last long. Relationship last long because two brave people made a choice. To keep it, fight for it, and work for it". Dan masih banyak kata-kata menarik seperti tweet yang Luisa tulis di akunnya.

Di isi cerita aku sedikit gemas sendiri dengan Raka yang di awal mudah sekali diajak wanita masa lalunya. Rasanya ikut sakit hati kalau jadi Luisa. Tapi aku suka saat Raka dan Luisa saling memberi perhatian-perhatian kecil. So sweet! Dan wanita selalu suka dengan pria-pria seperti Raka. Cool tapi apa yang dia lakukan bisa bikin wanita klepek-klepek tanpa dia perlu bergombal ria. Sering-sering nahan nafas karena ucapan dan sikap Raka yang sweet abis, menurutku sih.

Yang pasti saya suka karena banyak quote-quote yang sweet ^^
Profile Image for Carolina Ratri.
Author 26 books40 followers
August 5, 2014
Overall, ini novel yang manis. Ada bagian-bagian yang menimbulkan rasa hangat saat membacanya. Seperti ketika Luisa lagi ngasih perhatian ke Raka tentang makanan sehatnya. Duh, saya juga mau loh diperhatiin sampe segitunya. *menerawang* Atau ketika Raka begitu protektifnya terhadap Luisa, dengan selalu ada di saat-saat Luisa membutuhkannya *menerawang lagi*. Jadi hubungan Raka dan Luisa ini memang unik. Masing-masing minta diperhatikan, dan masing-masing protektif dan posesif dengan caranya sendiri. Bukankah memang ada orang yang berpikir, bahwa dengan sifatnya yang posesif itu berarti menunjukkan rasa cintanya? Seperti itulah Luisa dan Raka. Mereka saling menjaga. And that's so sweet!!! *menerawang dengan mata berkaca-kaca*

More review di sini >> http://www.redcarra.com/review-buku-f...
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 8, 2015
Oh my God. Really GREAT story. Emosional banget novel ini untukku. Dari halaman pertama udah bikin aku jatuh cinta dan nggak bisa berhenti baca sampai halaman terakhir. Alhasil cukup 2 ato 3 jam untuk melahap novel ini dan merasakan feel novel ini secara keseluruhan. Mulai dari seneng, deg2an, kesal, hangat, hampir semua perasaan itu aku rasain pas baca novel ini. Penulis bikin novel yang enak banget pas dibaca. Ringan, ngalir, dan tepat sasaran. Walaupun secara teknik ada beberapa kesalahan paragraf, itu semua terabaikan karena ceritanya yang kece!!!

Review lengkapnya menyusul. I love this book :)). Masuk favorit :D
Profile Image for Christie Nathalia.
1 review
December 5, 2014
Buku ini habis dibaca dalam sehari saja. Bikin penasaran dari awal sampai akhir. Suka banget! Ceritanya bikin hati lebih hangat. Seperti bisa merasakan langsung apa yang Luisa rasakan. Dan kata-kata Luisa di halaman 270 buku ini bahkan semakin menambah rasa sayangku pada suami:

He fits me, kata Luisa dalam hati. He always does. I just need some times to realize. And some (unreasonable) reasons to believe.

Karena cinta itu sejatinya lebih sering having unreasonable reasons, bukan? :)
Profile Image for Weka Swasti.
15 reviews1 follower
June 3, 2015
Lucu dan manis. Suka banget sama karakter Luisa. Kadang-kadang kita memang begitu ya. Suka nggak terima sama masa lalu cowok yang sedang dekat sama kita atau bahkan masa lalu cowok yang sudah jadi pacar atau suami kita malah. Tapi... kejujuran itu memang penting. Membaca novel ini saya jadi belajar bagaimana seharusnya menjalani sebuah hubungan :).
Profile Image for Ranilia Lestari.
13 reviews2 followers
September 5, 2014
Membaca buku ini sambil perjalanan dengan kereta api.. Buku ini mampu menemani dengan sejuta rasa yabg disuguhkan, bahagia, sedih, gemas, deg-degan dan kesal.. Alur ceritanya mengalir dengan jelas bersama dengan penggambaran karakter tokoh yang kuat.. Novel romantis yg tercepat saya baca!
Profile Image for Herlina P Dewi.
Author 9 books31 followers
June 30, 2014
"Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu."

Novel yang sweet dan bikin mellow :)
Profile Image for Hikari Mio.
13 reviews1 follower
December 9, 2014
Desain sampul bagian depannya cukup menggambarkan petunjuk isi novel. Gambar cover depan sepasang kekasih itu mungkin adalah Raka dan Luisa *hehe. Tapi saya kurang suka dengan warna cover-nya. Terlalu datar dan monoton karena hanya menonjolkan satu warna. Di gambar sampul depan ada sepasang kekasih kan ? Nah, itu yang mereka lihat apa sih? Saya kurang bisa menebak gambar apa itu. Sungai atau danau ?

Bagian dari novel ini yang paling keren adalah saat akhirnya Raka bisa melepas Saskia. Lalu mulai meninggalkan masa lalunya, dimulai dengan menjual apartemennya. Langkah yang tegas dan cepat menurut saya, dan saya suka. Saya suka karakter Raka yang tegas, tapi kurang suka karakter Raka yang tergantung dengan Saskia —sebelumnya. Geregetan lihat Raka yang cuma bisa diam dan menerima disakiti oleh Saskia. Apalagi dia masih menerima Saskia. Arrghh, siapa yang nggak geregetan lihat sikap Raka yang seperti itu.

“Dari kamu, aku belajar bagaimana menghargai diriku sendiri. Damn hard lesson. Hargai diri kamu sendiri, Sas. Jangan pernah mengemis.” —Raka (hlm. 230)

Gaya bahasa yang digunakan sederhana, nggak njimet sehingga tidak membuat pusing kepala saya saat membacanya. Karakter untuk setiap tokoh juga dijelaskan secara gamblang di bagian-bagian terpisah di dalam cerita yang membuat saya semakin menyukai cerita dalam novel ini.
Untuk setting tempatnya, saya rasa kurang dieksplor. Seperti misalnya, setting di restoran seafood pinggir jalan di kawasan Kemanggisan. Detail interior dan suasananya kurang di eksplor, jadi saya kurang bisa masuk dalam cerita dan menggambarkan suasananya. Dan beberapa setting lainnya yang menurut saya kurang sekali penggambarannya.

Alur yang digunakan adalah alur maju. Walaupun kadang, penulis juga menyelipkan flashback yang dialami Raka maupun Luisa. Sayangnya, saat membacanya saya beberapa kali merasakan kurangnya jurus-jurus yang membuat terkejut. Sekalinya terkejut, saya malah merasakan sedikit nggak nyaman dengan itu semua. Kesannya, kesalahan Raka itu terlalu ditanggapi dengan berlebihan oleh Luisa.

Saya kurang setuju adanya perubahan karakter Luisa. Meskipun penulis tetap menuturkan kenapa dia berubah, tetap saja cerita jadi berbeda. Apalagi di karakter Luisa, perubahannya benar-benar signifikan. Dan menurut saya jalan ceritanya jadi kayak gimana gitu *hehe.

Untuk kekurangannya adalah masalah typo. Masalah yang umum di dalam dunia penerbitan. Typo menurut saya hal yang wajar lah, penulis/penerjemah/editor juga manusia. Tapi lebih baik lagi kalo typo itu gak ada, dieliminiasi seminimal mungkin! Bagaimana pun, typo itu turut andil dalam penilaian pembaca terhadap kualitas penerbit, penulis, penerjemah, dan editor loh.

Dan dalam novel ini saya masih banyak menemukan typo, seperti contoh :

Walaupun Pak Raka kelihatan baik dan ramah, bukan berarti dia bisa bertanya apa pun padanya, kan ? Apalagi pertanyaan selancang itu. Memangnya aku siapa? Dan Pak Raka itu siapa? Ya ampun. (hlm. 18)
Seharusnya kata ‘dia’ diganti dengan kata ‘aku.’ Ini kan semacam kalimat yang Luisa ucapkan dalam hati —menurut saya.

“Yup, makanan tanah air selalu lebih pas.”
“Masalah kebiasaan juga ya, Pak.” (hlm. 82)
Sebenarnya tidak ada yang salah dalam kalimat ini. Cuma yang salah itu font dan penggalan kalimat yang terlalu menjorok dan berbeda dari yang lainnya. Dan itu tentu saja menggangu mata saya, karena terlihat jelas. Dan untuk penggalan kalimat yang terlalu menjorok, saya masih menemukannya di halaman 115, 119, 145. Dan untuk halaman 119, saya menemukan dua kesalahan. Yang pertama, yang saya sebutkan tadi, dan untuk yang kedua dibagian “Sama, saya juga,” bagian depan kalimat tersebut di double spasi jadi agak lebar.

“Ada beberapa hari Papa jemput pas lagi ke daerah sana.” (hal. 120)
Mungkin sebaiknya ditengah kalimat ‘ada’ dan ‘beberapa’ ditambah tanda penghubung koma (,) jadi ada jeda dan nggak bikin bingung pembaca.

DIa kembali teringat kejadian tadi sore di Over Easy, resto kesukaan Raka yang ternyata punya segudang memori dengan Saskia. (hal. 133)
Adakah yang tahu dimana kesalahannya? Dilihat sekilas, pasti sudah tahu kan letak salahnya dimana? Yup, huruf ‘I’ yang seharusnya tidak di caps lock.

Jantung Raka seperti berhenti berdetak melihat Luisa ada di sana Kini matanya tak lepas dari sosok di seberang itu. (hal. 161)
Untuk yang ini sih masih sama seperti yang sebelumnya yaitu kurang tanda penghubung dibagian tengah kalimat ‘sana’ dan ‘Kini’ seharusnya ada tanda penghubung titik (.)

“Aku udah curiga, sih. Kayanya dia cuma pengin menyelamatkan kamu aja. Kamu dan dia kelihatan canggung, nggak seperti orang pacaran beneran.” (hal. 166)
Itu kalimat ‘kayanya’ bukannya yang bener ‘kayaknya’ ya? Maaf, kalau salah *hehe.

“Sayang itu pacaranya malah di kamar 205 ya, Bu. Kalau kamar sebelah nggak penuh, kan bisa di sebelah aja biar bisa saling besuk.” (hal. 182)
Mungkin lebih baik huruf ‘a’ dikalimat ‘pacaranya’ dihapus kali ya!
Setengah jam kemudian, pesannya baru dibalas.
Take care
Luisa langsung membalas lagi.
Gimana keadaan kamu, udah baikan ? (hal. 191)
Kalau untuk ini, kesalahan pada font-nya. Seharusnya bagian Luisa langsung membalas lagi itu, font-nya bukannya harus beda ya?

Luisa mengikuti langkah Raka (hal. 269)
Untuk yang satu ini, kurang tanda penghubung titik (.) dibagian setelah kata ‘Raka’

“Padahal aku sayang gini sama pacarnya.” (hal. 274)
Sebenarnya nggak ada yang salah dalam kalimat ini. Cuma agak bingung aja maksudnya. Dan sampai sekarang, tiap buka halaman tersebut masih aja bingung apa maksud perkataan Raka. Please, yang tahu maksud perkataan Raka, tell me! 

Di dalam buku ini juga, saya menemukan beberapa kalimat yang menurut saya kurang efektif atau bisa dibilang kurang pas kali ya! *hehe. Contohnya :

“Bapak sendirian?”
“Yup.” Katanya sembari mengangkat bahunya.
“Sedang mau ngapain, Pak?” (hal. 14)
Kayaknya kurang pas gitu, mungkin baiknya “Sedang ngapain, Pak?”

Luisa hampir protes, tapi lalu mendengar gadis yang berdiri di sisi Hans mendehem. (hal. 15)
Ada baiknya salah satu kata yang saya garis bawahi dibuang saja biar kesannya nggak njimet.

Dan sesiangan itu mereka hanya berkirim-kiriman email sambil sesekali saling melirik dan tersenyum. (hal. 81)
Kata ‘sesiangan’ itu kerasa gimana gitu kalau dibaca. Mungkin lebih baik nggak usah dikasih imbuhan se-an kali ya! *kasih saran hehe.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini :

1. Kata orang, kalau udah sekali selingkuh, seterusnya jadi kebiasaan. (hlm. 54)
2. Menyangkal atau mengiyakan, akan sama buruk akibatnya. (hlm. 76)
3. Masa lalu adalah masa lalu. Mudah mengatakannya. Tapi, semudah itu jugakah menjalaninya? (hlm. 99)
4. Sainganku itu bukan orang baru. Tapi seseorang dari masa lalu kamu. (hlm. 102)
5. Rasa percaya itu mahal harganya. (hlm. 117)
6. Nggak ada gunanya berusaha meraih kembali orang yang suah jelas-jelas nggak mau sama kita lagi. (hlm. 117)
7. Tak ada yang bisa menghapus masa lalu. (hlm. 138)
8. Semua orang pernah melakukan kesalahan, bukan? Tidak ada orang yang sempurna, bukan? (hlm. 155)
9. Nggak ada orang baik yang ninggalin seseorang untuk orang lain. (hlm. 218)
10. Kamu lebih penting dari masa lalu kamu. (hlm. 222)

Overall, saya menikmati kisah perjalanan cinta Raka dan Luisa yang membuat emosi saya dibawa naik turun.
Profile Image for Siska.
92 reviews
October 24, 2018
"Kita sama-sama tahu, mereka itu masa lalu. Tapi kita enggan beranjak dari kenangan itu."

Ditulis dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga, alur bergerak maju dan sedikit mundur di pertengahan. Jalan cerita terasa wajar, pas dan tidak terburu-buru. Dari awal hubungan Raka dan Luisa yang kemudian naik level hingga akhir kisah, semua terasa wajar. Tidak terasa cinta kilat.
Setting tempat dan setting waktu dijabarkan dengan baik.


Ide cerita bisa terbilang ada yang serupa namun dikemas dengan sangat baik dan konflik yang ditawarkan cukup berat dan menarik, ditulis sedemikian rupa sehingga terasa ringan saat membacanya.
Yang aku suka dari novel ini, aku dihadapkan pada dua tokoh utama yang tidak sempurna. Raka dengan masa lalunya bersama Gina. Luisa dengan ketakutannya dan kesulitannya beranjak dari Hans.
Jadi bisa disimpulkan, bukan cuma mengangkat kisah romansa tapi juag bagaimana perjuangan Raka dan Luisa untuk melepaskan diri dari masa lalu, menghadapi ketakutan, kepercayaan, kebodohan akibat cinta dan menemukan orang yang tepat.

"Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu."
Profile Image for Rahma.
139 reviews8 followers
July 3, 2017
Suka dengan ceritanya...
Profile Image for Rany Dwi.
43 reviews2 followers
December 9, 2014
Akhirnya selesai juga baca novel Finally You ini di tengah gempuran study hard buat UAS. Sempat pesimis nggak bakal bisa ikut lomba ini, tapi untungnya ada waktu untuk menyelesaikan novel ini+ buat review-nya juga. Say Alhamdulilah~~

Alur cerita yang diangkat penulis cukup menarik. Penulis menggunakan alur maju dan mundur. Selipan-selipan flashback yang diangkat penulis semakin menonjolkan karakter dari novel ini. Saya suka penggambaran karakter tokoh-tokoh dari novel ini. Memang karakter kedua tokoh utama tidak dijelaskan secara gamblang di bagian awal, namun melalui teknik show don’t tell, di sepanjang cerita, saya dapat menemukan bagaimana karakter mereka.

Luisa—di novel ini karakter Luisa menurut saya digambarkan sebagai wanita cengeng. Terbukti dengan beberapa adegan yang memperlihatkan karakternya :

Kini bayangan itu terlihat buram. Dan tanpa bisa dihindari, ia terisak. Akhirnya tangisan itu tumpah juga. (hlm. 12)

Luisa mengembangkan senyumnya, walau sisa-sisa air mata masih ada di sana. (hlm. 55)

Luisa menyeka matanya dengan tisu, lalu tersenyum kecil. (hlm. 87)

Raka—di novel ini karakter Raka menurut saya yang paling susah dijelaskan. Ia tipe laki-laki yang tidak pandai bermain kata-kata. Tapi saya agak geregetan juga. Udah tahu disakiti tapi tetep aja bertahan. Tapi cinta memang kadang bisa membuat seseorang tidak bisa berpikir secara rasional, kan ? Salut sama penulis yang mampu menciptakan karakter aneh seperti Raka ini, yang terlihat enggan meninggalkan masa lalu tapi entah kenapa malah jatuh cinta sama Luisa.

Penulis berulang kali menampilkan konflik di dalam cerita ini. Namun, konflik yang menurut saya paling kerasa itu waktu Luisa meminta penjelasan kepada Raka tentang masa lalu Raka dengan Saskia.

“Apa yang dia kasih ke kamu, sampai kamu nggak bisa lepas dari dia ?”
“Luisa…”
“Apa benar, walaupun sudah putus, kamu dan dia masih sering tidur bareng ?”
“Aku dan dia udah nggak ada apa-apa!”
“Tapi kamu nggak bisa ninggalin dia, kan? Karena dia bisa kasih kamu apa pun yang kamu mau. Iya, kan?”

Tapi…karakter Luisa yang tadinya marah-marah dari penggalan percakapan di atas berubah seperti tidak terjadi apa-apa.

“Ka?” Luisa memanggil dengan cemas, melihat sosok di hadapannya seperti kehilangan semua tenaganya. “Aku cuma bercanda.” Luisa tiba-tiba memeluk lengan Raka.

Perubahan karakter Luisa terlalu signifikan. Masak habis bertengkar langsung baikan lagi. Agak kurang seru. Padahal saya berharap eksekusinya nanti bakal nendang atau setidaknya bisa membuat saya terkejut.

Dibandingkan tokoh Luisa, saya menyukai tokoh Saskia. Kenapa ? Menurut saya penggambaran tokoh Saskia begitu jelas dan kuat (meskipun tidak dijelaskan secara gamblang) hingga saya bisa membayangkan seperti apa tokoh Saskia kalau di dunia nyata. Yang keras kepala, kalau ingin sesuatu harus tercapai, pintar merajuk, dan tentu saja cantik.

Untuk tokoh Luisa, saya seperti menemukan diri saya dalam karakter tokoh wanita yang satu ini, karena menyukai buku.

Terakhir kali ke sini, Luisa betah duduk berjam-jam hanya dengan membaca buku sambil menikmati secangkir cokelat panas di sudut kafe. (hlm. 124)

Sejak kecil, ia suka sekali buku. Ia bisa betah menghabiskan waktu seharian di toko buku. Ia suka wangi lembaran kertas-kertas buku yang baru dibuka segelnya. (hlm. 124)

Benar-benar seperti saya. Saya juga betah berjam-jam hanya dengan membaca buku sampai lupa makan dan sempat dimarahi ibu gara-gara lupa waktu. Saya juga suka mencium wangi lembaran kertas-kertas buku yang baru dibuka segelnya sampai temen saya bilang kalau saya sudah kecanduan sama wangi-nya buku (^_^”)

Isi ceritanya memang to the point dan saya suka. Tapi efek-nya saya merasa alurnya terlalu cepat dan mendadak. Bagian cerita flashback antara Luisa dan Hans (hlm. 21) itu juga akan lebih bagus kalau dibikin adegan tersendiri, bukan cuma diceritakan lewat narasi (show, don’t tell).

Selain itu, ada penempatan beberapa kata dalam bahasa Inggris yang membingungkan menurut saya.
Seperti kalimat ini: “No prob, just call if you need 911!” (hlm. 19). Daripada menggunakan kata “prob”, alangkah baiknya jika diganti dengan “problem” (saya sebenarnya tahu maksudnya, tapi awal baca, saya kira itu typo, jadi lebih baik kalau ditulis yang sebenar-benarnya / jangan disingkat).

Hal lain yang saya sukai dari novel ini adalah setting-nya. Saya juga suka penggambaran saat Luisa di Café Buku. Cukup menambah pengetahuan, meskipun latar tempatnya masih bisa dieksplorasi lagi. Sebut saja latar tempat di Singapura-nya. Saya kurang merasa diajak “jalan-jalan” oleh penulis. Padahal saya berharap setting Singapura-nya lebih ditonjolkan.

Continue Reading => http://mizukeume.blogspot.com/2014/12... (Silahkan berkunjung ke blog saya^^)
Profile Image for Esvandiari Sant.
14 reviews6 followers
December 9, 2014
Mereka itu masa lalu. Tapi kadang, kita sulit beranjak dari kenangan itu.

Masalah utama Luisa saat ini adalah tidak bisa move on dari kenangan hubungannya bersama Hans yang telah dirajut selama empat tahun. Luisa tidak habis pikir betapa mudahnya Hans berpaling ke lain hati, sementara ia sulit melupakan semua yang pernah menjadi kepingan masa lalunya. Hanya gara-gara sebait lagu atau selembar foto, air mata Luisa bisa menderas kembali. Itu semua karena Hans!

Hidup itu dibikin ringan aja. Nggak usah terlalu dipikirin, tapi dijalanin.

Gara-gara telepon nyasar dari sang atasan, Luisa jadi mengenal Raka, sang bos, lebih dekat. Cowok pekerja keras itu ternyata teman ngobrol yang asyik, suka makan sembarangan, dan … mampu membuat Luisa tersenyum lagi. Bak gayung bersambut, Raka pun merasakan sesuatu yang berbeda saat bersama Luisa. Raka bisa menjadi dirinya sendiri, bebas, lepas. Kesukaan mereka akan wisata kuliner menumbuhkan sesuatu yang awalnya tidak mereka inginkan. Tetapi ….

Masa lalu nggak akan kembali. Tapi orang-orang dari masa lalu, masih mungkin datang lagi.

Tak bisa dipungkiri, Raka pun punya masa lalu yang belum bisa benar-benar disebut masa lalu. Raka tidak bisa menghapus sosok Saskia walaupun wanita itu sudah memilih pria lain. Setiap kali Saskia datang ke apartemen Raka, ia tak dapat mengusirnya. Sampai kapankah ia terus begini? Terutama di saat ia menyadari arti seorang Luisa bagi dirinya.

Mana yang lebih sulit; berusaha menahan perasaan dari orang yang masih mencintai mantan pacarnya, atau meraih mantan pacarnya untuk kembali?

Segala usaha Luisa dan Raka untuk move on berada di persimpangan jalan gara-gara sosok masa lalu yang memang tidak akan pernah sepenuhnya hilang dalam hidup ini. Di sinilah hati mereka diuji untuk benar-benar menemukan orang yang berarti, yang benar-benar menyayangi tanpa harus bingung memilih di antara dua.

Cinta itu bisa ditumbuhkan kembali.

Sejak zaman dahulu kala #soktahu manusia memang sudah ditakdirkan tidak bisa hidup sendiri. Jadi, kehilangan seseorang yang begitu berarti pasti akan meninggalkan luka, entah itu berat atau ringan. Tidak heran tema ini banyak diangkat dalam berbagai cerita. Saya sendiri sempat sebal pada Luisa yang begitu sulit untuk move on, sementara Hans sudah menggandeng cewek baru. Namun, memang manusia tidak bisa semudah itu membetulkan hati yang kadung retak, apalagi hancur berantakan. Betul, waktu akan menyembuhkan luka dan … menumbuhkan cinta kembali.

Memaafkan nggak sama dengan melupakan.

Awalnya saya sering berpikir mengapa cuma makhluk berlabel cewek yang sulit untuk move on? Yah, rata-rata tokoh perempuan dalam novel begitu. Tapi, Raka dalam buku ini bukanlah makhluk sempurna. Di balik sosok yang gila kerja itu, tersimpan sosok lain yang masih percaya kalau Saskia mungkin akan kembali lagi padanya. Mungkin hal inilah yang membuat Raka terlihat manusiawi, bukan cowok sempurna yang biasanya dimunculkan sebagai sang superhero. Selain itu, Saskia pun biar agak, agak bitchy, tidak digambarkan terlalu berlebihan oleh sang penulis. Tokoh Hans benar-benar muncul sebagai ‘tempelan’, tidak meninggalkan kesan sedalam Saskia. Namun, sekali lagi, saya sedikit kesal pada Luisa yang termasuk ‘lembek’ sebagai tokoh utama. Well, but she finally could open her eyes and heart 

Nggak ada gunanya berusaha meraih kembali orang yang sudah jelas-jelas nggak mau sama kita lagi.

Saya merasa konflik yang terbangun di separuh awal buku ini agak dirusak oleh penyelesaian yang kurang heboh bagi saya. Lho? Yah, tidak perlu adegan lari-lari di bandara ala Cinta dan Rangga, sih, tapi andaikan ada semacam konfrontasi jelas antara Hans dan Raka, mungkin lebih greget, seperti antara Luisa vs Saskia. Luisa pun andaikan tidak selembek itu, mungkin akan bisa melawan Saskia dengan seimbang. Mungkin di sinilah peran Raka yang sesungguhnya, seorang pangeran yang merebut putrinya dari si mantan pacar, hehe…

Rasa percaya itu mahal harganya.

Di balik semua kenikmatan saya membaca buku ini, saya terganggu pada beberapa kesalahan tata bahasa yang muncul berulang kali. Yaitu… penggunaan kata titik setelah dialog yang masih ada sambungannya. Misalnya: “ … dia.” kata Saskia. Seharusnya sesudah kata dia itu adalah tanda koma, bukannya titik. Awalnya saya mengira kalau itu kesalahan belaka, tapi mengingat begitu seringnya muncul, saya jadi curiga itu bukan ketidaksengajaan. Terutama saat saya menemukan kesalahan serupa di buku lainnya. Mungkin hal ini tidak penting bagi sebagian besar pembaca, tapi bagi saya ini juga menunjukkan mutu editorial sebuah penerbit. Semoga ke depannya Stilleto bisa lebih baik lagi, ya. Terutama tata letaknya. Jangan terlalu sederhana, berikan sedikit variasi ornament atau minimal penggunaan font yang sesuai dengan isi cerita biar pembaca bisa benar-benar terhanyut.

Profile Image for Sofhy Haisyah.
17 reviews2 followers
February 8, 2016
Judul : Finally You
Pengarang : Dian Mariani
Editor : Herlina P. Dewi
Proff Reader : Weka Swasti
Desain Cover : Teguh Santosa
Layout Isi : Deeje
ISBN : 978-602-7572-28-7
Penerbit : Stiletto Book, Yogyakarta
Tebal : 280 halaman

Novel ini menceritakan tentang perjalanan cinta antara atasan dan karyawan, yang dipertemukan oleh sebuah LUKA.. Luka atas pengkhianatan dari masa lalu mereka sendiri..

“Suara itu… Suara bariton yang paling dirindukan Luisa. Suara yang selama ini menenangkan, sebelum menjadi asing dan jauh”. [hal :14]


Luisa, seorang gadis yang masih terjebak dan masih belum bisa move-on dari mantannya bernama Hans.. Tiba-tiba, bertemu dengan atasannya yang bernama Raka dalam situasi yang tidak terduga..

Luisa sosok yang baik dan polos. Bahkan saking polosnya, Luisa tidak pernah sadar bahwa pacarnya Hans merasa jenuh berhubungan dengannya. Hubungan selama empat tahun pun kandas, karena Hans lebih memilih Gina.

Ketiganya pun, diperhadapkan pada situasi yang tidak mengenakkan.. Mereka bertiga bertemu.. Lalu, disaat Luisa mulai merasa terpuruk saat melihat Hans dan Gina jalan bersama.. Datanglah Raka membantunya.. Saat itulah, kedekatan antara Luisa dan Raka muncul..

“Luisa lupa, kapan terakhir kali ia merasa senyaman ini. Senyaman dan seringan ini” [hal : 83]

“Raka memang belum pernah menjadi orang spesial buat Lisa” [hal : 83]

“Namun Luisa mulai menyadari kalau akhir-akhir ini bayang Raka sesekali muncul dalam benaknya, bergantian dengan kenangan tentang Hans” [hal : 84]

***

“Masa lalu adalah masa lalu. Mudah mengatakannya. Tapi, semudah itu jugakah ia menjalaninya ?. Lukanya masih belum kering, apa ia sanggup menjalin hubungan baru walaupun dengan orang yang berbeda ?. Bukankah ini juga memiliki resiko yang sama ?” [hal : 99]


Itulah yang ingin Luisa katakan saat Raka pertama kali mengutarakan perasaannya.. Saat itu, Luisa mengiyakan.. Tapi sayang, Luisa tidak mengira bahwa masalah menunggunya.. Masalah mengenai seseorang di masa lalu Raka, Saskia..

***
Novel Finally You ini, menurut aku bagus.. Baik dari segi isinya, alur ceritanya, dan karakter tokohnya.. Aku merasa sempat merasa sesak saat membaca bagian Luisa mengetahui masa lalu Raka, dan bertemu dengan Saskia. Sosok wanita cantik dan anggun yang ternyata berwujud asli monster serigala yang menyeramkan.

Beda sama tokoh Raka.. Kalo mau jujur, aku langsung jatuh cinta dengan tokoh ini.. Sosoknya yang cuek, , tukang ngatur, workholic, tak pandai memainkan kata, tapi ternyata memiliki pandangan yang jauh mengenai masa depan dan romantis. Berhasil membuat aku memasukkannya dalam tokoh cerita ditidur siangku.. ^_^))">

Walaupun aku belum pernah punya novel yang bertuliskan namaku sebagai pengarangnya. Tapi, yaa aku tau beberapa aturan dalam penulisan sebuah cerita. Salah satunya, penulisan kata atau kalimat asing yang harus dicetak miring. Dalam novel Finally You, aturan itu dipatuhi. Salut !. Karena gak jarang juga sih, aku baca novel aturan tersebut diabaikan.

Covernya, menurut aku suram banget.. Mungkin, sesuai dengan temanya kali yaa.. Masa lalu yang kelam.. Hahaay.. ^_^))v

Typo dalam novel ini juga banyak. Dan sayangnya, kata yang aku sebut kalimat typo tersebut, berulang-ulang keberadaannya. Seperti “mag” yang seharusnya “maag”, dan “trenyuh” yang seharusnya “terenyuh”.

But, finally.. Aku suka ma isinya..

Oh iya, dalam novel ini gak hanya typo-nya loh yang banyak. Tapi, banyak juga quotes yang keren buat kamu, kamu, kamu yang masih terjebak di masa lalu dan susah move-on !!
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
March 18, 2015
"Relathionship last long not because they're destined to last long. Relationship last long because two brave people made a choice. To keep it, fight for it, and work for it".

Ini tentang kisah Luisa dan Raka, dua orang yang sama-sama baru mengalami patah hati. Awalnya walaupun mereka sekantor, mereka tidak terlalu saling mengenal, tidak lebih sekedar hubungan profesional antara atasan dan bawahan saja, apalagi pekerjaan Luisa tidak terlalu terkait langsung dengan Raka.

Insiden kecil saat mendial number extension telpon malah mendekatkan keduanya. Berujung sebuah tawaran makan malam, berlanjut ke makan malam selanjutnya. Hubungan mereka pun semakin mencair, setelah "office hour" mereka pun sering berjanji untuk menghabiskan waktu sekedar untuk makan malam bersama dan ini mulai menimbulkan desas-desus dan gosip dilingkungan kantor mereka.

Akhirnya, mereka pun jadian. Sayangnya kebahagiaan tak berlangsung lama, konflik pun mulai bergulir ketika orang-orang dari masa lalu datang menggoda. Raka seakan tak kuasa untuk menolak kehadiran Saskia, mantannya yang telah mengkhianati dan memutuskan untuk pergi dari sisinya untuk pria lain. Raka seakan bertekuk lutut dihadapan Saskia karena gejolak nafsu yang sulit terbendung. Saskia pun diatas angin, buatnya kehadiran Luisa sebagai pacar Raka bukanlah penghalang baginya. Mereka sama-sama bebas berhubungan dengan siapa saja.

Hubungan Raka dan Luisa pun diujung tanduk, mereka akhirnya berpisah. Sekalipun Raka tahu ia mulai mencintai Luisa, tetapi dia bukanlah pria yang gampang mengungkapkan perasaannya. Akhirnya, Luisa yang memilih mundur dari kehidupan Raka kembali ke kantor lamanya. Disanalah dia bertemu dengan Hans, pria yang dulu sangat dia cintai namun telah berselingkuh dengan sesama teman kerjanya. Hans yang mengejar-ngejar Luisa membuat Luisa kembali berpikir untuk memberikan kesempatan kedua, tetapi masih ada sedikit keraguan dihatinya.

"Masa lalu nggak penting. Kalaupun penting, nggak sepenting kamu. Kamu lebih penting dari masa lalu kamu."

Bagaimana akhir kisah Raka dan Luisa? Sanggupkah mereka berdamai dengan masa lalu dan merajut kebahagiaan bersama?

Novel ini ringan dan mengalir lancar, tahu-tahu aku sudah dipenghujung cerita. Sayangnya aku masih menemukan beberapa typo sepanjang proses membacanya, untungnya semua itu tidak mengurangi kenikmatan membacaku. Sebagai novel debut, ini sebuah perkenalan yang manis untukku.^^

"Ternyata bukan tentang waktu. Bukan juga tentang masa lalu. Ini tentang menemukan orang yang paling tepat untuk hidupmu."
Profile Image for Pattrycia.
351 reviews
January 9, 2015
Devoured this book in 3 hours. Alurnya cepat, cara bertuturnya enak, ceritanya mengalir. Konfliknya juga ga terlalu dalam & saya suka sm cara penyelesaiannya. Long story short, Luisa & Raka yang sama2 baru patah hati menemukan kenyamanan di dalam diri satu sama lain. Dimulai dari acara makan malam yang tak terduga berlanjut ke dinner2 lainnya yang berubah menjadi kebiasaan mereka sebelum pulang kantor. Berlanjut ke sesi telpon2an hingga dini hari sampai akhirnya mereka jadian. Masalah mulai muncul ketika orang2 dari masa lalu kembali hadir dalam kehidupan mereka. But true love always finds its way to each other. Sy agak kesel sama Raka soalnya dia gmpang bgt nyerah sama hawa nafsu & godaan Saskia (mantannya). Tapi sy suka sm kejujuran dia & karakternya yg dewasa. He fucked up but he is man enough to admit it & he actually did sth to fix it. Luisa jg terlau gampang kembali ke pelukan mantannya, Hans the dick. Klo buat sy, selingkuh itu dosa yang tdk bs termaafkan bgt tp ga tau apa Luisa terlalu bodoh atau dibutakan oleh cinta smp2 dia mau ngemis2 sm Hans. Just like most romance books, this book ends with a HEA.
Sayangnya, buku ini krg editing, byk typonya. Mungkin saya bakal lbh suka buku ini klo si Raka ga dikit2 ngmg pake bahasa inggris. Jujur, bhs inggrisnya rada menganggu, soalnya di pandangan sy, Raka ini orgnya indo bgt, secara dia org Jawa. Hidupnya yg agak liberal dgn free sex nya juga ga bs sy sangka. Overall, saya suka ceritanya, tp typo & bhs inggris serta free sex nya Raka bikin sy cm bs menyematkan 3*** A good & light read for a sleepy night.
Profile Image for Rie_dominique.
664 reviews66 followers
March 14, 2015
Luisa sedang patah hati. Hans yang telah dipacarinya selama kurang lebih empat tahun memutuskan hubungan. Ketika Luisa menanyakan alasannya, Hans hanya berkata ia jenuh dengan hubungan mereka. Tetapi tak lama kemudian Luisa melihat Hans jalan bergandengan tangan dengan Gina, cewek yang sekantor dengan Gina, cewek yang sekantor dengan Hans.

Ketika pertemuan tak sengaja dengan Hans dan Gina di sebuah Mall, Luisa diselamatkan oleh Raka, bosnya. Cowok ganteng dengan pasaran tinggi ini langsung bisa membaca situasi dan mengaku sebagai pacar Luisa.


full review klik disini
1 review
December 9, 2014
cerita yang terlihat sederhana namun ternyata tidak sederhana.

Luisa dan Raka yang sama-sama mengalami galau akan masa lalu mereka, mencoba untuk terus berjalan walau penuh keraguan terlebih lagi sosok-sosok di masa lalu kembali datang.

Alur yang mudah dibayangkan seakan kita bisa masuk ke dalamnya dan merasakan sedih, bahagia, galau yang dirasakan Luisa dan Raka

Pesan moral : jangan pernah takut untuk meninggalkan masa lalu yang nyaman demi masa depan yang lebih baik apalagi masa depan itu bersama orang yang tepat untuk hidupmu :)
Profile Image for Afifah.
410 reviews16 followers
February 18, 2015
Ada bagian yang sempet bikin bingung, ini dia salah menulis dalam bahasa inggris atau memang typo? Cukup mengganggu buat saya. Apalagi Anne Hathaway jadi Anna Hathaway. Sampe liat di iMDB buat ngecek...wkwk.

Bingung juga gimana mau review buku ini. Tepat sebelum baca buku ini ada suatu buku yg bikin keki. Jadi rasa keselnya masih ada saat membaca buku ini. Dan ketika ada lagi bagian yang membuat saya keki itu, jadi makin bete. Mungkin nanti akan saya re-read buku ini agar bisa saya review sejujur-jujurnya.
Profile Image for Anggita Sekar Laranti.
105 reviews33 followers
January 7, 2015
Dua bintang. Oke. Oke aja.

Ceritanya lumayan. Ya, ketebak sih, hehe. Typonya lumayan banyak. Eh, iya, ternyata ada yang lebih mengganggu dari typo: paragraf berantakan. Apa sih, istilahnya kalau kebanyakan tab? Itulah.

Karakternya awalnya bagus. Tapi jadi mbleber di akhirnya. Hmmm sampulnya enggak eye catching menurut saya. Dan itu kalau diamati nggak high resolution lho. Sedih, ah.

Ya gitu aja deh. Thankyou anyway for the story.
Profile Image for Stevinia Epin.
52 reviews
March 17, 2015
jalan cerita sederhana dan menarik, buat ga bisa berenti bacanya. sekali baca langsung jatuh cinta, ga bisa lepas dari bukunya sebelum dibaca sampai habis.
kata demi kata yang tertulis enak dibaca, simpel.

Raka yang ga banyak ngomong, gentle >> tipe-tipe yang selalu bisa memunculkan butterfly in my belly ^^.

This entire review has been hidden because of spoilers.
1 review
finally-you
April 30, 2015
Buku ini cukup menegaskan kita bahwa pertemuan itu tak selamanya diakhiri dengan dipersatukan melainkan perpisahan.
Dalam sebuah hubungan jika tidak ada rasa percaya dan ragu-ragu buat apa menjalin hubungan lebih baik tidak sama sekali daripada ada luka nantinya.
saat membaca buku ini, saya mendapat pandangan baru, cara berpikir baru juga dalam hal menyikapi sebuah hubungan.
selamat membaca-
Profile Image for Nurul .
24 reviews5 followers
December 9, 2014
Novel romance memang selalu bikin gregetan :-D

Relationship last long not because they're destined to last long. Relationship last long because two brave people made a choice, to keep it, fight for it and work for it

review lengkap baca disini yah http://bit.ly/1wulpnU
Displaying 1 - 27 of 27 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.