Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bordeaux Tiga

Rate this book
“Bordeaux? Kota tua bergelimang anggur! Kau bisa menemukan anggur dengan harga lebih murah dari air mineral, atau bahkan sebotol yang harganya sama dengan tiket pesawat keliling dunia!”
Kelana, seorang perempuan dari keluarga kelas menengah di Jakarta, memperoleh beasiswa untuk kuliah di Bordeaux, Prancis. Kesempatan ini membawanya menjalin persahabatan dengan Dewa, sesama mahasiswa Indonesia. Dia juga bertemu dengan Gérard, Alexandrine, dan Thi Thuy; teman sekelas yang mengajarkannya bahwa persahabatan tak berbatas sekat warga negara, budaya, bahkan agama. Serta, pertemuan dengan Ajisaka, mahasiswa idealis yang menyeretnya dalam gelombang perasaan tak berujung.
Bordeaux Tiga, novel perjalanan yang menceritakan impian hidup, cita-cita, persahabatan, dan cinta. Semuanya dikisahkan di antara lorong-lorong kota tua Bordeaux, sudut-sudut Barcelona, barisan hutan pinus Himalaya, asap dapur jalanan Delhi, dan labirin kota Paris. Dalam pencarian jati diri dan proses pendewasaan hidup yang dialami Kelana.

288 pages, Paperback

First published May 12, 2014

5 people are currently reading
18 people want to read

About the author

Wiwik Mahdayani

4 books3 followers
Wiwik's debut in travel literature started with ecotourism guidebook in French The Natural Guide series: Bali Lombok Flores Sumba Sumbawa (2008), Bali Lombok Flores Sumba (2011); and The Green Traveler-Catatan Perjalanan Ekowisata Keliling Indonesia (2011) in Bahasa Indonesia, presented travel stories across remote areas in Indonesia. Her first novel, Bordeaux Tiga (2014)—is a travel literature fiction, which takes place in Bordeaux, Paris, Barcelona, Indian Himalayan Region, and Delhi. The account combines travel, romance, friendship, and passion for life.
In her spare time, she is a contributor of travel articles for major travel magazines in Indonesia since 2007. She mostly wrote publications and research reports on tourism prior commenced to write popular articles and travel literature.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (9%)
4 stars
18 (41%)
3 stars
16 (37%)
2 stars
3 (6%)
1 star
2 (4%)
Displaying 1 - 19 of 19 reviews
Profile Image for Novieta Tourisia.
6 reviews42 followers
August 23, 2014
Membaca Bordeaux Tiga seperti diajak ngobrol sembari berkelana dengan sahabatmu, Kelana. Itu kesan saya sejak awal hingga selesai membaca buku ini.

Wiwik bercerita melalui ritme yang indah dan lugas, dengan pilihan diksi yang pas -- jelas dan tak berbelit-belit. Ditulis dari sudut pandang orang pertama dan disertai kronologi waktu, pembaca (setidaknya saya) merasa dilibatkan, seolah pembaca adalah teman curhat Kelana. Dan kejutan-kejutan kecil dalam cerita disampaikan dengan porsi yang tepat, tak berlebihan.

Gejolak antara Kelana dan Ajisaka yang tak meledak-ledak membuat buku ini 'berbeda'. Kisah asmaranya begitu dewasa, tak meluap dan didramatisir. Pembaca yang menggemari karya fiksi matang akan suka ini.

Tentu saja ada beberapa catatan lain. Kurangnya sentuhan pada bagian tsunami 2004, termasuk ketika Patricia meributkan pilihan Kelana untuk tidak kembali ke Indonesia saat bencana itu terjadi, ada esensi lebih mendalam yang sebenarnya bisa diselipkan di sana, entah dalam bentuk dialog atau sekadar narasi oleh Kelana.

Selain itu, catatan lebih kepada penyuntingan. Pertama penyebutan kata ganti Dr. Shitalakshya, kadang ditulis 'dia', tapi kali lain menjadi 'beliau', sehingga terkesan kurang mantap dalam memosisikannya, sebagai yang dituakan atau disetarakan. Kedua yaitu typo di bab 17 (salah satu bab favorit saya dalam buku ini), terdapat tiga kekurangtelitian dalam menulis nama program yang diajukan Kelana: 'la rencotre', 'la rencontre', dan 'la recontre'.

Secara keseluruhan buku ini sangat baik, mengingat sang penulis juga praktisi pariwisata/ekowisata dan pernah menetap di Perancis. Sehingga ia terinspirasi dan benar-benar menjiwai rangkaian topik yang diusung dalam setiap bagian cerita.

Mari kita nantikan karya fiksi Wiwik berikutnya, baik lewat Kelana maupun tokoh lainnya yang tak kalah menarik.
Profile Image for sifa fauziah.
52 reviews
June 10, 2016
Akhirnya selesai setelah menimbang-nimbang baiknya terus baca atau tidak. Bosan rasanya, bahkan lebih setengah buku mengisahkan perjalanan Kelana sebagai mahasiswa, hiruk-pikuk serta "keindahan" kota-kota yang menjadi destinasinya, seperti halnya baca diary seseorang, sungguh. Tidak ada yang istimewa. Meski penuturannya benar-benar detail dan setelahnya aku jadi sangat paham budaya negara lain, seakan perjalanan ini terjadi pada si penulis sendiri..mmm aku curiga.
Barangkali ada baiknya baca buku ini sebelum datang ke Prancis ataupun India, agar tahu dulu bagaimana kebiasaan orang-orang di sana.
Pada akhirnya cerita ini menyinggung kisah 'percintaan' Kelana dengan Ajisaka. Tapi karena di fokuskan pada bagian-bagian akhir, tidak banyak menceritakan kebersamaan mereka, yang bisa ngembangin chemistry, jadi chemistry itu sama sekali tidak aku rasakan.
Profile Image for Lania Akhmetzyanova .
242 reviews1 follower
January 21, 2025
Aku menemukan buku ini tanpa sengaja di sebuah rak diskon, dan harganya hanya 5000 rupiah. Jujur saja, aku membelinya tanpa ekspektasi apa-apa, hanya karena ingin mengisi waktu luang. Tapi, ternyata buku ini adalah kejutan yang luar biasa. Membacanya terasa seperti menyusuri lorong waktu yang penuh dengan aroma anggur, sejarah, dan rahasia yang perlahan terkuak. Aku terhanyut dalam kisahnya yang begitu kaya akan detail, seolah bisa merasakan tanah yang basah setelah hujan, mencium aroma kayu dari barel anggur tua, dan mendengar suara bisik-bisik di antara kebun anggur yang luas. Setiap halaman membuatku semakin tenggelam, seperti meminum segelas anggur yang semakin lama semakin pekat dan kompleks.

Yang paling berkesan bagiku adalah bagaimana cerita ini bukan hanya tentang warisan atau tradisi, tetapi juga tentang perjalanan pribadi. Aku merasa terhubung dengan karakter utamanya, yang berusaha menemukan jati diri di antara tuntutan masa lalu dan keinginan untuk melangkah maju. Buku ini mengajarkanku bahwa terkadang, untuk memahami siapa diri kita, kita harus berani menggali masa lalu, menghadapi luka yang tersembunyi, dan menemukan keindahan di balik kerumitan. Rasanya seperti menikmati anggur terbaik—pelan-pelan, dengan penuh makna, dan meninggalkan kesan yang sulit dilupakan.
1 review
July 16, 2021
Novel ini tidak akan memuaskan mereka yang membayangkan kisah romantis di Paris, karena pada novel ini lebih menjelaskan tentang keindahan Paris itu sendiri, tidak hanya Paris, tetapi juga keindahan beberapa negara dijelaskan secara singkat di sini.
Saya akui, buku ini cukup membosankan di awal, hal itu dapat disebabkan karena tidak ada cerita yang menguras emosi, berfokus pada perjalanan Kelana dalam kuliahnya, menyadari bagaimana penulis menjelaskan setiap tempat yang didatangi Kelana dengan sangat detail, saya memutuskan untuk mencari di google setiap tempat yang di datangi Kelana dan ini berhasil membuat saya lebih menikmati novel ini.
Pada bab akhir, disuguhkan kisah cinta antara Kelana dan Ajisaka yang sangat menarik, kisahnya sangat ringan dan tidak bertele-tele, dewasa. Saya berharap ada kelanjutan buku yang berfokuskan ceritanya pada kisah Kelana dan Ajisaka karena di buku ini kisah mereka belum berakhir dengan jelas dan tentunya penulis tetap mempertahankan ciri khas pada buku ini, yaitu menceritakan tempat-tempat yang menarik.
Profile Image for Sylvia Prastika.
55 reviews1 follower
July 2, 2024
Bordeaux Tiga menceritakan tentang impian hidup, cita-cita, persahabatan dan cinta yang dialami seorang mahasiswi cerdas selama berada di Prancis. Kelana Putri, mahasiswi aktif dan dinamis yang kesehariannya tidak hanya berkutat di sekitar apartemen-kampus-apartemen saja.

"Apa rasanya tinggal di Paris? Dingin. Aura cinta dan romantisme hanya dirasakan para pelancong yang tidak menetap setiap hari di kota ini. Kita sendiri harus menghangatkan dan memberi warna sesuai yang kita inginkan." -Kelana

Selama membaca buku ini aku bisa mengenal kota tua Bordeaux, Kota Paris yang dingin, Barcelona, Delhi hingga Himalaya yang diceritakan secara apik. Sudut pandang tokoh utama yaitu Kelana mampu membuat aku sebagai pembaca ikut merasakan bagaimana suka duka menuntut ilmu di luar negeri terutama di Prancis.

-Kita akan menemui hal baik atau buruk dimanapun di dunia ini- Kelana Putri
Profile Image for Jasmina.
50 reviews2 followers
November 4, 2017
Menurutku ini memang seperti perjalanan hidup untuk menetap di bordeaux dari sudut pandang mahasiswi. Eung, entahlah, hehe.

Awal halaman, aku merasa ini sangat membosankan. Bahkan, aku sempat berhenti membaca untuk beberapa hari, hehe. Tapi dari pertengahan hingga akhir halaman, itu cukup menarik, karena aku rasa aku menemukan hal baru.

Untuk gaya penulisannya, aku cukup suka karena penulis menulis dengan sangat rinci sampai aku pun merasakan keadaannya. Tapi untuk alur ceritanya, eung, aku tidak menemukan hal yang ‘wah’ di sini, jadi terasa cukup monoton. Menurutku.

3 bintang untuk buku ini😁
Profile Image for Nad.
105 reviews2 followers
June 16, 2022
Seru bangetttt! Berasa lagi ikutan jadi mahasiswa di Paris kayak Kelana.

Banyak nyeritain gimana rasanya jadi mahasiswa di sana, gimana pandangan orang-orang sana sama orang Indonesia. Kebayang deh pokoknya! Dari Bordeaux ke Paris, banyak hidden gems yang sudah dijelajahi sama Kelana jadi ilmu baru buat aku.

Enggak lupa juga, pengalaman berkesan Kelana di India. Pokoknya candu dan seru! Meskipun bahasanya baku. Tapi aku paham sih, karena latar belakang ceritanya kan memang di Bordeaux. Pasti pakai bahasa Prancis, enggak mungkin gue-elo gitu ya 😂

Pokoknya, thank u Kelana sudah ajak aku jalan-jalan!

Ajisaka, pinter akademik doang tapi enggak pinter percintaan ah, payah 😛
1 review
June 5, 2020
Rangkaian kalimat yang ditulis oleh mbak W. Mahdayani ini mampu mengajak pembaca seperti berwisata ke Prancis. Sebab apa yang ia tuturkan begitu rinci untuk memperkenalkan tempat indah disana. Novel ini bagus, deskripsinya sangat lengkap namun hanya saja konflik dari cerita ini kurang begitu menarik dan menonjol. Mungkin mbak W. Mahdayani akan melanjutkan cerita Bourdeaux Tiga yang menjabarkan kisah Ajisaka dan Kelana.
By the way, berkat novel ini saya yakin untuk mengambil studi pariwisata. Terima kasih, Mbak:)
Profile Image for Nabila Rizqa.
1 review3 followers
July 6, 2020
Seperti merasakan yang Kelana rasakan saat tinggal di Prancis. Cerita dan alurnya runtut banget tapi sayang endingnya masih sedikit mengambang. Penasaran jadinya kisah Kelana dan Ajisaka, akhirnya bagimana setelah Kelana balik Indonesia.
Profile Image for Novie.
46 reviews
May 9, 2018
Jadi pengen ke Paris.
Jadi pengen nulis juga sesuatu tentang Argentina...hmmm.... Thanks Mbak Wiwik sudah membagi cerita ini ^_^
Profile Image for Nurul Hasanah Moslem .
2 reviews4 followers
September 18, 2015
Sinopsis:

"Bordeaux? Kota tua bergelimang anggur! Kau bisa menemukan anggur dengan harga lebih murah dari air mineral, atau bahkan sebotol yang harganya sama dengan tiket pesawat keliling dunia!"
Kelana, seorang perempuan dari keluarga kelas menengah di Jakarta, memperoleh beasiswa untuk kuliah di Bordeaux, Prancis. Kesempatan ini membawanya menjalin persahabatan dengan Dewa, sesama mahasiswa Indonesia. Dia juga bertemu Gerard, Alexandrine, dan Thi Thuy; teman sekelas yang mengajarkannya bahwa persahabatan tak berbatas sekat warga negara, budaya, bahkan agama. Serta, pertemuan dengan Ajisaka, mahasiswa idealis yang menyeretnya dalam gelombang perasaan tak berujung.
Bordeaux tiga menceritakan impian hidup, cita-cita, persahabatan, dan cinta. Semuanya dikisahkan di antara lorong-lorong kota tua Bordeaux, sudut-sudut Barcelona, barisan hutan pinus Himalaya, asap dapur jalanan Delhi, dan labirin kota Paris. Dalam pencarian jati diri dan proses pendewasaan hidup yang dialami Kelana.


---

Review:

Membaca Bordeaux Tiga karya W. Mahdayani ini seakan membawa saya melintasi tempat-tempat yang diceritakan. Kelana yang cerdas sungguh memikat saya saat pertama kali membaca novel ini. Tak sampai di situ, saya disuguhkan dengan gaya penulisan dalam novel ini yang sungguh istimewa.

"Aku ingin bertemu lelaki dengan mata berbinar seperti pendaran cahaya bintang di langit malam yang kelam. Agar ketika merindukannya, aku bisa memandang langit malam yang pekat, mencari di antara gemintang yang paling bersinar karena itulah dia."

Cerita berlanjut menuju setting Barcelona. Siapa sangka di sana ia kehilangan paspornya. Bagi para pencopet Eropa, paspor merupakan benda yang berharga selain dompet.

Delhi, India. Memberikan banyak sekali pelajaran bagi Kelana. Ia harus hati-hati dan bersikap waspada. Kata-kata dari seorang supir taksi yang selalu diingatnya. Jangan terlalu ramah pada orang yang baru dikenal.

Agra, India. Di sini ia mengunjungi Taj Mahal. Ia melihat sebuah makam. Tapi bukannya aura mistis yang ia dapatkan, namun aura romantis yang terus menguar. Kedatangannya ke sana seorang diri memberikan kesan aneh. Seseorang menegurnya seakan memberikan sebuah jawaban bahwa ia seharusnya melemparkan koin ke arah makam. Jika ia ingin kembali ke sini dengan pria yang ia cintai. Yang kelak menjadi suaminya dan sangat mencintainya. Ia pun menurutinya, terlepas dari sebuah mitos atau tidak.

Di bagian terakhir dari novel ini, kedekatan seorang Kelana dengan Ajisaka pun semakin tak terbantahkan. Mereka sering menghabiskan waktu untuk piknik, pergi ke taman, kafe, dan menyusuri tempat-tempat di Paris. That was sweet moments I think.

Bab 17 mengupas tentang titik menuju masa depan. Saya suka sekali bab ini. Di sini dengan gamblang Ajisaka menunjukkan ketertarikannya dengan Kelana. Meskipun tak terlalu kentara. Inilah percakapan mereka yang sempat membuat saya baper. Istilah anak zaman sekarang. Haha
"Kelana, kau bisa hitung berapa banyak tetesan salju itu?"
"Tidak. Bagaimana bisa?" Aku terkekeh geli.
"Lihatlah tetesan salju itu, sebanyak itulah rindu yang kusimpan saat tidak bertemu denganmu."
Pipiku memanas. Aku kehilangan kata-kata, dan membiarkan Ajisaka yang kini sudah menggenggam tanganku.

Namun perasaan saya kembali terhempas dengan hubungan Ajisaka dan Kelana. Ajisaka yang melanjutkan study S3 nya dan Kelana yang kembali ke tanah air karena mendapatkan pekerjaan yang berbasis di Bali.

Di akhir halaman, sebuah kejutan kembali hadir. Sebuah kartu yang entah apa isinya dari Kelana. Dan saya dibuat penasaran apakah berujung happy ending atau sad ending?
Profile Image for Yuniar Saraswati.
2 reviews
July 10, 2014
Dari awal pertama baca Bordeaux Tiga, sama sekali tidak berekspektasi tentang apapun mungkin karena aku belum “tahu” penulisnya dan Prancis bukanlah Negara impianku. Tapi dari cara penulis merangkai cerita dan menjelaskan keindahan maupun memberitahu kekurangan suatu tempat secara tersirat, membuat aku jatuh cinta dengan karyanya =]

Bordeaux Tiga memang menceritakan tentang impian hidup, cita-cita, persahabatan, dan cinta yang dialami oleh Kelana Putri, sang tokoh utama ketika berada di Prancis.

Perjalanan kehidupan Kelana selama menjadi mahasiswa di Bordeaux cukup menarik untuk dibaca karena dia adalah seorang mahasiswa aktif nan dinamis yang pasti hidupnya tidak berkutat di sekitaran apartemen-kampus-perpustakaan saja.

“Kita akan menemui hal baik atau buruk di manapun di dunia ini” -Kelana

Kelana, sosok mahasiswi pemberani yang juga suka pergi jauh dan menikmati hidup. Kisah perjalanannya saat melewati sudut-sudut Barcelona, melihat dan merasakan sekilas kehidupan yang keras di Delhi maupun saat mengagumi Himalaya juga meninggalkan kisah tersendiri yang mampu membuat tersenyum juga terkadang membuat jengkel.

Selama menjadi mahasiswa di Bordeaux, Kelana mampu membaur dengan teman-temannya bahkan dia mendapatkan sahabat-sahabat baru seperti: Gerard, Alexandrine, Thi Thuy yang mengajarkannya bahwa persahabatan tidak mempermasalahkan perbedaan budaya bahkan agama.

“Apa rasanya tinggal di Paris? Dingin. Aura cinta dan romantisme hanya dirasakan para pelancong yang tidak menetap di kota ini setiap hari. Kita sendiri yang harus menghangatkan dan memberi warna sesuai yang kita inginkan.”

Ya, hidup di Negeri orang memang tidak selalu mudah. Kelana pun juga mengalami hal tersebut selama tinggal di Prancis baik di kota tua Bordeaux maupun kota Paris yang "dingin"

Tapi Kelana cukup berhasil untuk mewarnai hidupnya selama di Prancis dengan kehadiran Ajisaka.

Ajisaka, seorang mahasiswa idealis yang mampu mewarnai kehidupan Kelana selama di Paris bahkan membawanya ke dalam gelombang perasaan yang tak selalu harus berujung.

Gaya bahasa yang digunakan oleh penulis, terasa cocok dan pas untuk novel travel-fiction ini karena cerita dikisahkan lewat sudut pandang tokoh utama, yang merupakan seorang mahasiswi cerdas.

Selama membaca novel ini, aku mendapatkan banyak pengetahuan tambahan yang belum aku ketahui sebelumnya. Namun pengetahuan itu dikemas dalam kerangka cerita yang menarik sehingga meninggalkan kesan.

Salah satunya:
“Tenang. Aku sudah biasa berdiskusi dengan orang Prancis. Saling berteriak adalah hal biasa, tak ada dendam sesudahnya.” –Kelana


Aku tidak menemukan satu typo-pun di novel ini tapi ada sebuah pernyataan Pak Walikota Marcheprime yang membuatku sedikit bingung campur kecewa di halaman 180 :(

Novel ini bergenre travel-fiction tapi cara penulis mendeskrisikan tempat cukup detail namun tidak membosankan sehingga mampu membawa kita seolah mengikuti perjalanan Kelana menyusuri tempat-tempat menarik yang diceritakan di Novel ini.

Aku suka buku travelling dan aku suka novel ini secara keseluruhan, serta dengan senang hati memberi 4 bintang :)

Terimakasih sudah memberiku kesempatan untuk mengenal Bordeaux, Paris, Delhi, Himalaya dan Barcelona dalam rangkaian cerita yang apik di novel ini :)
Profile Image for Ghina Amania.
19 reviews
July 4, 2014
"Dalam hidup ada masa di mana kita harus serius memikirkan masa depan. Pada sebagian orang kemungkinan harus mengesampingkan kesenangan. Jika saat itu tiba, kita bisa menjalaninya dengan baik karena sudah pernah mengalami masa penuh  kesenangan."

Novel berjudul 'Bordeaux Tiga' ini menceritakan tentang cita-cita dan pengalaman Kelana di negara Perancis. Di mulai dari tawaran salah satu dosen untuk memberikannya beasiswa ke Bordeaux. Sudah dipastikan kelana tidak membuang-buang waktu untuk menjemput impiannya itu.

"Kita memang selalu menginginkan apa yang tidak kita miliki."

Ternyata hidup di negara 'orang' tidak semudah yang Kelana kira, dia harus ekstra sabar dan berhati-hati. Di Bordeaux dia dipertemukan dengan tiga sahabat baru; Gérard, Alexandrine, dan Thi Thuy yang selalu mendukung Kelana tanpa mempermasalahkan perbedaan budaya.

Tetapi perjalanan Kelana tidak berhenti hanya di Bordeaux saja, jiwa petualang selalu mampu membuatnya ingin menjelajahi dunia lebih luas lagi. Mulai dari Barcelona, Delhi, sampai gunung Himalaya.

Kedatangannya di Paris juga mempertemukan dia dengan Ajisaka, salah satu kawan Dewa, sahabat Kelana yang sesama mahasiswa Indonesia.

"Aku tak pernah mengerti kenapa senyumannya mampu mencerahkan hari, mengubah semua warna yang ada  di sekitar menjadi lebih cerah dari yang sebenarnya."

Ajisaka mampu membuat harapan-harapan timbul di ruang hati Kelana. Meskipun kenyataan cinta tidak harus selamanya berakhir bahagia

"Mungkin cinta adalah hal yang memanusiakan manusia... walau aku tak tahu apakah perasaan ini bisa disebut cinta."

Menurut saya, untuk novel sejenis traveling seperti ini bahasa yang digunakan penulis masih terlalu baku. Mungkin bisa menjadi saran bagi penulis untuk memakai bahasa yang lebih 'ringan' dalam novel-novel selanjutnya :)

But over all, saya suka novel ini. Lagi-lagi karena bersetting di Paris, kota impian saya. Bagian yang paling seru adalah saat Kelana pergi ke Delhi. Saya jadi tahu banyak hal yang ada di kota itu. Tapi yang paling saya suka tetap yang settingnya di Paris. Karena di sana Kelana banyak menyusuri tempat-tempat bersejarah dengan Ajisaka. Saya masih penasaran pesan apa yang ada di dalam kartu yang dituliskan Kelana untuk Ajiska sebelum Kelana kembali ke Indonesia. Hehehe :D

Senang sekali rasanya bisa membaca dan mereview novel Bordeaux Tiga ini. Terimakasih banyak kepada @grasindo_id dan Kak W. Mahdayani untuk novelnya :)
Profile Image for Puji Rahayu.
7 reviews
February 21, 2017
Menceritakn bagaimana kuliah di Paris dan tempat2 yang ada di sekitarnya.. sayangnya kisah percintaannya diakhiri belum tau apa yg akan terjadi selanjutnya..
Profile Image for Yuli Pritania.
Author 26 books286 followers
March 18, 2016
3,5 bintang. Dibulatkan ke atas karena saya beneran suka banget ama narasinya dan deskripsi tempat-tempat yang sangat detail dengan ciri khasnya masing-masing.

Awalnya tertarik karena blurb-nya yang menawan hati.

"Semuanya dikisahkan di antara lorong-lorong kota tua Bordeaux, sudut-sudut Barcelona, barisan hutan pinus Himalaya, asap dapur jalanan Delhi, dan labirin kota Paris."

Dan penulisnya sama sekali tidak mengecewakan. Semua tempat yang dibahas bukan merupakan tempelan semata. Dan novel ini bukan tentang romansa, lebih ke perjuangan seorang mahasiswi yang hidup di Prancis. Tapi tidak membosankan. Saya membacanya dengan runut, hingga tuntas. Dan menggeram saat isi kartu dari Kelana di bagian akhir tidak dijelaskan.

Suka sekali dengan adegan-adegan piknik di taman yang dilakukan Kelana dan Ajisaka. Mereka romantis dengan cara yang berbeda. Persahabatan Kelana dengan teman-temannya juga menarik untuk disimak. Orang-orang yang memang dia sukai, juga orang-orang yang tidak dia suka.

Ada sedikit ganjalan, memang. Penulisnya perempuan dan tokoh utamanya juga perempuan. Anehnya, kadang saya lupa. Narasi Kelana sama sekali tidak feminin. Condong ke maskulin, malah.

Tapi tetap saja, novel ini mengajarkan teknik penulisan tentang perjalanan kepada saya. Dan saya menikmati semua deskripsinya.

Bacaan yang menyenangkan.
Profile Image for Rina Purwaningsih.
82 reviews1 follower
August 9, 2014
Buku ini selesai kubaca dalam sekali duduk. Karena alurnya emang lumayan bikin penasaran mulai dari halaman tengah (sayang bukan dari halaman 1). Kisahnya mampu memompa semangat bahwa apapun yg kita kerjakan dgn serius akan berbuah manis.

Dear Tante Mahda (panggilan sayangku ke Penulis), sedikit kritik dariku, kisah di lembar2 awal terlalu umum dan kurang menggigit. Kawatir pembaca lain gagal antusias melanjutkan baca ke lembar berikutnya. Maksudku umum adalah kisah biasa yang akan dialami semua mahasiswa baru di negri asing. Mungkin bisa ditaruh sebuah kisah teka teki yg bikin penasaran pembaca untuk menyelesaikan buku ini hingga lembaran akhir.

Dear Tante Mahda, I am so proud of you. Bangga pernah bekerja bareng dengan orang sehebatmu. Tak sabar menanti buku2mu selanjutnya.

Jadi siapakah Bang Surya itu???

Salam kecup dan peluk terhangat untumu
Rina - Sang Keponakan
Profile Image for Marina.
2,042 reviews362 followers
June 4, 2015
** Books 254 - 2014 **

Sebenernya saya sudah berekspektasi tinggi dengan novel ini apalagi isinya perjalanan Kelana di Bordeaux, Sudut-sudut Barcelona, barisan hutan pinus Himalaya, India dan Paris. ternyata isinya biasa saja dan cenderung datar hingga akhir.. Saya sampai mati kebosanan untuk menyelesaikan buku setebal 280 halaman ini huhu

saya berikan 2,5 bintang untuk novel ini!
2 bintang untuk penggambaran setting negara lain yang bagus dan untuk Bordeaux membuat saya ingin kembali ke paris lagi suatu saat nanti
0,5 bintang untuk cerita keseluruhan..

Profile Image for Edo Marendra.
2 reviews2 followers
January 12, 2017
Bagus.. Cerita nya tidak berlebihan, mengalir begitu baik tiap bagian. Kelana terlihat sebagai wanita yang begitu menarik, mandiri, pantang menyerah. Setiap membaca seakan ikut dapat membayangkan ikut berinteraksi dengan alam Perancis yang dikisahkan. Sayang Ajisaka dan aku pun tidak mengerti dengan kartu yang diberikan Kelana pada Ajisaka sebelum kembali ke Indonesia.
Profile Image for Literavy.
93 reviews4 followers
Read
December 23, 2016
Siwalaaaaaan, malem - malem digantung kek gini gegara endingnya ..... hadeuuuh !! Please deh ! aaaarrrrggghhhh ....
Displaying 1 - 19 of 19 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.