Ketika hati sudah memilih, sejauh mana kau membiarkannya membawamu?
Dara Paramitha melepaskan pandangannya ke hamparan salju di Central Park. Ingatannya kembali pada dua setengah tahun lalu. Saat pertama kali bertemu Aisyah Liu, teman kuliahnya di New York yang telah menuntunnya menemukan hidayah. Lalu ingatannya beralih pada dua pemuda Amerika yang telah membuatnya merasakan getaran cinta, Richard Wenner sang arsitek mapan dan Brad Smith personel band yang menawan.
Masa kuliahnya telah berakhir. Saatnya dia kembali ke negerinya, meninggalkan kota ini. Memilih mengabdikan ilmunya di perusahaan ayahnya. Menyisakan resah di hati dua pemuda yang sama-sama mengharapkan cintanya.
Richard tak ingin menyerah. Dia nekat menyusul Dara, sengaja bekerja di tempat yang sama, dan mencari kesempatan meraih hati gadis itu. Di belahan bumi lainnya, Brad tak bisa tenang. Kepergian Richard ke Jakarta membuatnya waswas, apalagi Richard secara terbuka menyatakan diri sebagai pesaingnya. Tak mau kalah, Brad pun mendatangi Dara dan melamarnya sekali lagi.
Kala hati tidak hanya bicara cinta, siapa yang Dara pilih? Apakah Brad yang tengah tertatih-tatih menjaga imannya, ataukah Richard yang tenang namun serius berusaha mendapatkannya? Dan saat ada hati yang terluka, masih mungkinkah terjalin pertemanan di antara mereka?
"Manusia memang nggak bisa mengelak dari ketentuan yang sudah ditetapkan Allah. Kita cuma akan mendapatkan yang merupakan hak kita. Jangan mengharapkan yang bukan rezeki kita." (hlm. 203) . . Ini tentang Dara yang berusaha untuk pasrah akan ketentuan Allah untuk jodohnya kelak. Diperebutkan oleh dua pemuda asal Amerika, Richard dan Brad. Walaupun hatinya condong ke salah satu diantaranya, tapi ia masih ragu apakah ketika setelah menikah nanti ia bisa bertahan untuk hidup di negara minoritas muslim seperti New York? Jauh dari keluarga dan negera tempat ia tumbuh. . . ❤Kisah Dara ini buat gemes. Dara yang berusaha semaksimal mungkin menjaga diri sebagai muslimah dan Brad yang baru setahun menjadi mualaf, kebayang dong si Brad ini maunya nempeeeel terus ke Dara. Tapi salut sama Dara yang bener-bener bisa nahan diri dari godaan bule berambut pirang bermata biru. Diceritakan melalui POV ketiga, perasaan tiap tokohnya tersampaikan dengan baik walaupun tokohnya banyak. Walau Dara-Brad buat gemes, tapi Lea-Richard buat suasana jadi hangat. ❤Konfliknya simple tapi dikemas dengan sangat baik dengan gaya menulis yang mengalir. Karena nggak hanya menguraikan satu jalan cinta aja, aku jadi merasa kurang dapet feelnya di masing-masing kisah. Tapi maksud dari penulis tetap tersampaikan dengan baik. Alur maju mundurnya kadang buat bingung karena pergantian waktunya nggak ada tanda-tanda. Pacenya sedikit terlalu lambat, tapi masih worth-lah. Endingnya? Sukaaaaa... ❤Nggak hanya berisi konten romance aja tapi buku ini berisi banyak banget konten Islamnya, jadi balance. Perjalanan spiritual tiap tokohnya juga mengharukan. Pesan moralnya juga banyak. Recomended banget👍
Hatiku Memilihmu mengisahkan kehidupan Dara Paramitha. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Columbia, tibalah saatnya Dara untuk pulang ke Indonesia. Dara memang ingin segera mengaplikasikan ilmu yang didapatkannya selama kuliah dan bisa membantu perusahaan ayahnya.
Namun, jauh di lubuk hatinya, Dara tetap berat meninggalkan New York. Dara sudah cukup betah selama 3 (tiga) tahun tinggal di New York, memiliki sahabat yang baik kepadanya. Terlebih ada sosok Brad Smith, seorang pria yang menolongnya dan telah mencuri hatinya.
Sayangnya, Dara termasuk wanita yang tidak ingin berpacaran. Bagi Dara, tidak baik menyimpan perasaan khusus terhadap seorang pria yang belum sah dan halal baginya. Dara pun tidak ingin berharap banyak terhadap Brad. Padahal jelas-jelas Brad juga merasakan ketertarikan yang sama terhadapnya.
Ketika hati sudah memilih, sejauh mana kau membiarkannya membawamu?
Di lain sisi, Brad pun tidak ingin Dara pergi dan pulang ke Indonesia. Tetapi untuk menahan Dara pun, Brad tahu dia tidak punya hak apa-apa. Ajakan Brad untuk menikah pun masih dipertimbangkan oleh Dara, karena masalah jarak.
Dara yang ingin tinggal lebih lama di Indonesia, sedangkan Brad yang sulit untuk ikutan pindah ke Indonesia karena karirnya sebagai musisi yang sedang naik daun. Hal ini makin diperparah dengan hadirnya sosok Richard yang jelas menaruh perhatian khusus bagi Dara. Richard yang nekad pindah ke Indonesia dan melamar sebagai arsitek di perusahaan ayah Dara. Hal ini tentu saja membuat Brad kalang kabut, karena Richard bisa lebih dekat dengan wanita pujaannya.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Siapa pria yang akan dipilih Dara sebagai pilihan hatinya? "Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia memang sudah ada dalam rencana Allah. Manusia memohon apa yang mereka inginkan, tapi Allah yang tahu apa yang manusia butuhkan." (Hal.233)
Membaca novel ini sungguh menyenangkan sekali dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Ide sederhana tentang seorang gadis yang berada di antara dua pilihan, antara memilih pria yang dicintai dan mencintainya. Dua pria yang sama-sama menarik dan cocok menjadi pasangan hidupnya. Sayangnya, perbedaan jarak yang membentang begitu jauh membuat semuanya semakin rumit.
Membaca novel ini aku pun dibuat kagum dengan sosok Dara Paramitha yang begitu teguh memegang prinsipnya untuk tidak berpacaran sesuai keyakinannya. Walaupun dia juga manusia biasa yang pasti punya ketertarikan terhadap lawan jenis, dia berusaha seminimal mungkin dalam berinteraksi. Hingga kemudian dia jatuh cinta, dia pun harus berusaha sekuat tenaga menahan perasaannya agar tidak kebablasan.
Novel ini memang memfokuskan perasaan Dara yang bingung memilih antara menerima lamaran Brad dan harus tinggal di New York atau tetap sesuai rencana semula, dia akan bekerja membantu perusahaan ayahnya dan membiarkan takdir membawanya siapa jodohnya. Hingga kemudian Richard yang nekad menyusul membuat kisah ini menjadi menarik dan konflik pun semakin memuncak.
Membaca Hatiku Memilihmu akan mengingatkan kita bahwa jodoh sudah ditetapkan oleh Allah. Manusia hanya bisa berusaha, tetapi Allah juga yang akan menentukan siapa jodoh kita sesungguhnya. Ada yang memang mudah mendapatkan, ada yang memang butuh jalan yang berliku.
Kamu mencari sebuah kisah romansa berbalut religi, aku rekomendasikan novel ini untuk kamu baca.
dengan latar kisah bernuansa islami yang sangat kental dan akan sarat makna kehidupan. Recommended banget, suka dengan ilmu keislamannya di cerita ini yang tidak menggurui tapi bisa menyadarkan kita dengan caranya tersendiri.
Novel ini adalah lanjutan dari novel Tahajud Cinta Di Kota New york. Tentang Dara Paramitha gadis beruntung, cantik, cerdas, berasal dari keluarga kaya, religius, punya sahabat-sahabat cewek yang menyenangkan – Aisyah Liu dan Keira Subandono, plus dicintai dua lelaki keren sekaligus : Brad Smith dan Richard Wenner. Beruntung bukan berarti bebas dari dilema. Seusai menyelesaikan studinya di Universitas Columbia, Dara harus kembali ke tanah air. Mengaplikasikan ilmu yang telah diserapnya di perusahaan ayahnya, Narendra Properti. Berat untuk Dara, karena hatinya terlanjur tertambat pada sosok Brad, bule muslim yang telah menyelamatkannya 2 kali saat dicegat Nick, adik kelas Brad sewaktu di Senior High School. Sebenarnya tidak masalah jika Dara mau dinikahi Brad, lalu menetap di New York. Tapi Dara belum rela jika harus meninggalkan Indonesia selamanya. Apalagi, dia juga merasa harus mengabdi di perusahaan ayahnya. Sementara jika menginginkan Brad yang hijrah ke Indonesia, sepertinya sulit. Mengingat pekerjaan Brad sebagai pianis klasik modern akan susah mendapatkan pekerjaan bagus di Indonesia. Dara tidak menjanjikan apa-apa pada Brad saat memutuskan kembali ke Indonesia. Tidak ada pernyataan cinta. Hanya meminta Brad untuk bersabar dan tetap menjadi muslim yang taat. Permasalahan meruncing saat Richard yang jelas-jelas menyukai Dara, menyusul ke Indonesia. Richard yang juga lulusan Universitas Columbia melamar pekerjaan di perusahaan milik ayah Dara, dan diterima. Richard girang bukan kepalang. Sedangkan di belahan bumi lain Brad jumpalitan gelisah, takut pujaan hati berpaling ke lain hati. Hubungan Dara dan Brad memanas. Brad yang dilanda cemburu, Dara yang kesal dicemburui, Richard yang senang memperhatikan Dara diam-diam. Di samping itu adapula Kathryn, partner kerja Brad yang menyalakan radar pedekate. Sedang Richard juga dalam banyak kesempatan bertemu gadis yang menarik, Chatlea Rumy.
Sudah selesai membaca buku ini sepuluh hari yang lalu, tapi baru sempat update GR :)
Hatiku Memilihmu yang merupakan lanjutan dari buku Tahajud Cinta di Kota New York menceritakan tentang Dara Paramitha yang telah menyelesaikan kuliahnya di New York dan kembali ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan ayahnya, mengamalkan ilmu yang selama ini dipelajarinya. Kepulangan Dara ke Jakarta meresahkan dua orang pria yang sama-sama mencintai Dara, Brad dan Richard, terutama Brad.
Pekerjaan Richard sebagai seorang arsitek lebih menguntungkan posisinya, sehingga Richard nekad mengejar Dara ke Jakarta dengan melamar pekerjaan di perusahaan ayahnya Dara. Hal ini membuat cemas Brad. Sebagai seorang pianis yang sedang naik daun di kota New York membuat Brad tidak bisa melakukan hal yang sama seperti Richard. Perasaan cemas membuat Brad akhirnya kembali mengunjungi Dara ke Jakarta, dan perasaan cemas itu berubah menjadi cemburu melihat kedekatan Dara dengan Richard yang memang bekerja bersama setiap hari. Apalagi Dara masih bimbang dengan lamaran yang diajukan oleh Brad, karena Dara memang masih ingin membantu ayahnya di perusahaan. Jadi siapakah akhirnya pria yang dipilih Dara? Brad yang memang dicintainya tapi selalu berjauhan? Ataukah Richard, yang setiap hari selalu dekat dengannya?
Aku suka dengan perkembangan cerita yang tidak melulu cinta segitiga antara Brad-Dara-Richard dengan munculnya tokoh Lea, cewek yang awalnya cuek dengan ibadah dan gila kerja tapi berkat Richard bisa berubah dan lebih peduli kepada sesama. Porsi Dara dan Brad dibuku ini bisa dibilang hampir sama besarnya dengan porsi cerita Richard dan Lea, tapi walaupun begitu cerita tetap berjalan dengan lancar dan enak untuk dibaca. Satu demi satu tokoh di sekitar Dara akhirnya menemukan hidayah di jalan Allah. Penasaran, apakah ada cerita tentang Keira, Rana dan Vanya juga? Kalau ada, I'll read it, definitely....
Bisakah disebut cinta, jika tak ada rasa percaya? Bisakah disebut yakin, tanpa ada keikhlasan? (hal 89).
Masih bertema cinta, novel ini mengajak membaca untuk memaknAi cinta dengan lebih baik dan elegan. Di mana penulis mengingatkan bahwa yang terbaik dari cinta itu bukan dengan saling mengumbar sayang atau kemesraan. Namun jaga hati dengan erat, hingga pintu halal sudah berada dalam genggaman.
Berkisah tentang Dara yang baru menyelesaikan studinya di New York. Yang mana itu berarti, dia harus segera kembali ke Indonesia, untuk mengamalkan ilmunya. Dara ingin membanggakan kedua orangtuanya dengan bekerja di perusahaan ayahnya, sesuai dengan ilmu yang dia pelajari.
Namun, di sinilah masalahnya. Perjuangan hidup di New York telah mempertemukan Dara dengan berbagai teman yang luar biasa. Salah satunya Brad Smith. Lelaki yang entah kenapa memiliki tempat teristimewa di haritanya. Meski Dara tahu ... dia tidak boleh mengumbar rasa itu. Seberapa pun mereka dekat, mereka hanya sebatas teman, karena memang belum ada ikatan.
Pertama-tama, saya suka covernya. Minimalis but classy. Mungkin ini alasan pertama yg bikin saya tertarik buat beli ini. Untuk segi cerita..., pardon me; belum ada yg spesial dari premis perempuan muslim, kuliah di NY, direbutin dua cowok bule ganteng yg ujung2nya gigih belajar islam berawal dr si perempuan ini--dan endingnya 'khusnul khotimah'. Andai saja konflik di sini lebih kompleks, penggambaran karakternya lebih natural, dialognya lebih luwes, dan eksekusinya lebih smooth, mungkin saya lebih bisa membaur dengan isi cerita tanpa perlu banyak2 mengernyitkan dahi. The story is too good to be true, exactly. That's why I decided 2 stars for this book. Oh ya mau tanya dong, font tulisan novel ini apa ya? Kayak fontnya ilana tan, dan saya suka. #pentingbingits =)))
novel dengan waktu yang paling lama kulahap. Entah, ceritanya lumayan sih. Tapi dataaaaaar banget. Konfliknya kurang greget. Beberapa halaman ada yang ku skip karena terlalu jenuh dengan jalan cerita.
Tiga bintang karena aku suka cover dan background islami yang dipakai. But utk eksekusi ceritanya, aku nggak terlalu cocok :(