Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sequence

Rate this book
Klarissa

Bukan menempuh jenjang studi yang lebih tinggi. Bukan menjadi psikolog. Bukan menjadi konselor. Aku hanya ingin menjadi guru. Iya, guru bagi mereka anak-anak autis. Tidak cukupkah penjelasanku itu, Tedibear-ku Sayang?

Ine

Memiliki kedudukan penting di kantor. Memiliki anak yang cantik dan pintar. Memiliki uang untuk menunjang penampilan. Semua itu tidak penting bagiku. Karena yang kuinginkan hanya satu. Yaitu kamu selalu ada di sampingku, Sayang…

Yuni

Harus giat bekerja siang dan malam. Harus rela menerima caci maki dari atasan. Harus ikhlas menerima kenyataan. Namun yang terpenting, aku harus tegar melihatmu yang terus sibuk memainkan tumpukan kancing-kancing itu, Anakku Sayang….

254 pages, Paperback

First published April 1, 2014

2 people are currently reading
22 people want to read

About the author

Shita Hapsari

3 books8 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (5%)
4 stars
6 (17%)
3 stars
21 (61%)
2 stars
5 (14%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,449 reviews73 followers
June 2, 2019
Ah. Beautiful. Sederhana. Kesederhanaan yang memikat. Tiga fragmen cerita yang disatukan secara utuh sampai akhir setelah dibangun dengan sangat hati-hati dari awal.

Cinta menunjukkan kekuatannya atau kelemahannya saat ada sesuatu yang menimbulkan pergesekan kepentingan dan menuntut kompromi. (halaman 174)

Ujian Cinta. Tampaknya itulah yang jadi benang merah bagi tiga tokoh utama yang kisah hidupnya saling berkelindan dalam novel ini: Klarissa, Ine, dan Yuni. Ketiganya disimbolkan seperti tiga cangkir bercorak manis yang saling bertumpuk di kover. Tiga cangkir hati yang siap menuangkan warna-warni kisahnya pada pembaca.

Klarissa yang lulusan Psikologi sudah memiliki pekerjaan yang mapan di sebuah kantor (nggak terlalu dijelaskan sih apa pekerjaan dan jobdesc Klarissa di sini). Namun, hatinya tergerak untuk menjadi guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus berkat film I Am Sam yang ditontonnya berulang-ulang dan juga kerja sukarelawan dengan anak-anak yang dulu ia lakukan selama masa kuliah.

Namun, menjadi guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus berarti ia harus kuliah lagi dari awal. Padahal, ia sudah diarahkan untuk mengambil S2 Psikologi di universitas tempat pacarnya, Teddy, mengajar. Di saat Klarissa membutuhkan dukungan, Teddy malah menunjukkan penentangan (yang lebih karena ego dan logika ala lelaki aja, sih). Di sisi lain, ketika sedang survei sebuah sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, Sekolah Hebat, dirinya bertemu dengan Cherokee "Choky", penanggung jawab kurikulum yang sedikit demi sedikit mulai mengisi ruang kosong yang ditinggalkan Teddy dalam hatinya.

Lalu ada Ine, vice president di perusahaan tempat Klarissa bekerja. Hanya disebutkan sekilas bahwa perusahaan itu adalah perusahaan pengembangan (tampaknya berhubungan dengan bidang desain interior dan konstruksi bangunan). Pernikahannya dengan Herman tiba-tiba terasa hambar, sedangkan Lana, anak semata wayangnya yang sudah remaja kini mulai susah diatur. Saat sedang menyelidiki suaminya yang ia kira selingkuh sampai menyewa detektif swasta segala, ruang kosong di hatinya tiba-tiba diisi oleh seorang chef restoran yang muda dan tampan bernama Ludi.

Yang terakhir adalah Yuni, seorang pramukantor (office girl) di perusahaan tempat Ine dan Klarissa bekerja. Hubugannya dengan Ine awalnya tak terlalu baik karena ia tak sengaja menumpahkan kopi pada sepatu dan karpet di ruangan Ine. Ternyata alasan Yuni bekerja keras selama ini adalah demi Dewa anaknya yang sepertinya memperlihatkan gejala autis, sering tantrum, dan suka bermain dengan kancing.

Dari ketiga orang inilah kisah bergulir dengan diiringi beberapa twist-twist halus yang membuat cerita jadi terasa begitu mengikat perhatian hingga akhir cerita. Ini bukan cerita yang berat. Semua disajikan ringan, sederhana, tapi proporsinya pas. Kebimbangan Klarissa saat menghadapi Teddy dan Choky, debaran hati Ine saat Ludi mulai mewarnai hari-harinya yang penuh dengan kecurigaan pada Herman dan kejengkelannya pada pemberontakan Lana, dan kesedihan Yuni akan kondisi anaknya.

Yang paling aku suka dari novel ini adalah manajemen halamannya. Dalam 250 halaman aja, cerita tiga orang ini bisa dipaparkan secara utuh dan tuntas. Semua konflik menguji kematangan pemikiran dan pertimbangan para karakternya, lalu dituntaskan dengan cara yang dewasa dan tak kolokan.

"Api itu masih ada, kok. Kita cuma menyulutnya kepada orang yang salah."

"Kamu yakin aku masih orang yang benar?"

"Mana bisa kita yakin? Yang penting menjaganya tetap menyala." (obrolan pamungkas yang supermanis antara dua orang tokoh sentral di halaman 221-222. Kalau pingin tahu baca aja bukunya).


Buku ini mengajarkan untuk mengenali diri sendiri agar kita bisa benar-benar tahu apa yang sebenarnya paling kita inginkan dalam hidup kita, termasuk siapa saja yang kita inginkan memiliki peran penting di dalamnya. Bahwa kebahagiaan bukan saja karena kemapanan status sosial dan finansial, tapi ada hal lain terkait tujuan yang ingin kita perjuangkan dalam hidup ini.

"Happy ending is overrated. Mungkin lebih penting punya banyak happy beginning dan happy in-betweenity daripada satu happy ending." (Klarissa, halaman 245)

Aku bahagia akhirnya bisa dipuaskan lagi oleh novel populer buatan penulis lokal.
Profile Image for Ning.
67 reviews1 follower
January 18, 2022
Klarissa, Ine dan Yuni memiliki sisi masing-masing dalam buku ini. Dengan latar belakang masalah dan kondisi yang berbeda-beda. Seperti Klarisa, awalnya ia sangat bergantung dengan Tedibear, panggilan sayang pada pacarnya yang bernama Tedi. Semua keputusan yang menyangkut masa depannya atas saran dari sang pacar. Dan tiba ketika Klaris memiliki tujuan sendiri. Cewek lulusan psikologi dan sedang bekerja di sebuah perusahaan ternama ini ingin menjadi guru untuk anak-anak luar biasa. Namun sayangnya Tedi tidak memberikan reaksi positif atas pilihan Klaris.

Terlalu sering berbeda pendapat dengan Tedi membuat hati Klaris bimbang. Apalagi ditambah dengan kehadiran Chocky, sang kepala kurikulum di Sekolah Hebat. Sekolah tempat Klaris observasi mengenai anak-anak spesial.

Mengapa, sesal Klaris, selalu dibutuhkan kehadiran atau kepergian orang lain untuk mencari tahu kedalaman hati? - hal. 150

Cinta menunjukkan kekuatan atau kelemahannya saat ada sesuatu yang menimbulkan pergesekan kepentingan dan menuntut kompromi. - hal. 174

Ine adalah Vice President di kantor Klaris bekerja, sudah berumah tangga dan memiliki seorang putri bernama Lana. Memiliki keuangan yang lebih dari cukup, tetapi keluarganya tidak harmonis. Suaminya, Herman, memiliki gelagat jika ia ada main dengan perempuan lain. Karena itu Ine menyewa detektif untuk menyelidik suaminya. Dan dalam perjalanan ingin memergoki suaminya ada main, Ine malah tergoda dengan seorang chef muda dan tampan, yang ternyata memiliki hubungan juga dengan putri semata wayangnya.

Seorang penjaga lift memandunya mengoperasikan smart elevator. Rupanya semua bagian gedung ini diberi embel-embel "smart" di depan namanya. Sayangnya teknologi mutakhir nan pintar ini mengharuskan penggunanya untuk diedukasi dulu. Teknologi pintar mestinya sudah tak butuh pengguna pintar juga, dong? Ine tak tahu apakah itu paradoks atau hanya dirinya yang gagal memahami hakikat teknologi. - hal.155

Kesempatan kedua yang lebih penting bagi Ine adalah kesempatan untuk memperbaiki hubungannya dengan Lana. Ia masih bisa bertahan hidup meskipun kehilangan cinta suaminya. Namun, ia tak sanggup kehilangan cinta anaknya atau kehilangan kesempatan untuk menjadi ibu yang baik. - hal.221

Lalu Yuni, pramukantor yang bekerja di tempat Klaris dan Ine bekerja. Ia memiliki seorang putra bernama Dewa yang terlambat bicara dan memiliki gejala autis. Hanya satu keinginannya, membuat Dewa seperti anak-anak yang lain. Paling tidak Dewa memanggil namanya dan suaminya. Dan menurutku ini adalah problem yang paling menyentuh hatiku. Mungkin karena aku paling gampang tersentuh jika berhadapan dengan kisah seorang anak :)

Diantara mereka bertiga terjadi hubungan yang saling berkaitan. Aku pun sempat terkecoh. Dan emosi turut tersulut ketika membaca rangkai demi rangkai paragraf di novel ini. Penulisnya berhasil membelokkan keyakinan pembaca dengan kasus kunci yang menyadarkan Ine, menentukan kisah asmara Klaris dan membantu Yuni menemukan jalan keluar masalahnya.

Baca resensi lengkapnya di blog aku https://ingoldlife.com/review-sequenc...
Profile Image for Elvira.
128 reviews1 follower
October 30, 2021
Klaris, sedang dalam tahap jenuh terhadap pacarnya, Tedi. Ia ingin bekerja di Sekolah Hebat, sekolah ABK. Namun, Tedi tidak mendukung. Di sekolah itu, Klaris bertemu dengan Choky, sang kepala kurikulum.

Yuni, memiliki anak autis bernama Dewa. Namun, ia hanyalah pramukantor. Ia terkendala biaya untuk menyekolahkan anaknya di Sekolah Hebat.

Ine, tidak harmonis dengan Herman, suaminya. Mereka sama-sama berselingkuh. Setelah melihat kisah hidup Yuni, Ine teringat anaknya juga pernah lamban bicara seperti Dewa. Pikiran Ine terbuka.
Profile Image for Riski Fitriasari.
2 reviews
May 19, 2014
"Tapi, aku pikir... kalau ada satu hal kecil saja yang bisa jadi alasan kita untuk mempertahankan pernikahan ini, itu cukup bagiku. Dan, dalam kasus ini alasan itu - satu, tapi berarti segalanya - adalah Lana." (halaman 218)

Siapa Lana? Lana adalah seorang anak. Ya, anak selalu menjadi alasan utama dalam sebuah rumah tangga, entah alasan untuk egois atau untuk tetap saling menyayangi. Dan, anak inilah yang dikisahkan oleh Shita Hapsari dalam novel ini. Sequence, dengan tagline "hati yang bertaut penuh kisah", menceritakan tiga kehidupan dari tiga wanita yang berbeda, tapi tertaut satu sama lain, yaitu tentang anak. Ketiga wanita itu adalah Klarissa, Ine dan Yuni. Mereka mempunyai latar belakang kehidupan dan ekonomi yang juga berbeda.

Adalah Klarissa seorang karyawan teladan dari sebuah perusahaan terkenal, seorang sarjana psikologi, dan mempunyai pacar keren, what a perfect life. Namun nyatanya dia masih bimbang menentukan tujuan hidupnya. Dia tertarik dengan anak-anak, terutama anak-anak spesial. Dia ingin menjadi pengajar bagi mereka. Namun, dia tidak mau gegabah menentukan pilihan hidupnya, sehingga memutuskan untuk menjajaki dan mempelajari anak-anak spesial itu di sekolah luar biasa tempat temannya mengajar. Di tengah proses penjajakan inilah dia bertemu dengan seorang konselor ganteng, Chocky. Apakah dia akan jadian dengan Chocky? Ataukah lebih memilih Tedy yang sudah setia dengannya selama lima tahun? Lantas bagaimana dengan proses penjajakannya dengan sekolah luar biasa itu? Kisah Klarissa ini memiliki akhir yang meleset jauh dari perkiraan saya :).

Wanita kedua adalah Ine, seorang CEO perusahaan terkenal yang karirnya sangat cemerlang, tapi kehidupan rumah tangganya suram. Ini adalah kisah klasik ibukota, orang tua sibuk bekerja dan si anak terlantar di rumah. Namun Ine selalu berusaha menyempatkan waktu untuk sekedar bersama anaknya setiap akhir pekan. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang pria yang bernama Ludi. Ludi sudah melambungkan dirinya hingga ia merasa air putih yang diminumnya berasa madu. Apakah perselingkuhan itu akan terbongkar? Lantas bagaimana dengan pernikahannya dan Lana anaknya?

Wanita ketiga inilah penyambung cerita dari dua wanita sebelumnya, dia adalah Yuni. Seorang ibu dari satu anak lelaki bernama Dewa. Yuni terpaksa bekerja menjadi office girl di suatu perusahaan terkenal karena dia butuh biaya untuk perawatan dan pendidikan anaknya. Di tengah kebutuhannya yang tinggi ini, suaminya tertabrak mobil sehingga mengalami patah tulang dan gegar otak. Anaknya menderita apa sampai Yuni harus bekerja membantu suaminya? Lantas bagaimana kehidupannya setelah suaminya kecelakaan? Siapa yang menabrak suaminya itu?

Seperti judulnya yaitu Sequence, kisah hidup dari ketiga wanita ini ada yang menghubungkan yaitu tentang autisme. Suatu kelainan yang sedang marak dibahas saat ini. Selain cerita kehidupan cinta dan prahara dari ketiga wanita ini, di sini autisme juga ditonjolkan. Bagaimana belum seluruh lapisan masyarakat tahu tentang autisme dan cara penanganannya. Bagaimana rumit dan mahalnya terapi dan sekolah untuk anak penyandang autis.
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
May 19, 2014
Di akhir tahun pertama kuliah, saya berkenalan dengan seorang mahasiswi Pendidikan Luar Biasa. Ia sempat bercerita tentang ketertarikannya pada bidang itu dan pengalamannya selama ini.

"Teriak mah udah biasa banget. Digigit, diseret... wah, macem-macem deh pokoknya, Fa. Dosen aku malah sampe tiga kali hapenya rusak gara-gara ada aja yang ngambil dan ngebanting."

Ini buku pemenang naskah pilihan Wanita dalam Cerita kedua yang saya baca, dan sepertinya saya bisa menemukan selera juri di sini. Tema psikologi yang melatari, alur yang menyimpan 'ranjau' di tiap titik, tokoh yang tegar. Termasuk sampulnya yang berlatar putih juga saya masukkan sebagai salah satu persamaannya.

Namun, saya akui, sampul Sequence ini yang lebih menarik hati saya. Seperti jodoh. Saya tahu saya akan membacanya pertama kali melihatnya.

Tiga cangkir, macaron warna pastel, bunga mawar, cat air. Dan oke, warna pink. It only takes those five things to catch my attention *sighs*. Tulisan Sequence-nya orisinal, seperti dilukis dengam brush kaligrafi di sotosop atau perangkat lunak apa pun yang mensponsorinya. Hanya font nama pengarangnya yang saya kurang sreg, mainstream.

Lanjut ke cerita. Saya tidak menemukan masalah berarti selama membacanya, nyaman dan lancar. Hanya ada beberapa 'kebocoran' karena awalnya saya kira dituturkan dari orang ketiga terbatas, dilihat dari tiap judul yang mewakili tokohnya--Klarissa, Ine, Yuni.

Dan panggil saya udik--saya suka kata 'seturut'.

Risetnya berhasil, tidak kerasa tempelan. Saya malah bisa me-relate dengan baik, mungkin karena pengalaman ngobrol sama anak PLB juga, jadi paham sedikit-sedikit. Terlihat penulisnya memang punya perhatian khusus dengan masalah autisme ini.

Ini mungkin saya yang belum dewasa. Saya masih suka meraba-raba apa akan begitu rasanya kalau sudah lulus nanti. Sudah bekerja. Sudah terikat dengan pasangan. Sudah punya anak. Lagi-lagi, saya menemukan 'pola'--ada bau-bau cheating yang juga ditemukan di (Bukan) Salah Waktu. Dan, ugh, kenapa?!

Saya enggan bilang lebih jauh, takut spoiler. Hehe.

Ada ke-tidak-konsisten-an, tapi hanya sekali. Dari gue-lo tahu-tahu aku-kamu.

Meskipun tidak dijelaskan bagaimana ciri-ciri fisik para tokohnya, saya bisa membayangkan sendiri, terutama Choky. Kemeja biru laut garis-garis, celana bahan coklat, ikat pinggang, kulit sawo, senyum.

Sekali lagi, benar-benar Naskah Pilihan. Saya senang membacanya. Untuk yang sedang mencari buku roman dengan pesan berisi tapi tidak membuat kening berkerut, Sequence adalah kandidat terkuat yang saya rekomendasikan.
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
May 6, 2014
"Banting setir memang tidak mudah, salah-salah bisa terpeleset dan masuk jurang. Namun, siapa bilang hidup itu mudah? Selama ini Klaris sering merasa terpanggil untuk mengikuti aktivitas sosial yang melibatkan anak-anak. Mungkin ini momen tepat baginya untuk serius menekuni apa yang ia anggap baik itu."

Kisah ini berawal dari seorang perempuan bernama Klarissa, lulusan psikolog yang memiliki pekerjaan mapan dan kekasih selama lima tahun bernama Tedi. Namun selama ini, Klarissa selalu tertarik pada anak-anak berkebutuhan khusus dan ia sangat ingin menggapai impiannya sebagai seorang guru. Ada pula Ine, seorang atasan yang bekerja di kantor yang sama dengan Klarissa. Ia berkedudukan tinggi dan tentunya tidak pernah khawatir soal uang, akan tetapi yang Ine butuhkan tidak dapat dibeli dengan semua itu. Sedangkan Yuni, seorang pramukantor yang bekerja di tempat yang sama pula, harus bekerja keras demi anaknya yang ia duga autis. Setiap dari mereka memiliki permasalahan dan kehidupan yang berbeda, dan takdir mereka yang saling bersilangan mengubah segalanya...

Baca review selengkapnya di:
http://www.thebookielooker.com/2014/0...
Profile Image for Elsa Puspita.
Author 10 books44 followers
February 18, 2016
Aku selalu iri sama penulis yg bisa mengemas lebih dari 1 tokoh utama, dengan benang merah yg tepat, dan porsi imbang. Aku lagi nyoba teknik itu, masih berat sebelah :( *curhat*

Dari segi ceritanya sendiri, aku cukup nikmatin. Baik bagian Klarissa, Ine, maupun Yuni. Gimana konflik mereka terjalin, gimana penulis menyelesaikan satu per satu masalah mereka.

Paling suka bagian Dewa. Permasalahan tentang anak berkebutuhan khusus, psikologi, dsb, selalu menarik buatku.

Agak nyesel karena lama 'nyuekin' buku ini. Begitu udah mulai baca, kelar aja dalam beberapa jam. Meskipun konflik ketiga tokoh gak masuk kategori 'ringan', tapi gak bikin yg baca njlimet juga.

Yang ganggu buatku, kurangnya deskripsi tokoh secara fisik, jadi gak bisa dibayangin gimana maunya penulis, alhasil bikin2 bayangan sendiri. Sama konflik Klaris dan Tedi, aku berharap gak seklise itu.

Okelah buat bacaan santai~
Profile Image for Uthie.
326 reviews76 followers
December 31, 2016
Buku ini merupakan hadiah tidak terduga dari tim divisi event BBI sebagai Peserta Opini Bareng Teraktif 2015. Saya pikir ini adalah buku romance seperti biasa namun ternyata saya keliru.

Kisah romance memang ada di buku ini dengan penyelipan tentang anak-anak berkebutuhan khusus. Disinilah hal tersebut menjadi pembeda dalam buku-buku sejenis. Karakter-karakter dalam buku ini tidak ada yang terlalu jahat atau terlalu baik. Semua dalam porsi yang tepat.

Masing-masing pasangan dalam buku ini punya masalah mereka sendiri. Kla dan Tedi bermasalah dengan cita-cita Kla dan hambarnya hubungan yang telah lama mereka jalani. Ine dan Herman, sang suami punya masalah dengan kepercayaan antar pasangan masing-masing. Sementara Yuni dan Sapta punya masalah yang paling mendasar dalam kehidupan berumah tangga : bagaimana mencari uang lebih banyak lagi demi kesembuhan sang anak.
Profile Image for Nastiti.
Author 5 books5 followers
October 19, 2014
Konflik yang dihadapi tiga tokoh utama menarik. Tema yang diusung tentang anak dengan kondisi khusus juga menarik. Hanya saja baik konflik maupun tema utama kurang tergali sehingga secara keseluruhan konflik dan penyelesaian terasa cepat datang dan pergi. Meski demikian, kejutan di akhir cerita yang menyatukan kisah masing-masing tokoh utama digarap dengan cukup baik.
Profile Image for Aiu Ahra.
Author 17 books40 followers
February 24, 2015
Awalnya ga memikirkan ekspektasi apa-apa pas baca buku ini. Cuma karena penasaran sama judulnya yang cantik. Dan waktu aku baca, aku malah nggak bisa berhenti membacanya. Like it!

Aku suka cerita Klarissa (karna lebih ke romance, hehehe)
Dan berhasil jatuh cinta sama Choky, dengan nama aslinya yang unik ^___^
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
December 30, 2015
Sampulnya terlalu manis untuk saya. Tapi melihat berkisah nyenggol-nyenggol ABK, nggak mikir dua kali untuk beli buku ini. Saya suka cara putus Tedi dan Kla. Mereka dan pikirannya yang dewasa. Jalinan ceritanya terjalin. Suka.
Profile Image for Monica M.
464 reviews4 followers
Read
January 28, 2019
Saya cukup suka gaya penulisan ceritanya tapi ngga akan saya kasih bintang karena jujur banyak bagian yang saya lewat waktu baca ini setelah saya ngintip akhir ceritanya.
Konsep percintaan si ce bikin saya ngga mood baca, dimana dia yang masih punya pacar, flirting dengan co lain. Dan setelah putus, move on nya cepet banget *ya iya lah, masa pra-PDKT nya udah dijalanin waktu dia masih berstatus punya pacar itu O.o*
Ngga suka aja deh.
Kayanya lebih bagus kalau dia putus, lalu fokus dengan cita-citanya dan setelah jeda beberapa lama jadian sama si temen flirting dia itu.

Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.