Jump to ratings and reviews
Rate this book

Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan dari Tanam Paksa Kopi di Jawa, 1720 - 1870

Rate this book
Jan Breman membuka salah satu halaman hitam sejarah Belanda dan memperlihatkan bagaimana VOC dan pemerintah yang berkuasa, telah meninggalkan guratan dalam pada sistem pertanian di Jawa. Dalam Keuntungan Kolonial dari Kerja Paksa: Sistem Priangan Tanam Paksa di Jawa 1720-1870, ia membahas pemberlakuan dan peluasan budidaya kopi di dataran tinggi Jawa Barat di bawah pemerintahan kolonial.

Ia memperlihatkan bagaimana para penguasa baru itu memanfaatkan kalangan bangsawan pribumi sebagai suatu bentuk pemerintahan yang murah dalam menjebloskan masyarakat petani ke dalam kekangan kerja paksa. Dan langkah itu berhasil, seperti ditulis oleh Multatuli. Dalam tulisan ini, Breman mengemukakan pelandasan yang nyata terhadap gugatan yang dilontarkan Multatuli satu setengah abad yang lalu. Bagaimana bisa terjadi bahwa cara kerja dan dampak sistem Priangan begitu lama di luar pengamatan? Nada pembenaran diri akan pemakaian tenaga kerja paksa yang menjadi keunggulan pemerintah kolonial, merupakan suatu unsur yang mencolok dalam pemertahanan politik yang dijalankan.

Kajian ini dapat dianggap sebagai pembaharuan penulisan sejarah dan sebagai suatu uraian ilmu sosial dari karya Multatuli. Di dalam buku ini ditemukan juga beberapa ilustrasi dengan gambar yang langka dari masa kolonial awal.

400 pages, Paperback

First published September 1, 2010

Loading...
Loading...

About the author

Jan Breman

47 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (52%)
4 stars
7 (36%)
3 stars
2 (10%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for mahatmanto.
545 reviews38 followers
February 19, 2021
ini buku keren.
membahas periode kolonialisasi yang sebenarnya pendek saja, sekitar 40 tahun, namun meninggalkan dampak besar dan mendalam. baik pada tatanan politik, ekonomi mapun sosial masyarakat barat maupun lokal. dalam bahasa aslinya terbit pada tahun 2010, diindonesiakan dan terbit pada 2014, lalu kemudian dalam versi english setahun kemudian 2015.
sebelum terbitnya buku ini, sudah ada penelitian dari van
niel Sistem Tanam Paksa di Jawa, elson Village Java under the Cultivation System 1830 - 1870 dan c. fasseur The Politics of Colonial Exploitation: Java, the Dutch, and the Cultivation System.
apakah periode tanampaksa itu menyejahterakan petani [kopi] jawa? seperti yang diutarakan oleh penulis-penulis sebelumnya. atau apakah justru telah memiskinkan petani jawa di abad ke-19 itu?
dari pertanyaan pendek itu dibongkarlah arsip-arsip yang digunakan untuk mengungkapkan alasan mengapa tanampaksa harus diakhiri. bukan oleh hero macam max havelaarnya multatuli, namun fakta ekonomi di lapangan memperlihatkan bahwa program itu memang harus diakhiri.
demi kemanusiaan atau rasa bersalah pada pribumi?
bukan,
namun untuk diganti sistem lain yang mengandalkan pada pengelolaan investasi modal global ke tanah hindia. emang udah dari sononya orang olanda gak mau pisah dari tanah jajahan sekaya dan seluas hindia.
Profile Image for Evi Rezeki.
Author 8 books34 followers
April 20, 2018
Mencari buku ini sungguh sulit bukan main. Akhirnya bisa beli versi e-book-nya dengan tingkat keeroran tinggi.
Buku ini seperti judulnya mengupas tentang sejarah tanam paksa kopi di Jawa tetapi terutama di Priangan. Banyak informasi tidak terduga yang selama ini seperti terselubung awan gelap mengenai sejarah a cup of Java. Jan Breman mengurai sudut pandangnya yang kadang membuat saya bingung, dia berada di 'pihak' mana yang mencoba netral tapi juga tidak netral. Membaca buku ini seperti membuka lembar demi lembar luka-luka Priangan. Dan bahwa kopi sempat terlupakan begitu saja di tanah tersebut. Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan saya seputar sejarah kopi dan bagaiman kopi seolah menghilang di tanah Sunda. Atau kehilangan identitasnya, atau bahkan sepanjang sejarah kolonial memang tidak beridentitas mandiri.
Buku ini cocok bagi siapa saja yang mencari informasi sejarah kopi.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews