Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Nature of Nature: The Metabolic Disorder of Climate Change

Rate this book
In an age of climate catastrophes and extinction, we need to turn back to nature and learn, once again, how to live sustainably on planet Earth—beginning with our relationship to food.



Four billion years ago, Earth was a hot, lifeless planet. Through the process of evolution, the Earth and its diversity of living organisms gradually reduced the amount of carbon in the atmosphere. About 200,000 years ago, the conditions aligned for our own species—Homo sapiens—to emerge and thrive.



But what will it take to continue to survive?



In The Nature of Nature , world-renowned environmental thinker and activist Vandana Shiva argues that food is the currency of life, a thread woven throughout the web of all life, indivisible from Earth and its natural systems. When this interdependence is ruptured—as it is now—the conditions for the “metabolic disorder” of climate change and countless other ecological imbalances come into being.



Proposals put forward by Big Ag and Big Tech to solve the intertwined climate and food crises will only exacerbate both. With clarity and a detailed analysis, Shiva unpacks the false promises made by technology-oriented, lab-intensive digital agriculture, revealing the dangers posed by fake and ultra-processed foods—dangers to the environment, to increasing greenhouse gas emissions, to the health of animals, and to our health and food security.



In The Nature of Nature , Shiva takes a powerful stand, arguing with urgency and passion for a food and climate future based not on techno-optimism, hallucination, and corporate delusions, but on the natural regeneration of biodiversity in partnership with the biosphere.



Praise for Vandana



“She’s been called the ‘Gandhi of grain,’ the ‘rock star’ of the anti-GMO movement and an ‘eco-warrior goddess.’ . . . Above all, [she] is a staunch believer that the food we eat matters. It makes us who we are, physically, culturally and spiritually.”—BBC 

168 pages, Paperback

Published October 17, 2024

10 people are currently reading
109 people want to read

About the author

Vandana Shiva

192 books1,322 followers
A major figurehead of the alter-globalization movement as well as a major role player in global Ecofeminism, Dr. Vandana Shiva is recipient to several awards for her services in human rights, ecology and conservation. Receiving her Ph.D in physics at the University of Western Ontario in 1978, Dr. Vandana Shivas attentions were quickly drawn towards ecological concerns.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (50%)
4 stars
12 (35%)
3 stars
4 (11%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,044 reviews1,976 followers
October 27, 2025
Sejak halaman pertama Kodrat Alam, aku sudah tahu kalau aku akan menikmati buku ini.

Bagaimana tidak. Aku terbahak ketika Vandana Shiva tanpa tedeng aling-aling menyebut Bill Gates sebagai salah satu orang yang berperan dalam krisis iklim ini. Shiva juga menekankan kalau memandang bumi hanya sebagai planet membuat manusia serakah hanya sekadar berpikir untuk mengeksploitasi ketimbang menjaganya. Ini mengingatkanku pada sebuah referensi (yang aku lupa apa judulnya) bahwa menganalogikan bumi sebagai "ibu" hanya membuat manusia merasa kalau sudah sewajarnya bumi memberikan apa yang penghuninya butuhkan tanpa ada kewajiban untuk memberikan imbal balik. Pikiran yang seperti itu khas sekali dengan pendekatan sains yang patriarkis.

Diterjemahkan oleh Elisabet Repelita Kuswijayanti, diterbitkan oleh @marjinkiri , aku rasa buku Kodrat Alam kudu dibaca oleh kita semua--mengingatkan kembali kalau bumi adalah organisme, bukan sekadar "tempat tinggal."
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,415 followers
January 1, 2026
Vandana Shiva adalah cendekiawan dan aktivis lingkungan asal India yang dikenal memiliki sentimen anti-globalisasi. Buku 'Kodrat Alam' berisi 6 tulisan yang menekankan betapa cara bekerja Bumi yang kompleks, harmonis, dan memakmurkan seisinya telah diacak-acak oleh sistem kapitalisme, utamanya mengenai pangan. Diawali dengan fakta-fakta seputar krisis iklim, emisi gas rumah kaca, dan batas-batas planet yang telah kita langgar, termasuk keanekaragaman hayati.

Tulisan-tulisan berikutnya kemudian menyoal pertanian modern yang alih-alih menciptakan ketahanan pangan justru 'merusak' tanah, memiskinkan petani (dan menguntungkan korporasi), dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi manusia sebagai konsumen.

Hanya dalam 6 tulisan (158 halaman), buku ini menjelaskan kompleksitas masalah iklim, pertanian, ekonomi, pangan, dan makanan kita. Salah satu hal yang baru saya pikirkan adalah gugatan kepada inovasi makanan buatan yang selama ini dianggap sebagai solusi krisis iklim; daging vegan, keju sintetis, dst. Menurut Vandana Shiva, produk-produk tersebut pada skala besar akan menggunakan energi yang lebih besar ketimbang hewan betulan.

Pertanyaannya selalu bermuara pada, siapa yang sebenarnya akan diuntungkan ketika masyarakat tidak lagi mandiri pangan dan 'tercabut dari akar'?

Bukunya bagus sekali tapi menurut saya tidak terlalu 'beginner friendly'. Banyak istilah yang sangat akademis dan mungkin butuh tingkat pemahaman tertentu tentang krisis iklim dan isu keadilan sosial.
11 reviews2 followers
March 24, 2025
It is always a pleasure reading Vandada Shiva, this book is easy to read (also terrible), has all the references and arguments for possible outcomes for life on earth. In our changing world one paradigm must reign: food is the currency of life.
Profile Image for arui.
54 reviews
January 23, 2026
buku ini berisi mostly tentang kritikan vandana shiva terhadap praktik eksploitatif kelompok 1% yang mengeruk dan menghancurkan lingkungan yang berdampak pada ketahanan pangan manusia. diawali dengan penjelasan vandana shiva yang menolak bahwa kita telah memasuki era antroposen karena hanya kelompok 1% terataslah yang nyatanya penghasil emisi 1000x lebih banyak daripada kelompok 1% terbawah hingga solusi tentang keadilan pangan yang kini sudah diambil alih oleh industri.

aku tercerahkan waktu baca the so-called green revolution tuh ternyata cuma salah satu bentuk kolonialisme baru, lebih spesifiknya eco-apartheid yang mereduksi krisis ekologi yang begitu kompleks menjadi krisis yang berbeda2, padahal itu semua adalah satu dimensi kesatuan tapi mereka, para kapitalis itu malah mempromosikan solusi2 palsu untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan dan kendali yang lebih besar. COP? SDG? ITU SEMUA SCAM!!!!

nyatanya bill gates dan perusahaan2 raksasa selama ini telah memberantas petani dengan mendanai secara agresif produksi pangan berbahan bakar fosil dan berbasis teknologi. mereka menawarkan solusi palsu yang dipromosikan dalam bentuk pangan palsu buatan laboratorium, dimana ini jadinya malah membangun distopia pertanian tanpa petani dan pangan tanpa pertanian. padahal solusi palsu ini hanya malah memperparah kelaparan dan laboratorium pangan sendiri lebih boros sumber daya dan energi.

another powerful thing yang dibahas singkat dibuku ini adalah seruan leipzig, bahwa KETAHANAN PANGAN BERADA DI TANGAN PEREMPUAN!!!!

and it’s not an easy book to digest. banyak banget fakta2 yang ditulis vandana shiva yang bikin aku loading dulu bacanya karena mind-blowing 🥲. sekarang sudah banyak makanan sintetis yang beredar tanpa disadari, e.g.: daging palsu, ASI hasil laboratorium, etc. dan yang paling bikin sedih bahwa para kapitalis itu cuma melihat hewan dan alam sebagai elemen sekali pakai yang bisa digantikan dengan teknologi yang lebih efisien. FUCK!!!

overall, climate crisis is health crisis. selalu pilih makanan organik karena semuanya sudah dibangun di atas imperialisme pangan. dan kata vandana shiva solusi sesungguhnya ga terletak pada menciptakan pengganti makanan tapi pada pemahaman terhadap kebutuhan ekosistem tempat kita berada.

so yeahhh… meskipun terkesan repetitive isinya tapi sangat worth to read dan halamannya sedikit. bacaan awal tahun yang full daging.
Profile Image for Silvana.
1,314 reviews1,247 followers
January 24, 2026
It was quite a quick read. A tad bit too philosoophical for me even until the end when I felt like ok I got your point, but please give me some ideas on potential solutions. There are some mentioned like urban farming and stuff but I wanted more. What can we do more - realistically - as citizens related to our local and national government policies?

However, I am still glad that I read this book. It reminded me again of the danger of fake food and their actors - many are the the usual suspects - which have been an issue I came across with a few years back in my old job. I did not know it is getting worse now, plus the tech giants like Gates are also involved in it so we are basically doomed. But at least I know what to expect. The future of food is bleak.
Profile Image for John Howson.
15 reviews
August 28, 2025
It's a good book. Definitely worth reading. Easy to read and clearly written. She sets out to illustrate the folly of what she calls "fake food" and I would say she does so pretty effectively, illustrating how modern agriculture has devastated the planet and is ultimately unsustainable.
A bit full of goodies and baddies for my liking - but some of the criticism she levels at large corporations is completely fair. It would have been good if she had focussed more on solutions than she does. I think the debunking of lab grown meat as a sustainable way forward is great.
Profile Image for Amy.
809 reviews43 followers
April 29, 2025
Shiva once again is exceptional in her research and analysis and lucidity. If we eat health whole foods we will actually save the planet. It is actually that simple.
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.