Jump to ratings and reviews
Rate this book

Balada Si Roy #2

Balada Si Roy 2: Avonturir

Rate this book
"Roy pergi, Ma," kata si bandel mencium kening mamanya. Anak beranak itu berangkulan. Sepi sekali pagi ini. Kini si bandel menyandang ranselnya. Menjadi petualang memang mengasyikkan. Semakin berat tantangannya, malah semakin asyik. Tapi, kadang kala para petualang suka lupa kepada "raja diraja" sesungguhnya. Yang di atas kita: Tuhan. Masih ingat tragedi Gunung Salak? Empat petualang yang tewas di pedalaman Irian? Budi Belek dan Tom di Sungai Alas? Dan papamu sendiri, Roy? Makanya jangan coba-coba menaklukkan alam. Apalagi melawannya. Itu berbahaya. Sungguh. Alam jangan ditaklukkan dan dilawan, tapi harus diakrabi. Jadikanlah alam itu sahabat, guru, dan bunda kita. Avonturir bandel itu baru saja melompat dari truk yang membawanya tadi. "Makasih, Mas!" katanya. Kini matahari entah sembunyi di mana. Jarum jam sudah berdetak ribuan kali. Hari bergulir semanya. Dan rambut semakin gondrong tak beraturan. Lalu fajar di puncak gunung dan senja di pantai adalah sobatnya yang lain. Si Avonturir bandel tak peduli hari-hari begitu deras mengalir. Dia tak menghitungnya. Dia biarkan bergulir saja, seperti blue jeansnya yang semakin lusuh dan bau tubuhnya.

150 pages, Mass Market Paperback

First published January 1, 2002

14 people are currently reading
243 people want to read

About the author

Gol A. Gong

33 books22 followers
A "new" pen name of Gola Gong

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
97 (35%)
4 stars
83 (29%)
3 stars
80 (28%)
2 stars
16 (5%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 14 of 14 reviews
Profile Image for Nanto.
702 reviews102 followers
February 11, 2008
Roy memulai langkahnya untuk bertualang: Bandung. Memulakan dari sebab muasalnya ada di Serang. Bertemu kembali dengan sepupunya yang pernah meninggalkan luka menganga ketika ia masih bocah. Luka lama yang kembali terkuak saat Roy akan tetirah di makam Ayahnya. Namun semuanya bukan berujung dendam saat kesakitan meledak. Kesakitan itu luluh oleh tangis sepupunya Gadis berkepang dua yang dulu adalah biang kesakitan yang dipendamnya hingga tepian makam itu... Ketika itu semua sirna dan kini saatnya memulakan kembali silaturahmi dengan balung lain yang terpisah...Kakeknya sendiri.

Di novel kedua dari serial Balada Si Gong oleh Gola Roy ini saya kenal dengan yang namanya Gelap Nyawang. Nama Jalan yang sejajar dengan Jalan Ganesha ini - lokasinya dekat juga dengan Mesjid Salman ITB - waktu saya mendengarnya saat SMP sewaktu membaca novel ini begitu menyeramkan. Waktu itu Roy bernostalgia dengan sejumlah kawannya di Bandung. Kenangan lama kali ini ditingkahi dengan acara "berantem beregu" dengan kelompok berandal lain. Masa itu, tinju adalah sebagian dari cinderamata dan bahasa yang dikenal oleh Roy! Kesan itu melekat erat dalam kepala saya, Gelap Nyawang adalah tinju yang lepas seiring jerit lengking dan dengus nafas anak muda. Kenangan itu yang membawa saya bertahun kemudian untuk mengunjunginya saat saya pernah menjadi warga Bandung...Coret alias Djatinangor!

Tidak sulit menyatakan bahwa novel ini memiliki makna seperti ungkapan yang saya temukan di situs ini yang dikutip dari film You've Got Mail, "When you read a book as a child,it becomes a part of your identity in a way that no other reading in your life does..."
Profile Image for Candra Aditya.
Author 8 books18 followers
October 11, 2018
It's better than the first book because now we get to see the adventure. Though the drama is a bit dated (at best) and super duper extra (so extra) but Roy's adventure still fun to read. The highlight of this book is when Roy met a woman with her newborn son. It breaks my heart because life is so, so cruel.
33 reviews
March 5, 2018
Definitely not for girls 😂😂😂..however i enjoy reading the stories even though it’s kinda hard to imagine since i never had that kind of life.
2 reviews
September 12, 2019
Good
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
July 20, 2014
** Books 186 - 2014 **


"Aku seorang pengembara.. wajahMU ada dimana-mana. disini ada bukit, laut, langit dan senja.. jejakku tertinggal di sana.. Aku seorang pengembara.. wajahmu ada dimana-mana.. adakah jejakku tertinggal disini.. Heri H. Harris. halaman 273

yahh kisah ini berlanjut dengan si bandel Roy yang mulai melakukan petualangannnya mulai dari gunung Gede, Ke Bandung dan Jogjakarta. Disini terlihat Roy benar2 remaja yang sangat mandiri dan berhasil berpetualang dengan bermodalkan nekat dan sedikit uang. Selama perjalanannya ia berhasil menemukan saudara perempuannya Rani yang dulu pernah mencaci maki dia dan ibunya, Bertemu dengan sahabat penanya yang bernama Sasha (OMG! masih jamannya sahabat pena!) hahaa menolong ibu Nuni dari kejaran suruhan ayah mertuanya yang ingin merampas cucunya, singgah di pesantren dan akhirnya Roy harus memutuskan kembali ke rumahnya dimana mamanya yang senantiasa mengasihi dan menyayanginya menanti di rumah..

Well, saya akui saya lebih menyukai novel sekuelnya ini daripada buku yang pertama yang berjudul Balada Si Roy 1: Joe yang terkesan lebih gloomy. Di buku kedua ini rasanya Roy mulai belajar lebih dewasa dan saya sukanya masih sempat dia berbuat baik dengan orang-orang yang ditemuinya di jalan.. okee saya berikan 3,2 dari 5 bintang deh untuk buku kedua ini! *__*
Profile Image for Ipung.
31 reviews4 followers
October 8, 2008
Buku ini saya baca waktu saya baru kelas 1 SMP. Membayangkan si Roy yang gondrong, pake jin bolong-bolong, senengnya jalan-jalan ke tempat yg dia mau, ketemu orang banyak, bebas kaya elang, ngrokok semaunya. liat alam indonesia yang ijo di perjalanan...itu semua sungguh macho bagi saya kala itu.

Saya pengen seperti si Roy. Saya pengen jalan-jalan selagi saya bisa. Mumpung belum tua, mumpung masih ada waktu, mumpung masih ada duit, mumpung masih ada kesempatan.. mumpung belum ada istri dan anak ^_^
Profile Image for Arre Santoso.
4 reviews2 followers
October 8, 2008
Mungkin dari buku inilah keinginan untuk berpetualang 'meledak-ledak' dalam diriku...pertama membaca novel ini pada waktu SMA dulu..dan sekarang masih punya keinginan untuk melengkapi seri-nya untuk di koleksi..hehe
Profile Image for Sonny.
43 reviews9 followers
November 24, 2008
Gw generasi BALADA SI ROY, bukan LASKAR PELANGI ! Overall, LP pny banyak kemiripan dg BSR. Bahkan dl gw sempat berpikir BSR benar2 kisah nyata. Ending-nya bnr2 di luar dugaan: Roy memilih menjadi petani di sebuah desa tanpa nama. Keren !
Profile Image for Don Aay.
19 reviews4 followers
May 9, 2012
Novel yang mengenalkan aku dengan penulis bernama Gola Gong. yang membuat saya mengaggumi karya-karya nya. Roy Gambaran manusia yang saya impikan untuk memiliki kepribadian seperti roy..salut buat mas Gola ;)
Profile Image for Fachmi Fachmi.
144 reviews6 followers
October 1, 2015
"Mas lihat, kamu seperti sedang tidak karuan. Pergi tanpa arah dan maksud yang
jelas. Dan menciptakan obsesi untuk dirimu sendiri.
"Apa sebenarnya yang sedang kamu cari? Tuhan?"
"Entahlah, Mas," Roy jadi malu sendiri."
Profile Image for Puji Lestari.
88 reviews21 followers
January 5, 2013
Lanjutan Joe? Tapi meskipun berisi pengalaman bertualang, kurang greget nuansa petualangannya. Saya lebih suka baca yang Joe.

Penasaran dengan lanjutannya...
Profile Image for potrehkoneng.
31 reviews4 followers
January 9, 2015
entah kenapa pas bagian si Roy sampai jogja eh apa semarang ya? meet up sama sarasvati alias shasa, ngerasa mbk ini yang jadi istri gola gong sekarang. apalagi roy mengenalkan diri dengan gola gong.
Displaying 1 - 14 of 14 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.