Buku ini bercerita tentang cinta. Diekspresikan dalam bentuk cerita pendek, sajak, esai, dan juga sketsa. Buku ini ditulis dengan sederhana, jujur, mengedepankan fakta bahwa cinta merupakan aspek yang sudah ada dalam diri dan hidup setiap manusia. Oleh karena itu, wajar kalau manusia perlu bermain-main, bersenang-senang, menikmati, bahagia, termasuk sesekali berjarak dan memandang cinta secara lebih kompleks, luas, dan utuh.
Seorang pengajar filsafat dan teori psikologi kepribadian di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Tulisan-tulisannya pernah dimuat di beberapa media massa seperti Kompas dan Suara Pembaruan. Hasil karyanya yang telah dipublikasikan antara lain adalah Pecahan Jakarta (1999, kumpulan cerpen bersama Kristi Purwandari), Soeharto: Ramuan Kecerdasan dan Masa Lalu yang Liat (2000), Filsafat Timur (2001), Bermain-main Dengan Cinta (2002), Akademos (2003), Patogonos (2005).
hei kamu yang selalu berpikir dengan logika, bagaimana jika dihantam rasa?
Ada yang bilang bicara cinta itu lebay, bicara cinta itu menye-menye, bicara cinta itu hanya cocok untuk orang kasmaran, sedang puber. Di sini cinta dipermainkan dalam kata. Tak perlu surat cinta yang mendayu-dayu, cukup dengan perhatian dan tatapan hangat, bahkan dalam tertawa. Apakah cinta harus selalu dinyatakan? Kadang tidak, bisa hanya disimpan dan dilihat dalam pandangan. Cinta bikin kamu nggak bisa tidur, kata sebagian orang. Ringan, namun menghentak alam pikiran, terasa manis dan lucu. Jangan pula terlalu mengagungkan cinta, karena bisa terjerembab dalam jurang logika. Cinta bisa salah di sini. Bisa jadi kambing hitam atas sesuatu yang tidak benar. Atau cinta bisa kehilangan maknanya, samar oleh ulah setan yang menjadikannya nafsu. Karena cinta dijadikan alasan, tanpa paham rasa sebenarnya.
Semua tentang dua manusia. Semua disatukan dengan cinta. Dan tidak harus dengan sebuku surat atau selingkar cincin. Happy ending tidak selalu bersanding. Bisa menjadi teman, sahabat, mantan kekasih, pengagum gelap, pengorbanan, bahkan kematian.
The purpose of relationship is the relationship itself. Menjaganya untuk terus ada lebih sulit daripada menemukan tujuannya.
When I ask my partner "where is this going?", I'd prefer to hear : a) "Whenever you want it to go" b) "Let's take it one day at a time." c) "I love you forever"
salah satu dari deretan buku yang membuat sasya menyukai membaca. tahun 2004 akhir saya baru muali membaca lagi, dan kemudian datanglah buku ini di rak toko buku saya. awalnya hanya tertarik oleh judulnya, lalu saya buku dan baca.
bagus takwin memberikan nuansa yang sederhana sekali, tentang percintaan 2 manusia laki dan perempuan yang terpisahkan oleh status masing-masing, yang stu menuikah yang lain masih sendirian. konfilk yang diramu dengan cara penceritaan yang flash back membuat cerpen-cerpen di buku ini anggun dalam kesederhaanan.
adapula cerpen pendek -yang jaman itu lagi ngetrend- muncul sebagai penutup kumpulan cerpen ini.
sebagai buku kumpulan cerpen bagus takwin yang pertama, saya pikir buku ini merupakan gerpbang filosofia bagus yang dia buka sendiri dengan kunci yang dia buat sendiri, tentunya dengan pengalaman filosofinya sendiri yang ia bagikan kepada pembaca.
cinta dibaca dengan kacamata psikologi tentu beda dengan orang kebanyakan. Buku ini adalah buku pertama dari B. Takwin yang gue baca, dan gue suka.... ada rasa berbeda saat membaca konsep cinta yang ditawarkan oleh orang satu ini
campur-campur yg ringan. ntah bisa disebut apa ni buku. bukan kumpulan puisi, kumpulan renungan, kumpulan cerpen apalagi novel. tp yg jelas masih layak dibaca di waktu senggang karena da beberapa yg butuh pemahaman.
Ini buku yang dibeli karena melihat dikutip di testimonial Friendster seorang kawan. Isinya...benar kata Rhe: gado-gado. Tapi jauh lebih bisa dinikmati dibandingkan Protagonos
Buku Mas Aten ini ternyata mencerminkna judulnya, bermain-main, asyik. campur-campur bicara tentang cinta. Buku yang bisa dibaca berulang sesekali tanpa harus membaca seluruh halaman.
akhirnya udah smpe di tangan dan siap untuk dibaca, thx buat Kang Nanto yg dah nganterin tho udang dibalik batu-nya adalah ngambil kiriman EVA Coffee dari Pra :D