¡Un cruel asesinato sacude el concierto inaugural del nuevo Teatro de las Artes de Haido! ¿Lograrán las deducciones de Conan estar a la altura del desafío que presenta este crimen perfecto?
Sinopsisnya rada bikin emosi (^""^;;) Kalimatnya yang kedua, maksudku. Kejahatan yang lebih dasyat dari pembunuhan di atas kertas adalah (1)membocorkan siapa pelakunya, (2)membocorkan gimana triknya, (3)ngasih tau duluan di sinopsis kalau detektifnya berhasil mecahin kasus... orz... Yah sudahlah~ XDD
Untuk teman-teman yang sejak SD sudah hobi baca Klub Detektif, mungkin kalian bakal mecahin kasus ini duluan ketimbang Sonoko, Kogoro, maupun Conan XD Berhubung aku baru pas SMP kenalan sama karya-karya Herr Ecke, aku cuma bisa nebak
Bagaimanapun, membacanya cukup menyenangkan (⌒‿⌒) terutama jika kamu telah terjebak dengan komik Detektif-Mengecil-yang-Nggak-Tamat-Tamat ini selama bertahun-tahun mengikuti sepak terjang Shinichi dalam komik Detektif Conan selama ini XDD
Setelah sekitar 2 bulan enggak serius baca buku, akhirnya berhasil juga nyelesain 1 light novel ini! Walau cuma rereading, tapi rasanya lega.
Aku menghormati Aoyama Gosho sensei—banget. Tapi, penulisan Yutaka Tani-san ini kesannya sedikit dilebih-lebihin. Jadi kayak target pembaca beliau tuh yang sama sekali belum pernah nyentuh Detektif Conan. Walau seri light novel-nya cuma hitungan jari, harusnya jangan dibikin kayak gitu. Tulislah seakan-akan yang baca memang fans Detektif Conan yang udah paham apa aja gerak-gerik tiap karakter.
Kayak, penjelasan kalo sebenernya yang bikin Kogoro tertidur itu Conan, yang ngendaliin suaranya juga Conan... kayak gitu-gitu sebenernya sepele dan udah umum di kalangan fans Detektif Conan. Niatnya baik sih supaya lebih detail, tapi bagi aku yang emang fan Detektif Conan, kesannya melebih-lebihkan.
Enggak cuma itu sih. Pemilihan gaya bahasa Yutaka Tani-san ini... gimana ya? Bagian narasinya rada puitis. Bagiku kurang cocok buat tipe misteri kayak Detektif Conan ini. Apalagi, ditambah tata Bahasa Indonesianya yang kurang rapi. Aduh... /geleng-geleng kepala/
Tapi, aku suka banget sama kasusnya. Selain diajak mikir (mikir ulang sih sebenernya karena aku kan rereading), aku juga disuguhin ilmu-ilmu musik klasik (kebetulan aku suka musik klasik, tapi enggak pernah ngikutin perkembangan klasik di era modern). Terus juga cara Conan ngungkapin kasus enggak bertele-tele, persis kayak di manga. Ilustrasi-ilustrasi karya Yutaka Tani-san di sini juga bagus-bagus kok—walau yah, kalo mau ngomongin detail sih udah pasti keliatan beda sama yang di manga karya Aoyama Gosho sensei.
Aku enggak bakal bahas desain, karena emang selalu keren. Enggak perlu dibahas, udah bagus.
4.2/5 bintang dariku. Semangat ya buat mbak-mbak alih bahasa dan editor-nya.
Ranobe Conan #2, ada Kogoro, ada Ran dan Sonoko, ada Megure dan Takagi. Kasusnya pembunuhan di balik panggung konser musik klasik. Terlalu mudah, pengalih perhatiannya gak terlalu bagus, jadi mata kecurigaanku sudah ke situ terus, meski sambil setengah berharap ada twist yg bakal membalik semuanya. Etapi gak, betul si itu pelakunya. Ya gitu d. *bagusan Aoyama-sensei buat bikin detil2 kasusnya*
Mo ngasih 2* tapi gak tega, soalnya ada Takagi. Kangen Takagi n Satou, sdh lama gak muncul di versi manga....
Baca novel ini malah keinget (n pengin baca lagi) kasus conan yg endingnya ada Shinichi main biola buat Ran di tengah taman itu lo, apa ya judul kasusnya.....
Editted, oiya, tadi kubaca sambil muter ini di utub, biar bisa menghayati symphony no.9 Mahler dan peran seorang conductor (dan conmiss). https://youtu.be/wWxX-kf-2MI
Como misterio cortito y si además te gusta el personaje de Conan no está mal, pero la identidad del asesino es muy obvia casi desde el principio. Sí que es cierto que hay más que el asesinato y eso es algo que no es tan evidente, por lo que hay un punto extra de intriga.
Lo que no me convenció mucho es cómo Conan habla por Kogoro durante la resolución del crimen. Hay demasiada gente presente que tendría que haber visto a Conan. Puede que no todo el rato, pero hay dos momentos en los que el niño mueve la cabeza del detective para que parezca que está diciendo "no". Teniendo en cuenta que están en las butacas de una sala de conciertos, que Conan está justo detrás y que todo el mundo tiene la atención puesta en Kogoro, alguien tendría que haberse dado cuenta de que los brazos de Conan estaban ahí. No se trata de algo que se pueda realizar tan sutilmente.
Meski tidak asing dengan istilah light novel, tapi ini pertama kalinya aku membaca light novel. Sengaja pilih Detective Conan karena penasaran seperti apa kisahnya jika dibuat dalam bentuk novel. Entah karena ekspektasiku yang terlalu tinggi atau karena terbiasa membaca versi manga, timbul penyesalan dalam hati setelah membaca sampai habis.
Kasusnya sendiri termasuk ringan, bagiku. Ini seperti membaca kasus tambahan di sela-sela penyelidikan besar. Tapi aku sedikit terganggu dengan deskripsi dalam light novel ini. Terutama pada pengenalan tokoh Asabuki. Mungkin maksudnya ingin menjelaskan bahwa Asabuki adalah seorang jenius, tapi aku merasa deskripsi ini berlebihan. Selain itu, novel ini lebih banyak menggunakan telling ketimbang showing
Meski sedikit kecewa, novel ini bisa menjadi bacaan ringan di kala istirahat.
Cringe banget, masih mempertanyakan kenapa acara berkapasitas 2 ribu orang baru open gate 30 menit sebelum dimulai mana petugas penerimaan tamunya cuma seorang. Kayanya emang udah harus pensiun baca Detektif Conan.
bagus sih, tapi 3,8/5⭐ lah buat tipikal conan yang ku kenal. mulai dari blurb-nya yang spoiler, endingnya yang ga wah wah banget, dan prolog yang malah bikin penasaran sama konser selanjutnya, jadi mau nonton next orkestranya tanpa kasus seperti di buku ini
El Conan en versió novel·litzada. El cas estava bé i em va costar una mica acostumar-me a llegir-ho en castellà, que aquí un té les veus dels dobladors catalans incrustades al cervell.
🎻 Membaca light novel ini rasanya seperti membaca satu kasus selingan di komik Detektif Conan. Bagiku, ceritanya terasa ringan, cepat selesai, dan tidak terlalu membuat penasaran soal siapa pelakunya karena hanya ada satu pembunuhan yang diusut. Yang cukup menghibur buatku justru bukan pada aspek misterinya, tapi karena latar ceritanya berkaitan dengan konser musik klasik. Sebagai seseorang yang cukup menikmati musik klasik, membaca bagian-bagian yang menyinggung sesuatu tentang musik klasik menjadi sisi menyenangkan tersendiri.
🎻 Tokoh-tokoh yang hadir di cerita ini tentu sudah familiar yaitu trio Conan, Ran, dan Kogoro, lalu ada juga si nona muda Sonoko. Dari pihak kepolisian ada Inspektur Megure dan opsir Takagi.
🎻 Kalau bicara soal tokoh, jujur saja saya tidak akan seberani Sonoko. Bayangkan, dengan penuh kepercayaan diri si nona muda naik ke panggung di depan ribuan orang, menyampaikan deduksinya yang masih dangkal, eh malah salah menuduh. 😁Mungkinkah sikap percaya diri Sonoko itu terinspirasi dari Kogoro? 😂
🎻 Secara keseluruhan, ini bukan kisah Conan yang paling berkesan, tapi tetap memberi pengalaman ringan dan menyenangkan untuk dinikmati dalam waktu singkat. Menurutku, buku ini cocok dibaca saat sedang ingin jeda dari cerita-cerita yang terlalu berat.